
Mendengar tawa dari Rey membuat Cira memandangnya. Aduh tawanya lembut banget batin Cira.
"Ra?" panggil Rey ketika melihat Cira melamun dengan memandangnya. "Cira, Istriku cantik" Goda Rey dengan menoel-noel pipi Cira.
Cira yang merasa pipinya di toel-toel pun segera tersadar dari lamunannya. "Ngapain toel-toel?" ucap Cira kesal.
"Tadi kamu dipanggil nggak nyaut-nyaut" ucap Rey membuat Cira mendengus kesal.
"Memangnya kenapa?" tanya Cira sembari membuka oven.
"Aromanya enak banget, Ra. Jadi lapar" ucap Rey ketika indra penciumannya menangkap aroma kue yang baru matang buatan Cira.
"Awas masih panas!" ucap Cira ketika tangan Rey hendak mengambil kue tersebut. Dan Rey hanya menyengir kuda saja.
Setelah beberapa menit akhirnya Rey dan Cira bisa memakan kue buatannya. "Enak banget, Ra" ucap Rey yang sudah banyak memakan kue tersebut. Cira hanya mengangguk.
"Kapan-kapan bawakan kue ini ya ke kantor, Ra" ucap Rey membuat Cira tersenyum jahil.
"Wani Piro?" ucap Cira.
Rey yang mendengarnya pun membalas kejahilan Cira "Mau berapa? Sekarang aku bayar, Cash." ucap Rey.
Mendengar hal tersebut membuat Cira tergiur akan tawaran Rey. "Black card" ucap Cira dengan menengadahkan tangannya.
"Ayok!" ajak Rey kepada Cira. Membuatnya mengerutkan dahi.
"Kemana?" tanya Cira yang sudah ditarik oleh Rey kedalam kamar.
Ini mau ngapain. Ke kamar segala dan kenapa pintunya di kunci segala batin Cira.
"Kenapa dikunci pintunya?"ucap Cira.
"Katanya mau black card?" ucap Rey yang sudah duduk di atas ranjang.
"Iya, tapi kenapa dikunci segala" ucap Cira tanpa tau akal mulus Rey.
"Sini!" ucap Rey sembari mengeluarkan kotak yang ada di dalam laci.
Cira berbinar melihat kotak yang dikeluarkan oleh Rey. Black card aku datang batin Cira.
"Mau ini" ucap Rey seraya menyodorkan Black card ke arah Cira. Saat ketika Cira mengambilnya Rey segera memasukan kartu itu kembali.
"Yah,,,kok di masukin lagi!" ucap Cira dengan kesal.
"Cium dulu" ucap Rey dengan menyentuh bibirnya membuat Cira tersentak.
__ADS_1
Ayo...Cira demi black card milik Miliuner seorang Reyodra Aditama. Dan dia juga suami mu jadi sudah halal. batin Cira.
"Tapi kamu harus merem ya?" ucap Cira membuat Rey hanya terkikik geli dan menganggukkan kepalanya.
Cira pun mendekat kepada Rey. Namun, dengan cepat Rey menekan tekuk Cira. Dan menjatuhkan Cira ditempat tidur dengan Rey berada diatasnya.
Cira terkejut akan tindakan Rey. Berusaha memberontak. Namun, sudah tidak bisa karena ia kalah tenaga oleh Rey.
Cira yang mula menolak, kini sudah mulai membalas ciuman yang dilakukan Rey. Sehingga ia tidak menyadari bahwa Rey sudah berada diatasnya dengan keadaan mereka berbaring.
Suasana mendung di langit seolah mendukung kegiatan mereka. Hingga kini ciuman Rey sudah turun kearah leher Cira. Dan tangan Cira yang berada dileher Rey.
Cira terbuai akan perlakuan Rey yang lembut tapi menuntun. Membuatnya kewalahan.
"Boleh kan, Ra?" ucap Rey membuat Cira yang sedang mengatur nafasnya hanya bisa mengangguk pasrah.
Melihat anggukan Cira, membuat Rey mengecup kening cira dan kembali menjalankan aksinya. Tangan yang sudah mendapatkan persetujuan pun tak tinggal diam.
Yang kini sudah mengerayang di tubuh Cira. Dan berhenti pada gundukan Cira dan di cangkupnya. Untuk mengukur besar nya gundukan tersebut.
Besar juga batin Rey
Sedangkan Cira malah kegelian di raba-raba oleh tangan Rey. Yang membuatnya malah terkikik.
Dia tidak kesurupan kan batin Rey. Dengan memandang Cira menelisik.
"Geli" ucapnya pelan karena malu.
Rey melongo akan perkataan Cira. Membuatnya tersenyum. Ternyata aku yang pertama batin Rey.
"Relax aja. Nanti juga terbiasa" ucap Rey. Dan kembali melu*mat bibir Cira.
Pergumpalan panas kembali terjadi dan kini mereka berdua sudah tanpa busana. "Ra, ini bakalan sakit untuk sesaat tapi setelahnya akan terasa nikmat. Kemungkinan kamu akan ketagihan" ucap Rey lembut di telinga Cira.
