Musim Semi Di Tiansheng

Musim Semi Di Tiansheng
Bab 40


__ADS_3

Zhao Xifeng dan yang lainnya mengobrak-abrik seluruh kediaman tabib Wang untuk mencari keberadaan tabib yang diyakininya telah menculik Hua Chunran dan Dan Yin.


Beberapa penjaga kediaman tabib Wang telah dilumpuhkan dengan mudah, tapi sosok tabib Wang tidak terlihat dimanapun , dia seperti menghilang ditelan bumi.


Xu Feng kemudian menyeret seorang penjaga yang sudah berlumuran darah lalu melemparkannya kehadapan Zhao Xifeng.


"Kita tanya saja padanya dimana tabib Wang , jika dia tidak mau memberitahu beri dia siksaan yang kejam. aku tidak percaya dia masih akan menutup mulutnya dengan rapat."


Zhao Xifeng menatap penjaga itu dengan dingin, sorot matanya penuh dengan niat membunuh yang kuat.


" Katakan !! Dimana tabib Wang?! tanya Zhao Xifeng sambil menggertakkan giginya menahan amarah yang kuat.


Penjaga itu menggeleng sambil menatap Zhao Xifeng dengan sinis. " Bunuh saja aku, jangan harap aku akan memberi tahu dimana tabib Wang !!."


Dia tidak menyangka tamu tabib Wang kali ini sangat kuat bahkan dia dan penjaga lain tak berkutik sedikitpun menghadapi Zhao Xifeng dan yang lainnya.


Pupil mata Zhao Xifeng yang sedalam laut, diam-diam bersinar dengan cahaya yang kejam. Dia lalu berkata dengan suara pelan tapi ada rasa dingin yang menusuk tulang di dalam suaranya.


" Kematian terlalu mudah untukmu !!." Zhao Xifeng menyipitkan matanya dan tatapan kejam melintas di matanya. Dia kemudian mengayunkan pedangnya menusuk salah satu mata penjaga itu dengan kejam.


" Aaaaaaa!!!" penjaga itu berguling-guling kesakitan sambil memegangi satu bola matanya yang hancur di tusuk pedang oleh Zhao Xifeng.


Xu Feng yang berdiri paling dekat dan juga yang lainnya tercengang melihat kekejaman Zhao Xifeng. Meski Xu Feng yang tadi menyarankan untuk menyiksa Penjaga itu dengan kejam dia masih tercengang. Xu Feng dan yang lain tak menyangka Zhao Xifeng akan langsung bertindak tanpa peringatan sama sekali.


Mereka sebelumnya telah melihat bagaimana Zhao Xifeng langsung membunuh pelayan Xie Wan Qing yang arogan tanpa banyak bicara , sekarang mereka kembali melihat Zhao Xifeng yang dengan kejam langsung menusuk bola mata penjaga tabib Wang. Mereka mau tidak mau merasa sedikit ngeri , untung saja Zhao Xifeng bukan musuh mereka. Jika mereka adalah musuh Zhao Xifeng tidak terbayangkan bagaimana mereka akan mati di tangan Zhao Xifeng.


" Bunuh saja aku, kau pikir dengan menyiksaku begini aku akan membuka mulutku ?!!" penjaga itu masih bertahan sambil memegangi matanya kesakitan.

__ADS_1


Tanpa banyak kata Zhao Xifeng kembali menebas pedangnya. Kali ini dia menebas telinga penjaga itu hingga putus .


" Aaaaarrrgghhh!!!" Penjaga itu melolong kesakitan. Dia kemudian mengeluarkan belati dari balik bajunya hendak bunuh diri namun kecepatan reaksi pedang Zhao Xifeng sangat cepat, pedang Zhao Xifeng langsung menebas tangan penjaga itu hingga hampir putus.


"Huaaaaaaaargggh !!!" Penjaga itu muntah darah merasakan kesakitan yang luar biasa .


" Katakan , atau kau ingin aku potong hidup-hidup satu demi satu anggota tubuhmu sampai mati?!!" tanya Zhao Xifeng dengan dingin.


Penjaga itu gemetar ketakutan dan gemetar menahan sakit yang luar biasa. Dia tidak menyangka laki-laki dihadapannya ini begitu kejam. Jika bisa dia sangat ingin mati saat ini juga .


Xu Feng dan yang lainnya membeku melihat pemandangan ini. Sepertinya di masa depan mereka tidak bisa memandang remeh Zhao Xifeng.


Meski Zhao Xifeng adalah pemimpin mereka kali ini tapi karena status Zhao Xifeng yang masih penjaga baru di kediaman menteri Hua, mereka masih tidak terlalu menganggap Zhao Xifeng tinggi. Itu karena mereka belum melihat kemampuan dan kekejaman Zhao Xifeng.


