Musim Semi Di Tiansheng

Musim Semi Di Tiansheng
Bab 44


__ADS_3

Tabib Wang mendengar laporan anak buahnya dengan rasa tak percaya.


" Tidak !! Bagaimana mungkin penjaga mata merah bisa dikalahkan oleh beberapa penyusup itu?! " teriak tabib Wang tak percaya. Kali ini dia berteriak dengan suara aslinya suara laki-laki. Dia lupa bersuara ala perempuan .


Hua Chunran dan Dan Yin menghela nafas lega saat tabib Wang menghentikan gerakan tangannya yang memegang pisau tipis mirip pisau bedah. Mereka juga memperhatikan perubahan ekspresi tabib Wang yang tampak panik.


Siapa penyusup yang dimaksud tabib Wang? Mungkinkah Zhao Xifeng dan yang lainnya? Hati Hua Chunran dan Dan Yin melonjak gembira dengan harapan yang kembali mencuat dihati mereka.


" Penyusup itu sangat kuat , kami tidak tahu siapa mereka . Tabib kamu harus menyelamatkan diri sebelum para penyusup itu sampai disana." Suara penjaganya terdengar mengirimkan pesan suara di telinganya dengan panik.


Tabib Wang menggenggam erat pisau tajam di tangannya . Dia adalah seorang tabib dan ahli racun, karena selalu fokus mempelajari pengobatan dan racun dia tidak ahli beladiri. Karena itu dia membentuk satuan penjaga khusus terdiri dari para kultivator yang kuat dan handal. Penjaga mata merah adalah satuan penjaganya yang terkuat karena dia menciptakan mereka dengan memberi mereka ramuan khusus yang membuat mereka memiliki kekuatan jauh diatas kekuatan manusia biasa. Selain itu penjaga mata merah hampir tidak punya perasaan karena dikendalikan oleh ramuannya , mereka hanya penuh dengan niat membunuh tanpa ampun. Tapi sekarang penjaga mata merah kebanggaannya telah dikalahkan. Ini benar-benar membuatnya sakit hati.


" Apakah penjagamu yang membunuh para penjagaku?! " tanya tabib Wang sambil menatap Hua Chunran penuh amarah.


* Kenapa? Bukankah sudah aku bilang penjagaku pasti akan menyelamatkanku, tapi kau tidak percaya .kali ini kau salah memilih korbanmu!" Hua Chunran tersenyum sinis mengejek tabib Wang.


" Jangan bermimpi untuk keluar dari sini, aku akan membuat kalian mati terkubur hidup-hidup di gua bawah tanah ini !!" Ujar tabib Wang geram. Dia lalu bergegas berbalik pergi . Tabib Wang melewati pintu rahasia yang tak diketahui siapapun.


Hua Chunran dan Dan Yin menghela nafas lega setelah tabib Wang pergi . Nyawa mereka yang awalnya telah di ujung tanduk akhirnya bisa selamat .


Tak lama setelah tabib Wang menghilang Zhao Xifeng dan yang lainnya sampai di ruangan tempat Hua Chunran dan Dan Yin berada.


Zhao Xifeng dan yang lainnya menarik nafas lega setelah melihat Hua Chunran dan Dan Yin selamat apalagi mereka masih baik-baik saja.Zhao Xifeng bergegas melangkah ke tempat Hua Chunran di ikat sementara Jiang Zhen bergegas ke arah Dan Yin.


Hua Chunran dan Dan Yin tak kuasa menahan suka cita mereka melihat kedatangan Zhao Xifeng dan yang lainnya.

__ADS_1


" Penjaga Zhao akhirnya kamu datang .." ujar Hua Chunran dengan suara serak , airmatanya jatuh berlinang di pipinya yang halus.


" Maafkan hamba datang terlambat..." Ujar Zhao Xifeng sambil melepaskan ikatan di tangan dan kaki Hua Chunran.


Begitu ikatan di tangan dan kakinya terlepas, Hua Chunran langsung menerjang memeluk Zhao Xifeng. Hua Chunran menangis terisak lega lepas dari bahaya yang sangat mengerikan.


Zhao Xifeng tertegun tak menyangka Hua Chunran langsung memeluknya dengan erat . Dadanya berdebar kencang dan seolah semua rasa sakit dari lukanya menghilang begitu saja. Tapi Zhao Xifeng tidak berani membalas pelukan Hua Chunran. Jadi dia hanya berdiri diam dengan perasaan tak menentu.


"penjaga Zhao terima kasih sudah datang , terima kasih sudah menyelamatkan kami." Hua Chunran terisak-isak dipelukan Zhao Xifeng.


Jiang Zhen dan yang lain juga tercengang melihat Hua Chunran memeluk Zhao Xifeng. Bagaimanapun status Hua Chunran adalah nona bangsawan , tuan yang mereka lindungi sementara Zhao Xifeng hanyalah seorang penjaga.


