Musim Semi Di Tiansheng

Musim Semi Di Tiansheng
Bab 43


__ADS_3

Setelah mendengar suara perintah untuk membunuh mereka , Zhao Xifeng dan yang lain tidak bisa menahan diri untuk tidak terkejut. Mata semua orang bersinar dengan rasa waspada yang mendalam.


Sejauh mata memandang, ada terlalu banyak penjaga yang menghadang untuk membunuh mereka . Seberapa sulitnya bagi mereka untuk membunuh semua penjaga ini ?


Namun, suara ini jelas tidak berniat memberi kesempatan Zhao Xifeng dan yang lainnya untuk hidup. Mereka harus berjuang sekuat tenaga ,jika mereka tidak bisa menghadapi para penjaga ini , mereka semua akan gagal dan harus kehilangan nyawa di tempat ini.


Saat Zhao Xifeng dan yang lainnya masih terpaku , para penjaga telah mengepung mereka seperti segerombolan lebah.


Zhao Xifeng dan yang lainnya bisa melihat kekejaman di mata para penjaga yang berwarna merah darah. Jelas sekali, jika mereka tidak membunuh orang-orang ini, merekalah yang akan mati.


Memikirkan hal ini, hati semua orang tenggelam dan merasa tidak berdaya. Namun, karena ini adalah satu-satunya cara, mereka hanya bisa dengan tegas menghadapi semua penjaga ini.


Sesaat kemudian, Pedang berwarna biru bening muncul di tangan Zhao Xifeng. Energi dari dalam tubuhnya melonjak hebat. Zhao Xifeng tidak segan-segan menghadapi para penjaga yang menyerangnya dengan ganas.


Suara benturan senjata dengan cepat terdengar. Zhao Xifeng bergerak lincah dan cepat untuk menghindari serangan dari kerumunan penjaga , dia bergerak kesana kemari di antara kerumunan bak malaikat pencabut nyawa , mencabut nyawa para penjaga satu persatu.


Hanya dalam sekejap tercipta pemandangan yang sangat berdarah, penuh dengan kekejaman dan kekejaman.


Zhao Xifeng bukanlah orang yang tidak berperasaan. Sayangnya, dia tidak punya pilihan.Apalagi para penjaga ini seolah-olah mereka adalah serigala yang sekian lama kelaparan dan akhirnya melihat makanan . Mata mereka dipenuhi rasa haus dan lapar akan makanan. Menjijikkan dan menakutkan. Mata mereka juga berwarna merah darah seolah jiwa mereka di kendalikan oleh sesuatu.


Zhao Xifeng terus berjuang. Dia melepaskan teknik seni bela dirinya satu persatu, melukai parah para penjaga di sekitarnya.


Untungnya, meskipun ada banyak penjaga, kekuatan tempur mereka tidak melebihi miliknya. Oleh karena itu, dia mampu bertahan.


Meski begitu, Zhao Xifeng tidak optimis.Jumlah para penjaga ini terlalu banyak, energinya dan yang lain akan terkuras dan setelah energi mereka habis,mereka semua akan berada dalam bahaya.


Oleh karena itu, mereka harus berusaha menghemat energi sebanyak mungkin sambil membunuh para penjaga itu satu persatu .


Waktu berangsur-angsur berlalu. Jumlah penjaga yang jatuh di bawah pedang Zhao Xifeng dan yang lainnya secara bertahap meningkat.


Kelelahan perlahan merayap masuk dan tangan Zhao Xifeng yang memegang pedang melambat. Ceroboh sedikit saja jumlah luka di tubuhnya bertambah.

__ADS_1


Rasa sakit itu terus-menerus menstimulasi sarafnya. Tanpa disadari, mata Zhao Xifeng telah berlumuran darah dan dipenuhi dengan kekejaman dan ketidakberdayaan.


Jubah putihnya berlumuran darah. Dia tidak tahu apakah itu darahnya sendiri atau darah orang lain.


Saat ini, mata Zhao Xifeng benar-benar merah. Semua orang di depannya adalah musuhnya. Yang ingin dia lakukan adalah menggunakan tangannya sendiri untuk membantai semua yang ada di depannya.


Situasi ini benar-benar di luar kendalinya. Begitu dia berhenti bergerak, dia akan dibunuh oleh orang-orang ini.


Pedang biru menari-nari di tangannya memancarkan cahaya dingin. Darah merah cerah telah mewarnai bilahnya menjadi merah.


Namun, dalam warna merah darah ini, mata Zhao Xifeng yang dalam menjadi lebih gelap. Kegelapan semacam itu sepertinya menyembunyikan kekuatan yang bisa melahap segalanya.


Pedang panjang itu diacungkan, kontras dengan wajah Zhao Xifeng yang sempurna seperti dewa, memperlihatkan pesonanya dan sedikit haus darah .Zhao Xifeng telah beberapa kali terjun ke medan perang sedikit banyak dia telah terlatih dan berpengalaman menghadapi banyak musuh . Namun tetap saja lawan kali ini terlalu banyak.


