
Mark , Jacob dan James saling memandang dan ekspresi mereka berubah sangat gembira setelah Hua Chunran menjelaskan bahwa semua orang mengizinkan mereka berdagang di sini dan meminta mereka membawa barang dagangan ke daratan.
" Terima kasih nona Hua Chunran atas bantuanmu , kalau tidak ada dirimu kami tidak tahu apa yang akan terjadi." Ujar Mark dengan mata berbinar dan tersenyum lebar.
" Betul , kami pasti akan membalas kebaikanmu. Ini ada sedikit hadiah dari kami untuk nona " sambung James kemudian sambil mengulurkan sebuah kotak yang sangat indah.
" Tidak, tidak perlu aku hanya membantu yang saya bisa.." tolak Hua Chunran halus sambil melambaikan tangannya.
"jangan menolak niat baik kami nona, nona sudah menyelamatkan nyama kami bertiga tentu saja kami harus membalasmu walau hadiah dari kami tidak seberapa. Anggaplah sebagai tanda persahabatan kita ." Jacob juga angkat bicara.
Hua Chunran berpikir sejenak, dan merasa tidak ada salahnya menerima hadiah dari mereka, lagipula tidak baik menolak niat baik orang lain.
"Baiklah kalau begitu aku akan menerimanya." Hua Chunran akhirnya menerima hadiah itu dengan sungkan.
Hua Chunran kemudian membuka kotak itu , didalam kotak terlihat sebuah jam kecil memiliki desain antik dan sangat indah. Tentu saja Hua Chunran merasa desainnya antik karena dia berasal dari masa depan.
Zhao Xifeng yang berdiri disamping Hua Chunran melihat benda itu dengan ekspresi tak senang. Entah mengapa dia merasa tak nyaman melihat Hua Chunran menerima hadiah dari pria lain.
Setelah melihat jam itu tiba-tiba terpikirkan oleh Hua Chunran sebuah ide untuk berbisnis dengan para orang kulit putih ini.
Dizaman kuno ini tingkat teknologi orang - orang di sini sangat kuno dan menyusahkan Hua Chunran yang terbiasa hidup di zaman dan peralatan modern .
Jika dia bisa meminta orang-orang kulit putih ini membuat barang-barang yang fungsinya mirip dengan barang-barang di kehidupan modern mungkin akan berguna.
Lagipula ayahnya adalah menteri keuangan, kesejahteraan rakyat sebagian ada ditangannya jadi dia harus membantu ayahnya agar bisa memperoleh kepercayaan kaisar dan membatalkan rencana kudetanya.
Hua Chunran tersenyum lebar dan merasa idenya sangat brilian. Para pria berkulit putih itu melihat Hua Chunran tersenyum lebar, mengira Hua Chunran sangat menyukai hadiah dari mereka dan merasa ikut senang.
"Terima kasih hadiahnya ,sangat bagus." Hua Chunran tampak senang.
" Kami senang jika nona menyukainya. Kami akan menjelaskan cara mengetahui waktu dari jam ini." Jacob mencoba menjelaskan.
" Tidak, tidak perlu, aku sudah tahu.." Hua Chunran melambaikan tangan untuk menolak sambil tersenyum.
Mark dan dua lainnya tercengang mendengar jawaban Hua Chunran.
" Nona sudah mengetahuinya? " tanya Mark mencoba menyakinkan pendengarannya.
__ADS_1
Hua Chunran mengangguk" Benar , sekarang pukul satu siang , benarkan?"
Mark dan yang lain merasa takjub.
"Darimana nona bisa mengetahuinya?" tanya James heran mewakili teman-temannya.
"Haha aku punya guru dari negara Barat juga.." Hua Chunran berbohong sambil tertawa canggung.
" Wah benarkah ?bolehkah kami berkenalan dengannya ?" tanya Mark bersemangat.
Hua Chunran bingung menjawab pertanyaan Mark, dia hanya dengan asal berbohong pada mereka.
" Itu.. Ehm.. Itu guruku sudah kembali ke negara asalnya..." Hua Chunran berbohong lagi. Dia mengusap rambutnya menyembunyikan rasa canggungnya.
" Sayang sekali.." Mark dan yang lain terlihat kecewa.
"Oya, aku juga ingin berbisnis dengan kalian, apakah kalian tidak keberatan?" tanya Hua Chunran mengalihkan topik pembicaraan.
" Tentu saja tidak nona, pasti akan menyenangkan berbisnis denganmu.." Sahut Mark senang.
