Mungkin Memang Jodoh

Mungkin Memang Jodoh
Antonio Dibawa


__ADS_3

Esok harinya Kamila dan Dita pun kembali ke kota asal mereka.


Setiba di rumah Kamila menceritakan apa yang ia alami di kota sebrang kepada keluarganya. ia juga meminta bertemu dengan Revan dan Alya untuk membicarakan hal yang ia temui di kota sebrang.


"Apa ? Kamu bertemu dengan orang yang mirip Sandi? ", Revan tampak kaget mendengar cerita Kamila.


" Iya mas, nih lihat fotonya. Namanya Antonio. Mirip banget sama Sandi kan? ", ucap Kamila.


" Ini bukan mirip lagi Mil, ini memang Sandi", Revan yang merasa sangat mengenali adiknya.


"Iya Mil ini Sandi", Alya menambahi.


" Tapi yang membuat aku bingung kenapa dia tinggal sama Bella mbak? Dan dia merupakan kekasih Bella. Hanya saja ia kehilangan ingatan"


"Kehilangan ingatan? Ah bisa saja itu berarti memang Sandi? Tadi kamu bilang Bella... Bella siapa? ", tanya Revan kepada Kamila.


" Bella teman seangkatan kita mas. Ingat nggak cewek yang hampir nggak pernah bergaul sama anak yang lain waktu kita sekolah dulu? "


"Iya iya aku ingat", Revan pun tahu setelah berusaha mengingat masa sekolah.


" Jadi sekarang dia punya hubungan sama Bella? ", lanjut Revan.


" Bukan punya hubungan lagi malah si Antonio ini juga tinggal serumah dengan Bella"


"Apa? ", Revan dan Alya pun kaget.


" Apa mereka sudah menikah? ", Alya kemudian bertanya karena bagaimana bisa tinggal serumah jika belum menikah pikirnya.


" Bella mengakui jika Antonio adalah suaminya. Tapi kemarin waktu aku bertemu dengan Antonio, dia bilang Bella memang kekasihnya tapi mereka belum menikah"


"Aku nggak mengerti bagaimana bisa orang belum menikah bisa tinggal satu rumah", ucap Alya dan di angguki Revan.


" Kalau begitu kita langsung ke rumah Bella saja Mil, kita jemput Sandi", kemudian Revan berkata.


"Nggak semudah itu mas"


"Kita harus punya bukti yang kuat untuk membawa Antonio keluar dari rumah itu. Kita perlu bawa polisi", lanjut Kamila.


"Apa? ", Revan merasa heran.


" Bella bukan anak orang biasa. Ternyata ayahnya adalah seorang pengusaha sukses di kota itu. Selain itu juga punya bisnis di luar negeri. Dan rumah itu dalam pengawasan orang suruhan Bella. Jika kita melapor ke kantor polisi pun bukankah lebih baik kita punya bukti yang kuat? Atau sebaliknya kita membuktikan dengan bantuan polisi? "


Revan nampak berpikir beberapa kemudian Kamila berucap kembali.


"Kalau kata Dita bagaimana jika tes DNA? "


"Apa perlu sampai begitu? Sudah seperti di sinetron saja. Tapi bagaimana bisa mengambil sampel si Antonio itu ? ", tanya Revan.


" Kita mungkin bisa minta bantuan kepada Niko, dia sepupu Bella. Dia juga yang membantu aku masuk ke dalam rumah itu berpura - pura sebagai teman mamanya"

__ADS_1


"Apa dia bisa dipercaya? ", Revan ragu dan di angguki Alya yang setuju dengan apa yang di katakan Revan.


" Menurutku bisa nyatanya dia mau membantuku bertemu dengan Antonio"


Revan nampak berpikir dan tersadarkan oleh suara istrinya, Alya.


"Nggak ada salahnya di coba mas. Ini demi Sandi"


Revan pun mulai berpikir dan berencana ijin beberapa hari hingga masalah ini selesai.


Di kota sebrang Antonio masih bertanya - tanya dalam hatinya siapakah dirinya yang sebenarnya? Kenapa ia merasa hatinya meronta ingin pergi dari rumah yang kini ia tempati ketika ada yang mengaku sebagai istrinya. Hati Antonio bertambah terpaut mana kala ia di tunjukkan foto keluarga dimana ada orang yang sangat mirip dengannya yang bernama Sandi.


"Apakah benar sebenarnya aku adalah Sandi ? ", gumam Antonio di dalam kamarnya.


" Kenapa rasanya aku ingin sekali ikut bersama wanita itu ? Rasanya aku semakin tidak betah di sini", lanjutnya.


Beberapa hari kemudian Kamila, Revan, dan juga Alya memutuskan pergi ke kota sebrang. Kamila sudah memberi tahu Niko sebelumnya jika ia akan datang dan Dita juga sudah memberitahu tantenya agar membantu Kamila jika di sana.


Esoknya setelah mereka bertiga sampai di kota, hari ini mereka pergi ke kantor polisi ditemani Reno, sepupu Dita. Mereka melaporkan hilangnya Sandi dan meminta bantuan kepada polisi agar bisa membuktikan jika Antonio adalah Sandi atau bukan. Mereka tidak melaporkan Bella yang menculik atau apapun sebab mereka sendiri tidak tahu pasti kebenarannya.


Di sisi lain Niko juga bersiap dengan menghubungi Yuda beberapa hari sebelumnya, ia menceritakan semua kejadian yang bersangkutan dengan Bella. Menurut Niko keberadaan Yuda sangat penting untuk mengantisipasi Bella yang kemungkinan akan mengamuk.


