Mommy Untuk Daddy

Mommy Untuk Daddy
Anaknya Mommy Cira


__ADS_3

Mereka akhirnya tertidur dengan posisi Rey, Cira dan Cia. Namun Rey terjatuh karena Cia mendorong Cira yang membuat Rey harus terjatuh akibat posisinya yang berada di sisi ranjang


Bugh


Rey terjatuh dari ranjang dengan pant*at lebih dulu mencium lantai. Membuat Cira terbangun.


"Mas?" ucap Cira membantu Rey terbangun.


"Ini anak tidurnya kayak baling-baling" ucap Rey dengan mengusap pant"atnya yang sakit.


"Kamu juga gitu, mas. Kalau tidak meluk sesuatu" ucap Cira yang mengetahui gaya tidur dari Rey.


Rey yang mendengarnya hanya mendengus kesal. Lalu memilih tidur di sofa bersama Cira. Walau sempit setidaknya mereka tidak akan terjatuh lagi.


Mereka akhirnya tidur dengan nyenyak tapi hanya untuk Cia karena dia menghabiskan ranjang sendirian.


Hingga pagi menyerang mereka. Karena tidak ingin membuat Cia kecewa akhirnya di jam dini hari Cira bangun dan tertidur bersama Cia di ranjang.


Karena Cia sudah berada pada posisi pertama kali di tidurkan.


"Pagi mommy!" ucap Cia yang membuka mata dan melihat Cira yang tertidur kearahnya.


Cira yang mendengarnya membuka mata lalu mencium pipi Cira "Pagi juga anak mommy" ucap Cira lalu bangkit dan melihat Rey masih tertidur dengan lelap.


"Mandi dulu, ya?. Mommy mau masak ayam goreng buat bekal nanti" ucap Cira sembari mengantar Cia ke kamar mandi karena dirinya juga harus mencuci muka.


Setelah keluar dari kamar mandi Cira melihat Rey yang sudah meringkuk di atas ranjang. "Kapan pindahnya" ucap Cira menghampiri Rey kemudian mencium dahinya.


Cira ke dapur untuk memasak sarapan dan bekal untuk Cia. Dan kemungkinan juga untuk Rey.


Cira hanya memakai daster saja. Karena biar mudah untuk bergerak.


Greb


Sebuah tangan memeluk tubuhnya dari belakang "Pagi sayang"ucap suaminya. Rey. Yang mencium leher Cira.


"Mas," pekik Cira karena kaget "Ada Cia, mas" ucap Cira tetapi tidak dipedulikan oleh Rey, yang sedang memeluknya. Membuat gerakan Cira terbatas. "Mas, awas. Ini nggak bisa gerak" ucap Cira sembari berusaha melepaskan diri dari pelukan Rey.


"Kamu se*xy kalau pakai daster, yang" ucap Rey, yang tangannya merambat naik. Dan mere*mas buah dada Cira.


"Mas, aku lagi pegang pisau, lho, ini?" ucap Cira dengan mengangkat pisau membuat Rey akhirnya melepaskan pelukannya. "Kamu mandi, gih, mas!" ucap Cira membuat Rey. Mendengus kesal.


"Mandiin, ya?" ucap Rey dengan mencuri ciuman di bibir Cira. Namun ia segera berlari ke kamar karena takut Cira akan mengamuk.


"Daddy, udah mandi?" tanya Cia ketika melihat Daddy-nya datang.

__ADS_1


"Belum, sayang" ucap Rey dengan menghampiri Cia yang sedang menyisir poninya. Dan mencium pipinya.


"Ih,, Daddy, bau. Belum mandi" ucap Cia ketika Rey menciumnya. Membuat Rey tertawa lalu melenggang masuk ke dalam kamar mandi.


Cia segera turun dengan membawa sisir, karena rambutnya belum diikat dengan rapi.


"Mommy?" panggil Cia ketika tidak melihat Cira di dapur.


"Mommy disini sayang!" ucap Cira yang ada di taman belakang sedang menyiram bunga.


Cia segera menghampiri Mommynya. "Mommy, Cia boleh minta tolong nggak, ikatkan rambut Cia?" tanya Cia yang sudah didekat Cira.


"Ayo, duduk di bangku itu" tunjuk Cira pada bangku yang ada di taman tersebut.


Cira sudah selesai memasak nasi goreng dan ayam goreng. Karena walaupun hidupnya berkecukupan. Cira tidak pernah melupakan tugasnya sebagai istri yang harus bisa memasak.


Cira mengepang rambut Cia dengan lucu membuatnya tertawa melihatnya. "Mommy kenapa ketawa?"tanya Cia mendengar tawa Mommynya.


"Anak mommy ternyata cantik dan imut" ucap Cira sembari mencubit pelan pipinya.


"Anaknya Mommy Cira, gitu" ucap Cia bangga.


"Yang?!" teriak Rey dari dalam rumah, membuat Cira dan Cia bergegas menghampiri nya.


"Kamu kemana aja. Aku cariin di dapur nggak ada?" tanya Rey membuat Cira tersebut.


"Mommy habis ngepangin Cia, di taman belakang, dad" ucap Cia membuat Rey memandangnya.


"Wah,,cantik banget anak Daddy" ucap Rey dengan menggendong Cia kemudian mencium pipinya gemas.


