Mungkin Memang Jodoh

Mungkin Memang Jodoh
Boleh?


__ADS_3

Beberapa staf hotel dan satu security menuju kamar yang saat ini Sandi dan Kamila berada. Mereka merasa curiga kepada Sandi yang dari baru datang memarkirkan motor sembarangan dan di tempat receptionist juga mencurigakan. Ketika mereka sudah di depan kamar 201 dimana pintu tidak tertutup, mereka lantas masuk begitu saja.


"Permisi? ", salah satu di antara mereka.


Tidak ada jawaban, mereka pun melangkah menuju kamar mandi. Ketika di depan kamar mandi mereka melihat dua sejoli yang sedang berpelukan lantaran pintunya tidak ditutup. Sandi menoleh ke arah mereka dan berkata


" Tolong keluar dulu istri saya sedang shock biarkan saya menenangkannya sebentar! "


"Sebenarnya apa yang terjadi pak? Dan bapak ini siapa? ", salah satu dari mereka bertanya.


" Mil... udah ya kita keluar sekarang! ", bukannya menjawab Sandi malah berbicara dengan Kamila.


" Tolong bawakan handuk! ", pinta Sandi.


Salah satu dari mereka mengambilkan handuk dan Sandi berdiri mengambilnya. Kemudian ia membantu Kamila berdiri setelah mematikan kran. Sandi memberikan handuk kepada Kamila.


"Kamu keringkan tubuhmu dulu di sini, aku keluar ambil bajumu dan bicara dengan mereka oke! "


Kamila mengangguk, ia sudah merasa agak tenang. Dan sesuatu yang di rasa aneh di tubuhnya juga berkurang.


Sandi menutup pintu kamar mandi lantas berbicara dengan security dan beberapa staf yang saat ini berada di dalam kamar.


"Maafkan kelancangan saya tadi pak? Wanita yang di dalam itu istri saya. Sepertinya ada orang yang iseng kepada istri saya dengan memakai nama saya", Sandi menjelaskan.


" Saya masih belum mengerti maksud bapak bagaimana? ", salah satu dari mereka yang berpakaian berbeda mungkin manager hotel tersebut.


" Jadi sepertinya ada orang sengaja menjebak istri saya dengan memakai nama saya memesan kamar ini. Dan menyuruh istri saya datang ke sini. Saya sendiri belum tahu pasti karena saya belum bertanya kepada istri saya"


"Tok... tok... tok... mas tolong ambilkan bajuku di luar", ketukan dari dalam kamar mandi yang tak lain adalah Kamila.


" O iya bentar", jawab Sandi bergegas mengambil baju Kamila yang tergantung.


Sandi kemudian memberikan kepada Kamila. Beberapa saat kemudian Kamila keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang tadi ia pakai datang ke hotel.


"Yank... kamu sudah tenang? Kamu sudah bisa cerita apa yang terjadi? ", Sandi bicara pelan dan memdudukkan Kamila di tepi tempat tidur.


Kamila mengangguk dan menceritakan semua kepada beberapa orang yang saat ini berada di kamar. Ia juga membenarkan bahwa Sandi adalah suaminya. Ia bahkan memberikan bukti surat nikah yang memang berada di tasnya. Setelah mereka melihat surat nikah yang di sodorkan Kamila, mereka pun percaya jika Sandi dan Kamila merupakan suami istri dan mereka akhirnya keluar dari kamar tersebut.


"San... maaf...hiks hiks...? ", ucap Kamila sambil menangis ketika tinggal berdua dirinya dan Sandi di dalam kamar.


" Sudah sudah, lain kali lebih hati - hati! Kita pulang atau di sini saja? "


"Aku mau pulang"


"Baiklah"


"Tapi bajumu basah? "

__ADS_1


"Nggak apa - apa"


Kemudian Sandi dan Kamila memutuskan pulang. Begitu sampai di rumah di sambut papa mertuanya dan Rafli yang sengaja menunggu mereka.


"Alhamdulillah kalian pulang, sebenarnya ada apa ini? Dan Sandi kenapa bajumu basah? "


"Ada sedikit masalah pa, nanti Sandi ceritakan. Sandi antarkan dulu Kamila ke kamar"


"Iya sana! "


"Kamu tunggu di sini ya! Aku ke bawah dulu ambil makan. Kamu belum makan kan? ", setelah Sandi berganti pakaian.


