Musim Semi Di Tiansheng

Musim Semi Di Tiansheng
Bab 16


__ADS_3

Pelayan Xie Wan Qing pulih dari keterkejutannya. Setelah menarik nafas panjang dia kembali mengumpulkan keberanian dan menatap nyalang ke arah Zhao Xifeng.


"kau hanya penjaga rendahan, beraninya kau ikut campur !!" gertak pelayan itu keras, matanya melotot dengan arogan. Pelayan itu sangat sombong dan congkak karena tampaknya Xie Wan Qing memberinya kebebasan untuk berbuat onar.


Mendengar pelayan itu menghina penjaganya terlebih itu Zhao Xifeng yang telah membantunya malam itu , membuat Hua Chunran yang sedari tadi hanya diam mulai buka suara.


" Jika dia adalah penjaga rendahan,lalu dirimu termasuk apa? Hanya pelayan tapi beraninya kau menunjukkan jari tanganmu kepadaku?! . Beraninya kau berbicara begitu arogan padaku?!." Bentak Hua Chunran dingin , matanya menatap tajam ke arah pelayan itu dan kemudian beralih kepada Xie Wan Qing.


" Apakah ini yang diajarkan tuanmu selama ini? Atau tuanmu memang tidak bisa mengajari sopan santun pada pelayannya ? Atau karena dia sendiri tidak punya sopan santun? " Sindir Hua Chunran sinis.


Zhao Xifeng dan yang lainnya tercengang mendengar Hua Chunran akhirnya buka suara. Zhao Xifeng merasa hatinya menghangat, sejak tadi Hua Chunran hanya diam menonton pelayan itu merendahkannya tapi begitu dia ,Zhao Xifeng juga di hina Hua Chunran langsung angkat bicara. Nona pertama dari kediaman menteri Hua ini sebenarnya mau membela dirinya yang hanya berstatus penjaga.


Dituduh seperti itu wajah Xie Wan Qing merah padam, dadanya sesak ingin meluapkan emosinya. Tapi dia menekan emosinya sekuat tenaga, dia ingat pesan Wen Cheng Si untuk tidak mencari masalah dengan Hua Chunran demi tercapainya keinginan Wen Cheng Si.


Dengan menggertakkan gigi menahan emosinya Xie Wan Qing tiba-tiba membungkuk hormat dan berkata dengan rendah hati. " Maafkan sikap pelayan saya nona Hua, ini adalah kesalahan saya terlalu memanjakan pelayan-pelayan saya. Mereka hanya ingin melindungi saya . Kelak saya akan lebih mengajarinya sopan santun."


Semua yang ada disitu tercengang melihat perubahan sikap Xie Wan Qing. Kemudian terdengar bisik-bisik pengunjung yang lain


"Dia sangat cantik dan juga rendah hati ."


"Dia seperti Dewi yang turun dari surga."


"Aku ingin tahu gadis dari keluarga mana dia berasal.."


" Dia tidak bersalah kenapa dia harus meminta maaf, kesalahannya hanyalah memiliki pelayan tak tahu diri."


"Pelayan itu sangat arogan, mungkin dia terlalu dimanja majikannya sehingga lupa diri.."

__ADS_1


Wajah pelayan Xie Wan Qing memerah malu mendengar cemoohan pengunjung yang lain.


Hua Chunran tahu Xie Wan Qing yang berdiri didepannya adalah serigala berbulu domba. Bersikap seolah penuh sopan santun , kalau memang dia tidak menyetujui sikap arogan pelayannya seharusnya dia mencegahnya sejak awal. Tapi dia membiarkannya , baru setelah terpojok dia bersikap seolah-olah dia menanggung kesalahan pelayannya. Orang bodoh mana yang coba dia tipu?


" Karena begitu, maka meja diatas tetap akan diberikan kepada kami , bukankah begitu nona Xie? " tanya Hua Chunran sambil tersenyum sinis.


"Tapi meskipun nona Hua lebih dulu datang, bukankah Nona Hua belum membayar biayanya? jadi kami masih berhak untuk bersaing. "


Lelucon macam apa ini? Mereka belum membayar karena mereka baru datang dan belum memesan makanan. Lagipula memangnya ini restoran cepat saji yang harus bayar dulu baru makan? Gerutu Hua Chunran kesal dalam hati.


" Bukankah begitu pelayan?" Xie Wan Qing memandang pada pelayan itu dengan lemah lembut . Ditatap penuh kelembutan oleh wanita yang sangat cantik membuat pelayan itu salah tingkah. Dia menggaruk kepalanya yang tak gatal lalu mengangguk..


