Mungkin Memang Jodoh

Mungkin Memang Jodoh
Orang yang Sama


__ADS_3

Di rumah tantenya Dita tampak berpikir dan agak terlihat resah.


"Semoga lelaki tadi mau menghubungiku. Bodoh harusnya aku yang meminta nomornya bukan malah yang memberikan nomorku padanya. Iya kalau dia menepati janji kalau tidak percuma dong", ucapnya yang sedang bicara sendiri di depan kamar.


'Kira - kira lelaki itu mau nggak ya menghubungiku? ', dalam hati Dita sambil menuruni tangga.


Dita sendiri juga merasa bingung kenapa lelaki yang sangat mirip dengan Sandi bisa dengan Bella. Sebenarnya ini bagaimana? pikir Dita.


Diana yang sangat penasaran dengan apa yang terjadi kepada Kamila lantas bertanya kepada Dita begitu keponakannya itu muncul.


"Dit sebenarnya ada apa dengan temanmu itu? ", Diana yang tadinya duduk kini berdiri dan menghampiri Dita.


Dita mengajak Diana duduk kemudian menceritakan semua dari awal kemalangan yang menimpa Kamila hingga kejadian hari ini. Ditengah - tengah ia sedang bercerita datang Reno yang tak lain adalah anak pertama dari Diana. Reno pun ikut mendengarkan apa yang di ceritakan Dita kepada Diana. Setelah Dita selesai bercerita tiba - tiba Reno meminta mamanya membuatkannya kopi.


"Ma bikinin kopi dong! "


"Suruh aja pembantu bikin sana! Kamu ini datang - datang nyuruh mama"


"Nggak mau. Aku maunya buatan mama. Aku kangen kopi buatan mama", alasan Reno.


" Heh dasar jarang datang giliran datang minta dibuatin kopi", gerutu Diana kepada putra pertamanya. Pasalnya Reno memang jarang datang sejak tinggal sendiri dengan sang istri.


"Hehehe", Reno tertawa begitu juga Dita.


" Hei Dit kamu tadi sebut nama Bella, Bella siapa... apa Bella Aditama? ", Reno berbicara pelan takut ada yang mendengar terutama mamanya.


"Hm... Bella itu nama panjangnya kalau nggak salah... sz&iya Bella Aditama. Seingatku iya itu nama panjangnya"


"Kalau yang kami maksud tadi memang benar Bella Aditama berarti teman kamu akan kesusahan"


"Maksud mas Reno? ", Dita dengan suara agak keras.


" Stt jangan keras - keras nanti mama dengar! "


"Jika memang dia adalah Bella Aditama, itu bakal susah berurusan dengan orang itu. Salah satu temanku ada yang bekerja di perusahaan ayah Bella itu. Nama ayahnya Yuda Aditama, dia seorang pengusaha tambang yang sukses dan bahkan bisnisnya sampai luar negeri. Dia terkenal di kota ini. Dia mempunyai satu anak. Hanya saja anaknya mempunyai kekurangan. Barkaitan dengan kejiwaan. Nah ya Bella itu yang di ceritakan oleh temanku. Dia suka bikin rusuh kalau di kantor ya karena kepribadiannya itu"


"Maksudnya gimana mas, kejiwaan? "


"Kata temanku semacam kurang waras"


"Kalau kurang waras kenapa bisa bekerja di perusahaan?"

__ADS_1


"Dalam hal pekerjaan dia masih mampu tapi kepribadiannya itu yang agak - agak. Itu kan perusahaan ayahnya sendiri. Lagi pula apa iya dia bisa bekerja di perusahaan lain dangan kepribadiannya yang seperti itu? "


"Stt ada mama", lanjut Reno memberi kode kepada Dita.


" Nih kopinya", ucap Diana sembari meletakkan kopi di atas meja.


"Makasih mamaku yang cantik", goda Reno kepada Diana.


Dita tertawa terkekeh sedang Diana mencep bibirnya seolah bosan dengan godaan anaknya tersebut. Beberapa menit kemudian Dita sengaja mengajak Reno ke taman dengan alasan ingin curhat.


"Mas Reno, Dita pengen curhat nih tapi nggak enak ada tante Diana. Gimana kalau kita ke taman aja? "


"Ya sana keluar! ", ketua Diana tapi hanya bercanda. Ia sudah hafal jika Dita memang dekat dengan Reno sejak masih anak - anak.


Dita dan Reno kemudian keluar menuju taman yang ada di halaman rumah Diana.


" Apa Dit? "


"Soal tadi mas aku masih penasaran. Apa semua karyawan yang bekerja di perusahaan ayah Bella tahu soal Bella? "


"Kalau yang sering berurusan dengan Bella langsung ya tahu. Tapi jika yang jarang berurusan dengan Bella sepertinya tidak tahu. Kecuali jika ada yang cerita. Tapi Dit namanya orang kalau beruang mau berulah seperti apapun mana ada yang berani buka mulut. Paling ya beraninya ngomong di belakang. Apalagi jika mengingat mereka juga butuh makan. Pasti yang penting mereka kerja dapat uang, sudah. Bahasanya m lebih memilih tutup mata, tutup telinga, tutup mulut daripada mendapat masalah"


"Hm iya sih"


"Eh atau ku coba minta tolong temanku untuk mengambil foto si Bella itu. Buat memastikan aja sih dia Bella yang sama dengan yang kamu maksud atau tidak", lanjut Reno.


