Musim Semi Di Tiansheng

Musim Semi Di Tiansheng
Bab 33


__ADS_3

Menteri Hua melihat Yan Xun dengan tatapan suram.


" Yan Xun , aku mempercayakan padamu untuk merekrut semua penjaga baru . Apakah kamu sudah benar-benar menyelidiki semua latar belakang penjaga baru yang kita terima?" Tanya menteri Hua sambil menatap kepala penjaga Yan Xun dengan tatapan dalam.


Yan Xun merasakan kilatan bahaya di hatinya. Mungkinkah menteri Hua sudah mengetahui identitas Zhao Xifeng?


" Hamba sendiri yang memeriksa latar belakang semua penjaga baru yang kita terima. Hamba bisa memastikan tidak ada masalah dengan semua latar belakang mereka." Jawab Yan Xun dengan penuh keyakinan. Tak terlihat sedikitpun keraguan di matanya dan nada bicaranya.


Menteri Hua sedikit merasa lega mendengar jawaban Yan Xun.


" Bagaimana dengan Zhao Xifeng?. Aku ingin tahu latar belakangnya ." Pertanyaan menteri Hua hampir sudah diduga Yan Xun sebelumnya.


" Zhao Xifeng adalah adik seperguruan hamba. Hamba sudah mengenalnya sejak dia remaja , jadi hamba berani menjamin tidak ada masalah dengan latar belakangnya ."


Ucapan Yan Xun mengejutkan menteri Hua. Zhao Xifeng adik seperguruan Yan Xun? Kenapa dia tidak tahu sebelumnya?


Tapi menteri Hua merasa semakin lega , jika Zhao Xifeng adalah adik seperguruan Yan Xun maka tentu saja tidak perlu meragukan Zhao Xifeng lagi. Yan Xun adalah penjaga kepercayaannya . Menteri Hua sangat mempercayai Yan Xun.


"Kalau boleh hamba tahu, kenapa tuan menanyakan tentang Zhao Xifeng tiba-tiba? " Yan Xun bertanya dengan hati-hati sambil menilai ekspresi menteri Hua.


" Wen Cheng Si tadi datang menemuiku, dia menyuruhku untuk berhati-hati pada Zhao Xifeng dan tidak membiarkannya mendekati Hua Chunran. Wen Cheng Si juga mengatakan sepertinya latar belakang Zhao Xifeng tidaklah sederhana. " Menteri Hua menjawab dengan jujur .


Yan Xun terkejut, kewaspadaan Wen Cheng Si begitu kuat hingga secepat ini dia sudah mencurigai identitas Zhao Xifeng.


" Mungkinkah tuan muda Wen, tidak menyukai Zhao Xifeng karena dia yang menjemput Nona pulang? " Ujar Yan Xun dengan hati-hati. Dia kembali memperhatikan reaksi menteri Hua.

__ADS_1


" Aku tidak tahu apa yang terjadi malam itu, tapi aku kecewa pada Wen Cheng Si yang sangat tidak bertanggung jawab. Jika tidak ada Zhao Xifeng, bagaimana Hua Chunran bisa kembali pulang hanya berdua dengan Dan Yin tanpa kereta kuda." Wajah Menteri Hua nampak muram saat mengatakan ini.


"Sebenarnya hamba mendengar hal yang terjadi malam itu dari Zhao Xifeng. Tapi Zhao Xifeng mengatakan pada hamba agar tidak mengatakannya pada tuan . Dia tidak ingin membuat masalah saat dia baru mulai diterima bekerja sebagai penjaga." Ujar Yan Xun perlahan mengejutkan menteri Hua.


" Benarkah? Zhao Xifeng mengatakan apa padamu? . Katakan apa yang sebenarnya terjadi? " Menteri Hua tak bisa menahan rasa ingin tahunya.


" Sebenarnya malam itu entah mengapa tuan muda Wen menghilang dan nona Hua kehilangan jejaknya. Jadi nona Hua bersama pelayannya Dan Yin memutuskan menyewa kereta kuda untuk mengantar mereka kembali pulang. Tapi karena kereta kuda tinggal satu, nona Hua terlibat pertengkaran dengan seorang nona muda dan pelayannya karena memperebutkan kereta kuda."


Yan Xun berhenti sejenak , sambil melihat ekspresi menteri Hua. Wajah Menteri Hua nampak kembali muram mendengar cerita Yan Xun.


" Lanjutkan.." ujar menteri Hua dengan suara dalam.


" Nona muda itu ingin merebut kereta kuda yang telah disewa oleh nona dengan membelinya."


" Apa? Siapa dia berani menentang Chunranku ?!" Menteri Hua merasa sangat marah. Sebenarnya ada orang yang berani menindas putri kesayangannya.


Jawaban Yan Xun mengejutkan menteri Hua.


