
Jangan lupa berikan vote,like, dan koment juga hadiahnya untuk Rey yang udah unboxing.
.
.
.
.
.
Siang berganti malam dua orang yang masih tertidur dalam pelukan hangat. Tidak terusik oleh apapun. Hingga salah satu dari mereka kelaparan.
"Huh" ucap Cira yang membuka matanya dan berusaha bergerak namun kesulitan akibat pelukan yang dilakukan oleh Rey.
Astaga. Kemarin itu nyata kan ya?. batin Cira mendongak melihat wajah Rey yang terlelap.
"Rey?"ucap Cira sembari membelai rahang tegas Rey. Dan kemudian turun ke dada Rey.
Rey yang merasa terusik pun mengeratkan pelukannya ke Cira. "Hem" hanya itu yang keluar dari mulutnya.
"Mas, lapar?" ucap Cira membuat Rey membuka matanya. Lalu mencium kening Cira.
"Kan tadi udah makan, Yang" ucap Rey yang ngaur ngidul.
"Ish,,bukan makan itu, mas. tapi makanan buat perut" ucap Cira yang menatap Rey kesal. Sedangkan Rey malah tertawa. Karena ia pikir Cira pengen melakukan lagi.
"Sini aku kasih makan" ucap Rey menggoda. Cira yang sudah kelaparan pun mengikuti arah Rey dengan mendongakkan kepalanya memandang Rey.
Namun, bukan makanan versi Cira yang didapat melainkan sebuah ciuman yang lembut didapatkannya.
"Mas, Ish!. Aku mau makan. Eh,,,jam berapa sekarang?" ucap Cira dan segera membalikan badanya.
Namun, ketika hendak berbalik ia meringis akibat kewanitaannya terasa sakit dan perih. Rey yang melihatnya pun panik.
"Kamu kenapa?" panik Rey bangkit dan membuka selimut yang menutupi tubuh Cira. Membuat Cira terpekik kaget karena tubuhnya terlihat polos.
Wow batin Rey melihat tubuh Cira yang banyak terdapat bercak merah keunguan.
"Mas!!"ucap Cira sembari menutup kembali tubuhnya dengan selimut. Rey hanya tersenyum saja.
"Sakit ya?" ucap Rey. Dan diangguki oleh Cira. "Mau makan dulu atau mandi?" ucap Rey yang mengambil ponsel untuk memesan makanan.
Cira nampak berpikir "Mandi dulu" ucap Cira seraya mengatur posisinya. Karena masih sangat sakit membuatnya susah untuk bergerak.
Rey yang mendengarnya langsung menggendong Cira ala bridal style dan menuju ke kamar mandi.
"Akh!" ucap Cira ketika Rey menggendongnya. Dan dengan cepat tangannya sudah mengalung di leher Rey akibat takut terjatuh. Dan menyembunyikan wajahnya di dada Rey akibat malu karena mereka berdua polos tanpa busana.
Mereka pun sudah sampai di dalam kamar mandi. Rey mendudukkan Cira di tepi bathtub. Dan Rey mengisi bathtub dengan air hangat dan mengambil bathrobe untuk dirinya dan Cira.
__ADS_1
Melihat air sudah penuh Rey kembali menggendong Cira dan memasukannya kedalam air.
"Hangat" ucap Cira ketika tubuhnya menyetuh air tersebut.
Rey yang mendengar hal itu tersenyum. Dan ikut masuk ke bathtub dan duduk dibelakang Cira. Dan membawa tubuh Cira mendekat ke arahnya.
Aduh, gimana ni? batin Cira ketika punggungnya bersentuhan dengan dada bidang Rey. Dan ini dilakukan dalam keadaan mereka sadar tanpa di pengaruhi oleh nafsu.
"Kamu deg-degan, Yang?" ucap Rey ketika mendengar detak jantung Cira yang cepat.
"Kamu juga" ucap Cira yang juga merasakan detak jantung Rey.
"Yah...itu karena aku mencintaimu" ucap Rey seraya menciumi pundak Cira.
Cira yang mendengar pengakuan Rey pun tersenyum. Dan mendongkan wajahnya untuk melihat Rey. Cup. Cira mencium sekilas bibir Rey.
"Aku juga mencintaimu" ucap Cira yang kini sudah menghadap kearah Rey.
Rey yang mendengarnya segera mencium bibir randum Cira penuh kelembutan. "Mas!!"ucap Cira melepas pungutan mereka ketika merasakan sesuatu yang aneh.
Rey yang mengetahuinya hanya bisa tertawa saja "Kamu sendiri yang membangunkannya jadi kamu juga yang harus menidurkannya" ucap Rey santainya sembari menggoda Cira dengan meremas 2 gundukan Cira.
"Tapi punya ku, masih sakit dan perih, mas" ucap Cira dengan Poppy eyes nya.
Melihat wajah Cira yang lucu membuat Rey gemas lalu mencubit pelan pipi Cira.
"Makanya harus sering diterapi biar tidak sakit lagi" alibi Rey. Supaya Cira mau melakukannya lagi. Cira yang memang masih polos mudah terbuai oleh akal busuk Rey.
