
Hingga tanpa diketahui ada seseorang yang mendekati mereka dari tempat duduknya. Cira sedang memesan makanan.
"Hai Rey!"ucapnya "Hai manis"ucapnya pada Cia dengan mengelus kepala Cia gemas.
"Hai Om"ucap Cia yang duduk dengan tangan di lipat di atas meja tersenyum kepada orang yang mengelus kepalanya.
Sedangkan Rey hanya menganggukkan kepalanya. "Ngapain?" tanya Rey dengan wajah datarnya. Kesal karena kegiatan nya di ganggu teman bodohnya.
"Biasalah,,nyari cewek" ucapnya membuat Rey menatap tajam, karena sedang ada Cia.
Cira datang dengan membawa cemilan. "Siapa itu?" gumam Cira melihat orang disamping Cia.
"Mommy tadi beli cemilan buat ganjel, soalnya pesanannya masih dibuatkan" ucap Cira meletakkan cemilan instan di meja dan duduk disamping Rey.
"Horee, Terima kasih Mom" ucap Cia mengambil cemillan itu lalu pergi kearah temannya yang baru saja berkenalan, duduk di tepi kolam. Sementara Pria itu termangu akan ucapan Cia yang memanggil 'Mommy' gadis itu.
Rey mengambil cemilan lalu dibukanya. Cira menyenggol Rey "Siapa" tanya Cira membuat Rey melihat kearah Cira.
Rey bukannya menjawab malah membekap mulut Cira dengan tangannya membuat Cira memberontak dan Rey yang tertawa.
Laki-laki tersebut yang melihat tingkah Rey itu kebingungan, karena Rey tidak seperti ini jika tidak bersama keluarga, sahabatnya atau yang disukainya.
Sehingga berbagai pertanyaan muncul dibenak Laki-laki tersebut dan ia teringat Cia begitu akrab bahkan memanggil perempuan ini "Mommy? kalian udah nikah?" tanya nya membuat Cira dan Rey memandangnya.
Bekapan Rey terlepas akibat gigitan dari Cira. "Ia" "Tidak" jawaban yang bersamaan namun berbeda dari keduannya Rey mengiyakan tetapi tidak dengan Cira.
"Terus?. Suami Istri?"ucap nya lagi dengan tampang yang semakin bingung dan heran akan tingkah keduannya.
"Iya" Teman"ucap mereka bersamaan lagi membuat mereka saling pandang. Rey mengusap rambut Cia yang ada dipangkuan Cira yang sedang makan.
"Fixsss,kalian berjodoh!!!" ucapnya dengan semangat bahkan sekarang raut wajahnya sudah secerah mentari di bulan Juli.
"Pulang Sono Njing" usir Rey membuat laki-laki itu memajukan kursinya pertanda tidak mau.
"Kenalin Aan"ucapnya dengan mengulurkan tangannya tapi sebelum itu tangan dilap terlebih dahulu pada celananya.
Cira yang melihat uluran tangan pun menyambut nya dengan tersenyum "Cira".
"Cantik!" ucap Aan yang bersiap membawa tangan Cira bibirnya untuk dicium segera Rey tepis dengan menamplak tangan Aan.
__ADS_1
"Jahit atau sobek"ucap Rey pelan namun penuh penekanan.
"Weh,,,Si Landak menyemburkan durinya gyus....." ucap Aan seolah takut akan ucapan Rey. Namun sebenarnya ia tak takut karena ia mengerti sikap Rey yang sedingin es krim.
Pesanan mereka datang dan Rey yang memasang wajah kesal akibat Si pengganggu Aan ini masih duduk bersamanya.
"Pulang sono"ucap Rey mengusir temannya yang masih enggan untuk pergi.
"Duit?"ucap Aan dengan mengengadahkan tangannya dengan senyum yang menggoda.
"Owh...duit...mau berapa?"ucap Rey dengan merogoh tas yang akan mengambil dompetnya. Aan yang melihat hal tersebut menyengir penuh binar karena akan mendapatkan uang dari Rey.
Namun bukan Rey namanya jika tidak berbuat sesuatu terhadap sahabat nggak tau diri ini. Segera ia menelpon sekretarisnya Chan untuk mengirim uang kepada Aan.
"Chan...Kirim uang 2 Milyar lalu ratakan seluruh cafe dan restoran milik Si Kadal"ucap Rey membuat Aan yang mendengarnya langsung menyerobot ponsel Rey.
"Rey hanya bercanda Chan, jangan dianggap serius!!!"ucapnya panik karena kalau itu diratakan ia akan kehilangan setengah hobbynya. Sedangkan disebrang sana tertawa karena membayangkan raut wajah pias Aan.
"Gue pergi awas kalau lo, ratakan hobby gue maka gue akan culik bini lo. Upsss...calon bini lo!"ucapnya dengan tertawa keras mengejek.
