Musim Semi Di Tiansheng

Musim Semi Di Tiansheng
Bab 22


__ADS_3

Zhao Xifeng kemudian tidur membelakangi Hua Chunran. Hua Chunran tersenyum tipis pria ini benar-benar laki-laki sejati. Hua Chunran semakin mengagumi Zhao Xifeng.


Selimutnya sangat besar, jadi meskipun jarak mereka sedikit berjauhan akan cukup jika dipakai berdua.


Hua Chunran kemudian menyelimuti Zhao Xifeng dulu baru ikut tidur dengan sedikit menjaga jarak darinya.


Zhao Xifeng tertegun saat merasakan Hua Chunran menyelimutinya tapi berpura-pura tak tahu dan tetap menutup matanya. Pikirannya berkecamuk dan hatinya menghangat , didunia ini sangat sedikit orang yang memperlakukannya dengan tulus.


Tengah malam saat baru terlelap Hua Chunran terbangun dan merasakan perutnya yang sedikit nyeri.


Perasaan ini , kenapa perasaan ini sangat familiar? .Apakah ini datangnya jadwal bulanannya? Hua Chunran berpikir dengan panik.


Sialan kenapa harus datang disaat seperti ini ? . Ini kali pertama Hua Chunran mendapatkan tamu bulanannya sejak berada di zaman kuno ini.


Jika biasanya di zaman modern dia sudah mempersiapkan pembalut sekarang dia tidak tahu apakah ada pembalut di zaman kuno ini. Kenapa dia melupakan hal yang begitu penting dan tidak memiliki persiapkan sebelumnya.


Hua Chunran yang merasa tidak nyaman mulai gelisah . Dia tidak tahu apa yang harus dilakukan. Kain yang ada hanya yang melekat dibadannya . Tak terbayangkan jika tamu bulanannya tak terkendali dan diketahui Zhao Xifeng akan sangat memalukan.


Hua Chunran sangat ingin menangis , dia sangat kebingungan. Merasakan Hua Chunran yang terbangun dan gelisah Zhao Xifeng juga ikut bangun.


"Nona ada apa ? "tanya Zhao Xifeng heran.


Hua Chunran menggelengkan kepalanya, tapi tatapannya rumit. Zhao Xifeng merasa ada yang tidak beres. Dia kemudian memperhatikan Hua Chunran yang memegangi perutnya.


"Apakah nona lapar? " tanya Zhao Xifeng prihatin.


Hua Chunran menggeleng lagi.


" Kalau nona lapar , hamba akan mencari sesuatu untuk dimakan." Zhao Xifeng berniat berdiri dan keluar dari tenda. Tapi tangan mungil dan halus Hua Chunran menahan tangannya.


Hua Chunran menggelengkan kepalanya dengan kuat " aku benar-benar tidak lapar.." .


Zhao Xifeng mengernyitkan dahi saat melihat ekspresi Hua Chunran yang tampak kesakitan dan ada keringat dingin di dahinya.


"Apakah nona demam? " Zhao Xifeng mengulurkan tangannya memeriksa suhu di dahi Hua Chunran. Lalu menariknya dengan cepat. " maafkan kelancangan hamba, hamba hanya ingin memeriksa kondisi nona."


Hua Chunran mengangguk " aku tidak demam, hanya saja..." Hua Chunran ragu melanjutkan kata-katanya.

__ADS_1


Zhao Xifeng heran melihat sikap Hua Chunran. Ada apa sebenarnya dengannya?


" Penjaga Zhao apakah kamu mempunyai sapu tangan atau handuk kecil?" Tanya Hua Chunran kemudian setelah menekan rasa malu dihatinya.


Zhao Xifeng yang tak paham maksud Hua Chunran, mengangguk lalu mengeluarkan sapu tangan dari cincin ruangnya. Dia lalu memberikannya kepada Hua Chunran dengan penuh tanda tanya.


"Penjaga Zhao aku akan ke tepi sungai sebentar jangan keluar dari tenda ." perintah Hua Chunran sambil beranjak keluar tenda.


"Tapi nona, berbahaya diluar hamba akan menemanimu.."


" Tidak !! aku mau buang air kecil sebentar.." Hua Chunran hampir berteriak mencegah Zhao Xifeng keluar. Zhao Xifeng terdiam dan tak berani keluar mengikuti Hua Chunran.


Diluar suasana gelap , hanya cahaya api unggun yang hampir padam sebagai penerang. Kembali Hua Chunran menambahkan kayu bakar dan cahaya api unggun membesar lagi memberi penerangan lebih besar dari sebelumnya.


Meski sedikit takut Hua Chunran memberanikan diri ke tepi sungai. Setelah menemukan bebatuan cukup besar dia berlindung di balik batu dan membersihkan dirinya. Setelah membersihkan dirinya dan memakai sapu tangan sebagai pembalutnya , Hua Chunran buru-buru melangkah hendak kembali ke tenda. Dia sangat takut dan gugup karena kegelapan yang menyelimuti sekelilingnya . Apalagi ini ditengah hutan.


