Musim Semi Di Tiansheng

Musim Semi Di Tiansheng
Bab 25


__ADS_3

Tiga orang berkulit putih dari negara Barat itu tampak dikelilingi banyak orang yang penasaran dengan wujud mereka.


Terdengar seruan pengunjung yang merasa heran dengan sosok tiga orang itu.


" siapa mereka? penampilannya begitu aneh.."


" benar sangat aneh, lihat hidungnya sangat tinggi dan besar.."


" rambut dan matanya juga memiliki warna yang sangat aneh ..."


" Apakah mereka iblis atau siluman ??"


" Iblis atau siluman? Bukankah mereka akan membawa malapetaka di desa kita?"


" Kita harus membunuhnya.Jangan sampai dia membuat bencana di desa kita..!!"


"Betul ayo bunuh, bunuh , bunuh iblis siluman ini."


Suasana dengan cepat memanas saat ada yang menyulut api. Mereka menarik-narik tubuh ke tiga pria kulit putih itu. Hendak menyeretnya keluar dari restoran.


 Ketiga pria kulit putih itu tampak panik dan berusaha menjelaskan tapi tidak ada yang mengerti dengan kata-katanya dan justru semakin membuat semua orang salah paham dan bersemangat membunuh mereka.


"apa yang mereka katakan? Apakah dia sedang merapalkan mantera ? "


"Benar ! sepertinya mereka sedang membaca mantera, cepat habisi mereka sebelum manteranya bereaksi.."


Seseorang menghunus pedangnya ke arah pria kulit putih itu.


Hua Chunran merasakan bahaya , dia bergegas melangkah ke arah tiga pria asing itu dan berdiri di depan mereka sambil merentangkan kedua tangannya.


" Hentikaaannnn!!." teriaknya sekuat tenaga sambil memejamkan matanya ketakutan saat pedang hampir diayunkan ke arahnya.


Mata kelam Zhao Xifeng penuh ekspresi terkejut begitu juga yang lain. Secepat kilat dia menangkis pedang itu dan menarik tubuh Hua Chunran.


Semua yang ada disitu tercengang melihat seorang gadis tiba-tiba datang menghadang pedang .


"nona apa yang kamu lakukan?!" tanya Zhao Xifeng sedikit keras. Dia sangat terkejut melihat tindakan Hua Chunran. Bahkan pria kulit putih itu juga sangat terkejut melihat seorang gadis mungil melindungi mereka dengan nyawanya.


" Aku harus membantu mereka menyelesaikan kesalahpahaman ini." Ujar Hua Chunran sambil menenangkan diri. Dia juga ketakutan dan dadanya berdebar kencang saat pedang itu hampir mengenainya.


" Apakah kamu mengenal mereka nona?" tanya Zhao Xifeng heran.


Hua Chunran menggeleng " tidak ,tapi aku tahu mereka bukan siluman atau iblis."

__ADS_1


" Nona apa maksudmu mereka bukan siluman atau iblis?" tanya pengunjung restoran lain yang dari tadi sudah dikuasai amarah.


" Lihat penampilan mereka sangat aneh, mereka tadi juga sudah membaca mantera untuk membuat bencana disini dan memusnahkan kita semua." timpal yang lain.


"Mereka bukan iblis atau siluman, saya bisa menjaminnya. Mereka juga manusia biasa seperti kita , hanya saja mereka berasal dari negara berbeda. Jadi penampilan mereka berbeda." Hua Chunran menjelaskan.


"Negara berbeda? Negara mana yang kamu maksud nona? " tanya orang-orang itu lagi.


" Negara mereka sangat jauh menyeberangi lautan , butuh waktu berbulan-bulan jika menyeberangi Lautan dengan kapal dan bertahun-tahun jika melewati daratan dengan kereta kuda." Sahut Hua Chunran lagi.


Hua Chunran berusaha keras mencari kata-kata penjelasan yang masuk akal di zaman kuno ini.


" Sangat jauh sekali??!" semua yang ada disitu tercengang mendengar kata-kata Hua Chunran, tak terkecuali Zhao Xifeng dan yang lainnya.


" Benar sangat jauh sekali sehingga kita tidak pernah atau jarang bertemu mereka ." Hua Chunran melanjutkan.


" Kalau begitu darimana nona tahu mereka dari negara yang jauh?" selidik mereka lagi sambil menatap ke arah Hua Chunran dengan curiga.


"itu aku..." Hua Chunran berpikir keras bagaimana cara menjelaskan kepada mereka. Tidak mungkin dia menjelaskan dia berasal dari masa depan dan sudah terbiasa melihat mereka. Bisa-bisa dia dianggap siluman atau satu komplotan dengan orang kulit putih ini dan nyawanya juga terancam.


"Aku sebelumnya pernah bertemu dengan orang seperti mereka..." Hua Chunran berbohong karena tak bisa memikirkan jawaban lain.


"Dan mengenai yang mereka katakan itu bukan mantera tapi itu bahasa mereka ." Lanjut Hua Chunran lagi


"Bahasa mereka? Bagaimana kau bisa membuktikan bahwa itu bukan mantera?"


