
Ekspresi Zhao Xifeng serius. Berdasarkan situasi saat ini, mereka hanya memiliki satu jalan keluar dari kepungan mayat hidup ini, namun jalan ini sangat sulit sehingga sulit untuk memilih.
Zhao Xifeng kemudian menampilkan kekuatan beladiri terhebatnya. Tiba-tiba pedang Zhao Xifeng mengeluarkan cahaya seperti kilat dan menyambar puluhan batang leher mayat hidup di depannya.
Slasshhhh!!
Gelombang sinar yang menakjubkan berasal dari pedang Zhao Xifeng menyebar, menyebabkan Jiang Zhen dan yang lainnya yang sedang bertarung mengalihkan pandangan mereka. Mata mereka berkilat keheranan. Mereka tidak menyangka pedang Zhao Xifeng bisa melancarkan serangan seperti itu.
Setelah Zhao Xifeng menunjukkan keterampilan bela diri terhebatnya, kekuatan tirani yang tak tertandingi muncul. Kemudian, mayat hidup di depan mereka dihabisi secepat kilat.
"Cepat! Ayo maju!" Jiang Zhen buru-buru berkata.
Saat ini, satu-satunya hal yang dapat mereka lakukan adalah memanfaatkan kesempatan ini dan bergerak maju dengan cepat. Kalau tidak, jika mereka terlambat ,mereka benar-benar tidak punya kekuatan lagi.
Meskipun semua orang dikejutkan oleh kekuatan keterampilan bela diri dan pedang Zhao Xifeng, mereka tahu bahwa sekarang bukan waktunya untuk mengaguminya. Segera, mereka dengan cepat bergegas ke tengah-tengah pasukan mayat hidup.
Saat mereka berjalan ke tengah, tekanan dari mayat hidup dari segala arah meningkat.
Seketika, semua orang membentuk lingkaran dengan saling membelakangi dan bergerak maju bersama.
Sejak mereka memilih untuk menerobos pengepungan mayat hidup ini, mereka sudah tidak punya jalan kembali.
Saat mereka bergerak maju dengan sekuat tenaga, keributan tiba-tiba datang dari depan lorong.
Hua Chunran dan yang lainnya tidak bisa tidak saling memandang. Mereka diam-diam menebak apa yang terjadi di lorong depan?
"Mungkinkah tabib Wang kembali mengirimkan pasukan mayat hidup?" teriak Dan Yin panik.
Hati semua orang tenggelam memikirkan hal yang sama dengan pemikiran Dan Yin.
__ADS_1
"Langit tidak memberikan apa yang kita inginkan. Langit benar-benar tidak membuka matanya!" Xu Feng tidak bisa menahan diri untuk tidak menghela nafas putus asa.
Hua Chunran dan yang lainnya tidak bisa menahan perasaan jantung mereka berdetak kencang.
Saat mereka semakin mendekati lorong , sekelompok pria berbaju hitam muncul di garis pandang Hua Chunran dan yang lainnya.Mereka bertarung dengan liar membunuh para mayat hidup. Tapi sepertinya mereka tidak mengetahui kelemahan para mayat hidup jadi mereka tampak kesulitan merangsek maju.
"Sepertinya mereka bukan orang tabib Wang? mereka berusaha membunuh mayat hidup itu? " ujar Hua Chunran merasa bersemangat
Melihat sekelompok pria itu , senyum tipis mengembang di bibir tipis Zhao Xifeng. Sekelompok pria itu kemudian juga melihat ke arah Zhao Xifeng.
" Pemimpin maafkan kami datang terlambat!" teriak salah seorang dari mereka kepada Zhao Xifeng.
Zhao Xifeng mengangguk" tebas leher mayat hidup itu, itu adalah kelemahannya." sahut Zhao Xifeng tak kalah keras.
Segera sekelompok pria itu dengan ganas membantai para mayat hidup di lorong dan dalam sekejap mata para mayat hidup dilorong habis tak bersisa.
Menyaksikan hal ini, Hua Chunran dan yang lainnya merasakan kegembiraan yang luar biasa. Mereka segera bergegas lari menyusuri lorong melewati ratusan tubuh mayat hidup yang telah terpenggal. Zhao Xifeng dan Jiang Zhen menahan para mayat hidup yang hendak mengejar dari belakang. Segera sekelompok pria itu juga bergabung membantai para mayat hidup yang mengejar.
