
Zhao Xifeng tertegun mendengar pertanyaan Hua Chunran yang tiba-tiba.Apakah Hua Chunran sudah mencurigai identitasnya?
" Apa maksud pertanyaan nona?" tanya Zhao Xifeng pelan dengan perasaan rumit.
"Apakah dia seorang kaisar yang bijaksana? Kaisar yang mencintai rakyatnya?" Lanjut Hua Chunran lagi.
Perasaan Zhao Xifeng semakin rumit mendengar pertanyaan selanjutnya dari Hua Chunran. Ingatannya melayang pada sosok kaisar ..... .
Kaisar adalah seorang yang berhati hangat dan baik. Tetapi karena terlalu baik maka kebaikannya sering dimanfaatkan orang-orang terdekatnya. Sehingga saat ini banyak pejabat dan bangsawan diam-diam berusaha mengambil keuntungan untuk memperkaya dirinya.
Tak heran beberapa kekuatan besar , berkali-kali mencoba memberontak demi kehidupan yang lebih baik. Tapi selama ini pemberontakan kecil itu berhasil di padamkan. Sekarang kaisar mencurigai keterlibatan menteri keuangan Hua Qi Mu dan keluarga jenderal besar Wen telah merencanakan pemberontakan.
" Kaisar dia berhati lembut dan sangat mencintai rakyatnya.." sahut Zhao Xifeng perlahan dengan perasaan rumit dihatinya. Menteri Hua Qi Mu adalah ayah Hua Chunran, sementara Hua Chunran adalah wanita yang perlahan tapi pasti mengisi hatinya.
" Benarkah? .Beruntung jika memiliki kaisar yang mencintai rakyatnya. " gumam Hua Chunran lirih.
Zhao Xifeng tertegun mendengar kata-kata Hua Chunran. Dia menghela nafas berat, menyembunyikan perasaan rumit dihatinya.
"Tapi , karena terlalu baik dan berhati lembut dia sering dimanfaatkan orang-orang disekitarnya." Zhao Xifeng terkejut mendengar kata-katanya sendiri, kenapa dia bisa berkata jujur pada Hua Chunran.
Hua Chunran berusaha mencerna informasi tentang kaisar dari kata-kata Zhao Xifeng.Dia tidak menyangka kaisar adalah orang seperti itu, berbeda dalam pikirannya.
Dalam pikiran Hua Chunran, kaisar kerajaan kuno pasti kejam atau bahkan tiran.Meski begitu Hua Chunran harus tetap berusaha menggagalkan pemberontakan ayahnya untuk mengubah takdirnya di masa depan.
" Itu bisa membahayakan negara, sebagai kaisar dia sangat bagus jika memiliki hati yang baik, tapi tidak boleh lemah dan harus bisa bersikap tegas saat dibutuhkan.."
Hua Chunran menghela nafas pelan. Setidaknya keputusannya membela kaisar dan ingin menggagalkan pemberontakan ayahnya tidak sepenuhnya salah. Kaisar ma adalah aisar yang baik dan mencintai rakyatnya.
__ADS_1
" Mencintai rakyat saja tidak cukup, kaisar juga harus mengupayakan kesejahteraan rakyatnya." lanjut Hua Chunran lagi.
Zhao Xifeng tertegun mendengar kata-kata Hua Chunran . Setiap pemikiran Hua Chunran benar-benar membuatnya kagum.Gadis belia ini bisa berpikir seperti seorang negarawan sejati.
"tidak mudah menjalankan pemerintahan dan mengambil keputusan ditengah berbagai fraksi kekuatan. Terkadang beberapa kekuatan akan menentang jika keputusan yang diambil kaisar tidak menguntungkan mereka atau bahkan merugikan mereka..".Ujar Zhao Xifeng pelan.Karena kenyataan memang selalu tak seindah teori yang bisa diucapkan dengan mudah. Meski begitu Zhao Xifeng tetap sangat mengagumi pemikiran Hua Chunran.
"Ya benar, karena itu kaisar tidak boleh lemah, dia harus lebih kuat berkali-kali lipat daripada fraksi-fraksi itu agar tidak bisa di tekan dan dikendalikan begitu saja . Terutama kekuatan militer istana , jangan biarkan kekuatan lain memiliki lebih banyak prajurit yang lebih banyak dan lebih kuat dari Istana.." Hua Chunran merasa senang bisa berdiskusi dengan Zhao Xifeng. Mereka selalu bisa saling memahami pembicaraan mereka satu sama lain.
Mendengar kata-kata Hua Chunran, Zhao Xifeng teringat kekuatan yang dibentuk diam-diam oleh jenderal besar keluarga Wen.
Selain itu sebagai jenderal , Patriark keluarga Wen membawahi puluhan ribu prajurit dan tentu saja prajurit -prajurit itu sebagian besar sangat setia padanya, karena mereka langsung dibawah bimbingan dan kepemimpinan sang jenderal .
Berbeda dengan kaisar yang tidak berinteraksi langsung dengan para prajurit sehingga tidak memiliki kedekatan emosional.
