
Setelah Hua Chunran dan yang lainnya kembali ke kediaman dengan selamat, hati menteri Hua benar-benar lega.
Hampir sejak Hua Chunran pergi, menteri Hua selalu khawatir karena takut putri kesayangannya tidak akan kembali. Dunia luar sangat berbahaya, tidak mudah untuk melindungi diri.
Menteri Hua membelai rambut Hua Chunran dengan penuh kasih.
" Putriku, ayah senang kamu bisa kembali dengan selamat.." Menteri Hua tersenyum hangat.
Hati Hua Chunran menghangat " ayah maafkan putrimu ini telah membuat ayah khawatir. Ini semua berkat penjaga Zhao dan yang lainnya sehingga putri ayah bisa kembali dengan selamat. Ayah harus memberi mereka penghargaan dan imbalan besar kali ini."
" Tentu saja, mereka sudah melindungi putri ayah dengan baik , ayah sangat berterima kasih pada mereka ." Menteri Hua tersenyum hangat. Menteri Hua kemudian melanjutkan
" Ceritakan pada ayah apa yang terjadi selama perjalanan kalian .." Menteri Hua tak kuasa menahan rasa penasarannya.
" Ayah kami hampir kehilangan nyawa , kami tidak menyangka bahwa tabib Wang adalah iblis berwujud manusia. Tabib Wang dan kepala suku Nu bersekongkol ingin membunuh kami...." Hua Chunran lalu menceritakan seluruh kejadian mengerikan yang menimpa mereka.
Tubuh Menteri Hua bergetar menahan amarah setelah mendengar cerita Hua Chunran. Dia tidak menyangka telah mengirim putrinya ke sarang iblis.
" Beraninya mereka ingin mencelakai putriku !! Aku akan menghancurkan mereka !!!" Menteri Hua menggertakkan giginya penuh amarah sambil mengepalkan tinjunya hingga jari-jarinya memutih.
" Tenanglah ayah, penjaga Zhao sudah membunuh Tabib Wang dan kepala suku Nu.." Hua Chunran menggenggam tangan ayahnya yang mengepal penuh emosi.
" Untung saja ada penjaga Zhao yang melindungimu, ayah tidak menyangka penjaga Zhao begitu hebat, jika terjadi hal buruk padamu, ayah tidak akan bisa menanggungnya. " Ujar Menteri Hua dengan berat.
" Benar ayah, kelak ayah harus memperlakukan penjaga Zhao dan yang lainnya dengan baik." Hua Chunran tersenyum cerah, dia senang ternyata ayahnya begitu mengkhawatirkannya.
Menteri Hua mengangguk setuju.
__ADS_1
" Motif tabib Wang ingin mencelakai kalian sudah jelas, dia ingin mengambil kulit wajahmu, tapi ayah tidak mengerti apa motif kepala suku Nu ingin mencelakai kalian juga?" Menteri Hua tak bisa menahan untuk tidak mengernyitkan dahi.
" Ayah aku khawatir ini ada kaitannya dengan Wen Cheng Si.." ujar Hua Chunran pelan.
Menteri Hua terkejut mendengar pernyataan Hua Chunran.
" Kenapa bisa berkaitan dengan Wen Cheng Si? " tanya menteri Hua tak mengerti.
" Putri kepala suku Nu, Xie Wan Qing jatuh cinta pada Wen Cheng Si karena itu dia ingin menyingkirkanku."
Mendengar kata-kata Hua Chunran, mata menteri Hua langsung menggelap. Wen Cheng Si sebenarnya menimbulkan masalah untuk putrinya bahkan hampir membuat putrinya kehilangan nyawa.
" Ayah , aku benar-benar ingin membatalkan pertunangan dan pernikahanku kelak dengan Wen Cheng Si. Aku tidak ingin bersama orang yang tidak bisa menjaga hatinya untukku." Hua Chunran merasa senang akhirnya bisa menemukan alasan yang tepat untuk membatalkan pertunangannya dengan Wen Cheng Si.
Menteri Hua menghela nafas berat, akhir-akhir ini sikap keluarga Wen juga semakin membuatnya tidak senang. Mereka terus merongrongnya dengan selalu meminta uang dengan alasan mendanai kegiatan prajurit yang disiapkan untuk pemberontakan.
Menteri Hua juga merasa semakin hari keluarga Wen bertindak seolah mereka lebih berkuasa darinya.
Hal ini tidak dipungkiri membuat menteri Hua tertekan.