Karena terburu-buru kaki Hua Chunran tergelincir dan dirinya jatuh masuk kesungai .


"Ahhhh..! " pekiknya yang langsung didengar Zhao Xifeng. Zhao Xifeng mengabaikan perintah Hua Chunran sebelumnya untuk tidak keluar . Dia segera berlari ke tepi sungai.


"Penjaga Zhao tolong aku.." Hua Chunran memanggilnya . Suaranya dari balik bebatuan. Zhao Xifeng langsung mencarinya ke balik bebatuan dan mendapati Hua Chunran jatuh basah kuyup ke dalam air .


Hua Chunran merasa sangat malu. Kenapa dia sangat sial?


" Kakiku sakit sepertinya terkilir.." Hua Chunran mencoba bangkit dengan susah payah. Keadaannya menyedihkan dan bibirnya nampak pucat karena kedinginan.


Tanpa basa-basi Zhao Xifeng langsung bergerak ke arah Hua Chunran dan menggendongnya dengan kedua tangannya.


Hua Chunran tersipu dan pipinya memerah. Dia sudah dua kali di gendong Zhao Xifeng, kenapa dia selalu memalukan di depan Zhao Xifeng?


Zhao Xifeng segera membawa Hua Chunran ke tenda. Dia mengeluarkan handuk dan satu setel baju pria dari cincin ruangnya .


" Nona maafkan hamba hanya punya baju laki-laki. Jika tidak keberatan nona pakailah baju hamba. Hamba takut jika pakaian nona tidak diganti nona akan jatuh sakit."


Hua Chunran mengangguk pelan" terima kasih Penjaga Zhao.."


Zhao Xifeng lalu keluar dari tenda memberi kesempatan kepada Hua Chunran berganti pakaian. Hua Chunran segera bergegas mengeringkan tubuhnya dan mengganti pakaiannya .

__ADS_1


Tiba-tiba dia teringat sesuatu " Penjaga Zhao apakah kamu punya sapu tangan lagi? " tanya Hua Chunran malu.


Zhao Xifeng lalu mengeluarkan sapu tangan lagi dari cincin ruang dan mengulurkan tangannya ke dalam tenda tanpa melihat.


"Terima kasih Penjaga Zhao..." Hua Chunran menerima sapu tangan itu. Tak lama setelah Hua Chunran selesai dia memanggil Zhao Xifeng.


" Penjaga Zhao masuklah..aku sudah selesai.."


Tak menjawab Zhao Xifeng langsung masuk kembali ke dalam tenda. Dia mengeluarkan obat dari cincin ruangnya.


"Biarkan hamba obati kaki nona.." Ujar Zhao Xifeng sopan.


Hua Chunran mengangguk lalu membiarkan Zhao Xifeng mengoleskan salep obat ke kakinya yang terkilir.


Zhao Xifeng bahkan memberinya pijatan lembut dikaki Hua Chunran. Diperlakukan seperti itu membuat Hua Chunran tersipu dan wajahnya memerah. Bagaimanapun Zhao Xifeng adalah pemuda yang sangat tampan.


Setelah beberapa saat memijat kaki Hua Chunran,Zhao Xifeng bertanya " bagaimana kaki nona sekarang?"


Zhao Xifeng mendongak dan tertegun melihat wajah Hua Chunran yang memerah.Sangat mempesona.


" su...sudah lebih baik . Terima kasih Penjaga Zhao" Hua Chunran tergagap dan menjawab dengan canggung. Dia hampir lupa dengan sakit di kakinya karena perasaannya tak menentu saat di pijat oleh Zhao Xifeng


Zhao Xifeng mengangguk lalu kembali menyimpan salep obatnya di cincin ruangnya.


" Oya , apakah perut nona masih sakit?" tanya Zhao Xifeng dengan polos. Hua Chunran kembali menjadi canggung.


" Sudah tidak lagi. " Hua Chunran berbohong, setidaknya dia sudah merasa nyaman sekarang.


" Baiklah , mari kita kembali tidur dan beristirahat nona, perjalanan besok masih panjang."


" ya, baiklah ..." Hua Chunran lalu merebahkan kembali tubuhnya ke tempat tidurnya semula.


Kali ini Zhao Xifeng berinisiatif menyelimuti Hua Chunran. Matanya yang hitam pekat bersinar dengan tatapan yang dalam.


Zhao Xifeng juga kemudian kembali merebahkan diri ditempat tidurnya semula.


Setelah mendengar suara nafas Hua Chunran yang teratur barulah Zhao Xifeng ikut tertidur.

__ADS_1


__ADS_2