Mommy Untuk Daddy

Mommy Untuk Daddy
S2 #27


__ADS_3

Sesampai dirumah Chan melihat rumah orang tuanya sepi. Padahal belum terlalu malam. Bahkan para pembantu juga tidak ada.


"Serem amat ini rumah!" ucap Chan masuk dan ke dapur untuk meletakan makanan yang dibawanya tadi.


"Eh,,,?" ucap Chan ketika sayup-sayup terdengar suara yang aneh namun sangat tidak asing ditelinga Chan.


"Ih,,,kok jadi merinding, sih?" ucap Chan seraya mengusap badannya yang merinding.


Chan berjalan masuk ke kamar nya dengan telinga mencari asal suara. Hingga ketika sudah didepan pintu suara yang tidak asing itu membuat Chan mengumpat.


"****,,,, desa*han" ucap Chan kesal. "Mereka pulang bukannya nyambut anaknya dengan senang. Malah bercinta" ucap Chan yang mengurungkan niatnya masuk ke kamar. Dan memilih untuk ke tidur di apartemen saja.


"Aish,,,nggak tau anaknya lagi masa percobaan, apa?. Malah bercinta dengan keras" ucap Chan kesal. "Pantas saja para pembantu dirumah nggak ada. Ternyata sudah dikadali mereka" ucap Chan masuk ke mobilnya dan keluar dari rumah tersebut.


"Ah,,,,sabar Chan lagi dekat. Kau akan merasakannya dengan yang halal. Sekarang menyolo saja dulu" ucap Chan menguatkan dirinya.


Hingga dering ponsel membuat Chan mengaktifkan mode panggilan pada mobilnya. "Kamu udah sampai?" tanya disebrang.


Mendengar itu membuat Chan tersenyum. "Tadinya sudah. Tapi mau ke apartemen aja. Di rumah lagi ada setan bercinta" ucap Chan membuat suara Fiola terdengar bingung.


Chan pun menjelaskan nya secara berlebihan dengan mengatakan hal yang tidak dilihatnya seperti gaya misalnya. Dan hal itu membuat Fiola kesal mendengar nya yang justru membuat Chan tertawa.


"Udah,,,ah,,,jangan bahas itu dulu. Kamu hati-hati balik ke apartemen. Nanti kalau udah pulang telpon, ya?" ucap Fiola membuat Chan tersenyum.


"Cieee,,,kangen, ya?" tanya Chan membuat Fiola mendengus kesal.


"Iya, kangen pengen makan" ucap Fiola membuat Chan berhenti tertawa.


"Boleh aja makannya sambil mendesah ya?" ucap Chan membuat Fiola mematikan sambungan telepon nya.

__ADS_1


Chan kembali tertawa. Membayangkan wajah Fiola yang pasti sudah semerah tomat karena malu.


Setelah beberapa menit akhirnya Chan sampai di apartemennya dan membersihkan dirinya. Kemudian membaringkan tubuh pegalnya di atas ranjang. "Ais,,,hampir lupa" ucap Chan bangkit dan mengambil ponsel nya.


Menghubungi seseorang. Namun sudah 5 kali belum juga di balas. Hingga panggilan ke enam baru di balas.


"Ganggu banget lo, anj*ing. Gue lagi produksi adiknya si kembar, bang*sat" serobot yang ditelpon membuat Chan tertawa ngakak.


"Sabar, bro...besok gue mau libur sehari lagi, bro" ucap Chan.


"Mas,,,siapa?" tanya disebrang membuat Chan semakin tertawa.


"Bang*sat, Lo" umpat disebrang yang langsung mematikan panggilan dari Chan.


"Lha,,semua pada kawin, memangnya sekarang hari apa?" ucap Chan membuatnya memeriksa kalender di ponselnya. "Anjir,,,malam Jumat. Pantesan pada kawin semua" ucap Chan menggerutu. "Dah,,lah. Nanti juga bakalan kawin" ucap Chan dan mengirimi Fiola pesan kemudian tertidur.


Pagi mendera dan Chan masih bergelung dengan selimutnya. Dirinya hari ini ingin malas-malasan karena sudah mengambil libur pada bosnya. Walau orang tua Chan sudah memiliki perusahaan. Namun, di selalu ingin menempeli temannya itu sekaligus Bosnya.


