
Mereka makan secara lesehan bersama dengan dialasi tikar. Senda gurau menghiasi acara makan bersama. Bahkan Chan sendiri sudah seperti anak mereka. Namun, tetap saja para ibu-ibu yang paling semangat dalam melayani Chan. Sampai suami mereka merasa iri dengan Chan.
"Nak Chan ini makan sayurnya. Ini ibu yang masak, lho" ucap istri dari adiknya pak surat. Sedangkan suaminya hanya mendengus kesal saja.
"Iya, ini juga ibu yang masak rendangnya, lho. Kamu harus cobain" ucap istrinya kakak dari pak Surat. Dengan memberikan rendang kembali di dalam piringnya yang sudah penuh.
"Aduh,,nanti Chan ambil sendiri, Bu. Kalau ini di piringnya udah habis" ucap Chan membuat para ibu mengangguk sedangkan Fiola tersenyum jahil memandang Chan yang sekarang piringnya udah penuh dengan berbagai lauk sampai menutupi nasinya.
"Suami dianggurin. Nanti malam jatahnya di tunda" ucap adiknya pak surat membuat sang istri memandangnya tajam.
"Ih,,,mas plagiat omonganku" ucap istrinya membuat mereka tertawa. Tidak dengan Chan yang meringis menatap makanan di piringnya yang harus dihabiskan.
"Habiskan, ya. Kalau tidak nanti ibu-ibu disini nangis" ejek Fiola dengan berbisik membuat Chan mendengus dan memulai makan dengan kesal.
"Kalau saya habiskan, saya minta hadiah sama kamu. Apapun yang saya mau kamu harus lakukan" bisik Chan kembali membuat Fiola merinding lalu menjauhkan dirinya dari Chan.
Mereka makan dengan lahap hingga tanpa terasa makanan yang ada di piring mereka habis. Dan Chan perutnya terasa mau meledak.
"Nak Chan perutnya begah, ya?" ucap pak Surat tertawa melihat Chan yang susah bernafas.
Melihat itu membuat mereka semua tertawa. "Makanannya enak banget sih, pak. Nanti boleh dibungkusin nggak buat mama dan papa dirumah" ucap Chan membuat mereka mengangguk bahagia.
"Boleh, dong. Ini juga ibu mau bungkusin. Kan Mamanya Chan sangat suka dengan makanan disini" ucap ibu Narasi Chan senang.
Mereka bercerita bersama hingga Chan berpamit untuk pulang karena hari makan malam. "Yah,,,udah mau pulang aja. Besok-besok main kesini lagi, ya nak Chan. Kami disini sampai lusa, kok" ucap Adik pak Surat yang terlihat muka jahilnya.
"Iya, pak." ucap Chan kemudian berjalan keluar rumah karena mobilnya berada sangat jauh dari rumah Fiola.
"Fi,,anterin nak Chan, ya?" ucap ibu Narasi yang diangguki oleh Fiola.
Chan pamit dan mereka berjalan beriringan dengan Fiola membawa rantang yang berisi makanan untuk mama calon mertuanya.
Setelah mereka sampai didepan mobil Chan "Aku ingin hadiahnya sekarang" ucap Chan membuat Fiola terkejut.
"Eh,,itu kan nggak beneran. Aku nggak mengiyakannya" ucap Fiola membuat Chan menarik tangan Fiola masuk kedalam mobilnya.
"Tapi kamu mengangguk" ucap Chan membuat Fiola berpikir sejenak. Kapan dia mengangguk batin Fiola.
__ADS_1
"Udah malam. Kamu harus pulang terus istirahat" ucap Fiola dengan membuka pintu mobil. Namun, ditahan oleh Chan.
"Kenapa lagi sih?" tanya Fiola memandang Chan.
Dengan secepat kilat Chan mengecup bibir Fiola membuat Fiola terpaku. "Manis" ucap Chan membuat Fiola tersadar.
"Ish,,,,!!!" ucap Fiola mengusap bibirnya kasar dan tangan memukul Chan.
"ini yang pertama kan, Fi?" tanya Chan membuat Fiola membulatkan matanya.