Besoknya Kamila, Revan, Alya, Reno dan dua orang polisi pergi ke rumah Reva. Penghuni rumah itu tentu saja kaget melihat kedatangan polisi walaupun baik Reva dan Yuda sudah tahu perihal tersebut lantaran Niko yang memberitahu sebelumnya.


"Maksud kedatangan kami ke sini adalah sesuai laporan yang kami dapat dari pak Revan dan ibu Kamila... melaporkan jika suami ibu Kamila menghilang dua tahun yang lalu. Dan ketika ibu Kamila datang ke kota ini tidak sengaja bertemu dengan orang yang mirip dengan suaminya. Orang itu bernama Antonio. Pak Revan dan ibu Kamila tidak menuduh salah satu keluarga anda berbuat yang tidak - tidak. Mereka hanya ingin mengetahui kebenaran apakah Antonio adalah pak Sandi yang merupakan suami dari ibu Kamila. Untuk itu kami mohon bapak mau bekerjasama", salah satu polisi berbicara dengan Yuda dan Yuda pun mengangguk.


"Niko panggil Antonio lebih dulu baru setelah itu Bella! ", perintah Yuda.


Beberapa menit kemudian Antonio turun menuju ruang tamu. Ia merasa terkejut melihat Kamila tapi ada apa ini... kenapa ada polisi? Dalam hatinya bertanya - tanya.


"Deg", Revan terpaku ketika melihat Antonio.


" Sandi... ", ucap Revan dengan mata berkaca - kaca namun yang di sebut hanya diam memperhatikannya saja.


" Mas, kendalikan dirimu! ", Alya mengingatkan Revan.


Revan mengusap wajahnya kemudian berkata,


" Maaf... tapi kamu benar - benar mirip adikku"


Antonio mengangguk dan tersenyum. Beberapa saat kemudian datang Bella dan di belakangnya Niko. Begitu Bella sudah duduk salah satu polisi langsung memberi pertanyaan.


"Ibu Bella kami akan langsung mohon jawab dengan jujur, apakah lelaki yang merupakan kekasih anda ini benar bernama Antonio atau Sandi? "


"Dia memang mirip Sandi tapi bukan Sandi. Dia Antonio", jawab Bella jutek seakan tak peduli.


" Kalau begitu Antonio ini siapa? Maksud kami keluarganya? Dari mana dia berasal dan KTPnya kami ingin melihatnya? ", lanjut polisi bertanya.


" Deg", Bella kaget mendapat pertanyaan tersebut.

__ADS_1


Tentu saja sebab ia ta mempunyai apa yang diminta oleh polisi. Karena Bella masih diam akhirnya polisi kembali berkata,


"Bu tolonglah jujur siapa sebenarnya Antonio ini? Sebelum kami terpaksa melakukan tes DNA"


Bella terkejut spontan menoleh ke arah polisi yang bertanya.


"Jika ibu jujur maka akan lebih mudah. Tidak perlu tes DNA", lanjut polisi tersebut.


" Sudah saya bilang namanya Antonio bukan Sandi", Bella masih tak bicara jujur.


"Jika begitu kapan dan dimana awal anda bertemu dengan Antonio? "


"Beberapa tahun yang lalu di kota B, kemudian kami berpacaran hingga saat ini"


"Lalu keluarganya? "


"Keluarganya sudah tidak ada, orangtuanya sudah meninggal. Itu saja yang ku tahu"


'Apa yang di katakan Bella, dia membawa Antonio dua tahun yang lalu dari kota sebrang dan sekarang dia bilang kenal dengan Antonio di kota B? ", batin Reva namun ia memilih diam tidak ikut angkat bicara.


" Tapi kami mendengar dari keluarga anda jika dua tahun yang lalu anda membawanya dari kota sebrang dalam keadaan dia sakit? "


"Iya waktu itu dia sedang jalan - jalan di kota sebrang dan mengalami kecelakaan. Kemudian saya membawanya ke sini", ucap Bella.


" Dan dia hilang ingatan? ", tanya polisi kembali.


" Iya ", jawab Bella.


" Maaf Pak saya hanya ingin tahu apakah Antonio adalah orang sama dengan suami saya Sandi atau bukan. Jadi saya minta segera di tes saja untuk membuktikannya", pinta Kamila karena merasa semakin curiga dengan apa yang di katakan Bella.


"Hei apa kamu ini Kamila? Dia itu Antonio bukan Sandi", Bella tidak Terima.


" Pak yang dikatakan Kamila benar, lebih baik segera dilakukan tes saja", Revan angkat bicara.


"Revan, kamu... ", Bella menatap tajam Revan.


" Kamu juga tidak bisa menunjukkan KTPnya kan? ", ucap Revan kepada Bella.


" Iya Pak lebih baik di tes saja", Yuda sependapat dengan Kamila dan Revan. Ia merasa Bella memang mencurigakan sebelum terjadi masalah yang lebih kepada putrinya maka lebih baik segera tahu kebenarannya.


"Baiklah kami akan membawa saudara Antonio sekarang juga untuk melakukan tes, kami permisi", ucap salah satu polisi.


Antonio pun dibawa pergi bersama mereka guna menjalani tes.


Bella tak terima dan ingin mengikuti namun segera di cekal oleh sayng ayah.


"Papa, Antonio mau di bawa", Bella berontak ingin lepas dari cekalan papanya.


Namun Yuda sama sekali tidak mau mengendurkan cekalan nya. Malah semakin kencang. Bella semakin meronta dan berteriak - teriak. Semua orang yang masih di ruang tamu merasa bergindik ngeri melihat sikap Bella.

__ADS_1


Sedangkan para penjaga di halaman tak bisa berkutik karena tuan besarnya yang tak lain Yuda tak memberi perintah apapun. Mereka hanya menatap kepergian Antonio yang di bawa dua orang polisi dan empat orang lainnya.


__ADS_2