" Baiklah, tapi aku masih ada urusan yang harus diselesaikan dulu. Jika bisa sekitar tiga bulan lagi datanglah ke Tiansheng, ke kediaman menteri keuangan. Katakan saja kalian adalah temanku dari barat , aku pasti akan menemui kalian." Ujar Hua Chunran sungguh-sungguh.
Hua Chunran mengangguk" Kalian bisa meminta penduduk lokal disini untuk memandu perjalanan kalian ke Tiansheng."
" Baik nona, terima kasih atas petunjukmu."
Setelah berbasa-basi lagi mereka akhirnya memutuskan berpisah . Hua Chunran berjabat tangan dengan santai dengan ketiga pria itu . Tapi Zhao Xifeng dan yang lain tak terbiasa dan tidak tahu apa maksud berjabat tangan itu . Hua Chunran pun tak memaksa mereka melakukannya.
Hua Chunran dan rombongannya kemudian kembali melanjutkan perjalanan mereka ke desa suku Nu dengan kereta kudanya.
" Nona sangat hebat, hamba tidak tahu nona bisa berbahasa asing.." ujar Dan Yin takjub. Matanya dipenuhi kekaguman.
Hua Chunran hanya tersenyum canggung..
"Dimana nona mempelajarinya ? " tanya Dan Yin penasaran.
" Ehm .. dari buku..." jawab Hua Chunran asal.
__ADS_1
" pasti menyenangkan kalau bisa membaca , bisa belajar banyak hal bahkan bahasa asing ..".gumam Dan Yin pelan.
"Dan Yin kamu tidak bisa membaca ? " tanya Hua Chunran heran. Dan Yin menggeleng malu.
" Ah nona tentu saja tidak, semua pelayan dan orang biasa seperti kami tidak ada yang bisa membaca." Dan Yin tersipu malu.
" Kenapa ?" tanya Hua Chunran heran.
" Kenapa? " Dan Yin mengulangi pertanyaan Hua Chunran merasa aneh dengan pertanyaan Hua Chunran. Bukankah Nonanya tahu bahwa pendidikan hanya untuk keluarga kaya dan para bangsawan?
Hua Chunran tersadar dengan pertanyaan bodohnya. Benar dia sekarang di zaman kuno berbeda dengan zaman modern dimana hampir semua kalangan bisa membaca dan menulis.
" Jangan sedih, aku akan mengajarimu membaca dan menulis." Hua Chunran akhirnya mengalihkan pembicaraan.
" Apa ? Nona akan mengajari hamba membaca dan menulis? " Dan Yin tercengang.
Hua Chunran mengangguk" benar.."
" Tidak, tidak perlu nona, hamba tidak pantas mempelajarinya.." Dan Yin buru-buru menolaknya. Dalam hidup ini tak pernah sekalipun dia bermimpi bisa membaca dan menulis .Baginya pendidikan adalah hal yang mustahil bagi orang rendahan sepertinya.
" Dan Yin kamu adalah pelayan yang akan selalu ada disisiku, jadi kamu harus pintar , pandai membaca dan menulis, dengan kepandaianmu itu kelak akan sangat membantuku .."
Dan Yin tertegun mendengar kata-kata Hua Chunran. " Benarkah nona? " kilatan harapan memancar dari mata Dan Yin yang polos.
Hua Chunran tersenyum dan mengangguk.
" nona akan mengajariku membaca dan menulis, terima kasih nona, terima kasih nona." Dan Yin tak bisa menyembunyikan kegembiraannya. Suaranya sedikit keras membuat Zhao Xifeng dan yang lain mendengarnya. Mereka semua tercengang dan merasa salah dengar.
Benarkah nona Hua akan mengajari pelayannya membaca dan menulis??
" Maaf , maaf hamba terlalu senang nona.." Dan Yin buru-buru mengontrol ekspresinya saat menyadari dia kehilangan kendali di depan Nonanya karena terlalu senang.
"Tidak apa-apa, didepanku bersikaplah seperti seorang teman padaku, jangan terlalu kaku dan menjaga tata krama ."
Dan Yin menggeleng takut " hamba tidak berani nona.."
Hua Chunran merasa tak berdaya , di zaman kuno ini dimana strata sosial masih sangat kuat , terlebih dengan adanya para budak ,meski tak nyaman Hua Chunran harus membiasakan diri. Dia hanya bisa berusaha bersikap lebih baik dan lebih manusiawi kepada para pelayan dan penjaganya.
__ADS_1
Hua Chunran berjanji akan memperlakukan mereka dengan baik, karena mereka melindungi dan melayaninya bahkan rela mempertaruhkan nyawa untuknya. Jadi dia berjanji akan memberikan kesejahteraan hidup bagi mereka, menghargai mereka sehingga mereka tidak merasa bahwa status mereka selalu rendah.