Musim Semi Di Tiansheng

Musim Semi Di Tiansheng
Bab 20


__ADS_3

Tiba-tiba sebuah anak panah melesat ke arah mereka, Hua Chunran terbelalak dan menahan dirinya sekuat tenaga yntuk tidak berteriak panik. Zhao Xifeng langsung bergerak cepat mendekat ke arahnya untuk melindunginya.


" Dan Yin , bawa Nona masuk ke dalam kereta." perintahnya pelan. Dan Yin mengangguk gugup dan menarik Hua Chunran berlari ke arah kereta.


Jiang Zhen dan yang lainnya langsung mengeluarkan pedang mereka dari sarungnya. Begitu juga dua orang kusir kereta kuda yang tampaknya juga memiliki ilmu beladiri .


Panah tadi tampaknya hanya sebagai peringatan , beberapa saat kemudian belasan pria bertopeng langsung menyerang mereka tanpa basa-basi.


Pertempuran tak terhindarkan.Tujuh orang melawan lima belas orang penyerang. Ditengah pertempuran Zhao Xifeng tak henti mengawasi Hua Chunran di kereta kuda.


Dengan cepat Zhao Xifeng menjatuhkan lawannya dan bergegas menyerang lawan kedua dan ketiga .


Seseorang yang tampaknya pemimpin mereka mencoba menyerang Zhao Xifeng dengan senjata rahasia. Zhao Xifeng merasakan bahaya mendekat saat dia mendengar suara angin bersiul menuju ke arahnya. Dengan secepat kilat dia menghindar dan berhasil lolos dari maut .


Melihat targetnya berhasil lolos, orang itu langsung menerjang ke arah Zhao Xifeng, membidik titik mematikan. Zhao Xifeng mengernyitkan dahinya, pihak lawan tampaknya sangat ingin mengincar nyawanya . Sepertinya pihak lawan bukan perampok biasa yang sering ditemui di hutan.


Bunyi pedang saling beradu membuat suasana mencekam bagi Hua Chunran dan Dan Yin yang berada di dalam kereta. Tiba-tiba dari arah samping , dinding kereta kuda terbelah dan seseorang yang menutupi wajahnya dengan kain hitam langsung menyergap dan menotok Dan Yin dan Hua Chunran hingga pingsan.


Pria itu segera menggendong Hua Chunran diatas bahunya dan bersiap melarikan diri. Pada saat ini Zhao Xifeng melihat Hua Chunran dalam bahaya langsung menerjang ke arah pria itu. Dia tak memperdulikan lawannya sebelumnya.


Namun pria yang membawa Hua Chunran berhasil lolos dari serangannya lalu melarikan diri secepat kilat.


Jiang Zhen dan yang lain terperangah melihat nona mereka berhasil di culik. Dengan penuh amarah mereka membunuh penyerang mereka satu persatu. Aroma anyir darah merebak di malam kelam ditengah hutan itu.


Zhao Xifeng terus melakukan pengejaran, dia kemudian bersiul memberikan tanda ketika tujuh penjaga rahasianya muncul dan langsung mengepung pria yang membawa lari Hua Chunran.


Pria itu terpojok di tepi tebing, dia tak menyangka Zhao Xifeng akan memiliki penjaga lain yang membantunya. Sadar dia tak akan bisa lolos dengan mudah , dia melompat dari tebing tanpa ragu dengan membawa Hua Chunran yang masih dalam keadaan pingsan.

__ADS_1


Zhao Xifeng mengedipkan mata berbahaya dan langsung ikut terjun bersama mereka.


" Tuaann!!" para pengawal rahasianya berseru tertahan , mereka terbelalak tak menyangka Zhao Xifeng akan ikut terjun.


" Cepat cari jalan turun ke bawah tebing , kita harus mencari tuan." perintah salah satu dari mereka. Yang lain mengangguk dan bergegas menuruni tebing .


Pria yang terjun membawa Hua Chunran tampaknya berusaha bertahan di tebing dengan bergelantungan di tanaman merambat. Tapi karena dia membawa Hua Chunran bersamanya dia bertahan dengan susah payah. Wanita ini tak boleh mati karena sangat berguna untuk tuannya.


Ilmu meringankan tubuh Zhao Xifeng sangat bagus, dia tak kesulitan meski harus bergelantungan di tanaman merambat dan menuruni tebing dengan cepat menuju arah pria itu .


