
" Bodoh!! tak berguna !!" Wen Cheng Si menendang Qi Shuo hingga terpental menabrak dinding.
Qi Shuo merasakan dadanya sakit luar biasa, tendangan Wen Cheng Si tadi sangat kuat menunjukkan seberapa emosinya dia.
" Menghabisi beberapa orang saja kalian tidak bisa, Qi Shuo sejak kapan kau dan anak buahmu begitu lemah !!" Geram Wen Cheng Si penuh amarah.
"Ampuni hamba , kami sudah hampir berhasil membawa Nona Hua dan akan membunuh penjaga itu , tapi ternyata Nona Hua memiliki penjaga bayangan yang diam-diam melindunginya. Mereka datang saat kami hampir berhasil dan mengacaukan segalanya. Bahkan Qian Fan tewas saat terjatuh ke dasar tebing." Qi Shuo menahan kesedihannya saat ingat rekannya Qian Fan telah tewas.
"Kita terlalu meremehkan para penjaga rendahan itu. Lain kali aku tak ingin ada kegagalan lagi. Pergilah ." Wen Cheng Si mengepalkan tangannya dengan penuh amarah.
Tak menunggu lama seolah diampuni dari hukuman mati Qi Shuo segera bergegas keluar dari ruangan Wen Cheng Si secepat kilat.
Di tepi tebing...
Dan Yin dan yang lainnya sangat cemas setelah mengetahui bahwa Hua Chunran dan Zhao Xifeng terjatuh ke tebing.
" Penjaga Jiang, bagaimana ini? Aku takut terjadi sesuatu dengan nona..." Dan Yin sudah berurai air mata ketakutan dan penuh kecemasan terhadap nasib Nonanya.
Jiang Zhen tak mampu berkata apa-apa , dia juga sama cemasnya dengan Dan Yin. Menatap ke bawah tebing hanya kegelapan tanpa batas yang memenuhi pandangan mata mereka.
"Sebaiknya kita turun , kita harus bergegas untuk menolong nona dan Zhao Xifeng.." Han Sen berkata dengan tegas.
Yang lain mengangguk setuju dan berusaha mencari jalan untuk menuruni tebing.
Di dasar tebing...
Setelah mendapatkan kayu kering, mereka kembali ke tempat yang tak jauh dari tepi sungai. Ada dataran berpasir yang luas ,jadi aman untuk bermalam disana dari hewan-hewan yang suka hidup di semak-semak seperti ular .
Zhao Xifeng menyalakan api dengan mudah menggunakan tenaga dalamnya. Melihat itu Hua Chunran tercengang, adegan yang biasanya hanya dilihatnya di televisi kini dia lihat secara langsung dengan mata kepalanya sendiri . Hua Chunran mengerjapkan matanya berusaha memastikan penglihatannya.
Keajaiban yang dilihat Hua Chunran tak berhenti sampai disitu, dia melihat Zhao Xifeng mengeluarkan sesuatu dari cincinnya.
__ADS_1
Itu tenda??
Hua Chunran tak bisa berkata-kata .Matanya terbelalak penuh keheranan . Zhao Xifeng tidak memperhatikan ekspresi Hua Chunran, dia dengan tangkas dan cepat mendirikan tenda di atas pasir.
Ada Tenda dan api unggun, Hua Chunran merasa sedang berkemah di hutan. Dia sedikit terhibur tapi ketika teringat Dan Yin dan yang lainnya dia merasa cemas.
"Aku harap Dan Yin dan yang lainnya akan selamat." gumam Hua Chunran sedih.
" Mereka pasti selamat." Sahut Zhao Xifeng singkat .Dia berjalan ke arah Hua Chunran dan duduk didekatnya.
"Semoga saja , jika terjadi apa-apa pada Dan Yin aku akan merasa sangat bersalah." Hua Chunran hampir menangis memikirkan Dan Yin.
Zhao Xifeng menatap Hua Chunran dalam, dia tak menyangka bahwa Hua Chunran akan sangat peduli pada pelayannya.Sangat jarang para bangsawan yang begitu peduli pada pelayannya.
"Malam ini nona tidurlah didalam tenda, hamba akan berjaga di luar." Ujar Zhao Xifeng kemudian.
Hua Chunran mengangguk, tubuhnya sangat lelah dan nyeri dibeberapa bagian tubuhnya, mungkin karena terjatuh tadi. Dia percaya Zhao Xifeng sudah terlatih hidup di luar jadi dia tak mengkhawatirkannya walau tidur tanpa tenda.
