Mommy Untuk Daddy

Mommy Untuk Daddy
S2 #33


__ADS_3

Mobil yang membawa pengantin, kini sudah bertengger disebuah tempat makan yang diinginkan oleh Chan.


Mereka keluar dari mobil langsung mendapat kan tatapan dan bisikan. Karena mereka seperti sedang lari dari pernikahan.


"Kamu sih,,,pakai acara lapar segala. Tunggu sampai rumah, kek. Ini kita dilihatin orang habis lari dari pernikahan, tau" omel Fiola ketika mereka sudah duduk di meja.


"Ya,,,kan aku lapar. Lagian kita juga sudah sah. Nih, lihat cincinnya" pamer Chan yang mengangkat jari tangannya membuat mereka yang melihatnya hanya tersenyum maklum.


"Owh,, pengantin baru" gumam salah satu dari mereka pengunjung tempat ini.


"Ish,,,jangan begitu" ucap Fiola yang meraih tangan Chan untuk diam. Sementara Chan hanya terkikik melihat wajah malu Fiola.


Entah mengapa tiba-tiba saja, sang pramusaji datang membawakan makanan. Padahal mereka belum memesannya. Pandangan Fiola mengarah ke Chan yang hanya diam saja dengan menikmati makanannya.


"Kamu sudah pesan makanannya?. Kapan, kok aku nggak tau?" tanya Fiola membuat Chan hanya mengangguk.


"Sudah makan aja" ucap Chan menyodorkan suapan makanan kearah Fiola. "Kamu itu harus makan yang banyak. Karena nanti malam tenaganya akan terkuras" ucap Chan dengan raut wajah yang sulit untuk diartikan.


Mendengar itu membuat Fiola tersedak makanan. Dengan cepat Chan memberikan minuman kepada Fiola "Makannya pelan-pelan saja, sayang" ucap Chan mengusap punggung Fiola. Pandangan mereka beradu namun dengan pikiran yang berbeda. Fiola memikirkan apa yang akan dia jadikan alasan nanti. Sedangkan Chan justru berpikiran apa yang akan dia lakukan untuk menggoda Fiola agar dia dengan sendirinya yang meminta.


"Khem!!" deheman dari seseorang membuat mereka melepaskan tatapannya. "Kalian ini, bikin kami khawatir. Pulang dulu ganti pakaian baru berduaan. Kalian ini bikin Mama esmosi aja. Kalian tau nggak kalian ini kayak pengantin yang kabur dari pelaminan. Pasti kamu kan yang ajak mantu mama. Mantu mama itu harus istirahat. Kamu malah ajak dia kesini makan. Kan bisa di hotel aja." omel sang mertua. Iya, yang datang mengomeli mereka itu mamanya Chan.


Mereka khawatir karena menunggu didepan hotel, namun sang pengantin baru tidak muncul-muncul. Hingga mamanya menelpon sang supir dan langsung kesini.


"Ih,,,mama malu, dilihat banyak orang" ucap Chan namun tidak dipedulikan oleh mamanya.


"Sayang, kamu makannya yang sehat-sehat ya biar nanti cepet jadinya" ucap mama mertua Fiola yang saat ini sudah duduk di samping Fiola.


Fiola yang merasa canggung. Apalagi dengan status nya. Membuat Fiola hanya mengangguk saja. "Kamu Chan, nanti kan resepsi kalian, terus besok paginya kalian bulan madu. Terus mantunya mama kapan istirahat nya. Kamu mah,,sekarang perut aja di utamain" omel kesal mamanya Chan pada anaknya yang mengedikan bahunya dan asik memakan makanannya.

__ADS_1


Fiola hanya tersenyum melihat perdebatan mereka. Mungkin jika Fiola dan Chan tinggal bersama orangtuanya Chan, akan setiap hari melihat hal seperti ini. Bahkan Fiola pernah berpikir, bagaimana papanya Chan menghadapi mereka berdua.


Tapi dilihat dari sikapnya papanya Chan lebih cenderung cuek saja. Karena mungkin dia tau mereka tidak bisa dilerai.


"Chan lapar, ma. Tadi di tempat akad Chan nggak sempet makan karena grogi, ma. Sekarang kan sudah plong,,,jadi Chan sangat lapar" ucap Chan yang sudah selesai makan.


Bahkan Fiola sendiri juga sudah selesai makan. Dan tinggal menikmati es krim yang dipesannya sebagai menu penutup.


"Udah,,ayo. Sekarang mantu mama harus istirahat" ucap Mamanya Chan dengan menarik tangan Fiola untuk berdiri.


Fiola hanya mengikuti kemana akan diajak oleh mertuanya itu, begitupun dengan Chan yang mengikuti dari belakang. Fiola dan Chan merasa malu apalagi sejak mereka datang menjadi bahan tontonan pengunjung.


"Ma, jangan ditarik Fiolanya. Malu ma, dilihatnya. Kayak kita itu gimana gitu, ya" ucap Chan dengan mensejajarkan langkahnya denga sang mama.