Pria itu tampak panik tak menyangka Zhao Xifeng mengejarnya bahkan sampai ke dasar tebing.


"Jangan mendekat, atau aku akan melemparkan wanita ini ke bawah." ancam pria itu sedikit panik. Tentu saja dia hanya sekedar mengancam karena ia tak berani membunuh Hua Chunran.


"Cobalah jika kau berani." Zhao Xifeng tampaknya bisa membaca apa yang dipikirkan pria itu.


Zhao Xifeng melemparkan tanaman merambat yang telah putus di tangannya , dan melilit tubuh Hua Chunran dengan akurat. Zhao Xifeng menarik tubuh Hua Chunran ke arahnya. Setelah berhasil menangkap tubuh Hua Chunran dia lalu menuruni tebing dengan perlahan.


Sesampainya di bawah tebing,.Zhao Xifeng melihat pria yang jatuh tadi sudah tergeletak tewas menghantam bebatuan dibawahnya.


Zhao Xifeng menatap mayat itu dengan muram. Karena orang itu sudah mati , dia tak bisa mengetahui siapa yang mengirim para pembunuh itu.


Zhao Xifeng kemudian melangkah pergi dari tempat itu mencari tempat aman untuk memeriksa keadaan Hua Chunran. Hua Chunran masih belum sadarkan diri.


Malam sangat gelap, sebagai kultivator Zhao Xifeng memiliki penglihatan lebih tajam daripada orang biasa , jadi bukan masalah baginya untuk berjalan di malam gelap.


Didekat sungai berbatu-batu , Zhao Xifeng memutuskan berhenti di situ.Zhao Xifeng meletakkan Hua Chunran diatas pangkuannya dan mulai memeriksa denyut nadinya . Zhao Xifeng menarik nafas lega mengetahui Hua Chunran hanya pingsan karena di totok.

__ADS_1


Setelah melepaskan totokan di tubuh Hua Chunran, gadis itu perlahan sadar dan membuka kelopak matanya. Malam gelap hanya disinari cahaya bintang, dia melihat sesosok wajah di atasnya. Karena posisinya yang berbaring di atas pangkuan Zhao Xifeng jadi wajah Zhao Xifeng yang menatapnya tepat di atasnya.


Hua Chunran terkejut tak bisa langsung mengenali wajah siapa itu karena gelap. Adrenalinnya berpacu kuat dan dia langsung hendak bangkit melarikan diri.Tapi sepasang tangan kokoh menahan tubuhnya dengan kuat.


" Nona tenanglah, ini hamba.."


" Zhao Xifeng? kamukah ini ?" Hua Chunran merasa sedikit tenang mendengar suara yang dikenalnya.


" Benar ini hamba..."


Hua Chunran menghela nafas lega "Ah ku kira siapa...,.dimana kita ? gelap sekali."


"Kita terjatuh ke dasar tebing, hamba akan mencari kayu kering dulu untuk menghidupkan api. Nona tunggu disini dulu sebentar, jangan kemana-mana." Zhao Xifeng lalu melepaskan tubuh Hua Chunran dan berdiri hendak pergi.


Tapi tangan Hua Chunran langsung memegang ujung bajunya menghentikan langkahnya.


"Jangan tinggalkan aku sendiri, aku ikut ..."


" Tapi..."


" Bagaimana jika orang-orang itu menemukanku atau ada binatang buas ,aku tak bisa melindungi diriku.." Hua Chunran merasa ketakutan jika harus ditinggalkan sendirian dalam kegelapan ini.


Zhao Xifeng berpikir kata-kata Hua Chunran ada benarnya juga jadi dia setuju " Baiklah , berjalanlah di belakang hamba " Zhao Xifeng lalu mulai melangkah hendak mencari kayu kering.


Hua Chunran bergegas mengimbangi langkah Zhao Xifeng. Karena malam gelap tanpa penerangan apapun sebagai manusia biasa tanpa keahlian bela diri dia tak bisa melihat dengan jelas.


Karena takut kehilangan jejak Zhao Xifeng, Hua Chunran memegang erat ujung baju belakang Zhao Xifeng. Zhao Xifeng yang merasakan pakaiannya di pegang erat Hua Chunran tertegun. Dia merasakan perasaan aneh di hatinya.

__ADS_1


Wanita ini......


__ADS_2