"Putri kepala suku Nu? Kepala suku desa yang dituju Hua Chunran saat ini? "


Yan Xun mengangguk " Benar Tuan.."


Menteri Hua merasakan kecemasan didalam hatinya, apakah keputusannya mengirim Hua Chunran ke desa suku Nu adalah keputusan salah?.


Andai menteri Hua tahu Hua Chunran bermasalah dengan putri kepala desa suku Nu, dia tidak akan membiarkan Hua Chunran pergi kesana.Selain itu desa itu cukup misterius dan berbahaya, desa itu terkenal dengan banyak tabib sakti dan ahli racun .Dia bisa saja mencari tabib lain untuk menghilangkan bekas luka Hua Chunran.

__ADS_1


" Seharusnya kalian memberi tahuku sejak awal , jadi aku tidak perlu mengirim Chunranku kesana!" Menteri Hua sangat marah.


"Tolong tuan jangan salahkan Zhao Xifeng karena dia tidak ingin membuat lebih banyak masalah dengan statusnya sebagai penjaga baru . Lagipula karena dia menaiki kuda bersama nona Hua malam itu, Zhao Xifeng telah menerima banyak tekanan ,mohon tuan bermurah hati pada adik seperguruan hamba." Yan Xun berkata dengan penuh permohonan.


Menteri Hua hanya bisa menekan kemarahan dalam hatinya.Lagipula marah sekarang tidak ada gunanya. Sekarang dia hanya berharap Zhao Xifeng akan benar-benar melindungi nyawa putri kesayangannya. Jika terjadi apa-apa dengan Hua Chunran, menteri Hua tidak tahu harus bagaimana menghadapi istrinya nanti di alam sana.


"Sudahlah karena dia adik seperguruanmu, juga tak ada gunanya mempermasalahkan ini. Lagipula Hua Chunran sendiri juga tidak mengatakan apa-apa padaku ayahnya. Aku khawatir Hua Chunran sendiri lah yang meminta Zhao Xifeng merahasiakan ini." Menteri Hua melambaikan tangannya muram.


Yan Xun menghela nafas lega dalam hatinya saat mendengar kata-kata menteri Hua.


"Katakan lagi apa ada yang masih tidak aku ketahui, jangan sembunyikan apapun lagi dariku.! " Menteri Hua berkata dengan dingin.


" Baik tuan, malam itu saat pertengkaran antara nona Hua dengan putri kepala suku Nu, tuan muda Wen kembali datang . Tapi tampaknya nona Hua kecewa karena tuan muda Wen tampak mempercayai bahwa semua adalah kesalahan nona Hua. Dia bertindak untuk meminta maaf pada putri kepala suku Nu seolah mewakili nona Hua, tapi tindakannya itu mempermalukan nona Hua. Karena itu Nona Hua sangat marah."


Menteri Hua sangat marah mendengar tindakan Wen Cheng Si yang telah mempermalukan putri kesayangannya.


" Karena nona marah , dia menolak diantar pulang oleh tuan muda Wen, untungnya disaat itu Zhao Xifeng yang saya utus mencari dan menjemput nona Hua menemukan keberadaannya. Jadi nona Hua akhirnya kembali bersama penjaga Zhao.Hamba rasa karena ini tuan muda Wen tidak menyukai adik seperguruan hamba dan menyimpan dendam padanya." Yan Xun menjelaskan dengan detail , ditambah dengan bumbu untuk menyulut kemarahan menteri Hua pada Wen Cheng Si.


Menteri Hua mengangguk setuju dengan pernyataan Yan Xun.


"Selain itu ada lagi yang harus tuan ketahui, tapi saya ragu apakah tuan perlu mengetahuinya atau tidak? " Yang Xun semakin bersemangat memancing amarah menteri Hua pada Wen Cheng Si.


" Cepat katakan, apapun itu jangan sampai satupun terlewatkan dariku." Menteri Hua berkata dengan tak sabar.


" Malam itu , setelah nona Hua pulang bersama Zhao Xifeng. Tuan muda Wen membawa putri kepala suku Nu pulang ke kediamannya dan menginap di sana selama satu malam." Yan Xun berkata dengan hati - hati.

__ADS_1


Diam-diam Yan Xun selalu memperhatikan perubahan ekspresi menteri Hua. Ucapannya ini jelas memprovokasi menteri Hua dan menyulut amarahnya. Dan benar saja begitu mendengar kata-kata Yan Xun, menteri Hua yang diliputi amarah sejak tadi langsung menggebrak meja .


" Bajingan itu, beraninya dia lebih memilih membawa perempuan lain ke kediamannya daripada mengantar pulang tunangannya!!" Urat tangan menteri Hua menyembul keluar menahan amarah. Begitu juga rahangnya mengeras. Emosi menguasai hatinya...


__ADS_2