"Ayo, kita makan, nanti telat" ucap Cira.


Mereka sarapan dengan nikmat yang diselingi canda tawa dari mereka. Kini Cira memilih untuk mempersiapkan kebutuhan tokonya. Dan Cia diantar oleh Rey.


Di perusahaan Rey sudah berada di meja kerjanya. Yang sudah diisi dengan tumpukan berkas untuk disetujui.


Tok...tok...tok...


"Masuk" ucap Rey yang masih melihat berkas di meja nya.


"Bro, kalau pengen enak-enak kasih tau dong, kan gue bisa pergi dari sini. Lo lupa ya kemarin Lo tidak menghidupkan kedap suara. Dan Lo tau, gue denger dari ruang gue. Bagaimana suara desahan Lo dan kakak ipar. Gue jadi pengen tapi si Enceng gondok lagi ke luar kota" ucap Chan kesal dengan Rey.


"Sorry, terlalu kesal kemarin gue sampai lupa. Seharusnya Lo juga tau. Kalau gue kemarin lagi emosi. Ngelihat istri bersama cowok lain" ucap Rey membela diri. Membuat Chan mendengus. "Mana berkas, pemasukan dari wilayah tengah?" ucap Rey. Yang langsung Chan menyerahkan berkas yang dimaksud Rey.


Di toko Cira sedang sibuk mendekor toko yang sudah menjadi hak miliknya. Toko ini berada sekitar 5 toko dari perusahaan Rey. Karena tempatnya juga strategis.

__ADS_1


"Mbak ini pot bunganya mau di letakan dimana?" tanya di tukang bunga yang membawakan pot bunga pesanan Cira.


"Letakkan di pojok kanan aja, pak" ucap Cira.


Suasana di toko Cira sangat ramai karena para pekerja. Cira memulai usahanya bersama Wati. Karena Wati yang masih nganggur.


Matahari semakin tinggi membuat perut Cira kelaparan. Hingga seseorang datang. "Mommy!" teriak Cia yang langsung berlari menghampiri Cira.


Membuat para pekerja yang melihatnya tersenyum. "Sama siapa kesini?" tanya Cira ketika Cia sudah berada di gendongannya.


"Tuh, sama Daddy" tunjuk Cia ke arah mobil. Rey sedang mengambil makanan.


"Gimana, sekolahnya?" tanya Cira dengan menghampiri Rey.


"Tadi di sekolah Cia bermain lari-larian, mom?" ucap Cia. "Terus ada teman Cia yang jatuh, kakinya terluka" ucap Cia bergebu semangat.


"Ayo makan dulu, aku juga udah menyiapkan untuk para pekerja"ucap Rey. "Pak, minta tolong di bagikan makanannya, ya. Kepada yang lainnya" ucap Rey menghampiri pekerja dan menyerahkan 2 kantong nasi kotak kepada pekerja yang ada didekatnya.


"Terima kasih banyak, pak" ucap pekerja tersebut lalu memanggil teman-temannya.


Cira, Cia dan Rey sudah menaiki lantai 2 untuk makan. Karena di lantai ini semua barang sudah tertata rapi.


"Mommy, Cia mau di suapi, boleh?" tanya Cia membuat Cira mengangguk kan kepalanya.


"Boleh, tapi harus makan sayur, ya?" ucap Cira diangguki oleh Cia.


"Gini aja, Mommy menyuapi Cia lalu Cia menyuapi Daddy dan Daddy menyuapi mommy gimana?" ucap Rey membuat Cia senang.


"Asik" ucap Cia senang.


Mereka makan sesuai dengan aturan yang diperintahkan oleh Rey. Di mana di mulai Cira yang menyuapi Cia, lalu Cia menyuapi Rey dan Rey menyuapi Cira. Mereka makan dengan gelak tawa karena tingkah kejahilan dari Cia.


Bagaimana tidak ketika menyuapi Rey, Cia memberikan banyak sambal kepada Rey membuatnya kepedasan.


"Pedas, yang" ucap Rey yang sudah menghabiskan 2 botol air minum. Membuat Cira yang melihatnya merasa kasihan. Tapi Cia justru tertawa melihat Daddy-nya yang kepedasan dengan wajah memerah lucu.


"Wajah, Daddy lucu" ucap Cia yang membuat Rey kesal.


"Nggak boleh gitu lagi yang, Cia. Kasian Daddy mu kepedasan" tegur Cira membuat Cia menunduk dan menganggukkan kepalanya. Karena merasa bersalah.


"Ini, mas. Minum susunya dulu biar reda pedasnya" ucap Cira memberikan susu kotak kepada Rey. Karena untung di bawah kulkasnya sudah di isi bahan kue.


"Mommy, Daddy, Cia minta maaf, ya?" ucap Cia ketika rasa pedas itu mulai mereda.


Cira dan Rey yang mendengarnya pun mengangguk "Lain kali jangan diulangi lagi, ya. Tidak baik membuat orang menderita. Bagaimana kalau Cia juga digituin?. Kan nggak enak. Jadi jangan ulangi lagi, ya?" nasehat Cira membuat Cia yang tadinya wajahnya sedih menjadi sedikit cerah.

__ADS_1


__ADS_2