
Orang yang ditugaskan oleh kepala desa sekaligus kepala suku Nu untuk mengantar Hua Chunran ke kediaman tabib Wang membawa mereka ke sebuah rumah yang cukup besar dan bagus dibandingkan rumah penduduk biasa.
Sepertinya tabib Wang sangat terkenal sehingga kehidupannya pun lebih baik daripada rakyat biasa.
Rumah tabib Wang memancarkan aura dingin dan Misterius membuat Hua Chunran dan Dan Yin sedikit bergidik.
" Dan Yin, ini rumah tabib atau dukun?" bisik Hua Chunran pelan.
"Hamba dengar tabib Wang memang sedikit misterius.." jawab Dan Yin juga dengan berbisik.
Seolah mengetahui kedatangan mereka tiba-tiba terdengar suara dari dalam.
" Hanya pasien dan satu orang yang mendampingi boleh masuk. Sisanya tunggu di luar ."
Hua Chunran dan yang lainnya berpandangan.
" Hamba akan menemani nona." ujar Dan Yin.
" Tidak, biar hamba saja yang menemani nona, kita tidak tahu bagaimana situasi didalam. Akan berbahaya jika Dan Yin yang mendampingi nona." Sela Zhao Xifeng.
Hua Chunran dan yang lainnya mengangguk merasa perkataan Zhao Xifeng ada benarnya.
" Baiklah ayo masuk.." Hua Chunran melangkah lebih dulu lalu diikuti Zhao Xifeng. Sementara yang lain menunggu di luar dengan sedikit cemas.
Begitu masuk , mereka disambut seorang pemuda berusia sekitar 20 tahun.
" Silahkan lewat sini, tabib Wang berada di ruang kerjanya." Pemuda itu memimpin jalan , membawa mereka melewati sebuah lorong yang cukup panjang. Karena rumah itu sedikit gelap di kiri kanan lorong di tempatkan beberapa lilin untuk penerangan.
Hua Chunran merasa ini lebih seperti rumah dukun daripada tabib. Namun dia tidak berani mengatakannya lagi pada Zhao Xifeng.
" Nona tetaplah disampingku." Zhao Xifeng berbisik pelan. Dia merasakan hawa aneh di dalam kediaman tabib Wang.Hua Chunran mengangguk, lagipula dia merasa takut jika sendirian .
__ADS_1
Mereka sampai di depan sebuah ruangan dengan pintu berukir Naga, tapi naga itu berwarna tidak seperti biasanya yakni hitam . Pemuda itu kemudian mengetuk pintu.
"tok..tok..tok.."
" Tabib Wang, ada pasien mencarimu."
"Biarkan mereka masuk.." Sebuah suara perempuan terdengar menjawab dari dalam.
Hua Chunran dan Zhao Xifeng saling berpandangan, mereka semua mengira bahwa tabib Wang adalah seorang laki-laki ternyata tabib Wang adalah seorang perempuan.
" Masuklah , berhati-hatilah jangan berbicara sembarangan pada tabib Wang.." Pemuda itu mengingatkan sambil membukakan pintu.
" Baik, terima kasih atas pengingatnya." Sahut Hua Chunran sambil tersenyum.
Hua Chunran dan Zhao Xifeng kemudian melangkah masuk kedalam ruang kerja tabib Wang..
Dihadapan mereka berdiri seorang perempuan bertubuh tinggi , sedikit lebih tinggi daripada kebanyakan perempuan dan berambut panjang. Perempuan yang diduga adalah tabib Wang itu berdiri membelakangi mereka, dia seperti mengerjakan sesuatu.
Perlahan perempuan itu menoleh ke arah mereka, Hua Chunran dan Zhao Xifeng tercengang melihat penampilan perempuan itu. Tapi mereka buru - buru menguasai ekspresi mereka agar tidak membuat tabib Wang tersinggung.
Perempuan dihadapan mereka sepertinya bukan perempuan sesungguhnya, baik Hua Chunran maupun Zhao Xifeng bisa menilai bahwa tabib Wang adalah laki-laki yang berdandan sebagai perempuan atau Waria di zaman modern . Pantas saja tubuhnya terlihat lebih tinggi daripada wanita biasa. Karena pakaian yang dipakainya sedikit longgar dan tubuhnya ramping kalau dilihat dari belakang maka tidak akan menyangka tabib Wang adalah seorang waria.Hua Chunran yang berasal dari zaman modern sudah terbiasa melihat penampilan waria tapi bagi Zhao Xifeng yang benar-benar hidup di zaman kuno ,ini pertama kalinya dia melihat seorang laki-laki berpenampilan seperti wanita. Zhao Xifeng tak bisa menyembunyikan tatapan anehnya meski sudah berusaha menguasai diri .
Tampaknya tabib Wang sudah terbiasa dengan ekspresi orang saat pertama kali melihatnya . Dia tidak memperdulikan perubahan ekspresi Hua Chunran dan Zhao Xifeng. Tabib Wang hanya menatap tajam ke arah Hua Chunran dan Zhao Xifeng bergantian seperti sedang menilai sesuatu.