Memasuki tenda Hua Chunran tercengang, ada bantal dan selimut tebal di dalamnya. Sepertinya dia bisa tidur sedikit nyenyak. Dia segera merebahkan diri, melepaskan lelah yang dirasakannya.
Hua Chunran tak terbiasa memakai bantal keras zaman kuno ini , jadi dia tak memakai bantal saat tidur. Dia hanya menggunakan selimut tebal dan meringkuk di dalamnya.
Tak lama Hua Chunran tertidur pulas karena kelelahan dan rasa nyeri ditubuhnya. Tapi lewat tengah malam dia terbangun karena merasa kedinginan. Saat ini musim panas jadi malam hari terasa sangat dingin .
Saat musim panas biasanya langit akan bersih tanpa awan, sehingga proses pendinginan bumi dari sinar matahari siang berlangsung sangat cepat, maka suhu malam hari umumnya sangat dingin menusuk tulang, apalagi di daerah lembah seperti tempat dimana mereka berada . Sepertinya berembun karena terlalu dingin.
Hua Chunran yang memakai selimut tebal masih merasa kedinginan, apakah Zhao Xifeng tidak kedinginan?. Hua Chunran membuka tenda dan melihat api yang hampir padam. Duduk disebuah kursi Zhao Xifeng nampak tertidur. Hua Chunran tidak heran lagi melihat kursi yang di diduduki Zhao Xifeng, karena pasti dari cincin ajaibnya.
Hua Chunran berjalan ke arah api unggun bermaksud menambah kayu di bara api. Ketika dia baru hendak menambah kayu suara Zhao Xifeng yang mempesona terdengar.
"Nona kamu terbangun?"
__ADS_1
Hua Chunran menoleh dan mendapati Zhao Xifeng telah bangun dan duduk tegap di kursinya.
"Aku merasa kedinginan dan ternyata apinya sudah hampir mati. Jadi aku berniat menambahkan kayu."
"Maafkan hamba, lalai menjaga api . " Zhao Xifeng sedikit merasa tak enak.
"Tidak masalah, kamu pasti kelelahan, diluar sangat dingin. Tidurlah didalam tenda. Aku percaya kau tidak akan melakukan hal buruk padaku ." Hua Chunran tercengang atas kata-katanya sendiri .Darimana datangnya kepercayaannya.
Zhao Xifeng menatap Hua Chunran dalam lalu berkata." Nona, kelak jangan terlalu mempercayai orang lain . Itu berbahaya.."
Hua Chunran tertegun mendengar kata-kata Zhao Xifeng. Dia merasa malu juga membenarkan kata-kata Zhao Xifeng. Dia tidak boleh terlalu percaya pada orang lain, apalagi di zaman kuno ini disaat nyawa bisa melayang begitu mudahnya.
" Penjaga Zhao, apakah nyawa kita begitu mudahnya diambil jika kita lemah?" tanya Hua Chunran bertanya hampir seperti bergumam.
Zhao Xifeng heran mendengar pertanyaan Hua Chunran. "Ya ,karena itu kita harus lebih kuat untuk melindungi diri.."
"Kalau begitu aku ingin menjadi kuat, kelak saat kembali ke kediaman ,maukah kau mengajariku beladiri?" tanya Hua Chunran sambil menatap Zhao Xifeng penuh harap.
Melihat tekad Hua Chunran membuat Zhao Xifeng sedikit kagum. Ternyata nona pertama Hua tidak semanja yang dia kira.
Zhao Xifeng mengangguk" Hamba akan mengajari nona."
Mata indah Hua Chunran berbinar saat mendengar Zhao Xifeng bersedia mengajarinya." Terima kasih Penjaga Zhao, kelak aku mungkin akan sering mengandalkanmu .."
Zhao Xifeng merasakan perasaan aneh mendengar kata-kata gadis didepannya. Gadis ini begitu naif dan lugu. Wen Cheng Si seharusnya merasa beruntung memilikinya.
Api sudah menyala lagi dan menghangatkan sekitarnya. Hua Chunran bangkit dan berjalan masuk ke tenda.
" Tidurlah di dalam Penjaga Zhao, aku percaya penilaianku padamu tak salah. Jika kau sakit karena cuaca dingin bagaimana aku bisa mengandalkanmu."
Zhao Xifeng ingin mengatakan bahwa sebagai kultivator cuaca seperti ini tak berarti apapun baginya. Tapi entah mengapa dia tak bisa menolak ajakan Hua Chunran dan melangkah ikut masuk ke tenda.
__ADS_1
" Terima kasih nona ..."