"Tidak" ucap Fiola membuat Chan melotot.
"Siapa?. Kapan?. Dimana?. Kok bisa?" tanya Chan membuat Fiola mendengus.
"Yang pertama orang tua, nyamuk, dan semut. Terus yang ketiga kamu" ucap Fiola membuat Chan memposisikan tubuhnya menghadap ke Fiola dengan serius.
"Tapi ini yang pertama sama aku kan?" ucap Chan membuat Fiola kembali menggelengkan. kepalanya. Membuat Chan membulatkan matanya.
"Ah,,,kamu pernah ciuman sama orang lain?" ucap Chan membuat Fiola memukul tangannya.
"Kamu lupa?. Yang di tenda kamu ngapain aku?. Kesel aku sama kamu main nempok-nempok aja" ucap Fiola kesal dengan memukul Chan brutal.
"Lha,,,,aku kira itu mimpi" ucap Chan tertawa. "Tapi kamu juga kok nggak ngelawan aku cium?" tanya Chan membuat Fiola memutar bola matanya.
"Beda tenaga, bro....Lo laki gue perempuan." ucap Fiola membuat Chan tersenyum dan memeluk Fiola.
"Jadi nggak sabar nikah. Kawin dulu yuk, fi. Habis tu baru nikah" ucap Chan membuat Fiola menatap tajam Chan dan berusaha melepaskan pelukan Chan. Namun Chan justru mengeratkannya dan memajukan wajahnya hendak mencium Fiola lagi.
Belum sempat mencium tangan Fiola sudah berada di wajahnya dan merema*s bibirnya. Membuat Chan mengaduh.
"Jangan macam-macam kamu, ya. Lagian tinggal beberapa Minggu lagi kok" ucap Fiola yang masih dalam dekapan Chan.
"Ya,,,kita cicil, Fi. Aku nggak mau kalah dengan bos ku Rey." ucap Chan membuat Fiola menghela nafas.
"Nikah dan kawin itu bukan ajang perlombaan. Apalagi buat anak. Kalau sudah rejekinya pasti cepat dikasihnya" ucap Fiola membuat Chan mencium pucuk kepala Chan.
"Jadi makin Cinta aku sama kamu" ucap Chan melepaskan pelukannya.
__ADS_1
"Udah,,nanti aku dicariin sama bapak. Kamu pulangnya hati-hati jangan kelayapan. Udah mau nikah juga" ucap Fiola membuat Chan terkekeh senang.
"Iya nyonya. Jiwa dan raga ini hanya untukmu seorang" gombal Chan membuat Fiola membuka pintu mobilnya dan keluar dari mobil tersebut.
Chan melambaikan tangannya yang dibalas dengan Fiola. Sampai mobil Chan tak terlihat barulah Fiola masuk ke gangnya.
"Mbak Ola?" panggil seseorang membuat Fiola menatap orang itu.
"Mbak Ola. Hari ini boleh nggak aku nginep dirumah, mbak Ola. Soalnya bapak sama ibu lagi ke rumah saudara yang lagi sakit" ucap bocah itu membuat Fiola mengangguk dan anak itu dengan girangnya mengikuti Fiola.
"Kamu udah mandi?" tanya Fiola yang langsung diangguki bocah itu.
Sementara didalam mobil Chan sedang tersenyum senang dengan pikiran jauh kesana tentang kejadian lampau saat dirinya berkemah bersama Cia.
Membayangkan itu membuat Chan teringat dengan Cilcomblang yang sudah jarang bertemu. Membuat Chan terkikik sendiri membayangkan wajah bocah itu ketika tau yang dinikahi oleh dirinya adalah ibu guru yang dimaksud.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
...**SELAMAT HARI IBU. ...
__ADS_1
...UNTUK KAUM PEREMPUAN YANG SUDAH BERJUANG DALAM SEGALA HAL DEMI BUAH HATINYA. DAN UNTUK PARA IBU TETAP SEMANGAT DAN TERUS MENDIDIK ANAK BANGSA UNTUK LEBIH BAIK LAGI**....
...SATU KATA BUAT MEREKA. LUAR BIASA!!....