Mommy Untuk Daddy

Mommy Untuk Daddy
S2 #29


__ADS_3

Fiola yang baru bangun pun diam sejenak mengumpulkan nyawanya. Hingga dirinya melihat pakaiannya lengkap. "Huh,,,aman" gumam Fiola kemudian membangunkan Chan.


Fiola merasakan suhu tubuh Chan yang sedikit hangat walau sudah memakai baju. Namun seolah panas nya menembus bajunya. "Chan bangun dulu?. Kita kedokteran, yuk?. Badan kamu anget, lho." ucap Fiola dengan memeriksa dahi Chan.


Namun, Chan malah bergumam dan mengeratkan pelukannya di perut Fiola. "Kalau gitu aku ambil konfres dulu. Kayaknya di tas. ada konfres untuk anak-anak" ucap Fiola dengan melepaskan pelukan Chan.


Fiola memasangkan konfres tersebut di dahi Chan membuatnya terkikik menahan tawa. Melihat Chan yang lucu. Kemudian Fiola memfotonya dan mengirimkannya pada calon mertuanya.


"Ih,,,kalau lagi sakit aja, kamu diam. Coba lagi sehat banyak tingkah" ucap Fiola bangkit lalu ke luar kamar tersebut dan menonton tv di sofa.


Karena bosan dan melihat kearah kamar Chan yang masih sama tidak menampilkan sosok itu berniat bangun. Membuat Fiola hanya bisa menghela nafas saja. Karena Fiola merasa waktunya terbuang sia-sia jika tidak berbuat apa.


Hingga beberapa menit kemudian ada yang mengetuk pintu apartemen Chan membuat Fiola bangkit dan membuka pintu tersebut. Ternyata yang datang adalah seorang wanita paruh baya.


"Kamu siapa?. Dan ngapain ada disini?" tanya orang itu membuat Fiola terkejut.


"Saya Fiola. Itu saya dirusuh mamanya Chan kesini untuk memeriksa Chan" ucap Fiola membuat wanita paruh baya itu menatap Fiola dari bawah keatas.


"Sekarang dimana anak itu?" tanya wanita itu masuk kedalam dan duduk di sofa yang tadi Fiola ditiduri.


"Mau, minum apa, nyonya?" ucap Fiola membuat Wanita itu menggeleng.


"Duduk sini!" ucap wanita itu dengan menepuk sisi kanannya yang kosong. Fiola dengan patuh mengikuti nya. "Kamu calonnya Chan, kan?" tanya wanita itu membuat Fiola mengangguk. "Kamu sudah hamil, ya?" tanya wanita itu hati-hati.


Mendengar itu membuat Fiola terkejut "Tidak,,saya tidak hamil" bantah Fiola membuat wanita itu senang.

__ADS_1


"Perkenalkan nama saya Oma Ida. Kamu Fiola kan?" ucap Oma dan Fiola mengangguk. "Kamu selama ini udah diapain aja sama dia?" tanya Oma.


Mendengar itu membuat Fiola tertegun dengan maksud dari Oma ini. "Maksudnya, Oma?" tanya Fiola membuat Oma tersenyum senang.


"Berarti kamu belum di sentuh. Jangan biar dia menyentuhmu sebelum menikah, ok. Eh,,,kamu katanya gurunya Cia, ya?. Gimana anak itu?. pasti ngerepotin sekali, ya. Maklum saja dia itu memang begitu" ucap Oma membuat Fiola hanya mengangguk saja. Karena ia merasa canggung akibat baru berkenalan.


"Kamu tau nggak, Cia sekarang makin kesal dengan Chan karena katanya mau nikah dengan orang lain. Padahal kan nikahnya sama Bu guru cantik nya. Bahkan Chan dilarang masuk kerumahnya" ucap Oma bercerita mengenai Cia. Membuat Fiola tersenyum.


"Oma mau minum apa?" tanya Fiola karena dari tadi bercerita tanpa menyediakan minum.


"Nanti aja. Sekarang kita liat Chan apakah panasnya sudah turun. Tumben banget Chan demam dan minta libur. Biasanya dia itu demam berkedok main cewek." ucap Oma membuat Fiola menatap tidak percaya.


