Musim Semi Di Tiansheng

Musim Semi Di Tiansheng
Bab 55


__ADS_3

Sebenarnya kepala suku Nu tidak ingin ikut campur urusan tabib Wang, selama belasan tahun dia membiarkan tabib Wang berbuat semaunya , itu karena tabib Wang selain tabib juga ahli racun yang membuat suku dan desa mereka ditakuti oleh suku lain.


Tapi kali ini putri kesayangannya sendiri yang memintanya untuk menghabisi para pendatang dari ibukota kerajaan ini. Karena itu dia juga secara khusus meminta tabib Wang mengambil tindakan pada para pendatang ini. Tapi dia tidak menyangka sebenarnya para pendatang ini begitu kuat dan bahkan bantuan mereka juga datang.


Lebih dari separuh pasukannya tewas terbunuh. Kerugian yang diderita oleh kepala suku Nu sangat besar. Tidak mudah membentuk pasukan karena butuh banyak uang dan tenaga. Tapi orang-orang ini sebenarnya telah membunuh separuh dari pasukannya. Karena itu amarah kepala suku Nu mencapai puncaknya.


Kepala Suku Nu langsung menerjang mengarahkan pedangnya hendak membunuh Hua Chunran begitu dia datang, bahkan tanpa basa-basi dan mengucapkan sepatah kata pun.


Hua Chunran dan Dan Yin terbelalak terkejut , Mereka ingin melarikan diri tapi sepertinya sudah sangat terlambat .


"Berhenti!"


"Ding!"


Belati terbang melintas dan memblokir serangan kepala suku Nu pada Hua Chunran.


Kemudian, Zhao Xifeng muncul di hadapan Hua Chunran dan Dan Yin. Kepala suku Nu sangat terkejut saat melihat orang ini muncul dan mampu memblokir serangannya secepat kilat.


Tatapan Zhao Xifeng penuh aura membunuh, Jika dia tidak muncul sekarang, Hua Chunran akan mati di tangan kepala suku Nu.


Kepala suku Nu tidak bisa menahan diri untuk tidak mengerutkan kening.


" Bajingan, beraninya kalian berbuat onar di wilayahku dan membunuh pasukanku!" teriak kepala suku Nu penuh kebencian.


"Kaulah yang berinisiatif mencari masalah. Sekarang, kau menaruh kesalahan kepada kami. Bukankah kau terlalu tak tahu malu?" ujar Zhao Xifeng dingin.


Seketika, ekspresi kepala suku Nu menjadi sedikit canggung.

__ADS_1


"Salahkan wanita ini, karena dia berani menyinggung putriku kalian harus menanggung akibatnya!!" . Kepala suku Nu memandang Hua Chunran dengan tatapan membara.


Hua Chunran terkejut , ternyata Xie Wan Qing sangat ingin membunuhnya. Semua pasti karena Wen Cheng Si, pria yang bahkan tidak memasuki matanya . Hua Chunran sangat marah. Awalnya dia tidak perduli Xie Wan Qing akan bersama Wen Cheng Si atau tidak tapi sekarang dia benar-benar tidak ingin Xie Wan Qing mendapatkan keinginannya.


" Jadi jika putrimu yang menyinggung orang lain lebih dulu apakah tidak masalah?" . Hua Chunran menatap Kepala suku Nu dengan penuh amarah.


" Mengapa ayah perduli dengan omong kosong mereka. Bunuh saja mereka. " Tiba-tiba sebuah kereta kuda datang dan terlihat Xie Wan Qing membuka tirai kereta kuda.


Tatapan Xie Wan Qing penuh cemoohan pada Hua Chunran. Dia yakin dan percaya diri hari ini wanita yang menghalangi langkahnya ini akan mati disini .


"Nona , wanita ini keterlaluan, hatinya sungguh penuh kebencian. " Ujar Dan Yin geram.


" Pelayan rendahan beraninya kamu bicara seperti itu dihadapan ku. Percaya atau tidak , aku akan membuatmu mati mengenaskan hari ini." Mata Xie Wan Qing berkilat penuh amarah.


" Xie Wan Qing, hanya karena seorang lelaki kamu rela melakukan tindakan keji seperti ini. Kenapa kamu tidak minta baik-baik saja padaku, siapa tahu aku akan memberikan Wen Cheng Si padamu dengan sukarela? . Lagipula pria yang sudah tidak aku inginkan , siapapun bisa dengan bebas memungutnya tanpa harus bersusah payah seperti ini." Ejek Hua Chunran.


