Mommy Untuk Daddy

Mommy Untuk Daddy
S2 #8


__ADS_3

Hari rapat sekolah pun tiba, karena ada acara lomba cerdas cermat antar sekolah. Membuat siswa pada libur karena rapat orang tua kelas 4 dan kelas 5 tentang lomba. Karena sudah biasa jika diadakan sebuah lomba akan ada rapat musyawarah guru dengan orang tua atau wali siswa. Supaya tidak terjadi bentrokan.


"Sepi amat tidak ada siswa"ucap salah satu guru dari wali kelas 2.


"Iya, ini baru sehari. Walaupun anak-anak sering bikin ulah, tapi tingkah mereka itu membuat kita senang." ucap ibu guru cantik itu.


Mereka sedang menyiapkan Snack untuk rapat orang tua. Yang kemungkinan akan lama. Karena mengingat sudah dekat tahap ujian jadi biar sekalian saja.


"Apalagi melihat tawa mereka. Jadi ikut tertawa" tambah ibu guru dari wali kelas 5.


Mereka mengobrol dengan sangat asik. Hingga pada rapat pun dimulai dengan tentram. Dan bisa mengambil keputusan secara mufakat.


Sementara dirumah Cira sedang sangat ramai dengan suara tawa para bayi. Andra dan Aidan berserta Camellia datang berkunjung untuk bermain karena Aidan dan Cia sekolahnya sedang rapat.


"Ra, kamu ada bubur bayi nggak?" tanya Andra yang berada di dapur sedang mencari MPASI untuk anaknya karena lupa membawanya.


"Mana aku punya kak. Si kembar belum makan MPASI, kak." ucap Cira yang sedang memompa ASI untuk si kembar.


Anak-anak sedang bermain di taman karena mereka ingin piknik. Tetapi, karena Ayah mereka sedang bekerja. Sehingga memilih untuk mengadakan piknik dirumah.


"Emangnya Camellia sudah boleh MPASI, kak?" ucap Cira yang membuka kulkas untuk mencari buah untuk di makan karena sudah biasa di melalukan pamping perutnya akan terasa lapar. Mendengar itu membuat Andra tersadar.


"Eh,, bukan untuk Camellia tapi untuk Aidan. Entah mengapa dia suka makan itu" ucap Andra merasa gemas dengan tingkah anaknya. "Kamu tahu nggak, Ra. Bahkan dia mau ikut nyusu seperti adiknya. Katanya dia juga pengen tau rasanya enen" ucap Andra membuat Cira tertawa mendengarnya.


"Untung Cira tidak begitu" ucap Cira yang kemudian melepaskan pampingnya dan meletakkan susu tersebut ke kulkas khusus asi.


"Itu anak semenjak ada adiknya semakin menjadi tingkahnya. Kemarin dia ngerebutin mainan barbei adiknya hanya untuk dijadikan kiper di gawangnya" ucap Andra dengan segala tingkah anaknya.


"Itu belum seberapa kak. Bahkan Cira mengajak si kembar main coret-coretan sampai wajah si kembar belepotan" ucap Cira membuat mereka tertawa.


Mereka akhirnya keluar dengan membawa buah-buahan untuk cemilan mereka. Dan juga membawa susu untuk para bayi.


Namun, saat sudah di depan pintu pembatas. Betapa terkejutnya mereka karena para kakak dari bayi tersebut tidak ada bersama adiknya. Membuat Cira dan Andra dengan cepat menghampiri anak tersebut.


"Kemana mereka?" tanya Cira pada Andra yang dibalas gelengan.

__ADS_1


Cia dan Aidan meninggalkan ketiga bayi itu di kereta mereka dengan didampingi oleh mbak Ijah. Dari suara ribut Camellia yang memainkan mainan. Sedangkan si kembar anteng karena keduanya tidak di satu tempat.


Melihat mereka yang anteng. Membuat Cira dan Andra mencari keberadaan duo cilik itu yang pergi meninggalkan adik mereka bermain.


"Mereka pasti di rumah kelinci, kak" ucap Cira membuat mereka mencarinya kesana.


Dan benar saja duo cilik itu sedang berusaha memandikan kucing yang dari mana mereka dapat, Cira dan Andra tidak tau karena tidak ada yang memelihara kucing disini.


"Aidan pegangin dong yang benar. Ini aku mau pakaiin sabun" omel Cira ketika kucing yang ada ditangan Aidan yang sudah basah itu meronta ingin lepas.


"Sudah tapi kucingnya takut sama air" balas Aidan yang berusaha memegang kucing itu erat.


Cira dan Andra hanya melihat mereka dari balik pohon dan terkikik melihat tingkah mereka. "Mbak kasian sekali kucing itu yang tadi meronta sekarang pasrah saja. Di sabunin oleh Cia dan dipegang Aidan.