Sementara Cira memanggil dan menghampiri Cia untuk makan "Cia ayo makan dulu sayang?"
"Terima kasih Tante cantik" ucap mereka bersamaan dengan wajah lucu dan berbinar bahagia.
Mereka berjalan beriringan dengan sesekali tertawa. Cira pun ikut menimpali perbincangan mereka.
Rey yang melihat hal tersebut terkejut seperti semut mengerumuni gula ya...walau semutnya cuma 4 orang. Namun itu membuat Rey merasa tersaingi karena Cira bakalan di jauhkan darinya.
Rey menghela nafas lalu berusaha tersenyum saat mereka sudah mendekat dan duduk "Hai cantik-cantik" ucap Rey menyapa mereka.
"Wah....Om danteng anget!" ucap salah satu dari mereka dengan menatap Rey yang kagum yang memandang Rey dengan bertumpu dagu.
Cia yang melihat temannya seperti itu memutar bola matanya malas "Ganteng dari pipet"
"Om tok bica danteng anget, api asih dantengan Papaku. Hahahaha" ucap temannya Cia lagi membanding Rey dengan Papanya. Membuat Rey melongo lagi karena masih kecil sudah tau mana yang ganteng. padahal ngomong aja belum bener.
Dasar anak zaman sekarang batin Rey
Cira hanya tertawa melihat tingkah temen-temen Cia yang sedang kagum akan ketampanan Rey "Udah ayo makan nanti lagi ngobrolnya" ajak Cira sambil mengambilkan makanan untuk mereka.
__ADS_1
"Tante aku nggak cuka cayul. pait"ucapnya dengan menyodorkan piringnya kearah Cira.
"Kamu tau nggak bahwa sayur itu bikin tubuh sehat jadi kalau tubuh sehat maka wajah akan cantik ikut juga?" bujuk Cira membuat anak tersebut berbinar senang.
"Iya,,kalian harus makan sayur biar tambah cantik lagi" tambah Rey membuat anak yang tadi menggoda Rey langsung makan sayur dengan lahap. Mereka yang lainnya hanya makan dengan tenang karena mereka tau sayur itu enak apalagi kalau mama mereka yang masak. Karena masakan ibu selalu enak.
"Rey mau nambah lagi?" tanya Cira yang melihat piring Rey yang tinggal 5 suap dan Rey menggelengkan kepalanya.
"Mommy Cia mau udang boleh?" ucap Cia kemudian Cira mengambilkannya.
"Tante aku udah selesai?"ucap temen Cia yang lainnya dan disusul oleh mereka.
Hingga datanglah 2 pasang orang tua dari berlainan arah yang dari raut wajahnya khawatir dan cemas "Dilla!!" ucap salah satunya. Dan anak yang dipanggil itu segera berlari "Papa!!"ucapnya dengan berteriak dan dipeluknya Papanya.
"Kezia Keiza!!" teriakan lagi dari arah berlawanan. Anak yang dipanggil tersenyum lalu melambaikan tangannya tanpa ada raut bersalah.
Rey dan Cira langsung berdiri melihat hal tersebut. Mereka berdua saling pandang seolah merasa sedang menculik anak orang. Cia mengikutinya dengan tangan masih memegang udang tertusuk garpu.
"Maaf sudah membuat kalian khawatir karena membawa anak kalian tanpa minta izin kepada orang tua" ucap Cira
"Nggak apa-apa kami juga salah karena telah lalai menjaga mereka"ucap Orang tua dari anak yang bernama Dilla.
"Anak-anak kami biasanya nggak pandai bergaul jadi kami kira nggak akan kemana-mana. Jadi kami menurunkan tingkat kewaspadaan" ucap Mama Keiza dan Kezia.
"Iya, tadi mereka bermain dengan Cia jadi sekalian saja saya ajak makan" ucap Cira mengelus kepala Cia.
"Kami pamit dulu ya, karena Dilla seperti sudah mengantuk. Terimakasih ya sudah mengajak anak saya makan" ucap Mamanya Dilla melihat Dilla digendongan Papanya yang sudah menguap.
"Iya, sampai berjumpa lagi" ucap Cira
"Bye...Dilla" ucap Cia yang melambaikan tangannya dibales oleh Dilla.
Mohon maaf yang paling dalam untuk kakak-kakak yang lama nungguin updatenya. Semoga Kakak-kakak selalu sabar menunggu author yang otaknya sering keseleo π .
Selamat beribadah puasa untuk keluarga besar umat Muslim semoga ibadahnya dilancarkan.
Salam kangen 1 bulan nggak updateπ. Baca koment-komenan kalian membuatku menangis karena otaknya lagi keseleo kearah lain. Jadi mohon maaf sebesar-besarnya.
Terimakasih untuk kalian yang udah ngasih like, komet, dan vote. Tetap bertahan ya sama author yang otaknya sering keseleo dengan cerita yang gaje ini. πππ
__ADS_1