Musim Semi Di Tiansheng

Musim Semi Di Tiansheng
Bab 34


__ADS_3

Diam-diam ada senyum puas dikedalaman mata Yan Xun saat melihat menteri Hua bergetar menahan amarahnya.


" Wanita itu menginap di kediaman Wen Cheng Si, jangan bilang kalau Wen Cheng Si tertarik pada wanita desa itu?! ." Tanya menteri Hua dengan geram.


" Hamba sudah menyelidikinya, putri kepala suku Nu tidak hanya menginap di kediaman tuan muda Wen, tapi juga bermalam di kamar tuan muda Wen." Kata-kata Yan Xun bagai menyiram minyak ke dalam api semakin membakar amarah menteri Hua. Wajah menteri Hua semakin merah padam mendengarnya.


" Bajingan itu, disaat akan menikah dengan Chunranku beraninya dia tidur dengan wanita lain!!." Menteri Hua sangat marah dan kecewa pada Wen Cheng Si.


Meski sudah hal yang biasa seorang pria memiliki banyak selir, menteri Hua tidak bisa menerimanya. Saat ibu Hua Chunran masih hidup dia sangat mencintai istrinya itu dan tak memiliki satupun selir dikediamannya.


Barulah setelah bertahun-tahun istrinya meninggal menteri Hua mengangkat beberapa selir dan tidak ada yang berstatus sebagai nyonya sah menteri Hua .


Sebenarnya mengangkat beberapa selir hanya untuk memenuhi statusnya dimata masyarakat karena sebagai pejabat dan bangsawan tidak akan baik dipandang jika tidak mempunyai istri .


Selain itu agar istri barunya tidak bisa secara utuh menguasai kediamannya dan melindungi harta yang semua akan diwariskannya pada Hua Chunran, jadi menteri Hua mengangkat beberapa selir sekaligus.


Biasanya pria akan memiliki selir jika status istrinya tidak sebanding atau lebih rendah darinya jadi tidak akan ada penentangan. Atau ada kepentingan untuk melanggengkan kekuasaan seperti yang dilakukan para kaisar. tapi Hua Chunran adalah putrinya yang berharga , berstatus terhormat tidak kalah dengan status Wen Cheng Si. Bagaimana bisa putrinya yang berharga dibandingkan dengan gadis desa yang baru muncul tiba-tiba? .


" Sepertinya aku harus mempertimbangkan lagi permintaan Chunran untuk membatalkan pernikahan dengan Wen Cheng Si." Gumam menteri Hua setelah sedikit berhasil menekan amarahnya.


Yan Xun terkejut mendengar kata-kata menteri Hua. Nona Hua ingin membatalkan pernikahan? . Sepertinya tuannya yang asli harus mengetahui berita ini .


....


Rombongan kereta kuda Hua Chunran kembali bermalam ditengah hutan. Perjalanan mereka lebih banyak melalui hutan daripada desa . Setelah makan dan belajar semua orang segera beristirahat dan tidur ditenda masing-masing.


Zhao Xifeng baru hendak memejamkan matanya ketika dia mendengar tanda isyarat dari penjaga bayangannya. Setelah memastikan semua temannya sudah tertidur Zhao Xifeng menyelinap keluar tenda.


Tapi saat Zhao Xifeng menyelinap keluar tenda , mata Zong Yue segera terbuka menatap ke arah Zhao Xifeng pergi menghilang. Zong Yue bangkit dari tidurnya dan diam-diam mencoba mengikuti Zhao Xifeng ke arah dia pergi .


" sudah ada hasilnya? " Tanya Zhao Xifeng singkat saat melihat seorang penjaga rahasianya berada tak jauh dari tenda dan bersembunyi di kegelapan.

__ADS_1


Penjaga itu menangkupkan kedua tangannya dengan hormat begitu melihat kedatangan Zhao Xifeng.


" Hamba sudah menyelidikinya dan sudah mengetahui dalang penyergapan yang menyerang yang mulia beberapa hari lalu."


"Katakan siapa dia?" Tanya Zhao Xifeng dingin.


" Putra pertama keluarga jenderal Wen, Wen Cheng Si."


Jawaban penjaga bayangannya itu membuat Zhao Xifeng terkejut. Kenapa Wen Cheng Si berniat menyerang mereka dan menculik Hua Chunran?


Seolah mengetahui apa yang dipikirkan tuannya, penjaga bayangan itu melanjutkan " Tampaknya tuan muda Wen , menargetkan yang mulia , ingin membunuh yang mulia. Sepertinya tuan muda Wen juga mencurigai identitas yang mulia. Jadi penculikan nona Hua hanya sebagai alasan."


Wajah Zhao Xifeng menjadi muram, ada kemarahan di kedalaman mata kelamnya.