Mereka semua sudah pernah membunuh banyak musuh tapi mereka belum pernah melakukan dan menyaksikan hal kejam seperti ini.


" Tunjukkan jalannya!!" Perintah Zhao Xifeng dengan dingin.


" Jalan ke gua bawah tanah ada di bawah ranjang di kamar tabib Wang, atau juga di bawah ranjang setiap kamar tamu."


" semua orang periksalah !" perintah Zhao Xifeng.


Xu Feng dan yang lain mengangguk tanpa menjawab , mereka langsung berlari secepat kilat memeriksa masing-masing kamar yang ditunjukkan penjaga itu.


Tak lama kemudian semua orang kembali dan melaporkan hasil pemeriksaan mereka.


" Benar Ketua Zhao, ada jalan ke gua bawah tanah." Han Sen yang datang lebih dahulu langsung melaporkan. Han Sen sudah mengubah panggilannya menjadi ketua karena shock Terapy yang diberikan Zhao Xifeng tadi. Yang lain juga membenarkan hasil pemeriksaan mereka.

__ADS_1


" Aku sudah mengatakannya, kalau begitu Bu....." Belum sempat kata-kata penjaga itu selesai diucapkan, Zhao Xifeng sudah menebas leher penjaga itu hingga terputus. Kepalanya jatuh menggelinding ke tanah dengan mata terbelalak. Mungkin dia tidak menyangka akan mati dengan begitu mengenaskan.


Xu Feng dan yang lain terpaku menyaksikan kekejaman Zhao Xifeng.


"Kalau aku tidak langsung menebas kepalanya , dia akan merasakan kesakitan lebih lama." ujar Zhao Xifeng dingin seolah memberi penjelasan atas tindakannya pada teman-temannya.


Teman-temannya mengangguk , lagipula tidak ada gunanya merasa kasihan pada penjaga itu , sekarang nyawa nona mereka dan Dan Yin dalam bahaya. Mereka harus bergegas menyelamatkan Hua Chunran dan Dan Yin sebelum semuanya terlambat.


Mereka langsung bergegas pergi ke kamar yang sebelumnya di tempati oleh Hua Chunran dan Dan Yin. Dengan sedikit menekan tempat tidur , kemudian tempat tidur itu perlahan bergerak kebawah.


Karena tidak bisa sekaligus membawa semua orang ke bawah ,yang lain kemudian memutuskan turun ke bawah dari kamar lain .


Zhao Xifeng dan Jiang Zhen sampai lebih dulu ke gua bawah tanah. Mereka melihat ke sekeliling hanya ada dinding bebatuan gelap dengan penerangan cahaya obor yang hampir mati disudut ruangan.


Tak lama kemudian yang lain sudah menyusul dan mendarat di tempat yang tak jauh dari tempat Zhao Xifeng dan Jiang Zhen berdiri. Mereka segera berkumpul mendekat sambil memperhatikan ke sekelilingnya.


Mereka mencium aroma bau anyir darah yang menyengat menusuk hidung. Mereka lalu memindai seluruh ruangan dan menemukan mereka berada di ruangan seperti penjara dengan terali. Tapi pintu terali itu sekarang terbuka .


Zhao Xifeng bergegas berjalan ke arah pintu terali di ikuti oleh yang lain. Mereka berhati-hati melangkah dan mengeluarkan sedikit ilmu meringankan tubuh agar langkah mereka tidak terdengar pihak lain . Mereka berusaha keras tidak menimbulkan suara mencurigakan.


Mereka kemudian melewati lorong-lorong gua yang gelap dengan penerangan cahaya obor yang hampir mati. Mereka terus bergerak maju selangkah demi selangkah.


Dua orang penjaga yang berjaga di dekat penjara yang berisi kumpulan wanita merasakan ada aura asing yang mendekat. Mereka saling berpandangan mengkonfirmasi apakah yang mereka rasakan tidak salah. Bagaimana bisa di gua bawah tanah ini ada begitu banyak aura asing sekaligus?


Zhao Xifeng yang menyadari keberadaannya diketahui dengan isyarat memerintahkan penjaga lain untuk menahan auranya, dan seketika aura mereka menghilang.


Dua penjaga itu merasakan aura yang datang tadi menghilang tiba-tiba merasa heran.

__ADS_1


" Mungkin kita salah .." ujar salah seorang dari mereka. Yang lain mengangguk setelah memastikan lagi benar-benar tak ada aura mendekat. Tapi baru mereka hendak menoleh ke arah lorong gua , tiba-tiba sebuah pukulan menghantam kepala mereka membuat mereka langsung jatuh tak sadarkan diri seketika.


__ADS_2