Musim Semi Di Tiansheng

Musim Semi Di Tiansheng
Bab 48


__ADS_3

"Tabib, ikan pemakan daging yang dipelihara di depan gua mati satu persatu ." Penjaga itu berkata dengan gemetar. Keringat dingin mengalir di punggungnya.


" Apa?!!"


"Braakkkk!!!"


Tabib Wang menggebrak meja karena terkejut mendengar laporan penjaganya.


" Bagaimana bisa ikan itu mati?! apa yang terjadi?!!" pekik tabib Wang penuh amarah, wajahnya menjadi gelap.


"Sepertinya sungai itu diracuni oleh para penyusup di dalam gua." jawab penjaga itu dengan ketakutan.


Mendengar kata-kata penjaganya tabib Wang langsung berdiri. Wajahnya penuh amarah, dan matanya seolah bisa menyemburkan api kapan saja.


Tangan tabib Wang mengepal, dan dadanya penuh amarah. Dia menyesal tidak membunuh para penjaga Hua Chunran terlebih dahulu secara langsung di awal, sehingga tidak menimbulkan masalah saat ini.


Tabib Wang tidak menyangka semuanya akan menjadi seperti ini. Mereka semua hanyalah penjaga biasa dengan jumlah sedikit tapi mereka bahkan bisa membunuh semua penjaga mata merahnya. Siapa sebenarnya mereka??


Tabib Wang melirik surat yang tadi ditulisnya, setelah menenangkan diri dia duduk dan melanjutkan menulis surat sebentar. Setelah selesai menulis surat, tabib Wang memerintahkan penjaga itu .


" antar dan berikan surat ini pada kepala suku ."


"Baik tabib.." Penjaga itu menerima surat di tangannya dan bergegas pergi. Dia tidak ingin berlama-lama lagi di dekat tabib Wang, bisa-bisa dia menjadi korban sasaran amarahnya.


Tabib Wang mengangkat alisnya, tetapi lekuk bibirnya menjadi lebih dingin. "aku ingin lihat apakah mereka bisa menghadapi para wanita di penjara itu ."


Tabib Wang tersenyum misterius.


Kepala suku Nu menerima surat dari tabib Wang yang disampaikan penjaganya. Setelah membaca surat itu wajahnya menjadi gelap.

__ADS_1


Melihat perubahan ekspresi ayahnya , Xie Wan Qing bertanya dengan heran.


" Ada apa ayah? apa yang dikatakan tabib Wang? "


" Sepertinya kita terlalu meremehkan perempuan itu dan para penjaganya ." sahut kepala suku Xie Lan Jue .


" Apa maksud ayah? " Xie Wan Qing terkejut mendengar kata-kata ayahnya. Tidak mungkinkan Hua Chunran ****** itu berhasil lolos dari cengkeraman tabib Wang?


" Para penjaga perempuan itu berhasil membunuh semua penjaga mata merah tabib Wang."


Kata-kata ayahnya Xie Lan Jun bagai suara petir di telinga Xie Wan Qing. Dia tercengang dan mulutnya ternganga.


" apa?! . Bagaimana mungkin? kita tahu sekuat apa penjaga mata merah itu. Mustahil hanya beberapa orang penjaga biasa bisa mengalahkan mereka." Xie Wan Qing merasakan kepanikan di hatinya.


"itu yang dikatakan tabib Wang , dia tidak mungkin berbohong. Perempuan itu dan para penjaganya bahkan meracuni sungai di depan gua dan menyebabkan ikan pemakan daging mati."


"tabib Wang juga meminta bantuan agar kita mengirimkan orang-orang kita membantunya membunuh wanita itu dan para penjaganya." Xie Lan Jun menambahkan.


" Cepatlah ayah , kirim orang- orang terbaik kita. Tangkap wanita ****** itu hidup-hidup .Kali ini aku ingin melihat sendiri bagaimana wajahnya dikuliti hidup-hidup dan melemparkannya ke hadapan Wen Cheng Si. Aku ingin dia merasakan bagaimana dia dipermalukan dan dicampakkan oleh Wen Cheng Si hahahahaha." Xie Wan Qing tertawa terbahak-bahak namun matanya setajam pisau seolah-olah dia ingin mencabik-cabik Hua Chunran.


Sementara itu setelah selesai makan bersama, Hua Chunran dan yang lain membawa makanan ke penjara untuk diberikan kepada para wanita itu.


