Mungkin Memang Jodoh

Mungkin Memang Jodoh
Rencana


__ADS_3

Setelah kejadian di pantai waktu itu Antonio tidak bisa melupakan pertemuannya dengan wanita aneh yang mengaku sebagai istrinya. Ia berpikir apakah yang di katakan wanita itu benar? Sesuai saran dari Ruhi untuk tidak lagi meminum obat yang selama ini di konsumsinya pun ia lakukan. Tentu saja itu tanpa sepengetahuan Bella.


"Tuan ada apa? Anda seperti memikirkan sesuatu? ", tanya Ruhi yang tiba - tiba datang dengan membawa teh hangat.


" Bi, sebenarnya saat aku kemarin pergi ke pantai bersama Bella... aku bertemu dengan wanita aneh yang mengaku bahwa dia adalah istriku. Bahkan dia juga sempat bilang jika mempunyai anak. Aku jadi berpikir apakah yang dikatakan wanita itu benar? "


"Bibi siapa sebenarnya aku? Dari mana asal ku? ", lanjut Antonio bertanya kepada Ruhi.


Raut wajah Ruhi tampak bingung harus menjawab apa. Ia tidak tahu asal usul Antonio. Dan soal yang dikatakan Antonio jika bertemu dengan seorang wanita itu pun ia sudah tahu dari Niko.


" Itu... bibi sendiri tidak tahu tuan. Maafkan bibi? Yang bibi tahu jika nona Bella tiba - tiba membawa anda... ke sini"


"Tapi bibi tahu dari mana aku berasal? "


"Saya tidak tahu pastinya. Yang bibi tahu nona Bella membawa anda dari kota sebrang"


"Bibi, maukah bibi menolongku? "


"Apa itu tuan? ", Ruhi sudah merasa was - was dengan pertanyaan Antonio.


" Bantu aku agar bisa keluar menemui wanita itu! "


"Itu tidak mungkin tuan, tuan tahu sendiri penjaga dirumah ini banyak. Selain itu tuan akan menemui wanita itu dimana? Apakah tuan tahu dimana dia tinggal? "


"Astaga, benar aku tak tahu dimana wanita itu tinggal ", Antonio baru ingat.


" Mungkin tuan Niko bisa membantu tapi bibi tidak yakin", Ruhi berkata.


"Ah iya dimana Niko? "


"Tuan Niko sedang keluar"


Di tengah perjalanan Niko berpikir sambil mengemudi bagaimana caranya ia bisa mempertemukan Antonio dengan wanita bernama Kamila itu. Masalah ini membuatnya pusing saja namun ia juga merasa kasihan baik dengan wanita tersebut maupun Antonio. Apalagi setelah melihat bukti - bukti yang tunjukkan Kamila kepadanya.


Waktu menunjukkan pukul sepuluh malam ketika pintu kamar Niko ada yang mengetuk.

__ADS_1


"Bi Ruhi? Ada apa malam - malam begini? ", Niko kaget setelah mengetahui siapa yang mengetuk pintu kamarnya.


" Maaf tuan jika saya mengganggu tapi ada hal yang ingin saya sampaikan? ", Ruhi sembari celingukan karena takut jika Bella mmergokinya.


" Ayo masuk bi! ", Niko yang langsung paham.


" Maafkan bibi sudah mengganggun istirahat anda tuan? ", Ketika sudah berada di dalam kamar Niko.


" Tidak bi, aku juga belum tidur"


"Sekarang katakan ada apa? ", lanjutnya.


Ruhi mengatakan apa yang di inginkan Antonio kepadanya sore tadi.


" Aku sebenarnya juga sedang memikirkannya bi. Aku memikirkan bagaimana caranya bisa membawa Antonio bertemu dengan wanita itu", Niko berkata setelah mendengarkan cerita Ruhi.


"Lalu bagaimana tuan? "


"Aku juga bingung tapi aku sudah janji dengan wanita itu akan mengusahakan agar ia bertemu dengan Antonio sekali"


" O iya apa bibi sudah menyampaikan kepada Antonio agar tidak meminum obatnya lagi? "


"Sudah tuan"


"Jangan sampai Bella tahu Antonio tidak meminumnya! "


"Saya sudah memberitahu tuan Antonio soal itu juga. Tapi apakah tuan Niko sudah tahu itu obat apa? "


"Belum, mungkin besok. Aku akan bertanya lagi kepada temanku"


Baru saja Niko berucap tiba - tiba ada sebuah pesan dari salah satu temannya yang berprofesi sebagai dokter.


