
Karena kasian Rey pun menggendong Cira untuk menuju ke kamar. Mereka saat ini sedang berbaring di rajang dengan saling berpelukan.
"Mas, aku kok baru kepikiran ya?. Kalau memang waktu itu kita melakukannya. Kenapa baru bangunnya badanku tidak sakit seperti ini ya, mas."ucap Cira dengan memandang Rey.
Rey pun nampak berpikir. "Benar juga kalau waktu itu kita bercinta seharusnya ada bercak darah kan, yang?" ucap Rey membuat mereka berusaha mencari jalur kebenaran dari tragedi malam itu.
"Kalau pun kita tidak bercinta. Tapi kok, bisa. Di tubuh kita ada bekas kissmark nya, mas?"ucap Cira.
"Benar juga. Sudahlah jangan dipikirkan. Sudah takdirnya. Lagian kamu juga senang kan nikah sama aku?"ucap Rey dengan gaya songongnya.
Cira pun memukul pelan dada Rey. Membuat Rey tertawa akan tindakan yang dilakukan oleh Cira. "Senang, apanya. Kamu itu masih misterius tau. Kemarin aku dengar kamu nelpon seseorang" ucap Cira kesal. Karena Rey menelpon seseorang.
"Owh,,,jadi kamu cemburu?"goda Rey sembari mengeratkan pelukannya.
"Ish,,,siapa yang cemburu"ucap Cira kesal.
"Kalau bukan cemburu apa namanya, Cinta?"goda Rey lagi dan Cira langsung mencubit lengan Rey.
"Iya, Cinta. Puas!!"ucap Cira kesal dengan bibir di monyong-monyongin. Rey pun tertawa melihat wajah kesal Cira.
Lalu mencium bibir monyong itu. "Itu adalah anaknya Om Ardi. Aku lihat di sedang menangis dengan pakaian berantakan. Kemudian aku menyuruh anak buah ku buat nyari informasi tentang dia. Namun, sekarang sudah diurus oleh Papa. Jadi tenang aja suami mu ini tidak akan tertarik dengan wanita mana pun selain dengan istrinya yang cantik, imut dan manis ini. Yang kalau di ajak gelut sangat memuaskan" jelas Rey membuat Cira panas di bagian pipi dan telinganya akibat dipuji oleh Rey.
"Owh,, memang anaknya Om Ardi, kenapa?" ucap Cira.
"Dia mau dijodohkan dengan rekan bisnisnya sebagai jaminan. Dan dia akan di jadikan istri ke 4 nya" ucap Rey membuat Cira terkejut.
"Sadis, banget. Anak kok dijadikan bahan jaminan. Memangnya Om Ardi ngapain sampai anaknya jadi bahan jaminan?" ucap Cira sembari kesal dengan perbuatan Om Ardi.
"Perjudian online"ucap Rey yang tanganya sudah mengerayang di tubuh Cira.
Cira hanya manggut-manggut. "Ish, tangan nya!" ucap Cira kesal dengan memukul tangan Rey yang tidak bisa diam.
"Daripada mikirin masalah orang lebih baik, sekarang kita bikin Rey junior" ucap Rey sensual di telinga Cira.
"Tapi pelan-pelan ya dan hanya 1 ronde aja ya?"ucap Cira membuat Rey hanya menganggukkan ucap Cira.
__ADS_1
Tidak janji ya, Sayang. batin Rey dengan senyum devilnya.
Rey dengan cepat melahap habis bibir randum Cira. Dengan tangan sudah masuk kedalam baju Cira dan mere*mas pelan gundukan tersebut.
Membuat Cira mendesah karena Rey sangat lihat dalam bermain di gundukan Cira tersebut. "Ah!. Rey, pelan-pelan tidak ada yang rebut punya mu" ucap Cira ketika Rey dengan ganas bermain di dada Cira dengan mulutnya.
"Hem..."hanya deheman yang keluar dari mulut yang sudah penuh terisi buah tersebut.
Rey sudah membuka seluruh pakaian Cira hanya tinggal segitiga biru saja yang masih ada. Sedangkan Rey masih berpakaian.
Cira yang merasa tidak adil pun membuka seluruh pakaian Rey. Membuat Rey tertawa. "Ternyata kamu tidak sabaran juga, Yang?" ucap Rey.
"Aku tidak terima kalau hanya aku saja yang polos tapi kamu tidak" ucap Cira kesal. Membuat Rey mencium bibir manyun Cira.
Mereka melakukan pemanasan terlebih dahulu agar nantinya tidak terlalu sakit. "Aku masuk, Yang"ucap Rey yang mengarahkan miliknya kearah liang Cira.