Mendapatkan reaksi seperti itu membuat Oma merasa bersalah "Maaf, ya Oma salah ngomong. Kamu nikah dengan Chan harus siap jiwa dan raga, ya. Atau nggak kamu sering-sering deh, konsul sama Cira. Untuk mendapatkan informasi mengenai menjaga suami" ucap Oma membuat Fiola tersenyum.


"Santai aja, oma. Fiola udah tau kok. Maklum saja pergaulan sekarang, Oma" ucap Fiola bangkit dibarengi Oma.


"Lucu sekali..." ucap Oma membuat Fiola sedikit kerkekeh pelan. "Oma mau minta boleh?. Nanti Oma akan pakai saat Oma demam nanti" ucap Oma membuat Fiola melongo karena ucapan Oma tersebut.


Akhirnya Fiola tetap memberikannya. Wajah Oma sangat senang mendapat konfres itu. "Terima kasih. Oma pulang dulu, ya. Oma kira anak itu main perempuan lagi. Jadi Oma was-was" ucap Oma membuat Fiola tersenyum.


Fiola mengantar Oma sampai depan pintu. Kemudian dia melihat jam ternyata sudah siang. Pantas saja perutnya berbunyi. Fiola kembali masuk kedalam kamar Chan dan membawakan bubur yang sudah di panasi kembali.


"Chan bangun dulu. Makan" ucap Fiola sembari mengguncangkan lengannya. Chan membuka matanya dengan perlahan dan menatap Fiola.


Chan tersenyum melihat Fiola masih disini "Ngapain senyum?" tanya Fiola membuat Chan ingin duduk tapi kepalanya terlalu berat hingga tidak bisa bangun.

__ADS_1


Melihat itu membuat Fiola menaruh bubur di nakasnya dan membantu Chan untuk bersandar di dasbor ranjang. "Kamu udah makan?" tanya Chan membuat Fiola mengangguk. Namun, Chan tau kalau Fiola pasti belum makan.


"Bisa tolong ambilkan ponselku?" tanya Chan membuat Fiola menatap nya kemudian mengangguk dan mengambil ponselnya.


Chan mengetik sesuatu kemudian menaruh kembali ponselnya. Fiola menyuapi Chan dengan telaten "Kamu pasti belum mandi, ya?" tanya Chan membuat Fiola terkekeh.


"Pasti bau, ya?" ucap Fiola mengendus badannya membuat Chan terkikik.


"Wangi acem" ucap Chan menutup hidungnya membuat Fiola kesal dan memukul pelan tangan Chan.


Kemudian Chan tertawa. "Kalau aku mandi, terus pakai baju, apa?. Aku kan nggak bawa baju kesini?" ucap Fiola membuat Chan tersenyum.


"Itu di lemari ada baju kaos dan celana pendek selutut, kamu pakai itu aja. Kalau dale*man..." ucap Chan terhenti dan memandang Fiola dengan pandangan seolah menelanj*anginya. Membuat Fiola menyilang kan tangannya. Membuat Chan tertawa pelan.


"Ish,,,belum muhrim. Matanya dijaga" ucap Fiola dengan meraup wajah Chan agar tidak melihat hal tertentu.


"Pakai aja dale*man ku. Dibawah lemari. Kalau yang lainnya aku nggak punya, hehehe" ucap Chan membuat Fiola semakin kesal.


"Aku nggak mandi, deh. Biarin bau lagian cuma diem disini aja. Nggak kemana-mana" ucap Fiola. Hingga suara bel pintu kembali terdengar.


"Itu pasti pengirim makanan. Kamu bukain, gih." ucap Chan membuat Fiola mengangguk. Kemudian bangkit dan membuka kan pintu apartemen nya.


"Ini pesanan kamu?. Banyak banget" ucap Fiola dengan membawa makanan ke kamar Chan. Dan meletakkan nya di meja sofa.


"Iya, aku pesan buat kamu. Dimakan, kan kamu belum makan lagian udah siang juga ini." ucap Chan membuat Fiola mengangguk karena memang perutnya sudah sangat lapar.

__ADS_1


Chan hanya memandang Fiola makan dengan lahap. Senyuman terbit di bibirnya ketika melihat Fiola yang makan dengan pipi mengembung karena berisi makanan "Pelan, Fi. Aku nggak minta, kok" ucap Chan terkikik membuat Fiola mendengus kesal.


__ADS_2