Kucing itu memandang Cira dan Andra seolah meminta pertolongan diri agar terlepas dari jeratan duo cilik tersebut.


Cira dan Andra kemudian menghampiri mereka sehingga membuat mereka terkejut dan tersenyum seperti kuda.


"Kalian ngapain?" tanya Andra dengan berjengking pinggang.


"Kalian ini kucing itu kan takut sama air. Nanti kalian dicakar" ucap Cira membuat mereka menggelengkan kepalanya.


"Tidak, Mommy Cira. Kucing baik kok. Kan kita ikhlas membantu memandikan kucing ini sampai bersih" ucap Aidan membuat Cira dan Andra tidak bisa berkata apa-apa lagi.


"Yaudah, selesai membersihkan kucing itu. Kalian mandi, tangan kalian berisi bulu kucing yang rontok" ucap Andra membuat mereka berdua mengangguk.


Kemudian Cira dan Andra meninggalkan mereka dan kembali pada para bayi yang menangis lapar danmenyusui mereka.


Hari mulai petang, kini mereka sedang makan bersama. Andra belum juga dijemput oleh suaminya. Karena sedang bekerja.


"Kamu sendirian di rumah, Ra?" tanya Andra sembari makan. Sedang dua cilik makan malam di depan TV karena katanya tidak ingin melewatkan saluran favorit mereka.


"Tidak kak, ada Cia dan si kembar. Karena mereka selalu ribut. Jadi kalau ditinggal mas Rey kerja tidak kesepian" ucap Cira membuat Andra mengangguk.


"Kamu udah selesai masa nifasnya?" tanya Andra membuat Cira mengangguk. "Berarti Rey sudah minta jatahnya, dong?" ucapnya lagi membuat Cira hampir tersedak.

__ADS_1


"Sudah mbak" ucap Cira dengan malu.


"Terus kamu sudah pasang KB?" tanya Andra lagi membuat Cira mengangguk.


"Sudah mbak. Lagian aku belum mau hamil. Kasian Si kembar masih kecil masa iya mau punya adik lagi." ucap Cira membuat Andra tertawa dan mengacungkan jempol kepada Cira.


"Mbak juga begitu. Tapi papanya Aidan ngebet banget punya anak lagi, kata biar sekalian capeknya. Dia nggak tau aja sakitnya ngelahirin" ucap Andra yang kesal dengan suaminya.


Namun, baru saja di bicarakan orangnya sudah datang dengan wajah ceria. Dan langsung mencium pipi istrinya. "Pulang sekarang?" tanya Kerta membuat Andra mengangguk.


"Aduh,,,suami mana nih. Butuh ciuman hangat juga" ucap Cira membuat mereka tertawa.


"Besok juga pulang, Ra. Ditahan ya" goda Kerta membuat Cira malu.


"Kamu mau makan dulu?" tanya Andra mendapatkan gelengan dari Kerta.


"Aku tadi sudah makan dengan klien di restoran" ucapnya kemudian menghampiri Cia dan Aidan yang sedang makan.


"Biar aku aja yang bereskan, kak" ucap Cira yang membersihkan meja dan meletakan piring di wastafel untuk dicuci.


"Tidak apa-apa kita sama-sama bersihkan" ucap Andra dan akhirnya mereka membersihkan meja makan dan dapur bersama-sama.


Akhirnya keluarga Andra sudah pulang kini tinggallah mereka Cira, Cia dan si kembar di rumah. Sedangkan mbak Ijah sudah tidur karena kelelahan menjaga si kembar dan memasak.


"Sudah malam sayang. Ayo kita tidur" ajak Cira pada Cia dan Si kembar yang masih bermain di karpet bulu.


"Oke mommy" ucap Cia yang kemudian membersihkan mainan mereka yang dibantu Cira.


Setelah membersihkan mainan mereka kini mereka sudah berada di atas ranjang dengan Cira berada ditengah-tengah Cia dan si kembar.


Cira menceritakan sebuah dongeng untuk anak-anak supaya mereka cepat tertidur. Beda dengan si kembar yang sudah mulai terpejam karena kelelahan. Sedangkan Cia masih melek.


Hingga beberapa jam kemudian akhirnya mereka bertiga tertidur juga membuat Cira memindahkan si kembar agar tidak terjatuh.


Tanpa dirasa ngantuk menyerang Cira ketika sudah membawa si kembar ke kamarnya. Cira tidur dengan Cia. Hingga tengah malam ada seseorang datang memindahkan Cia ke kamarnya tanpa sepengetahuan Cira yang sudah terlelap.

__ADS_1


Cira terbangun dari tidurnya karena merasakan tempat tidurnya bergerak dan bayangan dari seseorang. Namun karena terlalu mengantuk membuatnya kembali tertidur.


__ADS_2