Musim Semi Di Tiansheng

Musim Semi Di Tiansheng
Bab 27


__ADS_3

Hua Chunran menepati janjinya. Saat mereka beristirahat dalam perjalanan , setelah makan dan beristirahat sejenak dia akan mengajari Dan Yin belajar membaca dan menulis.


Karena mereka tidak membawa batu tinta , jadi Hua Chunran meminta para penjaga membakar kayu dan menggunakan arangnya untuk menulis di atas batu.


Hua Chunran juga menyuruh para penjaganya mencari batu yang cukup lebar sebagai media tulis saat mereka melewati sungai penuh bebatuan.


Dan Yin sangat senang dan merasa sangat bersemangat. Para penjaga yang lain sebenarnya juga ingin belajar membaca dan menulis seperti Dan Yin, tapi mereka tidak berani meminta Hua Chunran mengajari mereka. Jadi mereka hanya bisa diam-diam mengamati Dan Yin yang sedang belajar .


Hua Chunran akhirnya menyadari bahwa para penjaganya juga tertarik belajar membaca dan menulis .


" Apakah kalian juga ingin belajar seperti Dan Yin? " tanya Hua Chunran mengejutkan semua penjaganya juga dua orang kusir kereta kuda yang bersama mereka.


Mereka ragu-ragu menjawab " tidak, tidak nona , hamba tidak berani.."


" Ayo kalau mau belajar , aku akan mengajari kalian. Bisa belajar membaca dan menulis akan sangat berguna untuk kalian nanti, agar tidak mudah ditipu orang . Sebagai penjagaku itu juga berguna bagiku agar kalian bisa melindungiku." Ujar Hua Chunran mencoba membujuk mereka.


Para penjaga itu berpikir sejenak dan merasa kebenaran dalam kata-kata Hua Chunran. Dengan bersemangat mereka mengangguk setuju.


" Kami ingin belajar nona." Semuanya mengatakan dengan serempak kecuali Zhao Xifeng.


Hua Chunran tersenyum puas, tapi melihat Zhao Xifeng yang hanya diam saja Hua Chunran mengernyitkan dahi.


"Penjaga Zhao , apakah kamu tidak ingin belajar? " Tanya Hua Chunran sambil menatap Zhao Xifeng heran .


Semua orang kemudian menoleh ke arah Zhao Xifeng begitu mendengar pertanyaan Hua Chunran kepada Zhao Xifeng.

__ADS_1


Zhao Xifeng merasa canggung lalu mengangguk." Hamba akan belajar , mohon bantuan nona.." .


Sebenarnya Zhao Xifeng sudah pandai membaca dan menulis , dia bahkan mempunyai beberapa guru khusus yang akan mengajarinya setiap hari sejak dia kecil.


Tapi jika dia mengatakan dia sudah bisa membaca dan menulis semua orang akan mencurigai identitasnya. Dia hanya bisa menerima pelajaran dari Hua Chunran.


Sebenarnya jauh di lubuk hatinya, kekagumannya pada sosok Hua Chunran semakin bertambah dari hari ke hari. Apalagi dengan statusnya yang begitu terhormat Hua Chunran sukarela mengajari pelayan dan penjaganya membaca dan menulis. Belum pernah Zhao Xifeng menemukan orang yang begitu murah hati dan tulus seperti Hua Chunran.


Hua Chunran mengangguk dan tersenyum puas mendengar jawaban Zhao Xifeng. Dia lalu kembali melanjutkan pelajarannya. Yang mengejutkan Hua Chunran ketika masing-masing orang sudah menyiapkan batu lebar dan arang sendiri-sendiri. Mereka ternyata diam-diam telah mempersiapkannya selama ini .


Hua Chunran tercengang dan senyum bahagia merekah di bibirnya yang merah seperti Cherry.


Zhao Xifeng menatap Hua Chunran yang tersenyum diam-diam. Senyumannya mekar dan menyejukkan seperti angin musim semi. Mata Zhao Xifeng yang hitam pekat bersinar , ada perasaan aneh menyusup ke dalam hatinya.


Sejak hari itu, ya sejak hari itu, saat pertama kali dia melihatnya di festival perahu naga, dia merasa gadis ini berbeda.


Jiang Zhen seolah tahu Zhao Xifeng tidak akan punya batu dan arang sendiri , dia ternyata mempersiapkan dua buah batu dan segera memberikan satu untuk Zhao Xifeng dan beberapa arang .


Zhao Xifeng menerimanya dengan perasaan rumit. Hatinya menghangat dan dia berterima kasih dengan tulus pada Jiang Zhen . Jiang Zhen hanya tersenyum sambil menepuk bahu Zhao Xifeng dengan santai.


