
Setelah sekian hari berlalu akhirnya hari yang di nantikan mereka akan hadir besok. Berbagai persiapan sudah dilakukan hampir seratus persen. Dan kedua mempelai sedang menyiapkan diri. Bahkan sang mempelai pria sedang berusaha untuk menenangkan dirinya dari rasa cemas, khawatir dan juga takut serta bahagia menjadi satu.
Sudah 2 botol air habis diminum. Dan orang yang melewatinya dibuat terheran dengan sang mempelai pria. "Mommy,, Om Chan nya kenapa banyak minum air?" ucap Cia yang memperlihatkan Chan yang sedang minum air dengan melamun.
"Itu, Om Chan nya nervous, sayang. Kan besok mau nikah" ucap Mommy nya Cia.
Keluarga Rey sudah sejak kemarin membantu persiapan pernikahan Chan. Mereka akan datang ketika pagi dan pulang ketika malam. Dan masalah Cia, dia belum tau siapa mempelai wanita nya.
Entah mereka lupa atau memang tidak ingin memberitahu kan hal itu. "Seperti Daddy yang juga nervous ketika menikah dengan mommy?" Tanya Cia membuat Cira mengangguk.
"Babababa" ucap Gio yang melihat Mommynya bersama sang kakak duduk di sofa. Gio dipangku oleh mamanya Chan sedangkan Jio dipangku oleh papanya Chan.
"Nanti anaknya Chan pasti sangat imut" ucap Mamanya Chan membuat mereka mengangguk dan tersenyum.
"Nenek?. Cia lapar" ucap Cia membuat mereka tertawa karena ternyata Cia lapar karena melihat mereka berkeliling menyiapkan segala hal. "Cia lapar nek, karena melihat orang-orang kesana-kemari" ucap Cia membuat mereka kembali tertawa.
"Chan kamu kenapa, sih. Dari tadi minum air mulu. Udah habis lagi 2 botol besar" ucap Rey yang baru saja pulang dari kerja datang untuk menjemput anak dan istri nya.
"Aduh,,,grogi nih, gue. Besok lancar nggak ya?" tanya Chan yang berjalan menghampiri mereka yang duduk di sofa.
"Santai saja. Berdoa aja biar diberikan ketenangan dan kelancaran" ucap Oma membuat Chan menghela nafas.
"Memangnya, Om Chan nikahnya sama siapa, sih?" tanya Cia entah pada siapa.
Mendengar itu membuat mereka semua menatap Cia dengan tatapan terkejut. "Kamu belum tau?" tanya Mamanya Chan membuat Cia menggeleng kan kepalanya.
"Bukannya Cia yang menjodohkan ibu guru cantik dengan Om Chan?" tanya Oma membuat mereka menepuk dahinya karena ucapan Oma.
"Tidak, Cia tidak ingin ibu guru menikah dengan Om Chan yang jelek" protes Cia membuat mereka tertawa. Namun, tidak dengan Chan yang mendengus dikatakan jelek.
"Om Chan, ganteng ya, Cia. Makanya ibu guru mu itu mau menikah dengan, Om" terang Chan membuat amarah Cia naik.
"Om Chan nya menikah dengan ibu guru cantik, Cia" terang mamanya Chan membuat Cia sedikit termangu.
"Nggak, Om Chan jelek. Om Chan jahat. Om Chan berbohong dengan Cia. Katanya bukan dengan ibu guru Cia. Tapi tadi Cia liat fotonya kok ada ibu guru cantik!" protes Cia dengan mendekat kearah Chan lalu memukuli Chan secara brutal.
Membuat mereka semua yang disana termangu melihat aksi Cia. Hingga Rey bertindak dan menangkap tubuh Cia yang sudah menangis kejer karena telah dikibuli oleh Chan.
__ADS_1
"Om Chan jelek. Om Chan jahat!!" teriak Cia dengan wajah yang penuh dengan air mata dan ingus.
Mereka yang melihat nya bukannya kasihan justru tertawa karena melihat hal itu "Daddy,,,Om Chan jahat, boongin Cia. Katanya kan kalau berbohong dibenci Tuhan. Tapi om Chan nya berbohong, Daddy" adu Cia yang berada didalam pelukan Rey.
