Musim Semi Di Tiansheng

Musim Semi Di Tiansheng
Bab 57


__ADS_3

Matahari yang cerah dan indah menyinari bumi, memancarkan aura hangat. Cahaya keemasan menyinari celah dedaunan mewarnainya dengan lapisan cahaya keemasan yang mulia dan suci.


Bermandikan sinar matahari lagi dan merasakan aura hangat, senyuman santai muncul di wajah semua orang.


Dalam sekejap mata, sembilan hari telah berlalu sejak kedatangan Hua Chunran dan rombongannya ke desa suku Nu. Selama sembilan hari, itu adalah sembilan hari yang mengerikan bagi semua orang.


Sekarang mereka tidak bisa menahan untuk menghela nafas lega . Mereka bisa keluar hidup-hidup dari gua bawah tanah terkutuk itu, bahkan berhasil membunuh tabib Wang dan kepala suku Nu.


Mereka kemudian memutuskan segera kembali ke ibukota tak ingin berlama-lama lagi ditempat yang memberi kenangan buruk dan mengerikan ini.


Kematian kepala suku Nu dan tabib Wang menimbulkan kegemparan bagi masyarakat suku Nu. Tabib Wang adalah tabib kebanggaan mereka, meski perbuatannya sangat kejam tapi itu juga membuat suku mereka di takuti suku lain. Sekarang dengan kematian tabib Wang dan kepala suku, suku Nu bagai diujung tanduk. Musuh-musuh suku Nu sudah bersiap - siap menyerang memanfaatkan kesempatan.


Kabar kematian kepala suku Nu ditangan penjaga Hua Chunran juga segera sampai ke telinga Wen Cheng Si.


" Wanita ini, dia sudah kuperingatkan untuk tidak menyentuh Hua Chunran !!" Wen Cheng Si menggertakkan giginya marah. Meski sedikit marah dia juga merasa sedikit kasihan pada Xie Wan Qing, bagaimanapun dia sedikit memiliki perasaan pada wanita itu.


" Apa yang harus kita lakukan tuan?" tanya Qi Shuo , dia tahu Xie Wan Qing sedikit istimewa bagi Wen Cheng Si.


" Kirim orang ke desa suku Nu untuk menjemput Xie Wan Qing, situasinya di desa itu sangat berbahaya karena tidak ada lagi yang melindunginya . " Wen Cheng Si menghela nafas, lalu melanjutkan kata-katanya.


"satu lagi , jangan biarkan Hua Chunran tahu aku membawa Xie Wan Qing, akan sangat merepotkan ."


" Baik tuan.."


Setelah menerima perintah Wen Cheng Si, Qi Shuo segera melesat pergi untuk memerintahkan anak buahnya menjemput Xie Wan Qing.


Kondisi Xu Feng setelah mengalami patah di kakinya kurang baik, akhirnya Hua Chunran dan yang lainnya memutuskan mencari tabib di desa terdekat. Setelah bertanya ke beberapa orang penduduk mereka akhirnya menemukan seorang tabib di desa itu.


Tabib itu merawat Xu Feng selama seminggu sebelum akhirnya Xu Feng bisa melanjutkan perjalanan setelah kondisinya membaik. Meski patah kakinya belum sepenuhnya sembuh tapi kesehatannya sudah kembali seperti sedia kala .

__ADS_1


Karena kondisinya yang masih dalam tahap pemulihan Xu Feng hanya bisa duduk di kereta kuda yang mengangkut barang, sementara kusir kereta kuda yang menggantikan Xu Feng menaiki kudanya.


Setelah sebulan lebih perjalanan , rombongan Hua Chunran sampai di ibukota. Menteri Hua sudah tidak sabar menanti kedatangan Hua Chunran.


Wen Cheng Si sebenarnya tahu Hua Chunran akan kembali hari ini, tapi karena menteri Hua merahasiakan kepergian Hua Chunran ke desa suku Nu jadi dia memutuskan untuk pura-pura tidak tahu. Namun dia diam-diam memperhatikan dari kejauhan.


Setelah hampir seharian menunggu dengan harap-harap cemas, akhirnya mata menteri Hua melihat kedatangan rombongan Hua Chunran di kejauhan . Dia segera berjalan tergesa-gesa menyongsong kedatangan Hua Chunran. Dibelakang menteri Hua para selir dan putra-putrinya juga ikut menyambut kedatangan Hua Chunran.