Para wanita itu hanya menatap acuh tak acuh kedatangan mereka. Tersirat dimata mereka rasa tak berdaya dan putus asa membuat mereka kehilangan harapan.


Tapi begitu mencium aroma makanan mata mereka sedikit menjadi cerah. Sudah berhari-hari mereka kelaparan karena tidak setiap hari mereka mendapatkan jatah makan. Dengan wajah rusak dan ditambah rasa sakit yang menggerogoti tubuh mereka akibat racun yang diberikan oleh tabib Wang membuat semua wanita itu terlihat sangat menyedihkan sekaligus mengerikan.


"Makanlah sedikit makanan ini .. kami akan mencari cara menyelamatkan kalian semua setelah keluar dari tempat ini. " ujar Hua Chunran didepan salah satu penjara.


Semua wanita segera berkumpul berdesakan di dekat terali penjara berharap mereka mendapatkan makanan terlebih dahulu , mereka takut kehabisan makanan dan tidak kebagian.

__ADS_1


Meski dengan porsi kecil tapi makanan yang dimasak Hua Chunran dan yang lainnya cukup untuk semua wanita itu. Ini adalah makanan terenak yang para wanita itu makan setelah sekian lama di penjara di gua bawah tanah ini. Biasanya mereka hanya mendapatkan makanan rebus dengan sedikit bumbu atau bahkan tidak memakai bumbu sama sekali.


Hati semua wanita itu sedikit merasa senang dan salah satu dari mereka mewakili yang lain berterima kasih pada Hua Chunran dan para penjaganya.


"kalian tunggu kami disini. kami akan mencari jalan keluar lain ." ujar Zhao Xifeng pada para wanita itu.


" jalan keluar lain? aku tahu jalan yang selalu dilalui oleh tabib Wang saat datang dan pergi dari gua ini." salah seorang wanita yang duduk paling sudut tiba-tiba angkat bicara.


Hua Chunran dan yang lain saling berpandangan , secercah harapan mengisi hati mereka.


" Bisakah kamu memberi tahu kami dimana jalan itu? " tanya Hua Chunran bersemangat.


" Ada di ruang penyiksaan . saat aku dibawa ke ruang penyiksaan aku melihat tabib Wang datang dan pergi dari sebuah pintu rahasia. Pintu rahasia itu bisa dibuka dengan menekan salah satu dinding. Tapi aku tidak ingat bagian dinding yang mana." wanita itu menjelaskan .


" Terima kasih telah memberitahu kami, keluarlah dan tunjukkan dimana ruang penyiksaan itu." ujar Zhao Xifeng sambil membuka pintu terali .


Wanita itu mengangguk dan bergegas berdiri lalu melangkah keluar dari penjara.


" Kalian tetaplah disini, lebih aman disini . Saat kami berhasil mencari jalan keluar kami akan menyelamatkan kalian." Zhao Xifeng kembali mengunci pintu terali penjara. Akan sangat merepotkan jika para wanita itu berkeliaran dan berpencar.


Hua Chunran dan yang lain beserta wanita itu bergegas menuju ruang penyiksaan. Sesampainya di ruang penyiksaan, Hua Chunran tak bisa menahan rasa ngerinya melihat berbagai macam alat penyiksaan dan sepertinya dipenuhi bekas darah manusia yang di siksanya.Bahkan lantai juga dipenuhi bekas darah mengering menimbulkan aroma tidak sedap.


" Pintu itu ada diruangan ini, tapi aku tidak ingat di sebelah mana dan dinding pembukanya di sebelah mana aku juga tidak ingat." ujar wanita itu tak berdaya.


" Baiklah , ayo kita cari bersama- sama di seluruh ruangan ini."


Semua orang segera bergerak cepat menyisir dan memeriksa seluruh ruangan itu. Bukan hal yang mudah menemukannya dengan hanya mereka bertujuh karena ruangan itu cukup besar.


Saat mereka sedang sibuk meraba-raba dinding tiba-tiba wanita yang bersama mereka jatuh ke tanah. Tubuhnya menegang dan menggelepar - gelepar , sementara matanya terbelalak keatas hingga hanya terlihat bola matanya yang memutih. Terdengar suara seperti ayam disembelih dari mulutnya.

__ADS_1


__ADS_2