
Tatapan semua orang berubah suram, perasaan mereka rumit. Xu Feng kemudian berdiri lalu menatap Hua Chunran dengan memendam amarah di hatinya.
" Nona apa menurutmu nyawa kami yang rendahan ini tidak berarti apa-apa bagimu, sehingga kamu membohongi dan mempermainkan kami seperti ini?!" tanyanya dingin.
Hua Chunran menggeleng kencang , airmatanya semakin deras.
" Tidak ! aku tidak seperti itu !!. Aku hanya tidak menyangka bahwa kita akan menghadapi bahaya begitu besar."
Ini yang ditakutkan oleh Hua Chunran sejak awal jika dia jujur , semua orang akan marah dan salah paham padanya. Tapi dia tidak bisa terus menyembunyikan kebenaran karena hati nuraninya semakin merasa bersalah.
" yah tidak heran nona tidak tahu apa-apa.Putri bangsawan seperti noba yang lahir dengan sendok emas di mulut apa yang nona tahu?! " kecam Xu Feng lagi. Mata gelapnya memerah. Xu Feng dipenuhi dengan kemarahan .
"Xu Feng jaga kata-katamu!!. Jangan keterlaluan!!.Hardik Zhao Xifeng keras.
Hua Chunran melirik Zhao Xifeng seolah dia tiba-tiba menemukan pilar pendukungnya. Dia dengan erat menggenggam tangan Zhao Xifeng .Sudut matanya masih berkaca-kaca dan mengeluarkan butir-butir bening yang mengalir di kedua pipinya.
Xu Feng terlihat tidak terima di bentak Zhao Xifeng dan hendak membantah tapi segera di tengahi oleh Jiang Zhen.
"Zhao Xifeng benar , Xu Feng jangan keterlaluan! Nona pasti punya alasannya sendiri."
"Alasan apa yang membuatnya mempermainkan nyawa kita semua?!" Bantah Xu Feng lagi.
" Sejak kapan kita sebagai penjaga , sebagai bawahan boleh mempertanyakan alasannya jika tuan kita melakukan sesuatu?!" Zong Yue juga angkat bicara .
Xu Feng menggertakkan giginya tak terima , tidak ada yang mendukungnya sama sekali.
" Nona tidak pernah bermaksud mempermainkan nyawa kalian semua, dia hanya tidak menyangka akan mengalami bahaya mengerikan seperti ini. Apalagi dia sendiri dan aku hampir menjadi korban. " Bela Dan Yin .
" Benar ! nona bahkan berbesar hati meminta maaf kepada kita semua .Itu sudah membuktikan ketulusan nona pada kita semua. Terlebih lagi nona juga banyak membantu kita dan mau bekerja sama dengan kita.Bahkan nona dengan sukarela membersihkan dan mengobati luka kita. Putri bangsawan mana yang rela melakukan hal kotor seperti membersihkan luka penjaganya seperti itu." Han Sen juga membela Hua Chunran.
Semua orang terdiam begitu mendengar kata-kata Dan Yin dan Han Sen.
__ADS_1
Dengan statusnya sebagai putri bangsawan yang lahir dengan sendok emas dimulutnya, dimanja dengan semua kasih sayang dan kemewahan sejak kecil , sangat jarang melihat seorang putri bangsawan yang rendah hati dengan pikiran murni rela berbagi kesusahan dan membantu para bawahannya.
Kalau dipikir-pikir, Hua Chunran pasti tumbuh di bawah perlindungan semua orang. S
ekarang setelah mereka berinteraksi satu sama lain, mereka merasa Hua Chunran benar-benar berbeda dengan nona bangsawan lainnya .
Mata Xu Feng dipenuhi ketidakberdayaan. Dia terduduk lesu .
Hati Hua Chunran menghangat karena pengertian semua orang .
" Terima kasih atas pengertian semua orang, aku tidak akan melupakan kebaikan kalian semua ." Hua Chunran kembali membungkuk menyampaikan permintaan maafnya.
" Sudahlah nona ini bukan salahmu, maafkan juga Xu Feng karena usianya yang masih muda dia masih mudah tersulut emosi dan pikirannya belum jernih." Ujar Jiang Zhen.
Zhao Xifeng kemudian membantu Hua Chunran berdiri tegak.Hua Chunran memandang Xu Feng yang masih diam enggan menatap ke arahnya.
