
Pagi-pagi sekali Fiola sudah dihubungi oleh mamanya Chan. Membuat Fiola mengerjitkan dahinya. Pasalnya dirinya tidak memiliki janji ataupun acara dengan calon mertuanya itu.
"Iya, Tante?" ucap Fiola membuat disebrang menghela nafas.
"Mama, Fiola. Kamu kan sudah tunangan dengan anak mama Chan. Jadi panggilnya mama dong" protes mamanya Chan membuat Fiola terkekeh.
"Iya maaf, ma. Ada apa ya, ma. Nelpon pagi-pagi. Tumben?" ucap Fiola dengan sembari memakai seragamnya.
Fiola memang sudah bersiap untuk sekolah. Karena mengurus keperluan sekolah. Yang ditugaskan oleh kepala sekolah kepada dirinya. Karena tugasnya ini nanti takut berbarengan dengan acaranya. Jadi dia menyicil membuatnya.
"Kamu ke apartemen nya Chan, ya. Katanya dia lagi sakit. Mama nggak bisa kesana karena badan mama lagi sakit. Nanti mama kirimkan alamat" ucap Mamanya Chan membuat Fiola mengiyakannya.
Sambungan ponselnya pun terputus sekolah Fiola menanyakan kabar mama mertua nya lebih lanjut. Ada perasaan geli menyelimuti hati Fiola ketika memanggil mama nya Chan dengan sebutan mama.
Fiola pun bergegas ke dapur yang ternyata ibunya sedang memasak. "Bu, bikinin bubur, dong. Katanya Chan sakit" ucap Fiola membuat ibu Narasi terkejut.
"Lho kok bisa sakit dia?. Kemarin kan baik-baik saja" ucap Ibu Narasi bingung.
"Mungkin masuk angin, ma. Kan kemarin dia pulangnya malam" ucap Fiola membuat ibu Narasi mengangguk.
Setelah menunggu beberapa menit akhirnya bubur sudah selesai dan sudah dibungkus. Fiola juga sudah mengganti pakaiannya menjadi lebih santai. Dan dia juga sudah melaporkan pada kepala sekolah bahwa dirinya tidak bisa hadir hari ini.
Alamat apartemen Chan sudah berada di ponselnya setelah dikirimkan oleh mama mertuanya. "Fiola berangkat, ya ma?" ucap Fiola menyalami ibu nya.
Kalau kalian bertanya dimana pak Surat?. Dia sudah bermain ke sawah melihat kondisi padinya yang sudah mulai menguning. Dan siap panen. Dia sudah berangkat ke sawah sebelum matahari terbit.
Fiola mengendarai motornya membelah jalanan. Alamat apartemen Chan lumayan dari tempat tinggalnya. Sehingga membuat Fiola harus sedikit cepat. Karena takut tunangannya atau calon suaminya itu kenapa-kenapa.
__ADS_1
Hingga sampailah Fiola pada bangunan apartemen yang menjulang tinggi. Fiola kembali lagi takjub dengan gedung tinggi itu. Walau sudah sering dia melihatnya namun dirinya tidak pernah puas.
Fiola masuk kedalam dan disambut dengan penjaga disana. Dan untungnya mama mertuanya itu sudah memberitahukan satpamnya sehingga memudahkan Fiola untuk ke nomor apartemen Chan.
Setelah sampai pada apartemen Chan. Dan berdiri di depan pintunya. Fiola hendak mengetuk pintunya namun ketika disentuhnya pintu tersebut terbuka.
Dan pandangan Fiola menatap seseorang sedang berada diatas tubuh seseorang menindihnya.
Brak!!
Tanpa disadari Fiola menjatuhkan bubur bawaannya. Membuat pandangan orang yang sedang bermesraan menatapnya.
terlihat Chan langsung bangkit dari tubuh orang itu dan menghampiri Fiola yang termangu. "Fi, ini nggak seperti yang kamu lihat" ucap Chan menjelaskannya. Namun, Fiola justru menatapnya dengan tajam.
Fiola kembali menatap orang yang di sofa tersebut dengan merapikan pakaiannya dan juga rambutnya yang panjang sebahu. "Aku kesini, karena mama kamu nyuruh. Kata nya kamu sakit. Tapi kalau dilihat sekarang kayaknya sudah sembuh atau bahkan memang tidak sakit?" tanya Fiola membuat Chan menundukkan kepalanya.