Cira tersentak. Karena teringat kata Wati akan sangat sakit saat pertama kali membuat Cira memikirkannya.
Rey yang melihat Cira bingung "Aku akan pelan-pelan. Kamu relax aja ya" ucap Rey meyakinkan. Membuat Cira menganggukkan kepalanya.
"Tapi Rey. Apakah itu muat" ucap Cira melihat milik Rey yang besar dan berotot. Menjadi ngeri. Dan menelan saliva nya susah payah.
"Muat,Ra. Asalkan kamu relax aja" ucap Rey.
Rey pun dengan pelan-pelan masuk. Membuat Cira merasa kesakitan. "Sakit, Rey!"ucap Cira dengan memukul lengan Rey.
Rey yang melihatnya Cira kesakitan dan meneteskan air matanya pun merasa iba tapi ini sudah nanggung "Kalau sakit gigit aja pundak ku, Ra" ucap Rey sembari kembali mencoba masuk. Karena terlalu sempit.
__ADS_1
"Huh..."ucap mereka berdua ketika milik Rey sudah masuk semua ke dalam tubuh Cira.
"Rasanya penuh, Rey" ucap Cira menenangkan diri dengan mengatur nafasnya.
"Itu karena milik mu sangat sempit, Sayang" ucap Rey. Dan memilih diam sejenak untuk Cira beradaptasi dengan miliknya.
Cira yang mendengarnya pun merasa malu dan tersentak karena Rey memanggilnya dengan sebutan sayang. Mendengar hal tersebut Cira memukul Rey pelan. Membuat Rey tertawa. Sembari memaju mundurkan miliknya. Membuat Cira mendesah pelan.
Mendengar desahan Cira yang lucu dan imut membuat Rey. Bersemangat. Dengan terus memompa Cira dengan penuh perasaan.
"Hah!!!" ucap Rey dan Cira bersamaan ketika mencapai klimaks nya. "I love you, Sayang" ucap Rey dengan mencium kening, mata, pipi, hidung dan bibir Cira. Setelah mencapai klimaksnya.
Semetara Cira sedang berusaha mengatur nafasnya. Akibat pergulatan yang menguras tenaga.
"Aku juga mencintaimu, Rey" ucap Cira membuat Rey terkejut dan kembali menghujani ciuman di seluruh wajah Cira. Dan melu*mat lembut dan sayang bibir randum Cira.
Rey membawa Cira di sofa dengan bridal style yang polos tanpa pakaian atau selimut. Membuat Cira malu karena tubuhnya di lihat oleh Rey dengan tatap penuh nafsu.
"Jangan tatap seperti itu. Malu." ucap Cira yang sudah di baringkan di sofa. Dengan Rey yang tak lepas matanya untuk memandang lekuk tubuh Cira.
"Masih malu?. Padahal baru beberapa menit kita melakukannya. Bahkan kamu sampai minta di percepat dan lebih dalam lho." ucap Rey membuat Cira kembali memukul dada Rey.
"Apaan sih"ucap Cira yang malu.
"Akh!!" teriak Cira ketika Rey memasukkan miliknya kembali tanpa permisi dan salam. "Sakit tau!" ucap Cira kesal. Dengan berusaha melihat kearah penyatuan mereka.
"Hehe...habis si dedek udah tegang liat wajah kesal kamu" ucap Rey dengan entengnya. "Kenapa?" tanya Rey ketika mengikuti arah pandang Cira.
"Enggak. Cuma penasaran aja, kok muat" ucap Cira dengan santainya.
"Iya, muat lah, Sayang." ucap Rey seraya memaju mundurkan miliknya. Dan Cira yang melihatnya tak kuasa menahan nikmatnya. Dan memilih untuk kembali terlentang. Namun ditahan oleh Rey. Dan diputarnya tubuh Cira.
Sehingga posisi mereka adalah dengan Cira yang memegang kendali dalam permainan ini. Walau pertama kali Cira sudah bisa menguasainya walau terkadang diarahkan oleh Rey.
"Rey, boleh aku ****?" ucap Cira dengan takut-takut berani. Dan mendapatkan gelengan dari Rey.
Rey yang mendengarnya terkejut karena ini pertama kalinya Cira, tapi ia sudah tau tentang **** mengemut.
"Huh" desah Rey ketika Cira dengan cepat memompa.
Tanpa dirasa mereka melakukan kegiatan tersebut di siang hari sehingga dapat disebut ini adalah siang pertama. Sedangkan nanti malamnya adalah malam pertama mereka.
Mereka melakukan kegiatan tersebut sampai berjam-jam dengan gaya dan tempat yang berbeda. Sembari mencicipi rumah baru.
Hingga karena kelelahan membuat mereka tertidur pulas dengan saling memeluk erat. Dan tamu yang mau datang pun mengurungkan niatnya karena takut menganggu pengantin baru.
__ADS_1