"Kamu nggak kerja?" ucap disebrang membuat Chan hanya berdehem saja.


"Aku meriang" ucap Chan yang memang tubuhnya sedikit merasakan meriang mungkin karena dirinya tidak pernah istirahat yang cukup. Giliran istirahat malah meriang.


"Yaudah,, kamu istirahat aja. Aku mau kesekolah. Nanti kalau badannya terasa nggak enak kamu panggil dokter aja, ya?" ucap disebrang membuat Chan terdiam.


"Enggak. Aku meriang. Gara-gara kalian. Kenapa tadi malam kalian tidak pakai sistem kedap suara. Kan Chan nggak meriang mandi berulang kali. Dan nggak mimpi basah, ma" ucap Chan yang kesal mengingat kejadian kemarin malam.


Dimana dirinya memimpikan Fiola dan akhirnya harus mandi air dingin malam-malam. Supaya pikiran nya segera hilang.


"Yeh,,,salah kamu. Siapa suruh tidak menginap disana saja." balas mamanya disebrang yang suara terlihat sewot.

__ADS_1


"Mana dikasih aku menginap dirumahnya, ma. Yang ada anakmu ini di kebiri langsung" protes Chan membuat Mamanya disebrang tertawa senang.


"Ya, itu resiko kamu lah. Makanya punya otak itu diajarin yang baik-baik jangan hanya dikasih micin." ucap Mama dengan terdengar tawanya yang sangat senang.


"Sudahlah. Aku mau tidur dulu. Nanti kasih tau Rey, ya ma. Aku lagi sakit" ucap Chan mematikan sambungan ponselnya. Yang membuat disebrang mencak-mencak karena kesal dengan anaknya.


"Punya mama, nggak ada kasihan-kasihannya dengan anak" ucap Chan yang kembali memejamkan matanya.


Ya,,yang menelpon barusan adalah mamanya. Yang tidak ada akhlaknya anaknya sakit bukannya di jenguk atau bawain makanan. Tapi memang gitulah mamanya Chan. Dia tidak bisa menjenguk anaknya yang sakit karena tubuhnya juga sedang sakit akibat peperangan kemarin malam bersama suaminya.


Namun, suara bel pintu terdengar membuat Chan mengerjitkan dahinya. Karena dirinya tidak ada janji bahkan mamanya tidak datang. Lalu siapa? dalam benak Chan bertanya.


Akhirnya Chan bangkit dan membuka pintu apartemen. "Kamu mau ngapain?" tanya Chan pada orang yang ada di depan pintu.


"Kata Rey kamu sakit, nih aku bawain bubur" ucap orang itu membuat Chan mendengus kesal.


"Nggak perlu!" ucap Chan seraya menutup pintu. Karena tenaganya yang kurang membuat orang itu bisa masuk kedalam apartemen nya.


"Keluar nggak, Lo!!" teriak Chan dengan menyeret orang itu keluar dari apartemen nya.


"Nggak, gue mau nginep disini aja" ucapnya seraya duduk di sofa. Membuat Chan geram.


"Mau Lo apa sih?. Datang kesini? Gue lagi nggak pengin di temui siapapun!" ucap Chan yang kesal melihat wajah tanpa dosa tamu tak diundang ya.


"Mau gue nginep disini ngerawat, Lo" ucapnya dengan mengupas pisang yang ada dimeja didepannya dan memakannya dengan menatap Chan tanpa rasa bersalah.


"Gue nggak butuh perawatan, lo. Yang ada gue tambah parah" ucap Chan membuat orang itu semakin tidak perlu dan sekarang malah menghidupkan TV.


Chan yang geram menyeret orang itu membuat orang itu tidak terima dan tetap kokoh dalam duduknya. Chan pun dengan kekuatan yang ada kembali menyeret lengan orang itu. Namun, karena kekuatan mereka tidak seimbang membuat Chan jatuh dalam dekapan orang itu. Hingga Chan berada di atas tubuh orang tersebut.

__ADS_1


Brak!


Suara benda terjatuh membuat mereka yang sedang saling tindih melihat kearah asal suara dengan wajah terkejut. Begitupun orang tersebut.


__ADS_2