Cira hanya mengangguk "Awh!" pekik Cira ketika milik Rey menerobos masuk.
"Masih sakit, ya?" ucap Rey berusaha mengalihkan perhatian Cira agar tidak terlalu terpokus pada sakitnya.
"Sakit lah!" ucap Cira kesal. Dengan memukul lengan Rey.
Cira menggelengkan kepalanya "Memangnya udah masuk?" ucap Cira membuat Rey tersenyum jahil dan langsung memompa Cira.
"Huh" desah Cira ketika Rey memompanya.
Mereka pun melakukan malam pertama yang sama seperti siang pertama mereka yaitu dengan berbagai gaya. Rey tidak melakukan apa yang diperintah oleh Cira yaitu 1 ronde saja. Namun, Rey melakukannya lebih dari sekali.
Membuat Cira kesal. Namun, tetap saja dia menikmati apa yang dilakukan Rey pada dirinya.
Mungkin ini akan menjadi awal dari kehidupan keduanya. Karena Rey akan terus memintanya akibat sudah mengetahui rasanya.
Mereka tidur pukul 1 pagi dini hari. Dengan keadaan masih polos. Cira terbangun pukul 6 pagi akibat suara ribut dari lantai bawah.
"Mas?"ucap Cira seraya membangunkan Rey yang tertidur tengkurap dengan kepala tenggelam di dalam bantal.
__ADS_1
"Rey!! bangun!!"teriak Cira tepat di telinga Rey. Membuat Rey kembali menutup telinganya dengan bantal.
"Kalau kamu tidak bangun juga. Tidak akan ada jatah dalam seminggu" ucap Cira seraya berusaha untuk bangkit ke kamar mandi.
Mendengar kata-kata mutiara dari Cira membuat mata Rey terbuka lebar "Jangan dong, Yang. Masa iya baru dua kali udah puasa aja"ucap Rey menyusul Cira yang sudah bersiap untuk masuk kedalam kamar mandi.
Cira berusaha berjalan walau pelan-pelan. Karena sakit di intimnya sudah sedikit membaik. Akibat terapi yang dilakukan oleh Rey. Namun, badan Cira terasa sangat remuk. Sehingga perlu berendam untuk merelax nya.
"Akh!!" ucap Cira ketika tubuhnya terhayung akibat digendong oleh Rey.
"Yang, jatahnya jangan disegel dong" ucap Rey dengan wajah memelas. Tapi Cira tidak perduli akan ucap Rey.
"Yang, Sayangku. Cintaku. Bidadari ku. Surga ku. Jangan disegel, ya. Kasian nanti si dedek nangis. Baru juga ngerasain surga duniawi udah disegel aja, Yang" rayu Rey dengan wajah memelas. Namun, Cira tetap kekeh pada pendirian. Akibat terlalu kesal dengan Rey.
Lucu sekali. Pengen digigit aja batin Cira ketika melihat wajah memelas Rey.
Cira sudah berada di dalam bathtub dengan Rey yang seperti kucing. Manja pengen dielus.
"Yang?"ucap Rey seraya memijit pundak Cira.
"Iya, tidak akan disegel"ucap Cira. Akibat tidak tahan dengan sikap Rey yang seperti kucing butuh belaian.
"Terima kasih, sayang"ucap Rey senang dan mencium pundak Cira.
Mereka pun selesai mandi. Dan bersiap untuk keluar kamar. Dan melihat siapa yang datang dan bikin ribut sepagi ini.
Cira sudah mampu berjalan pelan. Dan menahan rasa sakit dan perihnya. Karena tidak mau ada orang yang tau bahwa ia sudah melakukan malam pertama.
"Daddy!!! Mommy!!"ucap Cia semangat dengan berlari kearah mereka yang sudah berada di lantai dasar.
Melihat Cia berlari dan ingin memeluk Cira. Membuat Rey dengan sigap menangkap tubuh Cia dan menggendongnya. Karena ia tau bahwa Cira tidak kuat untuk menggendong Cira. Akibat sakit yang dirasakannya.
"Ish,,,Dad. Cia pengen sama Mommy!" ucap Cia kesal dengan ulah Rey yang menangkapnya.
"Mommy kamu lagi sakit, jadi tidak bisa gendong Cia yang buntal ini"ucap Rey dengan nada mengejek membuat Cia kesal di katai ikan buntal.
__ADS_1
"Mommy sakit?. Apanya yang sakit biar Cia obati. Cia kan dokter" ucap Cia seraya mendekatkan diri dengan Cira. Dan menempelkan punggung tangannya ke dahi Cira.
Cira menatap tajam kearah Rey yang berbicara ngawur terhadap Cia. Sedangkan Rey malah tertawa gemas.