" kaisar memiliki prajurit yang kuat dan disegani oleh kerajaan tetangga. Tetapi.." Zhao Xifeng ragu untuk mengatakannya.
" Tapi apa? ..." Hua Chunran merasa penasaran mendengar kalimat Zhao Xifeng yang terputus.
Zhao Xifeng tidak bisa tidak merasa aneh dan sedikit menyesal membicarakan ini dengan Hua Chunran. Bagaimanapun wanita ini adalah tunangan Wen Cheng Si putra dari keluarga yang dicurigai akan melakukan pemberontakan. Bagaimana jika wanita ini sudah mengetahui identitasnya dan sedang mencari informasi darinya untuk disampaikan pada tunangannya?
Zhao Xifeng benar-benar merasa ceroboh tapi sedikit tak berdaya di hatinya .
Sementara hujan di luar semakin lama semakin deras.
" Jika begitu, akan sangat berbahaya bagi kerajaan jika dibiarkan saja...
Kata-kata Hua Chunran mengejutkan Zhao Xifeng, kenapa seolah Hua Chunran berpihak kepada kaisar?
__ADS_1
"Kaisar harus bisa membuat para prajurit itu setia dan berpihak padanya." lanjut Hua Chunran lagi.
"Bukan hal yang mudah..." Zhao Xifeng menghela nafas berat.
" mudah saja, semua orang jika perut mereka selalu kenyang , kesejahteraan hidup mereka meningkat lebih baik pasti akan lebih mudah mendapatkan kesetiaan dari mereka pada kerajaan." Hua Chunran merasa bersemangat. Dia seolah menemukan ide darimana harus memulai penggagalan pemberontakan pada kaisar.
Zhao Xifeng berusaha mencerna kata-kata Hua Chunran. Dia mendapatkan gambaran kasarnya arti dari kata-kata Hua Chunran, tapi dia masih belum yakin jadi Zhao Xifeng bertanya lagi " Bisakah nona jelaskan apa maksud perkataan nona?"
" Kaisar harus lebih memperhatikan kesejahteraan para prajurit, beri mereka kenaikan gaji yang cukup untuk meningkatkan kehidupan mereka. Buat prajurit di segani di masyarakat tapi tetap jangan biarkan para prajurit bertindak sewenang-wenang kepada rakyat."
Hua Chunran berhenti sejenak memikirkan kata-kata selanjutnya. Tak lama Hua Chunran kembali melanjutkan penjelasannya.
" Jika prajurit hidup sejahtera dan tanpa kekurangan daripada orang biasa pasti akan membuat mereka puas dan disegani masyarakat. Banyak orang tua atau keluarga akan bangga jika memiliki anak atau saudara prajurit. Begitu pula banyak generasi muda yang sangat ingin menjadi prajurit. Jika mereka merasa hidup mereka terjamin pasti kaisar bisa mendapatkan kesetiaan mereka tanpa sudah payah dan kekuatan lain akan susah mempengaruhi mereka.."
Zhao Xifeng takjub ,merasa pemikiran Hua Chunran sangat brilian.
" Ide nona sangat menakjubkan..." puji Zhao Xifeng tulus.
"Sayang sekali aku tidak bisa menyampaikan semua ide-ide ku langsung kepada kaisar.." gumam Hua Chunran lirih. Hua Chunran merasa sedikit frustasi karena tidak memiliki koneksi kepada kaisar meski ayahnya adalah menteri keuangan. Lagipula siapa yang akan mendengarkan pemikiran gadis muda belaka?
"Jika nona ingin bisa menyampaikan pemikiran cemerlang nona kepada kaisar, mungkin nona bisa melamar menjadi guru besar kerajaan.." Zhao Xifeng telah menyadari pemikiran Hua Chunran telah melampaui para guru besar kerajaan dan para negarawan. Entah darimana keyakinan dan kepercayaannya. Zhao Xifeng yakin Hua Chunran tulus dengan perkataannya dan tidak memiliki niat buruk.
" Ada hal seperti itu? Bisakah aku melamar menjadi guru besar kerajaan? " tanya Hua Chunran merasa ragu.
" Ya Nona, sekitar tiga bulan dari sekarang akan ada ujian bagi pelamar untuk menjadi guru besar kerajaan. Nona bisa mengikutinya saat itu. Lagipula saat itu kita pasti sudah kembali dari desa suku Nu.." Ujar Zhao Xifeng meyakinkan Hua Chunran.
Mendengar penjelasan Zhao Xifeng membuat Hua Chunran bersemangat.
__ADS_1
"terima kasih Penjaga Zhao, informasimu sangat berharga. Aku pasti akan melamar menjadi guru kerajaan. Saat itu aku akan membuatmu bangga memiliki nona seperti aku hahaha ." Hua Chunran tertawa senang. Hua Chunran membayangkan jika dia memiliki posisi penting di dalam kerajaan dia bisa menyampaikan ide - idenya langsung kepada kaisar dan menggagalkan pemberontakan.
Zhao Xifeng tersenyum tipis mendengar tawa Hua Chunran, meski gelap dia tak bisa melihat wajah sumringah Hua Chunran tapi hati Zhao Xifeng menghangat...