Apakah nona mereka sedang berbohong??. Baik Zhao Xifeng dan Dan Yin merasa gugup dengan kebohongan Hua Chunran.


" Nona...." Zhao Xifeng dan Dan Yin ingin menghentikannya. Tapi kemudian Hua Chunran berbicara dengan tiga orang kulit putih itu dengan penuh percaya diri dengan bahasa yang tidak mengerti.


" Tuan maafkan kesalahpahaman penduduk disini , itu karena mereka baru pertama kali melihat kalian semua." Hua Chunran berkata dalam bahasa inggris sambil tersenyum pada tiga orang asing itu.


Tiga orang asing itu juga terkejut mendengar gadis yang telah menyelamatkan mereka ternyata bisa bahasa inggris.


" terima kasih nona atas bantuanmu, kami tidak menyangka nona bisa berbahasa inggris. " sahut mereka gembira.


" sama-sama, apa maksud kalian datang ke negara ini? .Mungkin saya bisa membantu menjelaskan pada mereka. " tanya Hua Chunran lagi.


" Kami datang dengan satu kapal untuk berdagang . Selain kami bertiga masih ada beberapa yang lain di kapal. Tapi hanya kami bertiga yang turun lebih dahulu untuk melihat situasi disini." Salah seorang pria berkulit putih itu menjelaskan dengan tatapan penuh harapan Hua Chunran akan menolong menjelaskan maksud kedatangan mereka .


Hua Chunran mengangguk. Dia ingat pengetahuannya di dunia modern sepertinya Marcopolo dan orang-orang barat sudah sampai ke Cina. Dia tidak ingat kapan persis Marcopolo sampai ke Cina tapi banyak juga studi yang mengatakan jauh sebelum kedatangan Marcopolo ke Cina , bangsa barat sudah banyak yang sampai lebih dulu ke Cina.


"Baiklah saya akan mencoba menjelaskan pada mereka. Oya nama saya Hua Chunran senang berkenalan dengan anda semua."

__ADS_1


Tiga pria itu mengangguk, lalu memperkenalkan diri.


" Nama saya Mark" Pria paling jangkung diantara mereka memperkenalkan diri.


" Nama saya Jacob " Pria bermata hijau dan paling tampan memperkenalkan dirinya juga.


" Nama saya James " Pria yang bermata biru juga memperkenalkan dirinya.


Hua Chunran mengangguk dan menoleh ke arah kerumunan yang masih tercengang mendengar mereka berbincang-bincang dengan bahasa yang tidak diketahui.


" Nama mereka Mark, Jacob dan James .." Hua Chunran berkata ke arah kerumunan sambil menunjuk masing-masing pria berkulit putih itu untuk memperkenalkan mereka .


" Mereka datang kesini bersama rombongannya dengan tujuan berdagang. Jadi mereka bukan siluman atau iblis." Hua Chunran melanjutkan.


" Lihatlah setelah aku berbicara dengan mereka tidak ada hal aneh yang terjadi bukan? Jadi yang mereka ucapkan tadi bukan mantera tapi bahasa mereka."


Kerumunan mencoba mencerna kata-kata Hua Chunran.


" Kalau mereka ingin berdagang mana barang dagangan mereka?" tanya seseorang dari arah kerumunan.


" Barang dagangan mereka masih ada dikapal, dan diatas kapal masih banyak teman-teman mereka. Namun karena ini daerah yang baru mereka datangi jadi mereka ingin melihat dan mengenali daerah ini terlebih dahulu. Jika kalian semua tidak ada yang keberatan kita bisa membiarkan mereka turun dari kapal dan berdagang disini." Hua Chunran menjelaskan dengan panjang lebar.


" Apa saja barang dagangan mereka? " Seseorang dari arah kerumunan kembali bertanya.


Hua Chunran menoleh dan bertanya pada ketiga pria itu " Mister Mark , Mister Jacob dan Mister James bisakah kalian menjelaskan apa saja barang dagangan kalian?"


"kami membawa jam dan juga bibit - bibit tanaman yang mungkin tidak ada disini misalnya cabai"


Hua Chunran mengangguk dan menerjemahkannya kepada semua orang disitu.


" Jam apa itu ?"


"Cabai apa itu?"


Kerumunan tidak ada yang mengetahui barang yang dijual para pria berkulit putih itu.


" Jam adalah alat untuk menunjukkan waktu fungsinya mirip dengan alat penunjuk kedudukan matahari untuk mengetahui waktu yang biasa kita pakai ."


Hua Chunran melanjutkan "sementara cabai adalah bumbu masakan untuk menciptakan rasa pedas."


"Rasa pedas? Kenapa sangat aneh? Untuk apa memakan makanan pedas?"


" Makanan pedas sangat enak, sekali mencoba kalian pasti akan ketagihan." Hua Chunran tiba-tiba merasakan air liurnya hampir menetes , sudah lama dia tidak memakan masakan pedas.

__ADS_1


Mendengar penjelasan Hua Chunran membuat kerumunan menjadi penasaran dan tertarik.


" Kalau begitu suruh mereka membawa barang dagangan mereka kemari ..." pinta orang-orang di kerumunan.


__ADS_2