" Tabib Wang,.kami datang untuk meminta bantuanmu." ujar Zhao Xifeng kemudian memecah kecanggungan diantara mereka.
" Aku tahu, langsung saja katakan apa penyakit kalian?. " sahut tabib Wang dengan suara yang persis seperti perempuan.
" Nona kami datang untuk menyembuhkan bekas luka dari tubuhnya." Zhao Xifeng menjelaskan.
Tabib Wang sejak tadi tak pernah berhenti melepaskan tatapannya pada Hua Chunran, tatapannya terasa aneh , membuat Hua Chunran bergidik .
__ADS_1
" Kalian cukup beruntung datang diwaktu yang tepat. Suasana hatiku sedang baik jadi aku akan membantu kalian."
Zhao Xifeng menghela nafas lega, ternyata mendapatkan pengobatan dari tabib Wang sepertinya tidak sesulit yang mereka bayangkan dari rumor yang beredar. Tapi Zhao Xifeng juga sedikit menaruh rasa curiga mengapa semuanya begitu lancar?. Sementara Hua Chunran tidak terlalu perduli, karena dia sebenarnya tidak membutuhkan pertolongan tabib ini.
"Tapi besok aku baru bisa mengobatinya, malam ini kalian menginap dulu disini. Pelayanku akan menyiapkan kamar untuk kalian."
Mendengar kata-kata tabib Wang , Hua Chunran dan Zhao Xifeng merasa tak nyaman. Kalau bisa mereka ingin pergi secepatnya dari kediaman tabib Wang yang menyeramkan ini, tapi mereka tidak punya pilihan lain selain menerimanya.
" Baiklah, kami akan menginap disini . Terima kasih atas kemurahan hati tabib Wang." Ujar Zhao Xifeng kemudian. Sementara Hua Chunran tak berbicara dari awal hingga akhir.
Tabib Wang tak menjawab dia hanya menyunggingkan senyum tipis di bibirnya yang memakai pewarna merah menyala. Tabib Wang kemudian memanggil pelayannya.
" Sediakan beberapa kamar untuk tamuku, sediakan kamar terpisah untuk nona ini." tabib Wang menunjuk Hua Chunran. Sepertinya dia tahu status Hua Chunran sebagai nona bangsawan sehingga memberinya kamar terpisah.
" Baik tabib Wang."
Pelayan itu kemudian membawa Hua Chunran dan Zhao Xifeng keluar dari ruangan diiringi tatapan penuh makna dari tabib Wang.
Pelayan kediaman tabib Wang, segera membawa Hua Chunran dan yang lainnya ke beberapa kamar yang tersedia di kediaman itu. Ada sekitar sepuluh kamar yang berderet sejajar di kediaman tabib Wang. Sepertinya kamar-kamar ini memang disediakan untuk pasien dan keluarganya . Hua Chunran dan yang lainnya yang awalnya merasa curiga sedikit merasa lega.
Ada empat kamar disediakan untuk mereka.Kamar Dan Yin berada tepat di sebelah kiri kamar Hua Chunran, sementara kamar Zhao Xifeng , Jiang Zhen dan Han Sen berada di sebelah kanan kamar Hua Chunran. Zong Yue , Xu Feng dan dua kusir kereta kuda berada dikamar satu lagi. Pengaturan ini membuat mereka semakin lega , setidaknya jika terjadi apa-apa dengan Hua Chunran mereka bisa bergerak cepat ke kamar Hua Chunran yang berada di tengah.
Hua Chunran memasuki kamar yang disediakan untuknya. Suasana kamar tidak sehangat kamar biasanya mungkin karena tidak selalu di tempati. Hanya ada satu tempat tidur dan satu lemari kecil disudut ruangan.
Zhao Xifeng memeriksa kamar Hua Chunran terlebih dahulu memastikan tidak ada hal yang aneh dan mencurigakan yang bisa membahayakan keselamatan Hua Chunran. Baru setelah selesai memeriksa dan tidak menemukan hal yang mencurigakan, Zhao Xifeng kemudian meninggalkan kamar Hua Chunran.
" Berhati-hatilah nona, jika ada yang membahayakan langsung saja berteriak, hamba berada di kamar sebelah pasti akan langsung datang kemari. " pesan Zhao Xifeng sebelum keluar dari kamar Hua Chunran.
Hua Chunran tersenyum dan mengangguk, dibawah perlindungan Zhao Xifeng entah mengapa dia merasa sedikit tenang . Setelah Zhao Xifeng keluar dan menutup pintu kamar, Hua Chunran lalu merebahkan diri, meski tempat tidur ini sangat sederhana tapi sudah hampir sebulan dia tidak tidur diatas tempat tidur membuat Hua Chunran sudah cukup senang . Tak berapa lama Hua Chunran jatuh terlelap karena rasa lelah yang dirasakannya akibat perjalanan jauh.
Tanpa mereka sadari , malam ini akan menjadi malam panjang yang mengerikan bagi mereka...
__ADS_1