
Tiba di sebuah kota maju setelah dua hari semalam perjalanan menggunakan kapal. Rombongan itu ternyata sudah ditunggu jemputan di pelabuhan tersebut. Setelah beberapa menit perjalanan menggunakan mobil sampailah rombongan tersebut di sebuah rumah megah.
"Akhirnya tuan putri kita datang,. Apakah dia benar - benar sudah waras atau... masih gila? ", ucap wanita paruh baya bernama Reva yang saat ini berada di balkon dengan seorang lelaki muda.
" Ma... ", lelaki muda yang bernama Niko tersebut menginterupsi ucapan mamanya.
" Sudahlah ayo turun kita sambut dia! ", ucap sang mama.
Mereka lantas menuju ruang utama yang merupakan ruang tamu.
" Halo keponakan tante? ", sapa Reva kepada perempuan yang di sebut nya keponakannya yang tak lain bernama Bella.
Mereka berpelukan kemudian Niko menyusul menyapa.
" Hai sepupu... " ,
"Hai Niko kamu kelihatan tampan", ucap Bella.
" Aku kan dari dulu memang tampan"
Reva melirik seorang lelaki yang ada di kursi roda nampak tertidur.
"Siapa dia Bella? ", Reva bertanya kepada Bella.
" Oh dia kekasihku"
"Oh"
"Apa dia sakit? ", kini giliran Niko yang bertanya.
" Iya, dia habis kecelakaan"
"Oh kasihannya", ucap Reva sembari menutup mulutnya.
" Baiklah tante, Niko... aku mau istirahat "
"O iya tentu, silakan! ", Niko mempersilakan.
__ADS_1
Bela dan dua lelaki membawa Sandi yang tak sadarkan diri menuju ke sebuah kamar. Dan diikuti seorang wanita yang merupakan pembantu yang bertanggungjawab atas keperluan Bella jika di rumah.
" Niko... apa kamu yakin Bella sudah sembuh? "
"Sejujurnya Niko tidak yakin ma"
"Lelaki yang malang", ucap Reva merasa iba kepada Sandi tapi kemudian cuek karena itu bukan urusannya.
Pov Author
Bella Tania adalah seorang putri dari pengusaha sukses. Dia juga merupakan anak tunggal. Ibunya meninggal ketika ia masih kecil. Materi yang melimpah dan tidak adanya sosok ibu membuat Bella sangat dimanjakan. Apapun yang dia inginkan harus ia dapatkan. Bella merupakan salah satu teman seangkatan Revan dan Kamila, namun karena ia mempunyai sifat yang sangat pendiam tidak mau berbaur dengan teman - temannya. Ia jadi merasa seperti di kucilkan atau di abaikan. Hingga saat itu dimana dalam suatu acara reuni SMA ia bertemu dengan Sandi. Sandi saat itu memang di ajak oleh Revan. Ketika semua orang saling bercakap dan bercanda Bella justru menyendiri. Ia seperti orang asing. Sandi yang melihatnya duduk sendiri di sudut pun menghampiri dan mengajaknya bicara. Dari situlah Bella merasa nyaman dengan keberadaan Sandi. Walaupun padahal sebenarnya Sandi mengajaknya bicara lantaran Sandi yang tentu saja kurang paham dengan obrolan Revan dan teman - temannya. Maka dari itu Sandi memilih memisahkan diri. Dan di situ ia melihat Bella sendirian. Tapi sepertinya Bella salah mengartikan. Sejak saat itu setiap ada acara perkumpulan seangkatannya Bella pun datang karena berharap bisa bertemu Sandi. Apalagi jika ada Revan sudah bisa di pastikan kemungkinan besar Sandi juga ada. Ternyata itu benar, Bella selalu mendekati Sandi. Hingga teman - temannya berpikir jika Bella sudah berubah, ia sekarang mau berbaur dengan yang lain. Dari hari ke hari Bella semakin suka kepada Sandi yang seolah tak pernah menolaknya. Namun ia jadi tidak suka ketika pandangan Sandi tertuju kepada seorang wanita yang tak lain adalah Kamila. Ia berpikir Kamila merebut Sandi darinya. Ia mulai memendam rasa benci kepada Kamila. Bella menunjukkan gejala - gejala penyakitnya, mudah marah dan obsesi berlebih. Ayahnya menyuruh orang untuk mencari tahu apa yang terjadi dengan Bella. Kemanapun Bella pergi pun di ikuti oleh suruhan ayahnya. Dan ketika ayahnya mengatahui fakta Bella yang terobsesi kepada Sandi, ayahnya pun berinisiatif membawa Bella ke luar negeri. Selain untuk menghindari dari hal buruk yang bisa saja dilakukan Bella itu juga untuk mengobati Bella. Iya, Bella di obati di luar negeri dengan di tangani psikiater terbaik.
"Halo pak",jawab seorang wanita yang bertanggung jawab atas keperluan Bella.