"Ngisngisngisngisngis......" ucap Gio dan Jeo dengan bertepuk tangan dan melihat Cia dengan senang membuat mereka tertawa.
Namun, tidak dengan Cia yang semakin menangis karena ditertawakan oleh adik-adik nya. Bahkan Chan tidak bisa untuk tidak tertawanya.
"Sini. Om mau minta maaf sama, Cia. Karena sudah bohongin, Cia. Nanti om beliin rumah boneka, deh. Kan Cia belum punya rumah boneka kan?." ucap Cia yang menangis namun tetap bisa mengangguk setelah mendengar rayuan dari Chan.
Melihat itu mereka semua tidak berhenti untuk tertawa. "Yah,,kegoda!" ucap Chan yang terlihat menyesal karena menjanjikan rumah boneka kepada bocah dengan seribu ide itu. "Rumah bonekanya dari kardus aja, ya. Uang om Chan udah menipis buat nikah?" ucap Chan membuat Cia menggeleng kan kepala.
"Rey,,,anak Lo mata duitan." dumelnya membuat mereka tertawa.
"Karena kalian semua bohongin, Cia. Kalian harus dihukum. Dengan memberikan hadiah untuk Cia. Titik" ucap Cia membuat mereka semua terdiam karena ucapan Cia.
"Ais,,Oma nggak ikutan, ya?" ucap Sang Oma yang tidak terima jika di sangkut pautnya dengan Cia.
Cia tersenyum senang karena dan tersenyum jahil. Dia akan mencatat hadiah yang akan masing-masing orang berikan. Sekaligus sebagai hadiah di tahun baru.
"Nanti, Cia berikan catatan yang harus di beliin" ucap Cia membuat mereka semua membayangkan sedih uangnya melayang.
"Sudah biasa, ma. Di rumah bahkan si kembar dijadikan korban dari kelicikannya. Jadi sudah biasa tapi mintanya nggak aneh-aneh kok, ma. Soalnya ada mainan yang dia incar, ma. Bahkan dia menabung untuk membeli mainan tersebut" bisik Cira kembali membuat Mamanya Chan terkikik geli.
"Baik juga, tuh anak mau menabung" bisik mamanya Chan membuat Cira mengangguk.
Setelah menangis buaya, Cia sekarang sudah tertawa dengan si kembar menyanyikan lagi balonku. Membuat si kembar tertawa. Bahkan orang dewasa hanya bisa menggeleng kepalanya melihat tingkah Cia.
"Rey,,bantuin, gue apa?. Anak lo porotin gue, nggak nanggung-nanggung. Tadi gue itu cuma asal aja ngomong, Rey" ucap Chan yang merengek pada Rey agar bersama-sama membelikan rumah boneka.
Rey yang kasihan melihat Chan memelas akhirnya mengangguk. "Makanya mikir dulu, kalau ngomong. Nanti kalau anak Lo minta jantung, lo akan kasih?." ucap Rey membuat Chan menggeleng "Makanya punya otakku dipakai buat mikir yang positif jangan yang negatif" ucap Rey lagi dengan menjauhkan wajah Chan.
"Iya,,terima kasih Rey. Lo memang teman baik gue" ucap Chan memeluk Rey dan saking senangnya sampai hendak ingin mencium pipi Rey. Dan untungnya dengan cepat Rey menangkisnya.
"Apaan sih, mau cium segala" protes Rey yang mendekat kearah Cira dan memeluk tubuh Cira. Melihat itu membuat Chan mendengus.
"Ish,,,malu ada banyak orang" ucap Cira yang berusaha melepaskan diri dari Rey yang memeluk nya.
__ADS_1
"Sudah sah, sayang. Bahkan udah ada di kembar masih aja malu" ucap Rey mencuri cium di bibir Cira membuat mereka semua berdehem.
"Ngontrak. Kita di disini cuma ngontrak" ucap Chan yang berjalan melewati Cira dan Rey menuju ke kamarnya.
Sementara Cira sudah sangat malu dan mencubit pelan paha suaminya itu membuat Rey meringis. Dan itu justru membuat yang lainnya tertawa.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
... 🎉Happy New Year 2022 🎊...