
Gyus...
Aku ketawa dulu ya, komentar kalian lucu-lucu sekali. Sebenarnya 'Selesai' itu dalam artian untuk part itu. Bukan cerita ini 😅. Kalau Kalian udah menemukan mereka semua bahagia baru itu beneran tamat dan end.
Aku sebenarnya berat juga untuk menerima cerita ini selesai. Tapi mau bagaimana lagi setiap cerita pasti akan berakhir.
Tapi aku sebelumnya meminta maaf, karena cerita ini banyak kurangnya. Kenapa aku nggak revisi karena aku maunya nanti revisi setelah cerita ini sudah end. Agar lebih clop gitu. Hehehe.
...Jadi dengan Izin Allah aku nyatakan cerita ini masih berlanjut !!....
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Selamat Membaca....
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
Hari ini adalah keberangkatan pengantin baru. Mereka akan mengadakan honeymoon selama seminggu. Mereka tidak tau akan dibawa kemana yang mereka tau hanya mereka akan tetap berada dikawasan Asia.
"Semua sudah siap?" tanya sang mertua memastikan bawaan menantunya.
"Sudah, ma" ucap Fiola.
"Kamu hati-hati disana, ya. Jangan sampai hilang. Kalau kamu hilang, dimana ibu belinya" ucap sang ibu Narasi membuat Fiola mendengus dan memeluk tubuh ibunya.
Mungkin ini pelukan yang terakhir dirinya sebagai anak karena setelah nya dirinya adalah milik suami. Berat rasanya tapi ini sudah menjadi jalannya. "Mama nanti jangan makan gorengan lagi, ya. Nanti kolesterol nya naik." ucap Fiola. Membuat ibunya terkekeh.
Kemudian Fiola kembali memeluk sang bapak yang sejak lusa menangis. Karena anaknya sudah bukan tanggung jawabnya lagi. "Bapak kalau pegel-pegel siapa yang ngurutin?" ucapnya dengan suara menahan tangis.
"Kan masih ada ibuk. Nanti bapak sering-sering aja minta di urutin sama ibuk. Kalau ada waktu nanti Fiola pasti ke rumah. Lagian rumahnya juga dekat kan?" ucap Fiola membuat sang bapak tau kuasa untuk tidak menangis.
Mereka yang melihat itu tertawa "Bapak ini. Kayak anaknya mau perang aja" ucap ibunya Fiola membuat mereka tertawa.
"Perang cetak cucu" celetuk papanya Chan yang sejak tadi diam saja.
"Iya,,,,tapi, nak Chan nanti pelan-pelan, ya. Anak bapak ini masih ting-ting" ucap Pak Surat membuat Fiola malu.
"Tenang aja. Kalian kirimkan doa nya saja. Biar cetak cucunya lancar dan cepat" timpal Chan membuat mereka tertawa.
"Mama mau kembar ya?. Biar sama kayak Cira, gitu. Kan enak punya dua cucu sekaligus kayak Upin Ipin" ucap Mamanya membuat mereka semua mengangguk.
"Liat nanti aja. Kalau dikasih kembar. Lagian kita juga kan baru kalau dikasih duanya langsung nanti ribet" ucap Chan dengan mengerlingkan matanya menggoda Fiola.
"Udah,,,kalian hati-hati" putus sang papa.
Mereka kemudian saling berpelukan dan pamit. Karena sudah dipanggil untuk menaiki pesawat.
Fiola melihat bapaknya yang mengusap air mata. Membuat mata Fiola berlinang. "Udah,,,nanti kita kasih mereka cucu" ucap Chan dengan mengeratkan genggaman tangannya. Fiola mengangguk, dan menghapus genangan air mata di matanya.
Setelah beberapa jam yang mereka lalui didalam pesawat. Akhirnya mereka sampai di tanah yang akan menjadi saksi bisu pembukaan kado pernikahan mereka.
Tanahnya masih sama kayak tanah ditempat mereka berasal. Hanya suasana nya saja yang berubah. Dimana bahasa daerah yang menambah keragaman. Iyalah,,,karena mereka masih didalam bandara. Hahaha.
"Kata mama kita sih,,,,liat aja nanti" ucapnya membuat Fiola mengangguk. "Kita duduk dulu, yuk. Kamu pasti jetlag kan tadi naik pesawat?" tanya Chan membuat Fiola mengangguk.
Mereka akhirnya duduk di kursi yang disediakan. Fiola menyenderkan kepalanya di bahu Chan yang langsung dipeluk hangat oleh Chan. "Mau minum air hangat?" tanya Chan yang di gelengkan langsung oleh Fiola.
"Kita dimana, sih ini mas?. Kasian lho para reader kita bingung" ucap Fiola membuat Chan tertawa.
"Jangan dikasih tau, sayang. Nanti mereka kesini minta foto, gimana?" Chan terkekeh melihat wajah Fiola yang sudah memejamkan matanya.