" Nona kita sudah sampai... " Ujar Dan Yin membangunkan Hua Chunran yang tertidur.


Mendengar kata-kata Dan Yin, Hua Chunran merasa bersemangat bergegas segera membuka tirai kereta dan melihat ke luar . Benar saja tampak ayahnya keluar dari pintu gerbang kediaman dan hampir setengah berlari menyongsong kedatangan mereka .


Mata Hua Chunran menghangat dan airmata merebak di pelupuk matanya. Hampir dua bulan tidak bertemu dan dia sudah sangat merindukan ayahnya.


" Ayah jangan lari.. Disitu saja.. " teriak Hua Chunran .


Segera kereta kuda yang ditumpangi Hua Chunran sampai di depan menteri Hua. Hua Chunran hendak turun sendiri dari kereta kuda , namun Zhao Xifeng dengan sigap membantunya turun.


Melihat sikap Zhao Xifeng , menteri Hua cukup puas dan merasa tidak salah memilih Zhao Xifeng sebagai kepala penjaga untuk mengawal Hua Chunran.


Setelah turun dari kereta kuda, Hua Chunran langsung berlari menyongsong ayahnya. Mereka berdua kemudian berpelukan melepaskan rasa rindu dan haru. Menteri Hua sangat bersyukur putri kesayangannya kembali dengan selamat.


" Menteri Hua, kami kembali.." sapa Zhao Xifeng mewakili yang lain.


" Bagus kalian bisa kembali dengan selamat, terima kasih sudah menjaga Chunran ku . Kembalilah dan beristirahat, kalian pasti sudah sangat lelah.". Menteri Hua tersenyum hangat setelah melepaskan pelukannya pada Hua Chunran.


" Terima kasih menteri, kami akan beristirahat dahulu." Zhao Xifeng lalu memimpin Jiang Zhen dan yang lainnya kembali ketempat tinggal para penjaga di kediaman menteria Hua.


" Selamat datang nona pertama.."

__ADS_1


" selamat datang kakak pertama.. "


Para selir dan saudara tiri Hua Chunran juga menyambutnya.


" Terima kasih selir Li, Selir Chu, Selir Zhen , terima kasih adik-adik.. " Hua Chunran tersenyum tipis.


Hua Chunran tidak memiliki perasaan apapun pada selir -selir ayahnya juga adik-adik tirinya. Karena bahkan dalam ingatan Hua Chunran yang asli yang hidup di zaman kuno ini, dia tidak dekat dengan mereka.


" Ayah bagaimana kabarmu? " tanya Hua Chunran kemudian, mengalihkan pandangannya pada ayahnya.


"ayah baik-baik saja, putriku kenapa aku merasa berat badanmu berkurang banyak?" tanya menteri Hua dengan prihatin.


Menteri Hua menatap wajah putrinya yang tirus ,pipinya yang biasanya penuh berisi sehingga memberi kesan menggemaskan sekarang telah jauh menyusut. Bahkan pergelangan tangan Hua Chunran terlihat sangat rapuh dan kecil. Hati menteri Hua seketika langsung tenggelam.


" Banyak hal telah terjadi ayah..." sahut Hua Chunran lirih.


" Apa yang terjadi? " Menteri Hua sangat cemas.


" Ayo masuk dulu ayah, aku akan menceritakannya di dalam. Tidak baik jika kita berdiri diluar kediaman."


Menteri Hua baru sadar bahwa mereka masih diluar .


" Ayo cepat masuk..." Menteri Hua lalu membawa Hua Chunran masuk.


Di belakang mereka para selir dan putra - putri menteri Hua mengikuti mereka dengan wajah masam.


Tak bisa di pungkiri dalam hati para selir dan saudara tiri Hua Chunran, mereka semua berharap Hua Chunran tidak bisa kembali dengan selamat dari desa suku Nu.


Awalnya mereka semua senang Hua Chunran di kirim ke desa suku Nu, tapi sekarang melihat Hua Chunran bisa kembali dengan selamat mereka sangat kesal. Selir Li , selir Chu dan selir Zhen diam-diam saling memandang dengan penuh arti.

__ADS_1


__ADS_2