Mungkin Memang Jodoh

Mungkin Memang Jodoh
Berpikir Kembali


__ADS_3

Hari ini Kamila di jemput oleh Niko sesuai rencana semalam. Kamila diajak oleh Niko menuju ke rumahnya. Ia berpura - pura menjadi salah satu teman mama Niko. Kamila juga diminta memakai masker agar wajahnya tidak di kenali para penjaga suruhan Bella.


"Ah akhirnya datang juga jeng... ", seru Reva yang sudah menunggu di teras mulai berakting ketika melihat Kamila dan Niko turun dari mobil.


" Aku udah nunggu dari tadi lho, ku pikir Niko kesasar" lanjutnya sembari menggandeng Kamila masuk ke dalam rumah.


"Tadi jalanan agak macet jeng", ucap Kamila.


" Eh kita ke kamarku aja yuk... aku tunjukkan barangnya! ", ajak Reva ketika mereka sudah berada di ruang tamu.


Reva pun mengajak Kamila naik ke kamarnya dan di sana sudah ada Antonio yang menunggu.


" Hai... ", sapa Kamila kepada Antonio.


Antonio mengangguk sebagai balasan. Sedangkan Reva juga masih berada di situ namun ia memilih di sisi yang lain karena tidak ingin mengganggu keduanya.


" Sebaiknya aku langsung saja karena tidak punya banyak waktu", Kamila yang saat ini sudah duduk di kursi meja rias Reva dan Antonio duduk di atas Ranjang.


"Kenalkan namaku Kamila. Maafkan sikapku beberapa hari yang lalu? Kamu pasti kaget ya saat aku mengaku sebagai istrimu? O iya lebih baik kita pakai aku kamu saja ya biar santai? ", lanjut Kamila dengan mengajak Antonio berkenalan.


" Iya terserah. Aku Antonio", jawab Antonio.


"Sebenarnya kamu sangat mirip dengan suamiku yang menghilang dia tahun yang lalu. Bahkan kamu juga punya tahi lalat di leher yang sama. Kalau kamu tidak percaya aku punya foto suamiku", Kamila menjelaskan.


Kemudian Kamila mengeluarkan ponsel yang ada di dalam tas. Ia memperlihatkan foto - foto baik saat Sandi sendiri atau berpose dengannya. Ia juga memperlihatkan surat nikah dirinya dan Sandi. Saat memperlihatkan foto - foto tersebut Reva mendekat, ia juga ikut melihat karena penasaran. Baik Reva dan Antonio pun berpikir bahwa sama antara Antonio dan Sandi yang merupakan istri Kamila. Setelah mereka melihat foto Sandi, Kamila juga memperlihatkan foto bayi perempuan.

__ADS_1


"Ini adalah putri kita, eh maksudku anakku. Namanya Ameera Kasandi. Dia baru berusia satu tahun lebih. Saat Suamiku menghilang saat itu juga aku sedang hamil", Kamila menceritakan.


Reva terkejut mendengar penuturan Kamila hingga ia menutup mulutnya menggunakan telapak tangannya sendiri. Antonio... ia merasa iba namun ia tak tahu harus bagaimana.


"Sungguh aku berharap jika dirimu adalah Sandi suamiku. Namun aku tidak bisa berbuat apa - apa saat ini. Jujur aku bingung kenapa aku bertemu dengan dirimu yang mirip dengan suamiku namun kenapa dengan teman sekolahku? Bella. Tapi dia bilang jika kamu bukanlah Sandi melainkan Antonio suaminya"


"Deg", Reva terkejut kembali dengan apa yang dikatakan Kamila bahwa Bella mengaku Antonio merupaka suaminya.


" Aku kekasihnya tapi bukan suaminya. Kami belum menikah", Antonio memberitahu.


"Apakah benar jika dirimu bukanlah mas Sandi? ", tanya Kamila kepada Antonio. Sesaat kemudian air mata Kamila menetes namun ia berusaha tenang.


" Apakah benar dirimu saat ini hilang ingatan? Tak mengingat apapun? ", lanjutnya.


