Mommy Untuk Daddy

Mommy Untuk Daddy
Malam berbintang


__ADS_3

Rey melajukan mobilnya meninggalkan komplek perumahan Cira dengan hati yang menari-nari. Namun, dengan wajah datarnya. Mobil yang menembus jalanan kota yang padat karena hari sudah semakin sore.


"Cia seneng nggak kalau Tante Cira jadi Mommy Cia" ucap Rey yang masih fokus menyetir. Saat tidak ada sautan dari Cia Rey pun meliriknya sekilas ternyata Cia sudah tertidur.


Melihat hal tersebut Rey segera menepikan mobilnya kemudian mengatur posisi tidur Cia biar nyaman, mungkin karena kelelahan membuatnya tertidur.


Cup


Rey mencium pipi Cia dengan lembut lalu menyampirkan anak rambut yang menghalangi matanya untuk memandang Cia.


"Tidur ya nyenyak sayang"ucap Rey lalu melajukan kembali mobilnya.


Sampai dirumah Rey memakirkan mobilnya di garasi bersampingan dengan mobil Papanya. "Tumben jam segini udah pulang"gumam Rey lalu keluar dengan menggendong Cia.


Saat membuka pintu Rey sudah dihadapkan dengan Papanya dengan wajah khawatir "Cia baik-baik aja kan Rey?" ucap Papanya dengan mengelus kepala Cia.


"Semuanya baik Pa"ucap Rey berjalan berbarengan dengan Papanya "Rey mau antar Cia ke kamarnya dulu ya Pa" ucap Rey lagi yang diangguki Papanya.


"Owh ya, Rey tadi Pak Nugraha telpon katanya terimakasih buahnya"teriak Papanya dengan nada menggoda, Rey diam sedetik kemudian melanjutkan langkahnya dengan wajah yang bersemu merah dan tersenyum sedikit.


"Gas terus Rey"ucap Papanya lagi membuat Rey cepat-cepat pergi karena telinganya sudah memanas.


Pintu kamar Cia terbuka dan Rey menidurkan Cia di kasur yang berwarna pink-nya. Lalu mencium pipi dan keningnya. "Selamat malam sayang"ucap Rey lalu pergi menuju kamarnya.


Tak terasa waktu begitu cepat tanpa dirasa kini malam sudah mulai berbintang menghiasi langit biru.


Rey segera membersihkan badannya yang terasa lengket. Lalu menuju balkon dengan telanjang dada memandang langit yang begitu indah dan pikiran yang mulai berkelana ke masa lalu.


Flashback


Sebuah sekolah elit dengan siswa kelas menengah atas, tepatnya dibelakang perpustakaan dua orang beda jenis sedang berdiri dengan laki-laki yang berdiri angkuh dan sombong dan perempuan yang sedang tertunduk menatap ujung sepatu dengan tangan gemetar dingin.


"Mau ngomong apa lo!" ucap Laki-laki tersebut dengan menyender ditembok, tangan tersilangkan didepan dada menambah kegantengan dan keangkuhannya.


"I-tu"ucap perempuan tersebut dengan tangan didepan yang saling terkait menahan grogi.


"Cepet gue laper nih!"ucapnya dengan kesal.


"Gue suka sama lo"ucap perempuan tersebut tanpa berniat menatap mata laki-laki tersebut.


"Udah tau, ada lagi!" ucap laki-laki tersebut dan perempuan itu hanya menggelengkan kepalanya. Berasa tidak ada lagi hal yang perlu di urus kemudian laki-laki tersebut meninggal gadis itu.


Namun, baru dua langkah ia berhenti lalu berbisik pada perempuan tersebut "Gue nggak sudi pacaran sama lo cewek culun" ucapnya lalu pergi dengan senyum merekah tanpa doa.

__ADS_1


Perempuan tersebut menangis tertunduk mengutuk kebodohannya dengan tangan terkepal menahan sesak dihatinya.


"Ban*ci!"ucap orang yang berpapasan dengan laki-laki itu. lalu berhenti dan menatap perempuan itu dengan tatapan meremehkan.


"Lo bilang apa! "ucap laki-laki tersebut dengan tatapan kesal.


"Lo BAN*CI" ucap perempuan itu dengan menunjuk dan menekankan jarinya didada laki-laki tersebut.


Merasa kesal dan marah laki-laki itu memegang tangan yang dipakai menunjuknya lalu ditarik dan perempuan tersebut maju satu langkah mendekat kearah laki-laki itu yang sedang menyengrai keji.


Tanpa ba-bi-bu laki-laki tersebut langsung mencium sekilas bibir perempuan itu yang membuatnya syok.


"Bibir lo terlalu manis buat berkata kasar"ucap Rey kemudian meninggalkan perempuan tersebut. Untungnya ini jam masuk kelas jadi tidak ada yang melihatnya.


"Dasar Pisang"Teriak perempuan itu kesal lalu berjalan pergi menuju toilet. Laki-laki bisa mendengarnya sehingga ia hanya tersenyum saja.