" Xu Feng jangan seperti ini, kita harus bekerja sama agar bisa keluar dari tempat ini hidup-hidup. Jangan biarkan emosi menguasaimu." Tegur Zhao Xifeng.
Xu Feng masih terdiam, jauh di lubuk hatinya dia juga merasa sedikit keterlaluan. Tapi hatinya masih enggan .
Disaat itu tiba-tiba terdengar suara keroncongan dari perut Hua Chunran. Hua Chunran menunduk memegang perutnya dengan wajah memerah malu. Zhao Xifeng tak mampu menahan senyum diwajahnya melihat ekspresi malu-malu Hua Chunran.
" Mari kita kesampingkan masalah ini terlebih dahulu. Kita harus segera mencari stok makanan di gua ini." Ujar Zhao Xifeng menyadarkan semua orang bahwa mereka sudah sangat lapar.
" Benar dengan banyaknya penjaga dan para wanita yang di penjara, aku yakin ada gudang makanan disini." Han Sen mengangguk setuju.
" Benar kita juga harus memberi makan para wanita itu jangan sampai mereka mati kelaparan." Jiang Zhen menimpali.
Mereka segera bergerak, bergegas mencari gudang makanan. Benar saja tak berapa lama mereka segera menemukan gudang makanan. Setelah Zhao Xifeng memastikan stok makanan di gudang itu tidak beracun barulah mereka bersama - sama mengolahnya menjadi masakan.
Hua Chunran bersikeras membantu memasak meski semua orang sudah mencegahnya.
__ADS_1
" Tambah satu orang lagi pasti memasak akan lebih cepat selesai. Lagipula sebelumnya aku sudah berjanji akan memasakkan makanan enak untuk kalian semua saat kembali nanti. Sepertinya aku harus mempercepat memenuhi janjiku .Yah walaupun dengan makanan seadanya sesuai persediaan ." ujar Hua Chunran yang tak bisa di bantah semua orang.
Diam-diam mereka semakin mengagumi kepribadian rendah hati Hua Chunran.
Dan Yin tercengang begitu melihat Hua Chunran dengan cekatan memotong sayur dan membuat bumbu masakan .
" Nona sejak kapan kamu pandai memasak?" tanya Dan Yin Heran.
Hua Chunran tersenyum canggung" aku selalu suka memasak . Hanya saja aku tidak punya kesempatan untuk memasak sendiri."
" jadi ini pertama kali nona memasak? " tanya Jiang Zhen ragu.
Hua Chunran mau tidak mau mengangguk. Akan aneh jika dia mengaku sudah sering memasak.
Semua orang merasa takjub tak terkecuali Zhao Xifeng karena dengan kelincahan Hua Chunran mengolah dan memasak makanan sepertinya ini bukan pertama kalinya dia memasak.
Tapi jika dipikirkan tentu saja nona mereka tak pernah memasak karena dia mempunyai banyak juru masak yang akan memasakkan makanan untuknya setiap hari.
Dikehidupannya sebelumnya Hua Chunran setiap hari memasak sendiri , dia juga bekerja paruh waktu disebuah restoran jadi memasak bukan hal yang aneh baginya.
Semua orang bahu membahu dengan senang hati membersihkan bahan makanan . Dan Yin dan Hua Chunran kemudian memasaknya. Setelah selesai dengan penuh semangat mereka segera menyantap makanan bersama -sama.
Entah karena terlalu lapar dan lelah, makanan yang mereka santap kali ini terasa sangat lezat meski dengan persediaan bahan dan bumbu seadanya.
"Brakkk!!" pintu kamar tabib Wang dibuka dengan keras. Tabib Wang yang sedang menulis surat tersentak kaget.
" Sialan apakah kau sudah bosan hidup?!" maki tabib Wang saat melihat seorang penjaganya menerobos masuk tanpa permisi.
" Maafkan hamba tabib, ada hal mendesak yang harus hamba laporkan." sahut Penjaga itu gugup.
" Katakan!. Sebaiknya hal yang akan kamu laporkan cukup mendesak agar nyawamu yang tipis masih bisa selamat!" ancam tabib Wang sambil menatap penjaga didepannya dingin.
__ADS_1
"
"