Musim Semi Di Tiansheng

Musim Semi Di Tiansheng
Bab 11


__ADS_3

" Persiapkan identitasku, kita akan memasuki kediaman menteri Hua." setelah memberi perintah tanpa menunggu jawaban, pria itu langsung berjalan kearah Hua Chunran yang sedang berdebat dengan Wen Cheng Si.


Penjaga bayangan yang menerima perintah pria itu hanya mengangguk lalu berbalik pergi untuk melaksanakan perintah tuannya. Dia tahu maksud tuannya tanpa bertanya lagi, karena mereka memang dalam misi menyelidiki keterlibatan menteri Hua Qi Mo dengan keluarga Wen dalam perencanaan pemberontakan.


Hua Chunran tetap bersikeras kembali pulang bersama Dan Yin saja, Wen Cheng Si juga bersikeras mengantar Hua Chunran pulang. Sebenarnya jika tak mengingat hubungan menguntungkan antara keluarganya dan Hua Qi Mo , Wen Cheng Si bahkan tak akan perduli Hua Chunran mau diantar pulang atau tidak.


Pada saat ini ,suara bariton nan merdu seorang pria terdengar.


" Nona Hua ,.maaf hamba datang terlambat, hamba akan membawa nona pulang.".Seorang pria tampan , sangat tampan berpakaian serba hitam tiba-tiba datang dan langsung menuju ke arah Hua Chunran.


Semua yang ada disitu tercengang melihat kemunculan pria itu yang tiba-tiba.Terutama para wanita bahkan Hua Chunran pun tak bisa menyembunyikan tatapan takjubnya. Wen Cheng Si sudah sangat tampan, tapi pria yang baru datang ini ketampanannya berada di level yang jauh berbeda. Seolah-olah dia dewa yang turun dari langit, memukau dan menyilaukan.


" Si.. Siapa kamu? " tanya Hua Chunran tergagap. Kenapa pria zaman kuno semuanya sangat tampan pikirnya dengan mata berbinar.


Wajah Wen Cheng Si menggelap melihat ekspresi Hua Chunran yang terpana oleh ketampanan pria lain, bahkan di depan matanya.


" Salam Nona Hua, hamba dikirim oleh Menteri Hua untuk menjemput Nona, Menteri sangat mengkhawatirkan keselamatan Nona karena sudah larut malam belum kembali ke kediaman." Pria itu memberi salam dengan mengepalkan kedua tangannya hormat.


" Nona,hamba belum pernah melihatnya di kediaman." bisik Dan Yin lirih ketelinga Hua Chunran.


Seolah mendengar kata-kata Dan Yin, pria itu melanjutkan berkata. " Hamba adalah penjaga baru yang direkrut belum lama ini oleh kediaman Menteri Hua, hari ini adalah hari pertama hamba bertugas."


"Heh ternyata hanya seorang penjaga ." cibir Wen Cheng sinis.Hua Chunran menatap Wen Cheng Si tak suka mendengar kata-katanya.


Xie Wan Qing dan yang lainnya yang awalnya terpesona pada pria itu , begitu mendengar dia hanya seorang penjaga belaka langsung kehilangan minatnya .

__ADS_1


"Sayang sekali dengan wajahnya yang sangat tampan itu dia pasti tak akan kalah dengan ketampanan putra mahkota yang terkenal. Tapi dia hanya seorang penjaga belaka? .Sungguh menyia-nyiakan wajah tampannya." cibir mereka lalu mulai bergosip .


Pria itu tampak tak perduli dengan cibiran dan cemoohan yang ditujukan kepadanya. Hua Chunran merasa tak enak pada pria itu .


"Baiklah , syukurlah kamu datang tepat waktu. Aku akan kembali bersamamu, Dan Yin ayo kita pulang." Ajak Hua Chunran kemudian. Dia memutuskan kembali bersama pria itu.


" Baik nona . " Dan Yin mengikuti dengan bersemangat. Dia terlebih dahulu memberi hormat pada Wen Cheng Si baru mengejar Hua Chunran yang telah lebih dulu melangkah pergi dengan acuh .


Hua Chunran bahkan sama sekali tak berpamitan dan sama sekali tak menoleh saat pergi dari sana. Wen Cheng Si mengepalkan tangannya, tatapannya dingin, kenapa dia merasa Hua Chunran mengabaikannya.


" Kearah sini Nona." Pria itu memimpin jalan.