Setiap hari mereka akan beristirahat selama dua jam saat perjalanan siang , satu jam digunakan untuk makan dan beristirahat.Satu jam lagi digunakan untuk belajar.


Semua orang sangat bersemangat untuk belajar dan merasa perjalanan jauh yang mereka tempuh semakin menyenangkan. Saat malam mereka juga beristirahat. Meski mereka masih sanggup melanjutkan perjalanan terus menerus , kuda-kuda mereka harus beristirahat agar tidak kelelahan.


Hua Chunran tidak hanya mengajari Dan Yin dan yang lainnya huruf Hanzi juga mengenalkannya pada abjad latin . Juga angka-angka .Tak lupa juga mengajari mereka romanisasi pinyin untuk menjembatani huruf Mandarin dengan Huruf Latin.

__ADS_1


Zhao Xifeng yang belum mempelajari huruf abjad latin , angka-angka serta Romanisasi pinyin merasa mendapatkan ilmu baru.Kali ini dia belajar dengan sungguh-sungguh.


Kenapa Zhao Xifeng merasa Hua Chunran lebih berpengetahuan dan lebih pintar dibanding para guru yang mengajarinya sejak kecil?. Bahkan Zhao Xifeng merasa Hua Chunran pantas menjadi guru besar kerajaan. Darimana datangnya kecerdasan dan pengetahuan luas Hua Chunran ini?


"Apakah banyak rakyat kita yang juga tak bisa membaca dan menulis ?" tanya Hua Chunran tiba-tiba.


Semua orang mengangguk serempak..


" alangkah baiknya jika lebih banyak rakyat yang bisa membaca dan menulis. Jika banyak rakyat bisa membaca dan menulis negara kita akan semakin maju dan makmur ." Ujar Hua Chunran kemudian.


" Apa maksud nona? Bisakah nona menjelaskannya ? " tanya Zhao Xifeng sambil menatap Hua Chunran penuh rasa penasaran. Matanya berbinar penuh rasa ingin tahu. Dia merasa tertarik dengan kata-kata Hua Chunran.


" semakin banyak orang bisa membaca dan menulis semakin banyak orang bisa mencari ilmu pengetahuan dengan membaca buku-buku. Semakin banyak membaca buku semakin banyak orang pintar dan berpengetahuan luas. Orang yang pintar akan berusaha mengembangkan dirinya menjadi lebih baik dan mereka akan mempelajari serta menguasai berbagai macam keterampilan.."


Hua Chunran berhenti sejenak lalu melanjutkan" Jika banyak orang yang pintar dan menguasai berbagai keterampilan dan keahlian maka akan lahir lebih banyak tabib baru ,ahli keuangan, ahli pemerintahan, pedagang yang handal mengelola keuangannya, petani yang tahu cara mengolah lahan yang benar dan berbagai macam keahlian lainnya."


" Maaf hamba masih belum mengerti .." Zhao Xifeng yang biasanya pintar sedikit kesulitan mencerna kata-kata Hua Chunran.


Hua Chunran terdiam, dia juga merasa kata-katanya terlalu modern, jadi dia mencoba mencari kata-kata yang lebih mudah dimengerti.


" Ehm jadi begini, jika kita sudah bisa membaca dan menulis kita akan menjadi lebih pintar, dan cakap . Kita bisa mencari pekerjaan yang lebih baik misalnya saat ini jarang atau tidak ada rakyat biasa yang bisa ikut ujian kenegaraan , rata-rata kebanyakan dari keluarga bangsawan atau pejabat. Akibatnya rakyat hanya bisa menjadi rakyat seumur hidupnya tanpa bisa merubah nasibnya."


Hua Chunran berhenti sejenak untuk memikirkan lagi kata-kata yang mudah dicerna. Semua orang mendengarkan dengan antusias.Terlebih Zhao Xifeng dia sangat penasaran dengan kata-kata Hua Chunran.


" Jika rakyat menjadi pintar , mereka juga akan bisa punya kesempatan mengikuti ujian kenegaraan, jika bisa lulus tentu pendapatan mereka akan meningkat dan bisa mengubah hidupnya menjadi lebih baik dan sejahtera .Semakin banyak orang yang hidupnya sejahtera tentu negara akan semakin makmur. "

__ADS_1


" Tapi bukankah itu akan mengancam kehidupan para bangsawan, mereka akan merasa tersaingi? " ujar Zhao Xifeng ragu.


"Jika negara ingin maju mereka tidak boleh hanya memikirkan kepentingan satu golongan saja ." Hua Chunran menjawab sambil tersenyum tipis, dia senang melihat antusiasme Zhao Xifeng.


__ADS_2