" Syukurlah nona selamat..." Ujar Zhao Xifeng dengan suara bergetar. Sejak Hua Chunran menghilang Zhao Xifeng merasa sangat takut, takut terjadi hal yang tak diinginkan pada Hua Chunran, takut kehilangan Hua Chunran. Zhao Xifeng semakin yakin bahwa wanita ini telah menjadi orang terpenting di hatinya .


Setelah beberapa saat memeluk Zhao Xifeng dan sedikit tenang, Hua Chunran melepaskan pelukannya dengan malu-malu.


Zhao Xifeng tak menjawab melainkan mengulurkan tangannya menghapus airmata di pipi Hua Chunran. Semua orang yang ada disitu menahan nafas menyaksikan kemesraan mereka. Diam-diam mereka merasa iri dengan keberuntungan Zhao Xifeng.


Hua Chunran tersipu saat Zhao Xifeng menghapus airmatanya..Tapi sesaat kemudian dia memperhatikan kondisi tubuh Zhao Xifeng yang penuh luka dan bajunya berlumuran darah. Hua Chunran tersentak dan merasa khawatir .


" Penjaga Zhao kamu terluka parah?" pekik Hua Chunran cemas.


Zhao Xifeng menggeleng" tidak apa-apa nona ini hanya luka ringan..."


Hua Chunran lalu menoleh ke arah penjaga yang lainnya , kondisi mereka tak berbeda jauh dengan Zhao Xifeng bahkan lebih parah.

__ADS_1


Hua Chunran tak bisa menahan.rasa bersalahnya ,dia sangat tertekan.


" Maafkan aku telah menyeret kalian ketempat mengerikan ini dan membuat kalian menderita ." Hua Chunran berkata dengan suara bergetar. Hatinya sakit melihat kondisi mengenaskan para penjaganya.


" Sudah tugas kami melindungi keselamatan nona. " Ujar Jiang Zhen mewakili yang lainnya. Mereka semua tersentuh melihat nona yang mereka lindungi juga mengkhawatirkan keselamatan mereka.


" Sekarang kita harus mencari jalan keluar dari sini. " ujar Han Sen kemudian.


" Benar , tabib Wang belum berhasil kita bunuh, aku khawatir dia masih punya cara untuk membunuh kita. " timpal Jiang Zhen .


Yang lain mengangguk membenarkan perkataan Jiang Zhen.


" apakah kita bisa melewati jalan saat kita datang tadi?" tanya Xu Feng.


" ayo kita coba dulu..." ujar Zhao Xifeng. Mereka segera bergegas ke ruangan tempat pertama kali mereka datang.


Saat melewati puluhan hampir ratusan mayat berlumuran darah, Hua Chunran sebagai manusia biasa dari zaman modern sangat shock hingga lututnya lemas.Seumur hidup dia belum pernah melihat pemandangan mengerikan seperti ini. Begitu juga Dan Yin, hanya saja Dan Yin sebagai orang zaman kuno sedikit lebih kuat mentalnya meski ini pertama kali dia melihat begitu banyak mayat.


Hua Chunran merasa tubuhnya lunglai tak bertenaga melihat mayat-mayat itu. Dia hampir jatuh pingsan sebelum tangan kokoh Zhao Xifeng menopang tubuhnya. Seolah mengerti yang dirasakan Hua Chunran, Zhao Xifeng tiba-tiba mengangkat tubuh Hua Chunran dan menggendongnya dengan kedua tangannya.


" Nona jangan lihat tutuplah matamu, aku akan membawa nona keluar." bisik Zhao Xifeng pelan. Hua Chunran mengangguk, dia sangat tersentuh dengan perlakuan dan kepedulian Zhao Xifeng.


Dan Yin sebenarnya juga merasakan ketakutan yang amat sangat , namun dia tidak berani bersikap manja karena dia bukan siapa-siapa jadi dia terpaksa menahan dan memaksakan kakinya melangkah dengan gemetar .


Jiang Zhen melihat Dan Yin yang bersusah payah bertahan dan menguasai dirinya dengan perasaan rumit. Dia segera bergegas menghampiri Dan Yin.

__ADS_1


" Mau kugendong? " tanya Jiang Zhen mengejutkan Dan Yin. Meski sangat ingin menerima tawaran Jiang Zhen tapi Dan Yin tak berani mengiyakan. Dia menggeleng lemah, disaat seperti ini dia tiba-tiba merasa iri dengan Hua Chunran, andai dia putri bangsawan dia juga akan punya penjaga yang melindunginya.


Jiang Zhen tidak kecewa dengan penolakan Dan Yin. Dia mengulurkan tangan memapah Dan Yin membantunya berjalan. Tiba-tiba Dan Yin yang sedang bersedih hatinya menghangat. Ternyata masih ada yang peduli padanya seorang gadis rendahan ini.


__ADS_2