Musim Semi Di Tiansheng

Musim Semi Di Tiansheng
Bab 15


__ADS_3

Berada di dalam kereta kuda yang tertutup tak bisa melihat apa-apa terasa sangat membosankan. Hua Chunran yang awalnya bersemangat menjadi lesu kehilangan rasa antusiasnya. Dia mulai memejamkan mata dan perlahan tertidur.


Tiga jam kemudian dia terbangun mendengar suara keramaian diluar. Hua Chunran membuka matanya yang berat.


" Kita sudah sampai dimana Dan Yin?" tanya Hua Chunran dengan suara serak karena baru bangun tidur.


"Nona , kita sampai di kota Xi ."


" kruukkk, kruukkk,.kruukkk....." terdengar bunyi di perut Hua Chunran membuatnya mengusap perutnya.


"Dan Yin aku sudah lapar, kamu dan yang lain pasti juga sudah lapar. Ayo kita makan siang dulu."


"Baik nona, hamba akan menyuruh penjaga mencari tempat untuk beristirahat dan memasak makanan dulu." Dan Yin mengangguk setuju.


" Memasak makanan dulu? Tidak, tidak terlalu lama, apalagi masih perlu mencari tempat , kenapa kita tidak makan di restoran saja kebetulan kita berada di kota."


"Baik nona , hamba akan menyampaikan ke penjaga." Dan Yin berniat membuka tirai tapi suara Hua Chunran menghentikan niatnya.


" Biar aku saja , penjaga Zhao Xifeng berada sisi di sebelah sini." Hua Chunran membuka tirai dan benar saja Zhao Xifeng berada disisi keretanya.


" Penjaga Zhao , bisakah kita berhenti lebih dahulu untuk makan, aku sudah sangat lapar ?" tanya Hua Chunran penuh harap.


" Baik nona kita akan mencari tempat un..."


" tidak , tidak perlu kita makan saja di restoran karena kita berada di kota. Kalau harus mencari tempat dan memasak lebih dahulu perutku tidak akan mampu menahan lapar lagi." Hua Chunran langsung memotong kata-kata Zhao Xifeng karena sudah bisa menebak apa yang akan diucapkannya.


Zhao Xifeng mengernyitkan dahinya, ternyata reputasinya sebagai nona kesayangan dan manja dari kediaman menteri Hua benar adanya. Setelah sejenak berpikir Zhao Xifeng memutuskan menyetujui permintaan Hua Chunran.

__ADS_1


Zhao Xifeng memberi isyarat kepada yang lain ,dan mereka segera mencari restoran untuk makan siang. Tibalah mereka di sebuah restoran yang cukup mewah dan ramai pengunjung. Restoran 'Mei Wei'.


Melihat kedatangan mereka, apalagi dari penampilan mereka bukan orang biasa ,seorang pelayan penerima tamu bergegas menyambut mereka.


"Selamat datang nona, silahkan masuk kebetulan tempat duduk diatas masih tersisa satu meja yang belum di tempati. Apakah nona bersedia?" tanya Pelayan itu sambil membungkuk sopan dan tersenyum ramah.


"Baiklah, antar kami ke atas." Ujar Hua Chunran segera. Dia merasa lega masih ada meja tersisa untuk mereka.


"Kalau begitu silahkan ikuti hamba" pelayan itu melangkah lebih dulu menuju lantai atas.


Tapi baru saja mereka akan melangkah, terdengar suara cukup keras.


"Pelayan, kami ingin memesan tempat."


Pelayan itu mengurungkan langkahnya dan berbalik ke sumber suara. Begitu juga Hua Chunran dan yang lainnya. Hua Chunran dan Dan Yin terkejut karena yang baru saja berbicara adalah pelayan Xie Wan Qing.


"Maaf nona-nona, jika kalian tidak keberatan hanya tersisa beberapa buah meja di lantai bawah." Sahut pelayan dengan ramah.


" Apa maksudmu? Bagaimana dengan lantai atas? ". Pelayan Xie Wan Qing nampak tak senang mendengar jawaban pelayan restoran.


" Maafkan kami, Meja di lantai atas sudah terisi penuh."


Pelayan Xie Wan Qing kemudian menatap Hua Chunran, mengernyit mencoba mengingat siapa wanita ini. Dan tiba-tiba dia tersadar ini wanita yang bertengkar dengan mereka tadi malam.