Kamila menggeleng sebagai jawaban dan berucap,


" Aku pengen makan nasi goreng"


"Nasi goreng"


"Iya. Buatan sendiri bukan beli"


"Oh baiklah kalau gitu tunggu aku buatin ya? Kamu istirahat jangan mikir macam - macam oke! ", Sandi mengecup kening Kamila sebelum keluar dari kamar.


" Raf tolong bantuin kak Sandi bikin nasi goreng dong mbak Mila pengen nasi goreng? ", Sandi minta tolong pada Rafli ketika sudah turun di ruang tengah.


" Biar papa yang bantu bikin nasi goreng, ayo Sandi! " , ucap Doni ketika Rafli baru akan berdiri dari duduknya.


Sandi pun menceritakan semuanya sesuai yang di katakan Kamila kepada staf hotel tadi.


" Kurang ajar siapa yang berani mengganggu anakku? ", geram Doni setelah mendengar cerita dari Sandi.


" Terus tadi kamu tidak bertanya kepada orang yang kamu pukul itu? ", lanjutnya.


" Sandi sudah panik pa... di otak Sandi hanya Kamila saja. Jadi Sandi tidak sempat menanyakan siapa orang yang menjual Kamila"


"Huh..., ini tidak bisa du biarkan San. Kita juga harus lebih berhati - hati, terutama Kamila"


"Iya pa"


"Itulah istrimu San... mungkin dia memang nakal tapi ada juga sisi polosnya yang kadang kelewat. Makanya papa tidak terlalu menekan dia ketika membatalkan pernikahannya dengan Revan dulu.


Walaupun sebenarnya papa sangat kecewa saat itu. Papa ingin marah besar tapi tidak bisa karena mengingat sifatnya yang seperti itu. Kadang polosnya ampuunn... "


"Iya pa hee.. ", Sandi sedikit tertawa karena mendengar ocehan mertuanya.


" Kamu ajarin dia itu San... polosnya jangan kebablasan! "


"Hahaha", Sandi tertawa merasa lucu dengan mertuanya.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian nasi goreng buatan mereka pun jadi. Sandi lantas membawa ke kamar dengan porsi besar. Karena ia juga ingin makan bersama Kamila.


" Tok tok"


"Masuk"


Kamila tersenyum melihat Sandi membawa sepiring besar nasi goreng dan dua minuman. Air putih dan segelas teh hangat.


"Banyak banget", ucapnya ketika Sandi sudah duduk di dekatnya sambil membawa sepiring nasi goreng.


" Aku juga belum makan", jawab Sandi.


"Oh. Kenapa sendoknya cuma satu? "


"Satu sendok aja cukup buat berdua"


"Aa", Sandi menyuruh Kamila membuka mulut. Ia menyuapi Kamila kemudian berganti dirinya sendiri.


" Enak?, ini yang bikin aku sama papa", tanya Sandi de sela - sela makan.


"Hm... enak kok"


"Ya iyalah orang kamu lapar"


"Ih beneran tau... "


"Siip lah"


Mereka pun menikmati makan malam berdua di kamar sepiring berdua.


Setelah selesai makan,


"Mil... ", Sandi merangkul pinggang Kamila merapatkan dengan tubuhnya erat.


" Hm", jawab Kamila menoleh ke arah Sandi yang wajahnya sudah dekat dengan wajah Kamila.


"Kamu cantik... seksi pakai baju merah tadi? "


"Ih Sandi jangan ingatin lagi, aku jadi benci sama baju itu! "


"Kalau aku yang beliin? Benci juga...? "


"Nggak... ", setelah beberapa detik.


Saat ini wajah keduanya sudah sangat dekat. Kemudian Sandi menyatukan bibirnya dengan bibir Kamila. Ia ******* dan di balas oleh Kamila. Keduanya saling menikmati. Hingga beberapa detik Sandi melepasnya dan bertanya.


" Boleh? "

__ADS_1


Kamila mengangguk seolah pasrah dengan apa yang akan di lakukan Sandi kepadanya. Sandi kemudian membaringkan Kamila dan menindihnya. Berciuman kembali sambil tangan Sandi merayap kemana - mana. Hari ini mereka melalui malam yang panas. Semakin malam semakin panas. Kasur yang bergerak - gerak akibat aktifitas dua orang tersebut. Suara ******* yang memenuhi ruangan dan bercampur nya peluh keduanya menjadi bukti bahwa keduanya saling menginginkan. Malam ini mereka melakukan hingga dua kali.


__ADS_2