" Benar nona , kalian bisa mendapatkan meja bagi siapa yang bisa membayar lebih mahal." Pelayan itu juga merasa senang itu berarti dia akan mendapatkan uang lebih, pemilik restoran pasti akan memujinya dan memberinya tambahan gaji. Membayangkan itu dia merasa hatinya berbunga-bunga.


Xie Wan Qing dan para pelayannya yakin bahwa Hua Chunran tidak punya uang, mengingat tadi malam dia bahkan tidak bisa membeli kereta kuda.


Xie Wang Qing meminta maaf tapi ternyata dia tak merasa bersalah dan masih menginginkan meja Hua Chunran. Benar saja permintaan maafnya hanya kepalsuan belaka.


" Apa maksud nona Hua?" tanya Xie Wan Qing dengan nada bicara lemah lembut seolah dia yang teraniaya. Menimbulkan semakin banyak simpati disekitarnya.


" Karena kamu tidak bisa mengajari pelayanmu sopan santun, maka biarkan aku mengajarinya." Hua Chunran mengatakan itu sambil tersenyum tapi kata-katanya membuat pelayan arogan itu dan Xie Wan Qing tercengang .


Pelayan itu merasakan keringat dingin mengalir di punggungnya. Xie Wan Qing menoleh menatap ke arah pelayannya dengan ekspresi rumit. Pelayan itu menggelengkan kepalanya berharap Xie Wan Qing tak menyetujuinya.


"Kali ini memang pelayan hamba yang salah, maka biarkan saya mendidiknya sendiri dan memberinya hukuman." Xie Wan Qing akhirnya masih memutuskan membela pelayannya.


Hua Chunran mencibir sinis." Siapa yang tahu kamu akan benar-benar menghukumnya atau tidak?"

__ADS_1


" Kau.. Nona Hua jangan keterlaluan.." keberanian pelayan itu kembali karena merasa di bela Xie Wan Qing.


"Lihatlah dia masih berani begitu arogan di depanku, sepertinya bahkan kata-katamu yang akan mengajarinya tak membuatnya takut." sindir Hua Chunran.


Wajah Xie Wan Qing menggelap," Kalau begitu terserah nona Hua untuk menghukumnya. Mohon petunjuknya." Xie Wan Qing merendahkan dirinya.


Xie Wan Qing tahu jika Hua Chunran bertindak menghukum pelayannya pada akhirnya semua yang hadir akan menilainya tidak berbudi luhur karena tak menerima permintaan maafnya si wanita cantik ini, tapi dia akan di nilai sebagai nona lemah yang tertindas. Bagaimanapun kecantikan akan selalu menang.


Benar saja kemudian terdengar bisik-bisik pro dan kontra orang-orang yang ada disitu.


"Nona Hua sangat keras kepala, majikan pelayan itu sudah meminta maaf dengan rendah hati padanya tapi dia masih menyimpan dendam."


" sebagai seorang gadis kenapa dia begitu pendendam?"


"Tapi lihatlah pelayan itu , dia tak menunjukkan sedikitpun penyesalan. "


"Benar, dia mengandalkan majikannya untuk bersikap arogan"


" Majikannya sungguh sial memiliki pelayan pribadi seperti dia.Kalau itu aku , aku akan langsung membunuhnya dengan tanganku sendiri."


Hua Chunran hendak melangkah maju memberi pelayan itu pelajaran.Tapi tampaknya pelayan itu tidak takut sama sekali dia seperti bersiap untuk bertarung dengan Hua Chunran.


Pada saat ini suara Zhao Xifeng menghentikan langkah Hua Chunran.


"Biar hamba saja yang memberi pelayan itu pelajaran, jangan kotori tangan nona ."


Kata-kata Zhao Xifeng membuat pelayan itu yang awalnya masih bersiap bertarung melawan Hua Chunran terkejut ketakutan. Dia bisa melihat dari auranya penjaga ini tidak sederhana.

__ADS_1


Dan benar saja tanpa sepatah katapun dengan sekali pukulan tak terlihat , Hua Chunran dan yang lain hanya merasakan hembusan angin yang begitu kuat dan tiba-tiba tubuh pelayan itu sudah terlempar keluar halaman. Dia jatuh menabrak pohon , memuntahkan seteguk darah, kejang-kejang lalu tewas dengan mata terbelalak tak percaya dia akan mati begitu cepat.


Xie Wan Qing bahkan Hua Chunran dan semua yang ada disitu tercengang melihat cara Zhao Xifeng yang begitu kejam dan tanpa ampun memberi pelajaran pada pelayan arogan itu...


__ADS_2