Musim Semi Di Tiansheng

Musim Semi Di Tiansheng
Bab 32


__ADS_3

Menteri Hua menatap Wen Cheng Si dengan tatapan dalam. Perasaannya rumit.


" Hua Chunran sedang tidak berada di kediaman.. " sahut menteri Hua pelan.


" Tidak berada dikediaman? " tanya Wen Cheng Si berpura-pura terkejut.


Menteri Hua menghela nafas berat, dia tidak tahu harus memberi jawaban apa pada Wen Cheng Si. Dia tidak mungkin mengatakan hal yang sebenarnya tentang kepergian Hua Chunran ke desa suku Nu mencari tabib untuk menyembuhkan bekas lukanya. Jika hal itu diketahui oleh Wen Cheng Si, takutnya dia akan membatalkan pertunangan dan pernikahan mereka. Dan tentu saja itu akan membuat nama Hua Chunran buruk .


" Hua Chunran sedang pergi berkeliling negeri, akhir-akhir ini dia tertarik mempelajari segala hal . Aku sudah mencegahnya tapi dia bersikeras , ingin mempelajari banyak hal sebelum menikah .." Menteri Hua memasang wajah tak berdaya.


Wen Cheng Si mengernyitkan dahi heran.


" Mempelajari segala hal? apa yang ingin dipelajari nona Hua? Kenapa dia tidak pernah mengatakan hal ini padaku. Mungkin aku bisa membantunya mempelajari hal yang diinginkannya.."


Menteri Hua menggeleng perlahan " aku rasa itu hanya alasannya, dia hanya ingin menikmati masa sebelum menikah dengan berkeliling melihat suasana diluar."


Wen Cheng Si mengangguk seolah mengerti, padahal didalam hatinya dia tidak puas dengan jawaban yang diberikan menteri Hua. Dia merasa ada sesuatu yang disembunyikan darinya.


"Oh ya , aku hampir lupa, ayah mengirimkan pesan agar menteri Hua segera mengirimkan uang untuk para prajurit di bukit Tui." Wen Cheng Si mengalihkan pembicaraan.


Menteri Hua terdiam, dia ingat pembicaraannya dengan Hua Chunran yang memintanya untuk tidak terlibat dengan rencana pemberontakan lagi . Tapi dia masih belum mengambil keputusan .


Rencana pemberontakan ini telah dipersiapkan bertahun-tahun bersama keluarga Wen. Menteri Hua tahu ada akibat yang harus ditanggungnya jika tiba-tiba ditengah jalan dia memutuskan kerja sama dengan keluarga Wen.


Saat ini menteri Hua hanya bisa menunggu kedatangan kembali Hua Chunran dan membicarakan lagi keputusan apa yang harus diambil.


Melihat Menteri Hua terdiam , Wen Cheng Si mengernyitkan dahi, semakin merasa ada hal yang tidak beres.


"Menteri Hua....? " panggil Wen Cheng Si menyadarkan menteri Hua dari lamunannya.

__ADS_1


Menteri Hua segera menatap kembali ke arah Wen Cheng Si lalu mengangguk.


" Baiklah, nanti malam aku akan mengirimkan uangnya ke tempat biasa.." ujar Menteri Hua dengan berat.


Wen Cheng Si tersenyum puas dengan jawaban menteri Hua.


" satu hal lagi menteri Hua, apakah akhir-akhir ini kamu menerima penjaga baru? "


Menteri Hua mengernyitkan dahinya heran mendengar pertanyaan Wen Cheng Si. Masalah penjaga kediamannya seharusnya bukan urusan Wen Cheng Si dan dia tidak berhak untuk ikut campur.


" Kenapa tuan muda Wen menanyakan hal ini?" tanya menteri Hua sambil menatap Wen Cheng Si waspada.


Wen Cheng Si tertawa kecil melihat sikap waspada menteri Hua.


" Aku bertemu dengannya saat akan mengantar nona Hua pulang dari festival perahu naga. Penjaga itu mengatakan bahwa dia adalah penjaga baru dikediaman. Aku khawatir dengan identitasnya apakah benar penjaga baru kediaman menteri Hua. Tentunya jika tidak benar maka akan membahayakan nona pertama Hua.." Wen Cheng Si berbicara seolah dia mengkhawatirkan Hua Chunran.


