Musim Semi Di Tiansheng

Musim Semi Di Tiansheng
Bab 49


__ADS_3

Hua Chunran dan yang lain sangat terkejut melihat pemandangan ini. Zhao Xifeng segera bergerak melindungi Hua Chunran.


" apa yang terjadi ?" Dan Yin memekik ketakutan. Jiang Zhen juga bergegas ke arah Dan Yin untuk melindunginya.


Tak ada seorang pun mampu menjawab pertanyaan Dan Yin. Mereka juga tidak tahu apa yang terjadi.Semua orang kemudian dalam posisi siaga dengan pedang ditangan masing-masing.


Setelah menggelepar wanita berwajah rusak itu perlahan berdiri dengan ekspresi menakutkan . Suara tulang berderak terdengar saat dia berdiri dan mulai menggerakkan kaki dan tangannya. Matanya masih terbeliak ke atas hanya menyisakan warna putih.Gerakan dan wajah menakutkan wanita itu mengingatkan Hua Chunran pada film-film Zombie di zaman modern.


Tiba-tiba wanita itu menyerang Han Sen yang paling dekat dengannya dengan ganas sambil mengeluarkan suara menggeram.


"arrrhhggg.....arrrrrhhhggg...."


Han Sen mengayunkan pedang menebas wanita itu , tapi tubuh wanita itu seolah tak berdarah dan tidak merasakan sakit sama sekali. Dia tetap menerjang maju menyerang Han Sen


Hua Chunran dan Dan Yin terpekik ketakutan melihat adegan mengerikan itu. Semua orang memasang sikap siaga. Zhao Xifeng lalu menarik Hua Chunran menjauh.


Han Sen masih bertarung dengan wanita itu, meski tidak menggunakan kemampuan bela diri serangan wanita itu sangat ganas, ia menyerang seolah akan menggigit Han Sen benar-benar seperti Zombie.


Han Sen menusuk perut wanita itu dengan pedangnya namun wanita itu masih tak bergeming seolah tak merasakan sakit sama sekali.Bahkan setelah perutnya dan tubuhnya ditebas pedang berkali- kali tetap tak ada darah yang keluar dari tubuhnya. Seolah darah telah mengering dari tubuh wanita itu.


" Apa yang terjadi? kenapa wanita ini berubah seperti mayat hidup?" pekik Xu Feng panik.


" Sepertinya tabib Wang telah melakukan sesuatu pada wanita ini. Mungkin memberikan racun dengan efek seperti ini. Lihatlah tubuhnya yang mengering tanpa darah. Aku khawatir semua wanita di penjara juga menjadi seperti ini." Sahut Zhao Xifeng muram.


Semua orang merasakan ketegangan yang luar biasa setelah mendengar kata-kata Zhao Xifeng. Akan sangat mengerikan jika itu terjadi .Satu wanita saja sudah sangat susah di hadapi apalagi jika semua wanita di dalam penjara berubah seperti ini. Mengingat banyaknya jumlah wanita di dalam penjara.


Wanita itu terlempar membentur dinding oleh tendangan Han Sen, namun dia masih berusaha dengan susah payah untuk bangkit.

__ADS_1


" ayo kita tinggalkan tempat ini !! " teriak Zhao Xifeng kemudian.


Semua orang segera berlari keluar dari ruang penyiksaan itu. Setelah semua orang keluar, Zhao Xifeng menutup pintu ruangan itu dan menguncinya dari luar. Terdengar wanita itu menggedor-gedor pintu dari dalam.


" Apa yang harus kita lakukan sekarang? " tanya Hua Chunran dengan gemetar .


" Kita harus mencári tempat aman dulu untuk bersembunyi sambil memikirkan cara menghadapi para wanita di penjara itu." sahut Zhao Xifeng tegas.


Semua orang setuju dan bergegas hendak pergi dari situ. Wajah semua orang tampak serius saat mereka melihat sekeliling dengan waspada. Selama ada gerakan sekecil apa pun, mereka pasti akan langsung bereaksi.


"Sepertinya aku mendengar sesuatu." ujar Zhao Xifeng pelan.


Begitu Zhao Xifeng selesai berbicara, mereka tiba-tiba mendengar serangkaian suara derap langkah banyak orang terdengar dari kejauhan yang bergema di dinding gua.


Mendengar suara derap langkah ini ekspresi semua orang langsung berubah semakin tegang. Semua orang saling berpandangan dengan ngeri. Sepertinya mereka harus kembali menjalani pertarungan berdarah.


