
Akhirnya Hua Chunran bisa memejamkan mata dengan hati senang , tak lama kemudian dia terlelap.
Setelah mendengar bunyi nafas Hua Chunran yang teratur , Zhao Xifeng berniat kembali ke tendanya. Tapi dia teringat sesuatu lalu mengeluarkan mutiara langka sebesar telur ayam dari cincinnya. Cahaya lembut dari mutiara itu menyinari tenda dengan cahaya yang remang-remang. Dia tadi sengaja tak mengeluarkan mutiara itu sebagai penerang karena tak ingin Hua Chunran mencurigainya.
Zhao Xifeng melihat Hua Chunran terlelap sambil memegang rambutnya. Sepertinya Hua Chunran memiliki kebiasaan khusus saat tidur. Zhao Xifeng tersenyum melihatnya, Hua Chunran tertidur dengan pulas, wajahnya yang sehalus giok dan seputih susu sangat mempesona meski sedang tertidur. Perhatian Zhao Xifeng beralih pada selimut yang digunakan Hua Chunran, posisi selimut tampak tak menyelimuti tubuh Hua Chunran sepenuhnya. Udara sangat dingin karena hujan juga karena mereka berada di dalam hutan .
Setelah menyelimuti kembali tubuh Hua Chunran, Zhao Xifeng kemudian beranjak pergi kembali ke tendanya. Diluar hujan sudah mulai reda , tapi masih cukup membasahi jika berjalan dibawah hujan.
Malam menyelimuti bumi, dan malam hari ini tampak sangat gelap. Suasana makin gelap gulita karena api unggun mati semua tersiram air hujan. Tapi sebagai kultivator, penglihatan Zhao Xifeng cukup tajam dibandingkan orang biasa. Zhao Xifeng bisa sedikit melihat dalam kegelapanmeski tak jelas .
Zhao Xifeng kembali ke tendanya dengan langkah pelan dan hati-hati. Tak ingin membangunkan yang lain dan menimbulkan kesalahpahaman. Zhao Xifeng kemudian merebahkan tubuhnya dan tak berapa lama dia terlelap.
Tanpa disadari Zhao Xifeng , Zong Yue diam-diam mengetahui Zhao Xifeng kembali ke tenda setelah larut malam. Hati Zong Yue dipenuhi cahaya rumit.
Keesokan harinya Hua Chunran terbangun saat matahari sudah bersinar hangat di ufuk timur. Tiba-tiba bau harum daging panggang menyeruak masuk ke dalam hidung Hua Chunran menimbulkan rasa lapar diperutnya. Pagi-pagi apakah mereka akan sarapan daging panggang? . Meski merasa kurang tepat tapi Hua Chunran tetap menelan ludah mencium aromanya.
Hua Chunran keluar dari tenda dan melihat Dan Yin sedang memasak nasi , sementara Han Sen dan Xu Feng sedang membakar daging. Dua orang kusir sedang mengemasi barang mereka dan membongkar tenda.
Kemana Zhao Xifeng, Jiang Zhen dan Zong Yue ? .Hua Chunran melihat ke sekelilingnya.
" Nona kamu sudah bangun?" Dan Yin tersenyum senang melihat Hua Chunran. Hua Chunran mengangguk pelan.
Seolah tahu apa yang dipikirkan Hua Chunran, Dan Yin kemudian berkata " Penjaga Zhao dan penjaga Jiang mengambil air ke mata air sementara penjaga Zong mengikuti mereka ."
" Mengambil air? " tanya Hua Chunran heran.
" Benar, persediaan air minum kita sudah hampir habis , jadi kita harus merebus air dulu dan mengisi kantong air minum lagi ." Dan Yin menjelaskan sambil membuka tutup penanak nasi untuk melihat apakah air nasinya sudah kering dan masak.
__ADS_1
" Jadi begitu. Daging apa yang dibakar penjaga Han dan Penjaga Xu? " tanya Hua Chunran lagi.
" Kita beruntung hari ini nona, tadi saat bangun penjaga Zhao melihat rusa melintas di perkemahan kita , jadi dia langsung menangkap rusa itu . Penjaga Zhao benar-benar hebat .." Dan Yin merasa sangat kagum saat teringat kembali bagaimana sangat cepatnya gerakan penjaga Zhao ketika menangkap rusa itu.
Tak lama kemudian Zhao Xifeng dan yang lainnya kembali. Nasi sudah masak dan daging panggang sudah hampir matang.
Zhao Xifeng melangkah ke arah Hua Chunran.