Karena kasihan juga melihat Cira yang sudah kelaparan dan terlihat sangat sulit untuk bergerak. Membuat Rey menahan hasratnya. Mereka akhirnya mandi biasa.
Kini mereka sedang berada diruang makan. Dengan menu makan yang dipesan melalui aplikasi. Cira makan dengan lahap karena memang ia sangat lapar akibat tenaganya terkuras habis.
"Mas, Ajak Cia tinggal disini dong. Biar aku nggak kesepian" ucap Cira setelah selesai makan dan sedang duduk di sofa.
Rey sedang membersihkan sisa makannya setelah mengantarkan Cira untuk duduk di ruang tv. Karena Cira berjalan tertatih-tatih dan meringis membuat Rey tidak tega.
"Boleh, tapi setiap libur ya. Karena Cia harus sekolah" ucap Rey dengan membawa minuman kaleng dan menyodorkannya ke Cira.
Rey duduk di sofa samping Cira membuat Cira menyenderkan kepala di bahu Rey "Apa masih sakit?" tanya Rey.
"Masih, kalau diajak geser atau jalan suka nyeri dan perih" ucap Cira dengan mata menonton tv.
"Maaf ya" ucap Rey seraya mencium pucuk rambut Cira yang hanya diangguki oleh Cira.
"Lagian, sudah menjadi kewajiban ku untuk hal itu" ucap Cira.
"Terimakasih, karena sudah menjaga diri untuk ku" ucap Rey menjatuhkan kepalanya di kepala Cira.
"Aku jaga diri untuk suamiku" ucap Cira yang bangkit dari sandarannya.
"Iyaya, kalau masih sakit minta aja obatnya sama Oma" ucap Rey memandang Cira.
__ADS_1
"Ih,,,malu lah sama Oma!" ucap Cira seraya memukul pelan dada Rey. Membuat Rey tertawa.
"Ngapain juga malu. Kan sudah wajar kalau suami istri melakukan hal itu" ucap Rey santai.
"Pokoknya jangan bilang sama Oma, Titik!"ucap Cira kesal.
"Iyaya," ucap Rey pasrah. Karena malas berdebat dengan Cira.
"Rey?"ucap Cira.
"Hem" deheman Rey.
Cira nampak berpikir untuk bertanya kepada Rey. Namun, takut salah bicara. Rey yang melihat Cira terbengong pun mencium sekilas bibirnya.
"Jangan cium-cium dulu" ucap Cira kesal dan mencubit perut rata Rey yang tidak berlemak. "Mas, aku baru ingat katanya Om Ardi ingin kesini. Kok nggak ada kabarnya?"ucap Cira yang baru ingat akan tamu mereka.
Rey yang baru ingat pun hanya bisa tersenyum saja "Biarin aja, kan kita bisa berduaan. Lagian kita kan belum malam pertama" ucap Rey seraya menaik turunkan alisnya menggoda Cira.
Sedangkan yang di goda malah cuek saja. Tidak perduli. Lagian intimnya masih sakit, nyeri dan perih.
"Ayo, sayang. Kita buat adonan agar Cia cepat dapat adiknya" ucap Rey seraya bangkit.
Cira yang mendengar ajak Rey pun menendang tulang keringnya membuatnya mengaduh.
"Awh. Baru juga, Siang pertama udah main KDRT aja kamu"ucap Rey mengusap tulang betisnya.
"Dibilangin ini masih sakit, nyeri. Kamu malah ngajak main lagi!"ucap Cira kesal.
Cira ingin meninggalkan Rey ke dapur namun apa dayanya sakit, nyeri dan perih dibagian bawah membuatnya sulit untuk bergerak bahkan berganti posisi duduk aja sulit.
"Yah,,ini kan bagian dari terapi pengobatannya, Yang" ucap Rey membuat Cira menatap Rey tajam.
"Bodo!!" ucap Cira memilih menonton flim kartun nya.
"Dosa, lho, Yang. Kalau nolak keinginan suami" ucap Rey kekeh.
"Suami juga dosa kalau maksa istri" ucap Cira sekenanya.
Pandai banget memutar balikan keadaan batin Rey.
"Yaudah, aku mau tidur aja"ucap Rey meninggalkan Cira di ruang tv.
Cira yang merasa akan ditinggikan sendiri pun berpikir apalagi dengan keadaannya yang sulit bergerak.
"Aku ikut,mas." ucap Cira yang melihat Rey bersiap menaiki anak tangga. Rey tersenyum. Kemudian menatap Cira dengan tatap kesal.
"Ayo sini" ucap Rey dengan melambaikan tangannya. Pura-pura lupa kalau Cira susah berjalan.
Rasain. Sekarang gimana jalannya batin Rey tertawa.
"Aduh,,ini gimana" gumam Cira berusaha bangkit dengan bersender pada sofa.
__ADS_1
Cira berusaha untuk mengangkat kakinya. Namun nyeri dan perih menyerangnya. Dasar singa gila, gue dibuat tidak bisa berjalan gini batin Cira kesal karena ulah Rey membuat dirinya kesusahan untuk berjalan.