Musim Semi Di Tiansheng

Musim Semi Di Tiansheng
Bab 12


__ADS_3

Lewat tengah malam mereka baru sampai di kediaman menteri. Menteri Hua Qi Mo sudah gelisah menunggu kedatangan putri kesayangannya yang belum pulang meski sudah larut malam. Begitu penjaga melapor bahwa nona pertama sudah kembali , menteri Hua Qi Mo bergegas menuju ke halaman depan menyambut putrinya .


Tapi keningnya berkerut melihat putrinya tidak kembali menaiki kereta kuda bersama Wen Cheng Si melainkan menunggang kuda bersama pria tak dikenal.


Hua Chunran yang baru turun dari kuda dibantu pria yang mengaku penjaga baru ayahnya , begitu melihat ayahnya menyambutnya dengan wajah penuh kekhawatiran , Hua Chunran merasa terharu. Ternyata begini rasanya punya ayah, ada yang mengkhawatirkannya ketika pulang terlambat.


" Ayah.." Hua Chunran bergegas berlari kearah ayahnya .


" Hati-hati jangan berlari ..." tegur ayahnya sambil tersenyum. Begitu sampai Hua Chunran langsung memeluk ayahnya . Ayahnya terpana kenapa dia merasa putri kesayangannya semakin hari semakin manja padanya. Tapi menteri Hua Qi Mo senang merasakan perubahan putrinya. Dulu meski mereka dekat dan Hua Chunran putri kesayangannya, tapi mereka tetap ada jarak yang tak terkatakan.


Pria yang menjemputnya tadi juga tertegun melihat tingkah Hua Chunran.


" Maaf ayah aku pulang terlambat."


"tidak apa-apa, asal kamu pulang kembali dan selamat. Kenapa kamu tidak pulang bersama Wen Cheng Si? Dan siapa dia?" tanya ayahnya sambil melihat ke arah pria yang mengantar putrinya.


" Wen Cheng Si ada urusan." Hua Chunran terlalu malas untuk mengatakan yang sebenarnya, karena ayahnya pasti akan membuat keributan besar . Tapi pria yang mengaku sebagai penjaga baru itu, begitu mendengar jawaban Hua Chunran salah sangka , mengira Hua Chunran ingin melindungi Wen Cheng Si.


" Dia? Bukankah dia penjaga yang baru ayah pilih?" tanya Hua Chunran heran. Sambil menatap ayahnya dan pria itu .


" Salam Menteri Hua, hamba adalah Zhao Xifeng, penjaga baru yang direkrut. Hamba diutus kepala penjaga Yan Xun untuk menjemput nona." Jawab pria itu sambil mengepalkan kedua tangannya memberi salam hormat.


Menteri Hua mengangguk lalu menoleh kepada Yan Xun yang baru datang memastikan kebenarannya


" Benar Menteri Hua, karena tahu Menteri sangat mengkhawatirkan nona maka saya memerintahkannya untuk menjemput nona sebagai tugas pertamanya."


" Bagus , terima kasih Yan Xun, tidak salah aku memilihmu menjadi kepala penjaga, tindakanmu sangat cepat dalam membaca situasi." Puji menteri Hua. Hua Chunran mengangguk setuju.

__ADS_1


" Terima kasih tuan Yan atas kepedulian mu, terima kasih tuan Zhao sudah menjemputku dan mengantarkan aku dengan selamat sampai kediaman ." Hua Chunran membungkuk hormat sebagai ungkapan terima kasihnya.


Semua yang ada disana tercengang melihat tindakan Hua Chunran yang begitu rendah hati.


" Tidak nona ,ini sudah menjadi tugas hamba." elak Yan Xun kemudian . Sementara Zhao Xifeng hanya diam saja. Menteri Hua mendehem untuk mencairkan kecanggungan.


" Masuklah kau pasti sudah lelah, cepatlah beristirahat." Ujar Menteri Hua sambil membimbing Hua Chunran melangkah masuk.


" Baik ayah.." Hua Chunran tersenyum sambil mengikuti ayahnya melangkah masuk, lalu diikuti oleh Dan Yin.


Zhao Xifeng menatap Hua Chunran yang melangkah masuk dengan tatapan dalam, sebelum beralih kepada Yan Xun.


" Kerja bagus." ujarnya pada Yan Xun lalu berbalik pergi.


" terima kasih yang mu..."


" sudah kubilang namaku Zhao Xifeng, jangan salah lagi." Zhao Xifeng memperingatkan Yan Xun dengan dingin.


" Mengenai tempat tinggal... " Yan Xun berkata ragu.