" kalau sudah penuh kenapa mereka bisa naik ke lantai atas? " Pelayan itu menuding ke arah Hua Chunran arogan.


"Lancang !! Beraninya Kau menunjukkan jarimu ke arah nona kami seperti itu?! " Bentak Dan Yin marah.

__ADS_1


"Kenapa? memang siapa dia? Baru sedikit punya uang sudah berlagak ingin menjadi putri bangsawan. Ciiih , bahkan untuk membeli sebuah kereta kuda saja tak bisa."


Pelayan itu semakin berani.


"Hahaha .." pelayan Xie Wan Qing lain yang baru datang tertawa serempak mendengar ejekan rekan mereka.


Xie Wan Qing menatap tak senang pada Hua Chunran. Dia ingat gara-gara wanita ini lah dia hanya bisa menjadi selir Wen Cheng Si. Dia mengepalkan tangan erat-erat menyembunyikan emosinya.


Perhatiannya kemudian beralih pada sosok Zhao Xifeng disebelahnya. Menatap sosok tinggi dan tampan penjaga Hua Chunran, wajah Xie Wan Qing bersemu merah, tapi sekaligus merasa iri hatinya lebih besar. Kenapa Hua Chunran bahkan memiliki penjaga sangat tampan disisinya?


" Maaf nona, mereka sudah memesan tempat diatas terlebih dahulu sebelum kalian datang." pelayan restoran menjawab dengan perasaan rumit. Kenapa dia punya perasaan buruk hal tidak diinginkan akan terjadi.


"suruh mereka menyingkir, kami akan membayarmu dua kali lipat." perintah pelayang itu semakin arogan. Dia memandang dengan sinis pada Hua Chunran dan rombongannya. Sementara Xie Wan Qing hanya tersenyum penuh kemenangan melihat ulah pelayannya.


Dan Yin menggertakkan giginya karena marah, beraninya mereka memandang rendah nonanya. Nonanya adalah nona pertama kediaman menteri keuangan . Menteri yang memegang kendali keuangan negara ini. Menteri yang bahkan pejabat dan bangsawan berlomba-lomba menjilatnya demi mendapatkan kekayaan dan kehormatan. Tapi beraninya seorang pelayan dari pedesaan meremehkan mereka?


Dan Yin hendak melangkah memberi pelajaran pada mereka. Tapi sebelum dia melakukannya secara tak terduga Zhao Xifeng maju lebih dulu.


"Jaga kata-katamu, apakah seorang pelayan sepertimu tidak diajari etika oleh tuanmu? . Siapa yang lebih dulu dia yang mendapatkan . Itu sudah aturan , sekarang kalian ingin merebutnya dari kami begitu saja? ." Zhao Xifeng berkata dengan suara dalam dan dingin.


Auranya sangat menindas membuat pelayan itu tertegun sejenak ,dia tidak tahu kenapa dia merasa sedikit ketakutan melihat tatapan penjaga ini . Begitu juga Xie Wang Qing, dia terkejut melihat aura penjaga ini yang begitu mengesankan.


Hanya seorang penjaga belaka , mengapa dia memiliki aura seorang kaisar? . Xie Wan Qing tak bisa menahan rasa iri dan dengkinya pada Hua Chunran.


Tidak hanya dia calon istri sah Wen Cheng Si, bahkan penjaga disampingnya begitu hebat. Kenapa bukan dia yang memiliki semuanya? Dia lebih dari segala-galanya dari Hua Chunran, wajahnya dan tubuhnya jauh lebih mempesona .


Hanya mengandalkan dia putri pejabat di ibukota tapi dia bisa memiliki semuanya. Xie Wan Qing menggertakkan giginya ,menatap Hua Chunran penuh permusuhan. Kukunya menancap jauh ke dalam tangannya membuat darah mengalir di sela jarinya.

__ADS_1


Ditatap penuh permusuhan seperti itu Hua Chunran tak perduli . Dia mengabaikan kata-kata pelayan itu dan tatapan mematikan Xie Wan Qing. Apalagi dia sebenarnya orang yang tak suka keributan. Dia ingin tahu apa keputusan yang dibuat pelayan restoran. Dia percaya pelayan restoran akan cukup bijaksana untuk tidak mengabulkan keinginan pelayan Xie Wan Qing.


__ADS_2