Seharusnya sebagai calon suami Hua Chunran, Wen Cheng Si tahu dengan Hua Chunran pulang bersama pria lain dan naik satu kuda akan membuat reputasi Hua Chunran tercemar.


Tapi sebenarnya Wen Cheng Si tidak perduli?


Menteri Hua tidak tahu apa yang terjadi malam itu tapi dia cukup kecewa dengan sikap Wen Cheng Si yang tidak bertanggung jawab .


" Tuan muda Wen, tidak perlu khawatir, dia memang penjaga baru yang aku rekrut ." Menteri Hua memaksakan senyumnya.


"Aku khawatir identitasnya tidak sederhana, dia terlihat tidak seperti penjaga biasa." Ujar Wen Cheng Si sembari menatap menteri Hua dengan dalam.


" Kenapa tuan muda Wen bisa berkata seperti itu? " Menteri Hua menatap Wen Cheng Si dengan waspada.


" Instingku tidak pernah salah, tidak ada salahnya menteri Hua berhati-hati dengannya. Jangan biarkan dia mendekati nona Hua ."

__ADS_1


Menteri Hua tercekat, Wen Cheng Si terlambat memberinya peringatan. Menteri Hua sudah memerintahkan penjaga baru itu Zhao Xifeng menjadi kepala penjaga pribadi Hua Chunran untuk mengawalnya pergi ke desa suku Nu.


Karena sejak awal menteri Hua memutuskan menyembunyikan kepergian Hua Chunran ke desa suku Nu, tentu saja menteri Hua tak bisa mengatakan pada Wen Cheng Si bahwa dia telah memerintahkan Zhao Xifeng menjadi kepala penjaga Hua Chunran.Menteri Hua menghela nafas berat.Tapi mulutnya tetap bungkam.


Wen Cheng Si menatap menteri Hua yang gelisah didepannya, dan senyum tak terlihat menyembul di kedalaman mata Wen Cheng Si. Bahkan setelah dia mengatakan hal ini, menteri Hua masih bersikeras menyembunyikan kepergian Hua Chunran ke desa suku Nu. Wen Cheng Si menyesap tehnya perlahan . Dia semakin yakin ada yang disembunyikan oleh menteri Hua darinya. Ini tidak baik...


" Baiklah aku akan mengawasi penjaga baru itu lebih khusus. Terima kasih atas pengingat tuan muda Wen." Menteri Hua berkata dengan suara berat.


Wen Cheng Si mengangguk pelan , sudut bibir nya tersenyum sinis yang tak disadari menteri Hua .


Mereka kemudian membicarakan topik ringan lainnya dan setelah berbasa-basi sebentar Wen Cheng Si kemudian berpamitan pulang.


Menteri Hua memandang kepergian Wen Cheng Si dengan pandangan rumit. Dia seperti berada dalam situasi maju kena mundur kena. Apakah seharusnya dia tidak memulai semua ini?


Wen Cheng Si segera menaiki kereta kudanya. Dia memberi isyarat pada Qi Shuo untuk mendekat.


" Perintahkan orang kita untuk mengawasi dan menyelidiki kediaman menteri Hua , laporkan padaku semua gerak-geriknya."


" Baik tuan, hamba akan segera memerintahkan orang kita ." jawab Qi Shuo .


"Jangan ada kesalahan lagi !!" tegas Wen Cheng Si.


"Baik tuan.." Qi Shuo mengeluarkan keringat dingin. Sejak kegagalan terakhir kali , dia sangat takut menjadi sasaran amarah Wen Cheng Si lagi .Wen Cheng Si adalah orang yang kejam bahkan kepada bawahan setianya.


Sepeninggal Wen Cheng Si menteri Hua lalu memerintahkan pelayan memanggil kepala penjaga Yang Xun dengan wajah gusar. Hatinya merasa cemas, jika apa yang dikatakan oleh Wen Cheng Si benar maka hidup Hua Chunran bisa saja dalam bahaya.


Tak lama kemudian kepala penjaga Yang Xun datang menghadap menteri Hua. Wajah menteri Hua nampak suram, sepertinya ada hal buruk yang terjadi.


" Kepala penjaga Yang Xun menghadap tuan menteri." Yang Xun mengepalkan kedua tangannya didepan dadanya sebagai tanda hormat..

__ADS_1


__ADS_2