" Tempatkan saja aku di tempat yang sama dengan penjaga, dan bersikaplah kepadaku seperti kepada seorang bawahan untuk selanjutnya." Ujar Zhao Xifeng dingin.


" Baik." Yan Xun menelan ludah kelu, bagaimana dia bisa bersikap seperti kepada bawahan sementara orang dihadapannya adalah pemimpinnya .


Kenapa pemimpin harus turun tangan sendiri dalam penyusupan ini, bukankah dia sendiri sudah cukup? .


Lagipula selama tiga tahun dia menyusup ke kediaman Menteri Hua , Yan Xun belum menemukan hal mencurigakan dari tindak tanduk sang menteri. Yan Xun menghela nafas berat.

__ADS_1


Yan Xun kemudian membawa Zhao Xifeng ke barak tempat tinggal para penjaga di kediaman Menteri.


" Ini adalah tempat tinggal penjaga disini, kamar..mmu.. di no 3." Ujar Yan Xun agak sedikit kaku. Dia perlu membiasakan berbicara seperti ke bawahan pada Zhao Xifeng. Zhao Xifeng tanpa banyak bicara langsung menuju ke kamar yang disediakan untuknya. Dia langsung membuka pintu dan menemukan di dalam kamar kosong.


Kamar itu cukup luas,Ada lima tempat tidur di dalamnya. Sebuah meja panjang dan kursi panjang tampaknya berfungsi sebagai meja makan untuk penjaga yang berada di kamar itu.


Zhao Xifeng baru akan duduk ketika tiba-tiba pintu kamarnya di tendang keras dari luar.


" Jadi ini penjaga baru yang berani naik satu kuda bersama nona pertama." Tampak seorang pria muda berbadan tegap, wajahnya cukup tampan tapi sedikit beringas saat menatap Zhao Xifeng. Dibelakangnya ada dua pria muda lain. Tampaknya mereka juga penjaga dikediaman menteri.


Zhao Xifeng mengernyitkan dahinya, menatap pria itu.


"Beraninya kau menatapku seperti itu, kau hanya penjaga baru disini !!" Pria itu melangkah cepat ke arah Zhao Xifeng dan hendak menendangnya, tapi Zhao Xifeng menghindar dengan elegan."


" Kakak penjaga, ada apa? Apakah saya melakukan kesalahan?" tanya Zhao Xifeng dengan rendah hati, matanya yang kelam menyembunyikan rasa dingin dihatinya. Jika dia sedang tidak menyamar dia pasti sudah membunuh bajingan ini dalam sekali tebas.


"Kesalahan apa? Kau masih tidak sadar apa kesalahanmu??. Siapa dirimu yang begitu lancang menaiki satu kuda bersama nona pertama?. Kau tahu nona pertama sudah memiliki tunangan, jika orang tahu itu akan meruntuhkan martabat nona pertama." Hardik pria itu. Dua temannya juga memandang Zhao Xifeng sinis , kilatan kebencian terlihat di mata mereka.


" Maafkan saya, saya hanya melakukannya karena nona pertama tidak bisa menunggangi kuda sendirian, jika tidak menunggangi kuda bersama maka kami tidak akan bisa kembali ke kediaman menteri malam ini."


" Kami??! Sejak kapan kau yang rendahan bisa mengatakan" kami " dengan nona pertama??!. Kau jangan bermimpi menaiki tangga ke puncak dengan mendekati nona pertama kalau tidak ingin selembar nyawamu yang tak berguna ini melayang." Pria itu mengarahkan pedangnya ke leher Zhao Xifeng dengan mata menyala oleh amarah.


"Saya tidak berani." Zhao Xifeng menjawab dengan pelan, berusaha mengurangi aura membunuhnya.


" Perhatikan sikapmu kalau ingin terus menjadi penjaga disini. Ingat namaku Lou Yao tidak akan diam saja jika kau tak menjaga sikapmu." Ancam Lou Yao sebelum beranjak pergi dengan arogan.


Zhao Xifeng menatap sinis kepergian Lou Yao. Hmmm ,menarik ternyata nona pertama cukup populer di kalangan penjaga kediaman Menteri Hua.

__ADS_1


Zhao Xifeng hendak melangkah menutup pintu kamarnya ketika empat orang pemuda masuk ke kamarnya. Zhao Xifeng menebak bahwa mereka adalah teman sekamarnya.


" salam, saya Zhao Xifeng penjaga baru di kediaman menteri Hua." Zhao Xifeng memberi salam pada mereka dengan mengepalkan kedua tangannya di depan dadanya.


__ADS_2