"Maafin mama, ya Fi. Habisnya mama Gedeg sama Chan, dia itu harusnya ngingetin kamu biar istirahat" ucap Mamanya Chan yang merasa bersalah dengan Fiola.


Fiola merasa tidak enak dan hanya mengangguk saja. "Tidak apa-apa, ma. Lagian Fiola juga sangat lapar" ucap Fiola membuat mamanya Chan mengangguk.


Keluarga Fiola dan Chan saat ini sudah berada di kamar mereka masing-masing setelah tadi mengomeli Chan dan Fiola karena pergi tidak bilang-bilang yang membuat mereka khawatir.


"Kamu mandi duluan, gih. Aku mau ngapus make up dulu" ucap Fiola yang membuka tas khusus make upnya.


"Mandi bareng aja, Fi. Biar cepat" goda Chan yang tidak ditanggapi oleh Fiola karena sedang membersihkan wajahnya.


"Ah,,,kamu mah,,,,diajak romantis malah cuek, aja" ucap Chan yang tidak mendapatkan perhatian dari Fiola langsung melongos masuk kedalam kamar mandi.


Fiola yang melihat tingkah Chan hanya terkekeh. "Bocil baru gede" ucap Fiola kemudian melanjutkan kegiatan.


Sebelum Chan keluar dari kamar mandi. Fiola menggangu bajunya dulu. Kemudian kembali membersihkan wajahnya. Karena Fiola nggak mau jika nanti mengganti pakaian kemudian nggak bisa membuat Chan mengambil kesempatan nya.

__ADS_1


Setelah beberapa menit akhirnya Chan keluar dari kamar mandi dan begitupun dengan Fiola yang sudah selesai membersihkan wajahnya.


Fiola melihat Chan keluar dengan wajah terkejut apalagi Chan keluar hanya memakai boxer saja "Sudah selesai?" tanya Fiola yang membuat Chan mengangguk.


Fiola dengan segera masuk dalam kamar. Karena ia tidak ingin Chan melihat wajahnya yang memerah karena malu. "Dia ngapain nggak pakai baju, sih" dumel Fiola didalam kamar mandi.


Sedangkan Chan yang sudah melihat wajah memerah Fiola tersenyum. Karena rencananya berhasil membuat Fiola sedikit tergoda. "Baru juga pakai boxer udah malu. Apalagi nggak pakai apa-apa. Bisa pingsan dia" monolog Chan yang merebahkan dirinya diatas ranjang.


Chan memejamkan matanya karena lelah dan juga perutnya yang sudah terisi penuh. Beberapa menit Fiola keluar dari dalam kamar mandi yang sudah memakai piyamanya dan kemudian kembali ke kaca melalukan ritualnya. Dan setelahnya duduk di sofa.


Fiola merasa canggung ketika harus tidur di satu ranjang dengan Chan dengan keadaan mereka yang tersadar. Akhirnya Fiola memilih merebahkan tubuhnya di sofa dengan tangan memegang ponsel.


Fiola berbaring di sofa yang lumayan besar untuk tubuhnya yang kecil. Fiola melihat banyaknya pesan yang masuk mengucapkan selamat untuk dirinya. Bahkan ada yang Fiola tidak kenal.


"Kok tidur nya disana?" tanya Chan yang sejak tadi tidak mendapatkan pergerakan di samping nya.


"Eh,,,iya, ini lagi baca message temen-temen" ucap Fiola yang jantungnya sudah sangat terpacu ketika mendengar suara Chan.


"Sini tidur" ucap Chan dengan suara yang menahan kantuknya.


Melihat itu membuat Fiola bangkit dan dengan gugup di duduk disamping Chan. "Tidur, Fi. Aku nggak akan macam-macam. Lagian aku juga udah ngantuk banget" ucap Chan membuat Fiola membaringkan tubuhnya dan menutupnya dengan selimut.


Chan menatap kearah Fiola dengan tangannya yang menumpu kepalanya. "Kamu gugup?" tanya Chan membuat Fiola yang memegang erat selimutnya menatap Chan dengan tajam.


Melihat itu membuat Chan tertawa. Kemudian dia membawa kepala Fiola agar tertidur menggunakan lengannya. "Eh,,,?" panik Fiola karena Chan tiba-tiba menarik kepalanya.


"Udah, merem" ucap Chan yang tersenyum melihat wajah panik Fiola. Chan mengunci pergerakan Fiola dengan kakinya. Membuat Fiola tidak bisa kemana-mana.


"Tidur, Fi" ucap Chan lagi dengan matanya yang sudah merem. Chan menghirup wangi shampoo rambut Fiola.

__ADS_1


Fiola yang deg-degan. Apalagi sekarang wajahnya tepat berada di dada suaminya itu dan memudahkan nya mencium aroma tubuh Chan yang semakin membuat jantungnya terasa copot.


Namun, tanpa Fiola sadari aroma tubuh Chan lah yang mengantarkannya untuk ke alam mimpi bersama dengan suaminya itu.


__ADS_2