" Apakah kamu yakin ingin membatalkan pernikahan dengan Wen Cheng Si? " tanya menteri Hua ragu sambil menatap Hua Chunran dengan perasaan rumit. Dia tahu bagaimana perasaan Hua Chunran pada Wen Cheng Si sebelumnya yang begitu dalam.
Hua Chunran mengangguk tegas.
" Ya ayah, aku ingin membatalkan pernikahan ini, seumur hidup terlalu panjang untuk bersama dengan orang yang salah. Kini aku sudah menyadarinya Ayah. Ayah juga berhentilah untuk tidak terlibat lagi dengan mereka. Tidak ada gunanya melakukan pemberontakan pada kaisar. "
Menteri Hua terdiam beberapa saat. Dia tenggelam dalam pemikiran di benaknya.
__ADS_1
" Baiklah, ayah akan segera membicarakan pembatalan pernikahan kalian." Ujar menteri Hua akhirnya dengan suara pelan.
" Terima kasih Ayah.." Hua Chunran berbinar senang mendengar Ayahnya menyetujui permintaannya.
Ayahnya selalu seperti ini , berusaha memenuhi semua keinginannya bahkan jika itu berbahaya dan bertentangan dengan keinginannya, seperti bergabung dengan rencana pemberontakan keluarga Wen , hanya agar Hua Chunran bisa menikah dengan Wen Cheng Si yang disukainya.
" Kita kesampingkan masalah ini dulu, untuk merayakan kedatangan kalian kembali dengan selamat, ayah sudah memerintahkan juru masak memasak banyak makanan enak untuk kalian. Ayo ke taman samping , ayah akan memerintahkan pelayan memanggil penjaga Zhao dan yang lainnya. " ujar menteri Hua sambil tersenyum hangat.
"Terima kasih ayah... " Hua Chunran sangat bersemangat membayangkan makanan enak yang disediakan untuknya. Sudah dua bulan lebih dia tidak bisa makan enak diluar , saatnya membalas dendam dengan memakan banyak makanan enak .
Menteri Hua menggandeng Hua Chunran ke taman samping. Di taman sudah tersedia banyak meja dan kursi dan dihiasi lampu-lampu lampion dimana- mana membuat suasana sangat semarak. Suasananya seperti pesta kecil menyambut tahun baru.
Tampak para selir ayahnya dan putra-putrinya telah duduk menunggu kedatangan mereka. Melihat akhirnya menteri Hua dan Hua Chunran datang mereka berdiri menyambut dengan senyum manis di bibir mereka, berusaha menyembunyikan ketidakpuasan dihati mereka. Mereka diam-diam merasa iri kedatang Hua Chunran disambut dengan meriah seperti ini bahkan di masakkan banyak hidangan.
Tak lama kemudian Zhao Xifeng dan yang lainnya juga datang . Xu Feng yang kakinya masih dalam proses penyembuhan datang dengan di papah oleh Han Sen . Mereka tak bisa menyembunyikan binar di matanya setelah melihat aneka makanan terhidang didepan mata .
" Silahkan duduk , kalian sudah bekerja keras melindungi putriku ." Ujar Menteri Hua sambil tersenyum ramah.
" Terima kasih tuan menteri, itu sudah menjadi tugas kami melindungi nona." sahut Jiang Zhen mewakili yang lainnya.
Menteri Hua tersenyum puas.
" Malam ini makanlah sepuas kalian jangan sisakan satupun. Aku juga menyiapkan arak terbaik untuk kalian. Malam ini kalian boleh minum sepuasnya." Tambah menteri Hua dengan bersemangat.
Jiang Zhen dan yang lainnya merasa sangat senang dengan kebaikan menteri Hua.
" Terima kasih atas kebaikan menteri .." Jiang Zhen dan yang lainnya mengepalkan kedua tangannya didepan dada sambil membungkuk penuh rasa terima kasih.
__ADS_1
" Aiyooo, harusnya aku yang berterima kasih pada kalian.Sudah jangan basa basi lagi nikmati semua hidangan malam ini.." Menteri Hua tak henti-hentinya tersenyum lebar. Dia merasa beruntung memiliki penjaga yang bisa diandalkan.
Jiang Zhen dan yang lainnya tak menunggu lagi langsung menyerbu hidangan yang tersedia di depan mereka . Tak terkecuali Hua Chunran yang bersemangat menghabiskan hidangan didepannya.