Mungkin Memang Jodoh

Mungkin Memang Jodoh
Orangnya Pendek Kecil


__ADS_3

"Papa nanti malam ada acara? ", tanya Kamila keesokan paginya di ruang makan yang saat ini hanya ada dirinya dan sang papa.


"Tidak ada, kenapa? "


"Mila ingin berbicara sama papa"


"Papa juga mau bicara sama Mila, Rafli juga sebenarnya"


"Baiklah kalau begitu nanti malam kita bicara bertiga ya? "


"Iya pa"


Tak lama kemudian datang Sandi dan Rafli untuk sarapan.


"Rafli nanti malam ada acara? ", tanya Doni.


" Nggak pa, ada apa? "


"Papa mau bicara sama kamu dan mbak Mila"


"Bicara apa? "


"Nanti malam juga kamu akan tahu"


Rafli mengangguk mengerti. Sandi yang juga berada di situ hanya mendengarkan tanpa melihat, tetap fokus pada makanannya karena menurutnya itu urusan keluarga mereka.Beberapa menit sarapan pun selesai, dan ketiga laki - laki di rumah itu siap untuk melakukan aktifitasnya di luar rumah.


"Sayang aku berangkat dulu? ", pamit Sandi kepada Kamila saat di teras.


Mereka berjabat tangan kemudian Sandi mengecup kening Kamila.


" Jangan kemana - mana oke! ", peringat Sandi kepada sang istri dengan tangannya mengusap pucuk kepala wanita tersebut.


"Hm... hati - hati! "


Sandi mengangguk kemudian menyalakan motornya. Kegiatan yang mereka lakukan tidak lepas dari pandangan Doni yang masih berdiri di ruang tamu. Ia yang tadinya bermaksud keluar malah melihat kedua pemuda itu mesra membuat ia mengurungkan niatnya. Akan malu mereka jika ada Doni di sana. Setelah kepergian Sandi barulah ia keluar.


"Papa berangkat dulu ya sayang? "


"Iya pa hati - hati", sembari menjabat tangan papanya dan mencium punggung tangan lelaki tersebut.


Tinggalah Kamila sendir di rumah sebab Rafli juga sudah berangkat ke sekolah di bonceng temannya. Pagi ini Kamila merasa bahagia dengan perlakuan Sandi. 'Apakah Sandi sudah mulai menerimanya? ', pikirnya.


Waktu bergulir hingga waktu menunjukan jam pulang kerja. Sandi yang lebih dulu datang daripada papa mertuanya. Sandi pulang dengan menenteng bingkisan.


"Ini buat kamu sama Rafli! ", Sandi menyodorkan bingkisan itu kepada sang istri yang berada di toko.


" Apa ini? Wah kebab... ", Kamila terlihat senang pasalnya itu salah satu makanan kesukaannya.

__ADS_1


" Makasih ya mas...? ", Kamila lepas begitu saja memanggil suaminya ' mas'.


Sandi sedikit kaget hingga menoleh ke arah Kamila tapi kemudian,


" Hm", sebagai jawaban dan ia berlalu naik tangga.


Kamila pun segera memberikan satunya kepada sang adik yang sedang asyik main game di ruang tengah.


Malam harinya setelah makan malam sesuai yang direncanakan Doni, Kamila, serta Rafli berkumpul di ruang tengah untuk membicarakan suatu hal. Sedang Sandi memilih berada di kamar.


"Papa langsung saja ya...? Sebenarnya saat ini papa sedang dekat dengan seorang wanita. Dan papa bermaksud menikah dengannya. Papa berharap kalian tidak keberatan dengan keinginan papa"


"Siapa wanita itu pa? ", Kamila bertanya sebab ia sudah penasaran dari kemarin.


" Kalian mengenalnya, dia orang dekat kita. Tante Vinni"


"Tante Vinni? ", keduanya kaget tak menyangka sang papa suka dengan adik dari mama mereka.


" Sejak kapan papa menjalin hubungan dengan tante Vinni? ", Kamila lagi yang bertanya. Rafli hanya mengikuti sang kakak dengan mengangguk.


" Beberapa bulan yang lalu. Yang pasti setelah kepergian mama"


"Tapi papa nggak selingkuh kan? Maksud Mila saat mama masih ada papa belum punya hubungan dengan tante Vinni kan? "


"Ya nggaklah. Sewaktu mama masih hidup papa nggak pernah dekat dengan wanita lain, kecuali kamu. Kamu juga tahu kan tante Vinni selama mama masih ada tidak tinggal di kota ini? "


Kamila dan Rafli mengangguk mengiyakan yang di ucapkan sang papa. Sejujurnya Rafli tidak tahu harus bagaimana. Yang ada di otaknya, papanya duda dan bisa saja menikah lagi.