" Awasi terus Bella, laporkan semua apa pun yang dia lakukan! ", suara lelaki dari sebrang.
" Baik Pak "
Itu adalah percakapan Ruhi pembantu Bella dan majikannya beberapa hari sebelum Bella membawa Sandi.
" Kasihan sekali kamu", lanjutnya.
Kemudian ia keluar meninggalkan Sandi yang masih tak sadarkan diri. Bella menyuruh seorang dokter untuk membuat Sandi lupa dengan kehidupannya. Ia ingin menjadikan Sandi orang baru yang hanya mengenal dirinya sebagai kekasihnya.
Dua tahun kemudian...
"Bi Ruhi...? ", panggil seorang lelaki yang bernama Antonio yang saat ini sedang sarapan sendiri.
"Iya tuan apa ada yang kurang? ", jawab Ruhi sembari bertanya.
" Tidak, aku tadi malam mimpi aneh"
"Mimpi? "
"Entahlah aku tidak tahu itu dimana, yang terlihat di mimpiku... aku menemani seorang wanita yang sedang berbaring di atas ranjang dan wanita itu memegang tanganku. Dia berkata 'temani aku', tapi wajahnya tidak jelas. Tangannya terlihat cantik. Setelah itu seperti menghilang begitu saja dan aku mendengar tangisan bayi. Kemudian aku terbangun"
"Mungkin anda terlalu lelah tuan hingga memimpikan hal yang aneh"
__ADS_1
"Begitu ya... ", lelaki tersebut manggut - manggut dan melanjutkan makannya.
"Kalau begitu saya permisi ke belakang tuan. O iya tuan... maaf sebelumnya tadi malam saya mendengar di kamar tuan ada suara yang pecah? ", Ruhi mengurungkan niatnya untuk meninggalkan tempat itu karena mengingat sesuatu.
" Itu... biasa siapa lagi? "
"Kenapa nona Bella marah? "
"Hahaha bibi pasti tahu keinginannya dan seperti biasa aku belum bisa memberikannya"
"Apa tuan tidak mencintai nona Bella? Maaf jika saya lancang? "
"Aku sendiri tidak mengerti dengan diriku, aku kekasihnya tapi rasanya seperti datar jika bersamanya. Seperti tak ada perasaan yang terikat. Dan semakin kesini aku semakin ragu mengenai hubunganku dengan Bella"
"Ragu bagaimana tuan? "
"Menurut bibi jika orang sudah tahu karakter seseorang, ehm misalnya kurang baik... apakah masih tetap melanjutkan hubungannya ke jenjang yang lebih serius? "
"Itu pilihan tuan, ada yang tidak melanjutkan tapi ada juga orang yang tetap mau melanjutkan. Sekalipun dia tahu keburukan orang tersebut. Ada orang yang seperti itu tuan"
"Jujurlah bi! Apa menurut bibi Bella itu baik - baik saja? Bibi tahu sendiri kan Bella begitu sayang padaku tapi di saat bersamaan dia juga bisa menjadi menakutkan "
"Bibi tahu itu tuan, akan tetapi nona Bella sudah seperti itu dari dulu"
"Itu yang terkadang kun pikirkan bi, bagaimana aku menghadapi Bella selama ini? Kenapa bisa aku menjalin hubungan dengannya hingga bertahun - tahun. Sebenarnya hubunganku dengan Bella itu hubungan yang seperti apa? Kenapa mencintai kenapa juga menyakiti?"
"Bibi tidak tahu harus berkata apa tuan"
"Iya bi aku tahu"
Ruhi berlalu meninggalkan Antonio sendiri. Di dapur ia memikirkan apa yang di katakan Antonio.
Dalam hati Ruhi,
'Apakah tuan Antonio selama ini tidak pernah mencintai nona Bella? Maafkan aku tuan... sebab aku sendiri tidak tahu siapa dirimu. Tiba - tiba nona Bella membawamu dalam keadaan tak sadar. Apakah selama ini nona Bella hanya berpura - pura sembuh? Yang sebenarnya ia masih sakit. Lalu siapa tuan Antonio? Aku harus secepatnya memberi tahu pak Yuda.
Dua tahun sudah Kamila menjalani hidupnya tanpa kehadiran Sandi. Setelah menghilangnya Sandi, Kamila menjalani hidupnya dengan berat. Tanpa suami dan hamil. Akan tetapi kehadiran keluarga maupun keluarga dari Sandi membuat ia kuat, dan bisa melaluinya. Ia kini juga mulai bekerja kembali di sebuah perusahaan. Sedang tokonya di rumah di kelola oleh Vinni yang juga merawat putri kecilnya jika ia bekerja. Vinni dinyatakan dokter tidak bisa hamil lantaran pengaruh usia. Namun ia sudah cukup bahagia dengan kedua anak sambungnya dan seorang cucu. Anak dari Kamila dan Sandi yang bernama Ameera Kasandi.
__ADS_1