" Ketua aku tidak menyangka pendengaranmu begitu tajam." bisik Xu Feng pelan.


" tetaplah disampingku jangan jauh-jauh dariku." Zhao Xifeng menggenggam erat tangan Hua Chunran. Hua Chunran mengangguk tak berdaya.


Semua orang sudah bersiap menghadapi yang terjadi.


"Sialan! mayat hidup itu sekarang telah sampai di tempat kita. Mungkin kita tidak bisa menemukan tempat yang aman di sini lagi."Han Sen merasakan semua saraf ditubuhnya menegang.


"Tidak ada tempat yang aman di gua ini. Mayat hidup ini sangat menjijikkan dan mengerikan. " Ujar Xu Feng tak kalah tegang.


Sejalan dengan arah pandangan mereka, saat ini para mayat hidup dengan mata putih terus-menerus berdesakan hendak menuju ke tempat Hua Chunran dan yang lainnya berada .

__ADS_1


Meski mereka sudah bersiap akan kemunculan para mayat hidup itu , setelah mereka melihatnya dengan mata kepala sendiri, mereka masih merasakan keterkejutan yang tak terkatakan.


Para mayat hidup terus berjalan keluar dari lorong gua , seperti mayat yang merangkak keluar dari kuburan masal. Mereka bahkan bisa mendengar suara tulang berderak, yang sangat mengejutkan .


"Mayat hidup ini terlihat sangat menakutkan!" Wajah Hua Chunran dipenuhi dengan keterkejutan dan ketakutan.


Sekarang Hua Chunran melihat begitu banyak gerombolan mayat hidup seperti Zombie secara langsung dengan matanya sendiri tidak hanya di film-film. Hua Chunran hanya merasa semua ini seperti mimpi buruk. Itu membuat rambutnya berdiri tegak.


Meskipun mereka semua dipenuhi dengan keterkejutan yang tak terlukiskan, kecepatan Zhao Xifeng dan penjaga lainnya sangat cepat. Pedang tajam mereka telah muncul di tangan mereka, dan tanpa ragu-ragu, mereka menyerang mayat hidup yang telah berusaha menyerang mereka.


Zhao Xifeng mengingatkan Jiang Zhen dan tiga lainnya saat dia bertarung dengan para mayat hidup. “mayat hidup ini tidak merasakan sakit ,mereka juga seperti kawanan semut. Jumlah mereka sangat mengejutkan tapi mereka bisa menerima pukulan, jadi kita harus mencari cara membunuh mereka sepenuhnya secepat mungkin."


Wajah tampan Zhao Xifeng dipenuhi kesungguhan dan keseriusan. Kemunculan para mayat hidup ini bukanlah sebuah lelucon.


Meskipun mereka para penjaga adalah kultivator dan petarung handal , mereka semua telah terluka dari pertarungan sebelumnya .Jika tidak hati-hati, mereka bisa kehilangan nyawa.


" Baik kami mengerti!!" Jiang Zhen dan tiga lainnya menjawab serempak.


Ding ding ding!


Zhao Xifeng melihat para mayat hidup yang menyerang ke arahnya dan Hua Chunran . Mata kelam hitam pekatnya bersinar dengan cahaya dingin dan dalam. Dia menyerang dengan Pedang berwarna biru di tangannya tanpa ragu-ragu.


Namun, setelah bertarung beberapa lama dengan para mayat hidup itu, matanya tidak bisa menahan kilatan keterkejutan karena kekuatan para mayat hidup itu untuk bertahan telah melampaui ekspektasinya.


Meskipun mereka telah menggunakan kecepatan tercepatnya, gerombolan mayat hidup itu seperti segerombolan semut, keluar dari lorong tanpa henti.


Meski gerakan para mayat hidup itu tidak terlihat cepat, sebenarnya mereka sangat cepat. Terlebih meski sudah menerima tebasan dan tusukan pedang beberapa kali , para wanita seperti mayat hidup itu tetap bangkit dan tidak tumbang.

__ADS_1


Zhao Xifeng berusaha keras menghabisi para mayat hidup itu sambil melindungi Hua Chunran.


Hua Chunran tanpa sadar melihat ke arah Xu Feng. Kakinya sudah patah, jadi sangat merepotkan baginya untuk bertarung sekarang. Dia pasti lengah sehingga kakinya patah karena kekuatan yang begitu kuat.


__ADS_2