" Apakah nona Hua tahu?" tanya Zhao Xifeng pelan.Hatinya gelisah dan berharap Hua Chunran tidak terlibat dalam penyerangan untuk membunuhnya.


Penjaga bayangan itu menggeleng. " Nona Hua tidak tahu , bahkan kepergian nona Hua ke desa suku Nu juga dirahasiakan dari tuan muda Wen. Tapi tuan Wen berhasil mengetahuinya , sepertinya dia menempatkan mata-mata di kediaman menteri Hua."


Zhao Xifeng menghela nafas lega mengetahui Hua Chunran ternyata tidak tahu upaya pembunuhan yang dilakukan Wen Cheng Si. Tapi dia juga heran mengapa Hua Chunran merahasiakan kepergiannya ke desa suku Nu dari Wen Cheng Si.


" Hamba juga tidak tahu masalah ini, sepertinya penyakit nona Hua hanya diketahui ayah dan pelayan pribadinya."


" Selidiki juga siapa mata-mata yang dikirim Wen Cheng Si di kediaman menteri Hua." perintah Zhao Xifeng dengan suara dalam.


Penjaga bayangan itu mengangguk . " Hamba akan mengatakan perintah yang mulia pada Yan Xun."


Saat penjaga bayangan itu hendak pergi tapi dia tiba-tiba ingat sesuatu.


" Ada satu hal lagi yang mulia.."


" katakan .." ujar Zhao Xifeng acuh karena dia sedang sibuk memikirkan dan menebak apa sebenarnya penyakit Hua Chunran sehingga membuatnya harus melakukan perjalanan jauh dan berbahaya ke desa suku Nu.

__ADS_1


" Yan Xun mengirimkan pesan , sepertinya nona Hua berniat membatalkan pertunangan dan pernikahannya dengan tuan muda Wen."


kata - kata penjaga bayangan itu mengejutkan Zhao Xifeng dan membuyarkan lamunannya yang sedang memikirkan penyakit Hua Chunran.


" Apa katamu? Nona Hua berniat membatalkan pertunangannya dengan Wen Cheng Si?"


" Benar yang mulia, dan sepertinya menteri Hua sedang mempertimbangkannya juga. Menteri Hua kecewa dengan sikap Wen Cheng Si yang tidak bertanggung jawab mengantarkan nona Hua kembali pulang dan malah membawa putri kepala desa suku Nu bermalam di kediamannya."


" Menteri Hua tahu Wen Cheng Si membawa pulang wanita itu? Siapa yang memberi tahunya? " tanya Zhao Xifeng heran.


" Yan Xun yang memberi tahu menteri Hua, bahkan Yan Xun juga mengatakan bahwa putri kepala suku Nu bermalam di kamar Wen Cheng Si ."


Zhao Xifeng menyeringai puas mendengarnya . Meski dia merasa sedikit kasihan pada Hua Chunran yang dikhianati tunangannya tapi entah mengapa dia malah merasa senang. Mungkin ini yang dinamakan bahagia diatas penderitaan orang lain.


" Bagus , laporkan padaku jika ada perkembangan lagi. Kalian juga harus terus menyelidiki sampai berhasil menemukan di mana lokasi pelatihan prajurit rahasia keluarga Wen ."


" Baik yang mulia, hamba undur diri.."


Penjaga bayangan itu menangkupkan kedua tangannya sebelum pergi dan segera menghilang dibalik kegelapan.


Zong Yue yang berniat mengikuti Zhao Xifeng kehilangan jejak. Langkah Zhao Xifeng sangat cepat dan dia menghilang begitu saja . Zong Yue sudah mencari ke setiap tempat di sekitar tenda yang mereka dirikan tapi sosok Zhao Xifeng tetap tak terlihat.


Saat Zong Yue memutuskan hendak kembali ke tenda dia melihat Zhao Xifeng kembali berjalan dari kejauhan. Zhao Xifeng menatap Zong Yue yang melihat kearahnya dengan tatapan curiga.


" Xifeng, darimana kamu?" tanya Zong Yue yang juga merasa curiga.


" Aku mencari sungai untuk menyelesaikan panggilan alam." jawab Zhao Xifeng santai.


Zong Yue mengangguk mengerti dan tidak bertanya lagi.


" Ayo kembali .." ujar Zong Yue kemudian.

__ADS_1


Mereka segera melangkah kembali ke tenda. Zhao Xifeng menatap Zong Yue yang berjalan didepannya dengan perasaan rumit. Zong Yue biasanya sangat pendiam membuatnya sedikit misterius. Tampaknya kelak dia harus berhati-hati pada Zong Yue. Sosoknya mungkin tidak sederhana, mungkin dia bukan hanya penjaga biasa.


__ADS_2