"Ah iya itu ide bagus mas"


Reno pun kemudian mengirim pesan kepada teman yang di maksud.


Malam harinya Niko mengirim pesan kepada Dita untuk bertemu besok sore di cafe A. Dita merasa lega yang mendapat pesan dari Niko. Itu berarti lelaki tersebut tidak membohonginya.


"Sepertinya aku dan Kamila harus ijin pada atasan untuk minta tambahan cuti atau Kamila tidak akan bisa bertemu dengan orang itu", gumam Dita.


Sedang Kamila saat ini sedang bertelepon dengan seseorang sepertinya papanya.


Kamila menceritakan apa yang ia alami di kota ini. Ia juga berkata harus memastikan lagi jika itu benar Sandi atau tidak lelaki yang bertemu dengannya.


Besoknya di sebuah cafe Dita bertemu dengan Niko sesuai janji namun Dita tidak sendiri. Ia bersama dengan Kamila. Sebab Kamila memaksa ikut.


Kamila menceritakan dari tiba - tiba hilangnya Sandi. Dan keesokannya baru ditemukan motornya di jurang namun tak di temukan Sandi atau bekasnya di tempat tersebut. Kamila juga menunjukkan foto pernikahannya, foto lainnya saat bersama Sandi dan surat nikah yang selalu ia bawa. Kamila juga memberitahukan bahwa Sandi punya tahi lalat di leher sebelah kanan. Bahkan ia juga menunjukkan salah satu foto Sandi yang memperlihatkan tahi lalatnya. Niko menjadi bingung, apakah selama ini saudara sepupunya telah menculik suami orang? Jika iya berarti Bella belum berubah, ia masih sama dengan yang dulu.

__ADS_1


"Tapi bagaimana saya bisa membawa Antonio keluar? Itu tidak akan mudah. Tapi saya akan mengusahakannya", ucap Niko kemudian.


Ditengah pembicaraan mereka, Dita mendapat sebuah pesan dari Reno. Ia kemudian membuka gambar yang dikirim Reno.


" Deg", Dita terkejut ketika ia melihat foto tersebut. Ternyata Bella yang di ceritakan Reno adalah Bella yang sama. Bella yang ia kenal.


Dita lantas memperlihatkan foto Bella itu kepada Kamila dan Niko.


"Maksudnya apa Dit? ", tanya Kamila dimana pertanyaanya mewakili Niko yang tidak mengerti juga maksud Dita.


" Mil, ini foto yang dikirim saudaraku. Bella yang merupakan teman sekolah kita dia itu punya masalah kejiwaan", Dita menjelaskan.


"Mbak", Niko menginterupsi dengan tegas.


" Tolong jangan keras - keras atau orang akan mendengar! ", ucap pelan Niko kemudian.


Dita dan Kamila saling pandang kemudian,


" Hufft... sepupu saya itu memang ada masalah dengan kepribadiannya. Dan itu sudah lama. Dia juga sempat berobat ke luar negeri dan dinyatakan sembuh", Niko akhirnya bercerita.


"Sembuh? Sepertinya tidak deh", ucap Dita.


" Sekarang yang saya mau mas bawa Antonio atau siapa itu di hadapan kami. Atau saya akan mengusut masalah ini ke kantor polisi", ancam Dit.


"Wow slow mbak slow... saya akan mengusahakan membawa Antonio ke hadapan mbak tapi saya tidak janji kapannya karena mbak tidak tahu kan rumah kami banyak penjaga dan itu orang di bawah kendali Bella. Saya tidak bisa langsung membawa Antonio begitu saja. Harus ada rencana terlebih dahulu", Niko menjelaskan kepada Dita dan Kamila.


"Saya mohon mas... saat ini hanya mas satu - satunya orang yang bisa saya harapkan! Saya adalah seorang istri juga seorang ibu yang menunggu kedatangan suami saya selama dua tahun ini. Tolong kasihani saya dan putri saya yang masih kecil! ", Kamila memohon dengan linangan air mata dan tangan yang menelungkup di depan dadanya.


Baik Dita dan Niko merasa tak berdaya melihat Kamila yang seperti itu. Niko mengangguk karena iba. Ia membayangkan jika hal itu terjadi kepada keluarganya.


" Iya mbak, tapi tolong jangan desak saya! Mbak juga harus tahu posisi saya. Jika saya tidak berhati - hati maka keluarga saya juga akan kena masalah. Mohon untuk bersabar jika mbak ingin saya membantu mbak"


Kamila dan Dita pun luluh setelah mendengar perkataan Niko.


"Dit aku nggak nyangka jika Bella yang dulu teman satu sekolah kita mempunyai kekurangan seperti itu", ucap Kamila di tengah perjalanan pulang dengan menaiki mobil yang Dita pinjam kepada tantenya.


" Sama. Aku kaget banget waktu mas Reno mengirim foto Bella"


"Jadi kamu cerita sama saudara sepupumu? "


"Iya kemarin waktu aku cerita sama tante soal kamu dan kebetulan mas Reno datang. Dia ikut mendengarkan dan kemudian tanya sama aku soal Bella yang ku maksud"

__ADS_1


Dita menceritakan awal Reno memastikan Bella adalah orang yang sama dengan Bella yang merupakan anak dari atasan teman Reno.


__ADS_2