Dalam keadaan seperti itu, Zhao Xifeng tidak tahu sudah berapa lama dia bertarung. Dia hanya merasakan kekuatan di tubuhnya semakin terkuras dan penglihatannya tampak kabur.


Namun, rasa sakit di tubuhnya menstimulasi sarafnya, membuatnya memaksa dirinya untuk terus bertarung.


Ketika Zhao Xifeng hampir menghabiskan seluruh kekuatannya untuk bertarung, Jiang Zhen dan yang lainnya juga berada dalam situasi yang sama.


Biasanya, mereka sering terlibat dalam pertempuran dengan intensitas tinggi. Tapi sebagai penjaga kediaman bukan prajurit perang mereka belum pernah menghadapi lawan sebanyak ini. Kali ini pertempuran di depan mereka lebih kejam dan putus asa dibandingkan pertempuran mana pun yang pernah mereka ikuti sebelumnya.


Jika itu adalah orang biasa, hanya dengan melihat pemandangan puluhan hingga hampir ratusan mayat dan lautan darah di depan mereka, mereka mungkin tidak akan kuat menghadapinya.


Bagaimanapun, tangan semua orang sedikit banyak telah berlumuran darah. Namun, darah sebanyak itu adalah sesuatu yang belum pernah mereka alami sebelumnya.


Hua Chunran bertahanlah.


Zhao Xifeng bergumam. Pada saat berikutnya, cahaya ganas tiba-tiba muncul di matanya, dan kemudian dia menyerang lagi ke arah kerumunan tanpa ragu-ragu.


Zhao Xifeng tidak tahu sudah berapa lama dia bertarung. Dia hanya tahu bahwa dia harus bertahan! .Dia tidak bisa mati di sini. Dia harus menyelamatkan Hua Chunran dan juga masih banyak hal yang harus dia lakukan.

__ADS_1


Sepasang mata dingin Zhao Xifeng diliputi cahaya merah darah. Sosok gagah dan tampan itu kini telah berubah menjadi sosok berwarna merah darah. Bau darah yang menyengat menutupi hidungnya. Baunya hampir membuat mual.


Akhirnya, setelah penjaga terakhir jatuh,Zhao Xifeng tergeletak kelelahan . Begitu juga Jiang Zhen dan yang lainnya. Sekujur tubuh mereka berlumuran darah penuh luka-luka .


Zhao Xifeng melihat tangan dan pakaiannya yang berlumuran darah. Alisnya yang panjang dan indah tanpa sadar berkerut. Wajah tampannya diam-diam ditutupi dengan sentuhan keganasan.


Setelah memulihkan energinya, Zhao Xifeng perlahan bangkit dan berjalan maju menuju ke ruang berikutnya. Melihat Zhao Xifeng bergerak maju yang lain juga bergegas bangkit dan mengikuti Zhao Xifeng.


Semakin mereka bergerak maju, beberapa penjaga muncul lagi di hadapan mereka.


Zhao Xifeng mengayunkan pedang di tangannya. Setelah beberapa lama bertarung,mereka terkejut saat mengetahui bahwa lawannya semakin kuat.


Bertarung melawan para petarung tangguh , Zhao Xifeng dan yang lainnya merasakan semakin banyak tekanan. Semakin sulit bagi mereka untuk bergerak maju.


Namun, kepercayaan diri Zhao Xifeng dan yang lainnya tidak terpengaruh sama sekali. Sebaliknya mereka menjadi lebih bertekad untuk segera menyelamatkan Hua Chunran dan Dan Yin lalu keluar dari tempat mengerikan ini hidup-hidup.


Sementara itu tabib Wang perlahan berjalan mendekat ke arah Hua Chunran dan Dan Yin dengan senyum mengerikan.


Berdiri disamping tempat tidur dia menatap Hua Chunran dengan puas. Tabib Wang mengulurkan tangannya membelai wajah bersih dan putih seperti giok milik Hua Chunran.


" Wajah cantik dan kulit tanpa cela ini sebentar lagi akan jadi milikku hahahaha." Tabib Wang tertawa bahagia. Hua Chunran menatap ngeri ke arah sosok tabib Wang.


"Kalian bersabarlah, aku pasti akan mengambil kulit wajah kalian dengan cara paling mudah dan tidak membuat kalian kesakitan." Tabib Wang menyeringai puas.


Dia lalu mengeluarkan sebilah pisau tipis dan tajam . Pisau itu terlihat sangat tajam bahkan cahayanya berkilau di bawah sinar obor dan lilin yang sengaja di hidupkan di ruangan ini.


Dia segera mengarahkan pisau itu ke wajah Hua Chunran dan bersiap hendak menyayat wajahnya.


Tiba-tiba sebuah suara terdengar ditelinga tabib Wang , dia lalu menghentikan gerakannya.


" Tabib berbahaya, penjaga mata merah telah tewas semua . Penyusup sedang menuju ruang operasi!"

__ADS_1


__ADS_2