Antonio mengangguk yang berarti ia memang tidak mengingat apapun.


Kamila kembali mengambil ponselnya dan menunjukkan foto keluarga Sandi.


" Mereka adalah keluargamu... bapak, ibuk, mas Revan kakakmu dan mbak Alya istrinya, Faya dan Alre keponakanmu. Dan ini adalah mas Sandi. Lihatlah kamu agak mirip dengan mas Revan bukan? Mereka semua menunggu mas Sandi. Jika dirimu adalah mas Sandi tolong kembalilah segera. Besok aku sudah harus kembali ke kota asal ku lagi", Kamila menunjuk satu persatu orang yang ada di foto.


Baik Antonio dan Reva tak bisa berkata - kata melihat foto keluarga yang di perlihatkan oleh Kamila. Benar - benar sangat mirip. Bahkan bukan mirip lagi tapi kembar.


"Seperti yang sudah di sampaikan mas Niko sebelumnya jika aku tidak boleh lama - lama berada di sini. Maka setelah aku mengatakan semuanya aku pamit undur diri. Sekali lagi aku minta maaf jika dirimu bukanlah mas Sandi? Dan tante Reva terimakasih sudah membantu saya? Yang tante lakukan sangatlah besar untuk saya,terimakasih tante? ", Kamila tidak dapat membendung air matanya.


Beberapa saat kemudian ia pun pamit pulang dan di antar oleh Niko kembali ke rumah tantenya Dita. Ia sudah mengambil keputusan untuk mengikhlaskan Sandi. Jika memang Antonio adalah Sandi ia berdoa semoga segera mengingatnya dan pulang.

__ADS_1


"Bagaimana? ", tanya Dita dan Diana yang sudah tak sabar dengan hasil pertemuan Kamila dan Antonio.


" Dia tidak ingat siapa dirinya", jawab Kamila.


Mereka bertiga saat ini berada di ruang keluarga.


"Lalu apa yang akan kamu lakukan? ", tanya Dita.


" Memang apa yang bisa dilakukan Dit? Dia tidak ingat apapun dan saat ini dia tidak bisa keluar dari rumah itu", jawab Kamila.


"Sedang saat ini kita juga terikat dengan pekerjaan. Kita tak bisa lama - lama di sini", lanjut Kamila.


" Apa tidak sebaiknya kita laporkan kepada polisi? ", Diana memberi saran.


" Apa buktinya tante kalau kita melapor ?, sedang aku dan Dita... kami bukan orang asli sini. Dan Bella ternyata bukan anak orang biasa. Pasti sulit jika mengungkap atau mengusik. Lagi pula iya jika itu mas Sandi jika bukan... kita yang akan malu sendiri bukan?"


"Satu - satunya cara tes DNA bukan? untuk membuktikan itu Sandi atau bukan? ", Dita ingat satunide seperti di sinetron - sinetron.


" Itu benar. Kamu pintar Dita", Diana membenarkan usul Dita.


" Iya tapi ah serba mepet waktu kita, besok kita sudah harus kembali dan untuk bisa melakukan itu kita tidak bisa bertindak sendiri. Lebih mudahnya melibatkan polisi agar kita bisa melakukan tes itu atau sembunyi - sembunyi baru kemudian membawa polisi dengan menunjukkan hasil tes DNA. Dengan begitu kita bisa membawa lelaki itu keluar dari rumah tersebut" , ucap Kamila.


"Kita butuh bantuan lain, keluarga mas Sandi", lanjut Kamila.


" Trus ini kita gimana? ", tanya Dita.

__ADS_1


" Kita tetap harus pulang dulu Dit, membereskan urusan kita di sana baru kita kembali lagi ke sini bersama keluarga mas Sandi. Tidak, lebih tepatnya aku Dit bukan dirimu. Karena ini adalah masalah keluargaku"


Kamila mulai berpikir kembali bagaimana yang terbaik. Apakah harus melakukan cara itu atau mengikhlaskan saja? Jika mengikhlaskan saja apakah harus sampai di sini saja perjuangannya?


__ADS_2