" Dimana kereta kudanya? " tanya Hua Chunran. Pria itu tertegun , rencana ini terlalu tiba-tiba dia tak sempat mempersiapkan kereta kuda. Dia menggaruk kepalanya yang tak gatal. Lalu menoleh ke arah Hua Chunran dan berkata dengan nada canggung.


" lalu bagaimana kita akan pulang?. Aku tak bisa menunggangi kuda " Hua Chunran tertegun.


" Dan Yin apakah kau bisa menunggangi kuda? " Tanya Hua Chunran penuh harapan.


" Hamba bisa menunggangi kuda , tapi kalau untuk menunggangi berdua dengan nona hamba tidak yakin." Dan Yin berkata ragu.


" Kalau tidak keberatan, nona bisa menaiki kuda bersama hamba." Ujar pria itu kemudian.


" Baiklah, bukan ide yang buruk." Hua Chunran langsung menyetujuinya. Sebagai wanita dari zaman modern dia tak terlalu kaku dengan interaksi antara pria dan wanita. Tapi tidak dengan Dan Yin. Dia langsung menyela untuk menyatakan keberatannya.


"Tapi nona..."

__ADS_1


"Sudahlah, ini sudah larut malam, kita tak akan bisa kembali pulang dan bermalam di luar kalau terlalu banyak pertimbangan." Potong Hua Chunran.


Dan Yin tak bisa berkata apa-apa, dia tak ingin nonanya menaiki kuda bersama pria lain , karena statusnya yang sudah bertunangan. Tidak akan baik bagi reputasi Nonanya jika diketahui orang lain. Pria itu tampaknya tahu pemikiran Dan Yin dan dia memberikan cadar penutup kepada Hua Chunran untuk menutupi identitasnya.


" Nona pakailah ini." Pria itu mengulurkan tangannya dan memasangkan cadar penutup itu pada Hua Chunran. Hua Chunran tertegun melihat tindakannya , dia tersipu malu dan wajahnya memerah. Beruntung cadar itu segera menutupi wajahnya yang memerah sehingga tak kentara terlihat oleh pria itu.


Pria itu kemudian membantu Hua Chunran naik ke atas kuda dengan hati-hati. Hua Chunran baru sekali ini menaiki kuda secara langsung jadi dia sedikit gugup. Apalagi dengan gaun Hanfu yang masih belum terlalu terbiasa di pakainya sehari-hari. Sebagai wanita modern dia jarang memakai Hanfu , dia menyukai memakai celana panjang atau pendek yang praktis .


Karena gugup dan tak terbiasa , Hua Chunran terpeleset saat menginjakkan kakinya ke pijakan untuk menaiki kuda dan hampir terjatuh ke tanah. Beruntung pria itu dengan sigap menangkap tubuhnya yang oleng.


" Ah nona, kamu baik-baik saja? " Dan Yin berteriak khawatir dari atas kudanya.


" Tidak , tidak apa-apa, aku baik-baik saja." Hua Chunran menjawab dengan gugup. Pipinya memerah dan jantungnya berdebar kencang menyadari dia jatuh ke pelukan pria itu.


Dan Yin menghela nafas lega , melihat Nonanya tak mengalami cedera.


" Nona hati-hati , pijakannya licin sedikit basah oleh embun karena sudah larut malam." ujar pria itu sambil menatapnya dalam-dalam. Tanpa sadar pria itu mencengkeram erat tubuh Hua Chunran seolah takut Hua Chunran akan terjatuh lagi.


" maaf, maafkan aku , ini pertama kalinya aku menaiki kuda secara langsung." jawab Hua Chunran dengan malu. Itu tak mengejutkan sebagai nona pertama yang dimanja dan disayang dari kediaman menteri Hua, pasti Hua Chunran selalu dilayani dengan baik dan kemana-mana akan pergi diantar kereta kuda pikir pria itu.


" Baiklah nona, ayo naiklah lagi, hamba akan membantu nona." Pria itu kemudian dengan hati-hati membantu menaikkan Hua Chunran ke punggung kuda. Kali ini akhirnya Hua Chunran berhasil menaiki kuda dengan sukses berkat bantuan pria itu.


Pria itu kemudian ikut naik ke atas kuda dan duduk tepat di belakang punggung Hua Chunran. Jantung Hua Chunran semakin berdebar dengan kencang, wajahnya bersemu merah dan dia merasakan punggungnya terasa meremang geli oleh tubuh mereka yang bersentuhan. Beruntung dia memakai cadar sehingga perubahan ekspresinya tak bisa terlihat siapapun.


Kuda mereka mulai bergerak perlahan diikuti kuda yang ditunggangi Dan Yin .

__ADS_1


__ADS_2