"Nik maaf baru menghubungimu, seharian ini aku sibuk. Soal obat yang kamu berikan kepadaku, obat itu adalah obat yang bisa membuat orang lupa atau tidak mengingat. Obat itu tidak diperjual belikan secara bebas, dari mana kamu bisa mendapatkannya? Itu termasuk obat keras"


"Aku tidak sengaja menemukannya di kamar sepupuku. Kamu tahu sepupuku yang itu kan? ", balas Niko menggunakan nama Bella sebagai alasan.

__ADS_1


" Oh ya tentu. Tapi obat itu tidak bisa di konsumsi jangka panjang sebab bisa saja berpengaruh kepada organ dalam lainnya. Baiklah selamat istirahat Nik? "


"Oke terimakasih atas bantuannya"


"Tak masalah"


"Bi aku baru saja mendapat pesan dari temanku ", Niko memberitahu Ruhi yang masih berada di dalam kamarnya.


" Itu obat yang bisa membuat orang lupa atau tidak mengingat ", lanjutnya.


" Apa? Tapi kenapa nona Bella berkata jika obat itu adalah obat untuk memulihkan ingatan tuan Antonio? Jadi selama ini nona Bella berbohong? "


"Itu kenapa aku menyuruh bibi untuk melarang Antonio meminumnya. Karena aku sudah curiga jika Bella belum berubah. Bisa saja dia membohongi om Yuda"


"Kita harus menolong tuan Antonio tuan! Saya memang bukan keluarganya tapi merusak kehidupan orang lain itu sungguh perbuatan yang tidak baik. Apalagi jika ternyata wanita yang bertemu dengan tuan Antonio itu adalah benar istrinya. Sungguh kasihan sekali mereka"


"Tapi bagaimana caranya bi sedang wanita itu tidak bisa lama di sini sebab ia harus kembali ke kota sebrang besok lusa. Waktunya tinggal besok saja untuk mempertemukan mereka"


Keduanya mulai berpikir dan beberapa menit kemudian,


"Apa aku minta bantuan mama saja? Hanya mama yang bisa membantu"


"Maksud tuan? "


"Kita tidak mungkin membawa Antonio keluar dari rumah ini. Salah satunya cara adalah membawa wanita itu ke sini"


Ruhi tampak terkejut dengan apa yang di katakan Niko. Memang benar tidak ada cara lain tapi membawa wanita tersebut ke dalam rumah ini... itu sangat berbahaya.


"Tapi bagaimana jika nona Bella tahu? "


"Besok saat Bella tidak di rumah aku akan membawa wanita itu ke sini dengan berpura - pura sebagai teman mama. Iya begitu caranya bi. Nanti aku akan bicara dengan mama. Sekarang bibi kembalilah ke kamar bibi bair aku yang mengatur untuk besok! "


"Baik tuan semoga berhasil"


Setelah kepergian Ruhi, Niko lantas menemui mamanya yang tentu saja berada di kamarnya. Reva awalnya kaget sebab malam - malam Niko mendatanginya di kamar. Niko pun menceritakan semua dari bertemu dengan Kamila yang mengaku sebagai istri Antonio hingga rencananya kepada mamanya. Dan mamanya bersedia sebab ia juga tidak tega melihat Antonio yang di perlakukan Bella seperti boneka. Selain itu sejak awal Reva memang tidak percaya seratus persen jika Bella sudah sembuh dari kegilaannya. Sesungguhnya tinggal seatap dengan Bella saja ia malas, jika saja Bella bukan anak dari kakak iparnya. Yuda adalah lelaki yang baik, yang memperlakukan dirinya seperti adik sendiri walau sebenarnya hanya adik ipar. Oleh sebab itu Reva mau menerima Bella tinggal di rumahnya. Semata karena melihat kebaikan dari kakak iparnya, Yuda. Siapa yang mau tinggal dengan orang yang bisa melakukan hal gila dan berbahaya?

__ADS_1


"Sudah ku bilang lebih baik dia di luar negeri saja. Sekarang orang yang di sini yang di buat pusing olehnya. Mas Yuda anakmu itu belum sembuh harusnya kau tahu", Reva berbicara sendiri usai kepergian Niko.


__ADS_2