" Nona , hamba membawakan air untuk nona mandi . Mandilah terlebih dahulu didalam tenda . Kasur dan bantal akan di kemasi lebih dulu. "
Hua Chunran terkejut, Zhao Xifeng membawakannya air mandi?
" Kenapa harus repot - repot ? " Hua Chunran merasa tak enak membuat mereka semua begitu bersusah payah demi dirinya terutama Zhao Xifeng.
" Tidak apa-apa Nona, Penjaga Zhao tadi berinisiatif membawakan air mandi untuk nona karena mata air yang jauh dan juga sungai tidak terlihat dimanapun . " Jiang Zhen menimpali.
Zhao Xifeng hanya mengangguk sambil menatap Hua Chunran dengan dalam.Jiang Zhen tersenyum senang melihat Nonanya begitu rendah hati.
Zhao Xifeng meletakkan 2 buah ember kayu didalam tenda dan mengisinya dengan air. Tanah di tutupi dengan karpet sedikit tebal yang mereka bawa dalam kereta kuda. Setelah mempersiapkan semuanya. Zhao Xifeng mempersilahkan Hua Chunran mandi.
Hua Chunran bergegas ke dalam tenda, sudah dua hari dia dan yang lain tidak mandi . Tubuhnya terasa sedikit tidak nyaman . Dan Yin dan lainnya tadi memberitahunya bahwa mereka sudah mandi terlebih dahulu dengan air hujan yang ditampung tadi malam.
Disaat yang lain mandi air hujan , Zhao Xifeng memanjakannya dengan membawakan air dari mata air. Memikirkan itu Hua Chunran tersipu dan pipinya memerah. Hua Chunran bergegas mandi dan mengganti bajunya. Setelah selesai dia segera keluar karena tak ingin mereka menunggunya terlalu lama. Semua orang pasti sudah lapar .
Zhao Xifeng diam-diam tersenyum puas saat melihat Hua Chunran keluar dari tenda selesai mandi . Wajah cantiknya nampak segar dan bercahaya.
Mereka akhirnya memulai sarapan pagi dengan penuh semangat setelah Hua Chunran selesai mandi. Selesai sarapan dan berkemas mereka kembali melanjutkan perjalanan ke desa suku Nu.
__ADS_1
.... .... ....
Dikediaman menteri Hua ..
Pelayan bergegas mengetuk ruang kerja menteri Hua Qi Mo.
" Ada apa?" tanya menteri Hua Qi Mo sambil tetap melanjutkan pekerjaannya.
" Tuan Wen Cheng Si datang ingin menemui anda tuan." suara seorang pelayan menjawab dari luar pintu.
Menteri Hua Qi Mo menghentikan tulisannya dan meletakkan alat tulisnya kembali ke tempatnya. Alisnya berkerut , kenapa Wen Cheng Si datang kemari ? Apakah ingin menanyakan Hua Chunran?
" Baiklah, katakan padanya aku akan segera menemuinya." perintah menteri Hua Qi Mo.
"Baik tuan, hamba akan menyampaikan pesan tuan. " pelayan itu bergegas ke aula tamu untuk memberitahu Wen Cheng Si agar menunggu menteri Hua Qi Mo menunggu sebentar.
Wen Cheng Si sebenarnya benci harus menunggu seseorang ,tapi karena itu adalah menteri Hua Qi Mo jadi dia terpaksa harus menahannya.
Tak lama kemudian sosok menteri Hua Qi Mo datang dan memasuki aula tamu. Wen Cheng Si segera berdiri menyambutnya sebagai bentuk kesopanan kepada yang lebih tua.
" Menteri Hua, maaf aku datang tiba-tiba kemari.." Sapa Wen Cheng Si sambil mengepalkan kedua tangannya tanda hormat.
" Haha tidak apa-apa, hanya saja aku ingin tahu , ada keperluan apa tuan muda Wen datang kemari pagi-pagi begini? " Menteri Hua memaksakan senyumnya.
" Menteri Hua , aku sudah lama tidak bertemu dengan nona Hua, tentu saja aku ingin menemuinya.. " ujar Wen Cheng Si sambil tersenyum dalam.
Wen Cheng Si berpura-pura tidak mengetahui kepergian Hua Chunran ke desa suku Nu. Karena kediaman menteri Hua sangat merahasiakan kepergian Hua Chunran ke desa suku Nu, Wen Cheng Si merasa ada sesuatu yang disembunyikan oleh menteri Hua.
__ADS_1