"Dengan bapak Chanyeol dan Ibu Fiola Cantika banget?" tanya seseorang membuat Chan yang melihatnya dari atas kebawah mengerjitkan dahinya.
"Maaf bapak salah orang. Nama saya Chan dan ini istri saya Fiola. Bapak siapa, ya?" tanya Chan yang merasa aneh dengan orang didepan nya ini.
"Tapi dari foto yang dikirimkan. Mirip sekali dengan anda" tunjuk ponsel bapak tersebut kepada Chan. "Gimana, pak?" tanya bapak itu membuat Chan mengangguk. "Saya adalah supir dari nyonya Gea. Saya diutus kesini untuk menjemput ibu dan bapak" ucapnya membuat Chan terkejut.
Gea,,,disini? batin Chan. Kemudian menelepon sang mama. Dan ternyata benar. Kejutannya adalah mereka berlibur ke Bali dan tanpa Chan sadari bahwa Gea ternyata tinggal di Bali bersama sang suami dan anaknya.
"Baik, pak Terima kasih. Bisa minta tolong bawakan barang kami ke mobil. Saya mau menggendong istri saya yang lagi jetlag, pak" ucap Chan yang diangguki oleh sang supir.
Chan dengan cepat membawa tubuh Fiola didekapnya. Dan mereka memasuki mobil. Meninggalkan bandara, menuju hotel. Karena Chan dan Fiola sudah sangat lelah walau jaraknya lumayan dekat.
Fiola mengerjap kan matanya dan melihat sekeliling ternyata dirinya berada di mobil. Lalu melihat ke samping yang ternyata juga ad suaminya.
"Mas,,,,bangun. Kita ada dimana?" tanya Fiola membuat Chan yang tertidur membuka matanya.
"Kamu sudah bangun, mau makan?." tanya Chan yang menggeliat kan tubuhnya yang justru mendapat gelengan dari Fiola "Kita mau check in di hotel, kita besok aja jalan-jalan nya sekarang kita istirahat aja" ucap Chan membuat Fiola memeluk tubuhnya. Kemudian mereka kembali tertidur.
Hingga tibalah mereka ditempat hotel tujuan yang ada didekat pantai. "Pak bangun, kita sudah sampai di hotelnya" ucap sang supir membangun dua pengantin baru.
Chan tersadar dan mengerjap kan matanya. "Eh,,,terima kasih, pak. Bisa minta tolong keluarin kopernya pak?" tanya Chan yang langsung diangguki oleh sang supir.
"Sayangnya mas Chan, bangun, yuk. Kita sudah sampai lho?" ucap Chan yang menepuk sayang pipi sang istri.
"Sudah sampai mas?" tanya Fiola membuka matanya membuat Chan mengangguk.
Merek turun dari mobil bersamaan dengan koper mereka yang sudah diturunkan "Terima kasih, ya pak. Kami titip salam untuk Gea nya" ucap Chan membuat Fiola menatap Chan meminta penjelasan.
"Udah,,,,nanti aku jelasin. Ayo,,,,masuk" ajak Chan membuat Fiola mengikutinya dengan pikiran yang melayang. "Eh,,,sayang. Kartu ATM aku udah dikembalikan oleh mama?" tanya Chan yang sudah diangguki Fiola membuat Chan mengangguk dan mengusap dadanya tenang.
"Kemarin dikasih ke aku." ucap Fiola membuat Chan kembali mengangguk.
__ADS_1
Akhirnya Chan dan Fiola sampai di kamarnya. Fiola membuka jendela kamarnya dan langsung disambut oleh hamparan biru laut yang bersinar. Gemuruh ombak menjadikan suara merdu.
"Eh,,," kaget Fiola ketika Chan memeluk tubuhnya dari belakang. "Cantik, ya?" ucap Chan ambigu membuat Fiola mengangguk.
Chan memeluk Fiola erat. Menikmati pemandangan yang indah. Dan wajahnya yang disederkan di pundak Fiola membuat nya mudah menghirup aroma Fiola dalam-dalamnya.
"Geli, mas" ucap Fiola berusaha menjauhkan diri dari Chan.
Namun, memang dasarnya Chan yang jahil, kini malah memberikan ciuman dileher dan pundak Fiola membuat Fiola kaget dan tubuhnya kaku mendapatkan serangan dari Chan. Jantungnya sudah berdetak lebih cepat.
Chan yang merasa Fiola tidak bergerak pun menatapnya, kemudian berbisik di telinga Fiola. "Aku sangat lapar, sayang" ucap Chan membuat wajah Fiola memerah. Dan Chan kembali memberikan ciuman manis di leher Fiola dengan tangan yang mengusap perut Fiola kemudian semakin naik keatas.
Hal itu semakin membuat Fiola menegang kaku, walau mereka masih berpakaian lengkap dan Chan untungnya tidak memasukan tangannya dibalik baju Fiola.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.