Andai Wen Cheng Si mendengar kata-kata Hua Chunran mungkin dia akan marah sampai mati. Zhao Xifeng diam-diam menyunggingkan senyum tipis di sudut bibirnya.


" Ayah aku tidak ingin mereka hidup !! Habisi mereka semua !!" teriak Xie Wan Qing penuh kebencian , Wajahnya memerah. Dia mengertakkan gigi menahan amarah.


Mendengar perintah putri kesayangannya, mata kepala suku Nu berubah tajam, dia menghunuskan pedangnya turun dari kuda dan langsung menyerang Zhao Xifeng. Begitu juga pasukannya langsung menyerang Jiang Zhen dan yang lainnya. Zong Yue langsung membawa Hua Chunran dan Dan Yin mundur ke tempat aman menjauh dari pertarungan.


Zhao Xifeng melihat ke arah kepala suku Nu yang mendekat dengan cepat dan menyambut serangannya dengan kibasan pedang.


Hanya beberapa gerakan Zhao Xifeng berhasil menghantam dada kepala suku Nu dan membuatnya terbang sejauh dua meter dan jatuh ke tanah sembari memuntahkan seteguk darah.


Mencicipi rasa logam di mulutnya, kepala suku Nu mengulurkan tangan dan menyeka sudut bibirnya. Setelah melihat noda darah merah tua, tatapannya berubah suram. Dia tidak menyangka penjaga ini begitu kuat, bahkan sepertinya dia bukan tandingan penjaga ini.

__ADS_1


Mata Xie Wan Qing berkilat dengan ekspresi tidak percaya. suaranya penuh ratapan saat dia berteriak memanggil ayahnya .Segera, wajahnya memancarkan kepanikan yang luar biasa.


" Ayaaaahhh." Xie Wan Qing bergegas turun dari kereta kuda menyongsong ayahnya yang terkapar di tanah.


Zhao Xifeng telah mengeluarkan aura pembunuhnya. Aura pembunuh yang pekat itu bisa secara langsung mempengaruhi pikiran seseorang.


Wajah Zhao Xifeng suram sepanjang waktu. Matanya, yang sedalam lubang hitam, sedang mengumpulkan badai pusaran air yang mengerikan.


Kelompok terkutuk ini sebenarnya berani menyakiti dan menargetkan Hua Chunran. Dia tidak akan pernah membiarkan hal itu terjadi!


Kepala suku Nu yang tergeletak di tanah dan Xie Wan Qing berdiri di tempat dan menatap kosong ke arah Zhao Xifeng. Mereka tidak tahu kenapa, tapi saat dihadapkan pada aura pembunuh yang terpancar dari tubuh Zhao Xifeng, mereka merasa pikirannya menjadi kosong.


Ketika Zhao Xifeng semakin dekat, Kepala suku Nu akhirnya bereaksi dan buru-buru berkata, "Cepat! lari!. Ayah dan yang lain akan menghalangi mereka."


"tidak ayah, ayo lari bersama!" Xie Wan Qing ketakutan menatap ayahnya yang tampak terluka dalam cukup parah .


“Wan Qing, akan terlambat jika kamu tidak pergi sekarang!” Kepala suku Nu berteriak dengan wajah pucat. Dia tahu betul kekuatan pria didepannya ini bukan tandingannya dan para penjaganya . Apalagi masih ada sekelompok pria berbaju hitam di belakang Zhao Xifeng.


"Kamu ingin melarikan diri? Bermimpilah!"


Zhao Xifeng tidak akan memberi mereka kesempatan untuk melarikan diri. Bajingan terkutuk ini, sejak mereka menyerang Hua Chunran, nasib mereka sudah ditentukan!


Dia pasti akan membunuh orang-orang ini!!


Xie Wan Qing melihat ke arah Zhao Xifeng yang mendekat dengan cepat, lalu melihat ke arah ayahnya yang tergeletak di tanah, dan tiba-tiba berkata, "Bagaimana kalau kita membuat kesepakatan?"


“Kamu tidak punya hak untuk membuat kesepakatan denganku.” Suara Zhao Xifeng sangat dingin, mengungkapkan makna yang tidak perlu dipertanyakan lagi.

__ADS_1


"Pada akhirnya, kalian hanya menuai apa yang kalian tabur. " kilatan cahaya kejam melintas di mata kelam Zhao Xifeng.


__ADS_2