" terima kasih penjaga Zhao .." bisik Hua Chunran sebelum akhirnya pingsan.
Dan Yin yang juga hampir pingsan juga di selamatkan oleh Jiang Zhen.
Sambil membawa Hua Chunran yang pingsan di pundaknya. Zhao Xifeng akhirnya melihat cahaya dari pintu keluar. Semua orang menghela nafas lega. Mimpi buruk mereka akhirnya berakhir. Mereka segera menambah kecepatannya melarikan diri dan dalam sekejap mereka berhasil sampai diluar gua.
Setelah semua orang berhasil keluar dari gua, salah seorang pria berpakaian hitam itu menekan mekanisme di dinding luar gua dan pintu masuk gua tertutup rapat tanpa celah mengunci para mayat hidup yang masih berusaha mengejar mereka .
Semua orang menghela nafas lega, perasaan lolos dari maut dan mimpi buruk yang mengerikan sungguh tak terkatakan.
" Pemimpin , bagaimana keadaanmu?" tanya salah seorang dari pria berbaju hitam dengan cemas.
__ADS_1
" aku baik-baik saja.." sahut Zhao Xifeng sambil memeriksa kondisi Hua Chunran. Untungnya dia hanya pingsan karena kelelahan dan ketakutan.
Jiang Zhen dan yang lainnya baru menyadari bahwa sekelompok pria berbaju hitam ini adalah orang Zhao Xifeng , mungkin bawahannya karena memanggil Zhao Xifeng pemimpin. Kalau begitu identitas Zhao Xifeng pasti tidak sederhana bisa memiliki bawahan sebanyak dan sekuat ini. Meski curiga mereka tak berani menyuarakannya. Apapun itu, sekelompok orang ini sudah membantu menyelamatkan nyawa mereka.
"Tabib Wang sudah kami tangkap dan tawan di kediamannya." Pria itu kembali melanjutkan.
" Kerja bagus. Aku sendiri yang akan memberi dia pelajaran yang akan dia sesali seumur hidupnya." Zhao Xifeng mengepalkan tangan menahan amarahnya.
Tak berapa lama Hua Chunran tersadar dan perlahan membuka matanya.
" Nona bagaimana keadaanmu? " tanya Zhao Xifeng setelah melihat Hua Chunran membuka matanya.
" Aku baik-baik saja , maaf aku selalu menyusahkan semua orang." Hua Chunran merasa semakin bersalah.
" Jangan katakan itu, ayo ke kediaman tabib Wang, kita harus memberi pelajaran pada tabib iblis itu." ujar Zhao Xifeng setelah memastikan kondisi Hua Chunran baik-baik saja.
Hua Chunran mengangguk dan mereka semua bergegas menuju kediaman tabib Wang. Ternyata jarak pintu keluar gua ke kediaman tabib Wang cukup jauh tapi masih di area kediamannya yang sangat luas.
Mayat-mayat penjaganya berserakan di halaman.Sepertinya penjaga tabib Wang tidak sebanyak ini sebelumnya saat mereka baru datang di sini?
Seolah mengerti pemikiran semua orang, salah seorang pria berpakaian hitam menjelaskan pada semua orang khususnya pada Zhao Xifeng.
" Kepala suku mengirimkan bala bantuan untuk tabib Wang. Untungnya kami tidak datang terlambat." penjaga itu menghela nafas berat. Tak terbayangkan konsekuensi apa yang harus mereka tanggung jika pemimpin mereka kehilangan nyawa disini.
Semua orang akhirnya mengerti ternyata kepala suku juga terlibat.
" Aku ingin kepala suku Nu dan keluarganya tidak bernafas sampai malam ini." Ujar Zhao Xifeng dingin . Kata-katanya membuat Hua Chunran dan yang lainnya tercengang, merasakan kekuatan dan wibawa luar biasa yang menyelimuti Zhao Xifeng .
" Kami akan melaksanakan perintah pemimpin setelah tabib Wang kita bereskan." sahut pria berpakaian hitam itu mewakili teman-temannya.
__ADS_1
Zhao Xifeng mengangguk puas lalu melangkah masuk ke kediaman tabib Wang.