"Ternyata kamu cantik juga, ya. Pakai pelet apa buat ngerayu Chanyeol ku?" ucap nya dengan bangkit dan menghampiri Chan dan Fiola dengan tatapan memandang remeh dari atas sampai bawah.
Fiola yang mendengar dan melihat itu dibuat cengo. Kemudian menggelengkan kepalanya mengusir pikiran jahatnya. "Kamu siapa?" tanya Fiola menatap orang tua dengan tatapan lembut.
"Saya kekasihnya Chanyeol ku" ucapnya dengan memeluk lengan Chan dengan manja.
Melihat dan mendengar itu membuat Fiola tak kuasa lagi menahan tawanya. Membuat Chan dan orang itu terkejut dengan sikap Fiola yang santai saja. "Sayang, kamu baik-baik saja kan?" ucap Chan cemas dengan Fiola yang saat ini tertawa padahal tidak ada yang lucu.
"Kamu yakin mau sama dia?" tanya Fiola pada Chan yang menatap orang itu dari bawah ke atas. Chan semakin gusar dengan tingkah Fiola.
Chan menggelengkan kepalanya membuat Fiola mengangguk "Bagus deh, kamu masih waras" ucap Fiola membuat mereka Chan dan orang itu kembali dibuatnya bingung.
__ADS_1
"Kamu siapa?" tanya Fiola lagi dan langsung diserobot oleh Chan sebelum orang itu memperkenalkan namanya.
"Dia Yaya. Nama lengkapnya Yayang Suharto. sekretaris 2 nya Chan" ucap Chan dengan semangat. Membuat Fiola mengangguk.
"Pantesan saja. Terlihat pedang nya"ucap Fiola ambigu membuat Chan yang belum konek itu menatap Fiola bertanya maksud dari ucapan nya.
Namun, orang itu tidak sakit hati dengan ucapan Fiola yang justru tertawa. "Tapi saya lebih jago, lho. Walaupun dengan lubang yang berbeda" ucap orang itu ambigu membuat Fiola tertawa.
Fiola mengulurkan tangannya "Mohon kerjasamanya nanti. Kayaknya saya harus berguru dengan anda biar tau sistem perlubangan" ucap Fiola membuat orang itu mengangguk senang.
Entah mengapa Fiola mampu mengucapkan dan memikirkan kata-kata itu padahal dirinya sendiri tak jarang mengetahuinya. Karena pikiran sudah terkontaminasi oleh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dan antek-anteknya.
"Ternyata calon istri Lo, mantap juga. Pantesan aja lo klepek-klepek sama dia" ucap Yaya dengan menepuk pundak Chan yang sudah tersadar. "Yaudah, gue cabut dulu. Baik-baik lo, disini nanti dimangsa singa jantan" ucap Yaya kepada Fiola yang dibalas anggukan oleh Fiola.
Selepas kepergian Yaya. yang ternyata seorang waria membuat Fiola tidak habis pikir dengan bos tunangannya yang merekrut waria centil, tapi Fiola akui bahwa Yaya adalah waria yang sangat cantik dan bahkan jakunnya tidak terlihat.
"Kamu tadi ngomong apa?" tanya Chan yang masih bingung dengan pembahasan calon istrinya dengan rekan kerjanya.
"Bukan apa-apa. Sekarang kamu ambil itu buburnya. Terus letakan di piring dan kamu makan. Aku capek banget ngehadapin waria temen kamu yang cantik itu" ucap Fiola dengan merebahkan tubuhnya di sofa.
Chan hanya bisa menghela nafas saja. Melihat calon istrinya yang saat ini sudah memejamkan matanya. "Ini yang sakit siapa, sih?." gumam Chan mengambil bubur yang di jatuh Fiola tadi, untungnya tidak berantakan.
Chan sudah meletakan bubur di piringnya langsung ke arah dimana Fiola tertidur dan Memakan buburnya dengan lahap karena buburnya bagi Chan sangat enak.
Setelah selesai makan Fiola juga belum bangun. Apakah kemarin dia tidak tidur? batin Chan yang melihat Fiola tertidur pulas.
Karena tidak tega Chan membawa Fiola ke kamarnya dan menidurkannya dengan Chan yang juga ikut tidur disampingnya. Karena tubuhnya sangat lelah.
__ADS_1
Hingga beberapa jam kemudian Fiola merasa kepanasan dan membuka matanya. Namun ketika membuka matanya dan melihat kesamping Fiola melihat Chan berbaring disampingnya dengan tangan memeluknya.