" Iya. Tante Vinni suka sama papa, bahkan... ", Doni ingin melanjutkan penjelasannya sesuai cerita Vinni namun ia urungkan karena khawatir kedua anaknya jadi salah faham.


" Bahkan apa pa? ", tanya Kamila.


" Ah, bahkan sangat sayang kepada papa. Itu yang mau papa katakan"


"Oh", kedua anaknya hanya 'oh'.


" Jadi menurut kalian bagaimana? "


Kamila dan Rafli mulai berpikir, mereka tidak menampik tantenya itu adalah sosok yang mempunyai wajah imut atau di bilang baby face jadi masih kelihatan lebih muda dari usianya. Mungkin karena perawakannya yang kecil dan tidak tinggi. Orangnya baik dan penyayang di mata mereka. Bahkan kepada Farah juga sangat sayang. Hanya kisah cintanya kurang baik, karena pernikahannya kandas dan belum ada anak dalam pernikahan tersebut.


"Aku ngikut mbak Mila aja", setelah Rafli berpikir.


Kamila pun sebenarnya juga tidak punya alasan untuk menolak Vinni menjadi ibunya sebab yang ia kenal Vinni memang wanita baik - baik. Hanya saja ia menikah dengan orang yang kurang baik, tak segan melakukan kekerasan jika tidak sesuai kemauannya. Vinni sering dibtampar, di pukul, dan di selingkuhi. Itu yang Kamila dengar sewaktu Vinni belum bercerai dengan lelaki yang menjadi suaminya.


"Apa papa yakin ingin menikah dengan tante Vinni? Apa papa bahagia dengan tante Vinni?"


"Papa yakin, kita sama - sama single. Dan papa sangat bahagia"

__ADS_1


"Baiklah Kamila setuju jika papa sudah yakin dan merasa bahagia bersama tante Vinni"


"Jadi sudah clear ya ini? "


"Iya pa", kedua anaknya menjawab bersamaan.


Doni merasa lega setelah mengutarakan keinginannya. Sebenarnya ia juga sudah yakin kemungkinan besarnya kedua anaknya akan setuju sebab Vinni memang di kenal wanita yang baik di keluarga.


Setelah pembicaraan itu kedua anak Doni lantas naik ke atas menuju kamar masing - masing.


Kamila masuk kamar mengambil baju tidur yang ada di lemari kemudian menuju kamar mandi. Kamila keluar setelah selesai berganti pakaian tidur. Ia naik ke kasur ikut bergabung dengan Sandi yang memainkan ponselnya. Dirasa tidak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut Kamila sejak dari bawah. Sandi pun mencubit kecil paha Kamila namun tidak sakit.


"Ada apa? "


"Jadi tadi ngomongin apa? ", Sandi tidak bermaksud ikut campur hanya ingin tahu saja.


" Papa mau menikah dengan tante Vinni"


"Tante Vinni itu siapa? "


"Dia adik mamaku yang paling belakang. Dia janda tapi belum ada anaknya"


"Apa orangnya baik? "


"Iya dia wanita baik - baik, begitu yang aku tahu"


"Terus kenapa dia cerai dengan suaminya? "


"Karena dia sudah tidak tahan sering mendapat perlakuan kasar dari suaminya dan suaminya selingkuh. Suaminya juga jarang pulang"


"Hm", sandi manggut - manggut.


Keesokan harinya Doni mengajak Vinni ke rumah setelah pulang dari bekerja.


" Tante... ", sapa Kamila yang kemudian mereka saling berpelukan.


Setelah berpelukan dengan Kamila, Rafli pun juga di peluk Vinni. Bagaimana tidak sewaktu kecil baik Kamila maupun Rafli sering di ajak bermain Vinni. Vinni memang suka anak - anak. Kemudian gantian Sandi berjabat tangan dengan Vinni.


"Ini...? ", Vinni menoleh ke arah Doni.


" Dia suami Kamila", jawab Doni.


"Loh kapan acaranya? Kok kita nggak ada diundang? "


"Nanti mas ceritakan"


"Ayo silakan duduk tante! ", Kamila mempersilakan.

__ADS_1


Di dalam hati Sandi,


'ini yang namanya tante Vinni... wajahnya cantik sih, orangnya pendek kecil tapi dadanya besar. Apa begini kesukaan papa mertua? Ah aku ini mikir apa sih... terserah lah om Doni mau menikah dengan yang model gimana bukan urusanku'.


__ADS_2