Laki-laki berjalan di koridor kelasnya dengan wajah yang ceria bahagia. Namun itu hanya sesaat setelah ada seseorang menabraknya membuatnya kesal.


"Bang*sat!" ucapnya saat ia hampir terjungkal kebelakang. Lalu menatap laki-laki yang menabraknya marah.


"Lo punya mata kan perlu gue congkel mata lo Ah!! "ucap laki-laki tersebut murka bersiap memukul laki-laki yang menabraknya. Dan membuat laki-laki yang menabraknya memucat takut.


"Dasar nggak punya otak"gumaman seseorang yang ternyata perempuan tadi yang mengatainya ban*ci yang gumamanya mampu didengar oleh mereka.


"Pergi lo"ucap laki-laki itu melepaskan kerah baju laki-laki tersebut. Lalu memegang tangan perempuan tersebut dengan keras.


"CK, ternyata lo itu pohon pisang ya"ucap perempuan itu menatap Laki-laki tersebut menantang.


"Maksud lo"ucap Laki-laki itu kesal "Kalau bukan perempuan udah gue tonjok juga lo"ucapnya penuh penekanan.


"Ckckck, gitu aja lo nggak ngerti? selain pohon pisang lo juga udang ya!"ucapnya melepaskan cekalan tangannya lalu melenggang pergi meninggalkan laki-laki tersebut.


"Awas lo cendol goreng" ucapnya lalu berjalan memasuki kelas dengan aura panas membunuh.


Membuat kelas yang tadi riuh seketika sunyi saat laki-laki itu masuk dan duduk di bangkunya bersama sahabatnya.


"Wih,,, sans bro"ucap sahabatnya Benjamin atau dipanggil Bajaj. yang terkejut saat kursi didorong.


"Kenapa dia Jai? "ucap sahabatnya lagi yang baru datang dari kantin dengan membawa es berwarna merah darah dibungkus plastik. Bernama Chan.


"Tak tau"ucap Benjamin masih fokus dengan main gamenya.


"Nih minum biar dingin" ucap Chan yang langsung di teguk lalu menyerahkan kan kembali kepada Chan.

__ADS_1


"Lo kenapa? diperkosa lagi? "ucap Benjamin yang sudah berhenti main game karena sudah kalah.


"Gue kesel sama tu cewek suka banget ikut campur urusan gue"ucapnya kesal dengan bara api dimata mengingat gadis tersebut.


"Owh,,,cerita-cerita sama Ayah" ucap Benjamin menepuk dadanya bangga dan menyebut dirinya Ayah.


"Mau bunda panggil orangnya kesini buat minta maaf" ucap Chan lagi membuat mereka mendapatkan pukulan di kepalanya lalu tertawa bersama.


"Mau gue tutup gratisan lo berdua! "ucap Laki-laki itu.


"Jangan lah bos ya kali kita jadi miskin bos"ucap Chan dengan nada tak terima.


"Iya bos nanti gue jadi pemulung kan kasian ketampanan gue bos" ucap Benjamin tak kalah berdramatis.


"Lo berdua kayak orang nggak mampu tau nggak, padahal bokap lo berdua raja minyak Cendol"ucapnya menyentil kepala mereka.


"Sakit Rey" ucap mereka berdua berbarengan dengan nada manja. Iya laki-laki itu adalah Reyodra Aditama.


Saat ini sudah pulang sekolah, banyak mobil mewah berjejer untuk menjemput siswa-siswi.


"Rey!!! "teriak seseorang dari arah mobil dengan melambaikan tangannya.


"Ngapain lo disini"ucap Rey datar.


"Biasa mau numpang hehehe" ucapnya dengan cengir khasnya.


"Bang Kar!!!"teriak perempuan cempreng yang tak lain adalah kembaran Rey. Riyandra Aditama.


"Jangan panggil gue"ucap Karta kesal.


Mereka akhirnya pulang bersama dengan Rey yang dongkol karena Karta dan Andra menganak tirikan nya. Membuat nya memandang luar jendela.


Pandanganya melihat seseorang yang mulai saat itu menjadi musuhnya. "Cewek gil*a" ucap Rey dengan membuka jendela mobilnya lalu menyembulkan kepalanya dan menjulurkan lidahnya mengejek.Membuat perempuan tersebut kesal dan melemparkan botol minumnya. Namun, tak mengenainya.


"Siapa Rey? "tanya mereka melihat kebelakang mobil.


"Orang gila"ucap Rey lalu membuka ponselnya.


"Lo yang gila "ucap mereka berdua bersamaan tanpa dipedulikan oleh Rey.


...Dari sinilah awal dari permusuhan mereka namun takdir begitu ajaib hingga dipertemukan lagi saat dewasa. Akankah mereka kembali berpisah atau bersama. Hanya Author yang tau.Hahahahaha....


...Mohon maaf jika tidak nyambung karena ini flashback mereka....

__ADS_1


...Jangan lupa like, komentar, vote, atau nggak follow juga boleh.Hehehe....


...Terimakasih 💕...


__ADS_2