
Berada di dalam gua bawah tanah yang tidak bisa melihat sinar matahari membuat Hua Chunran dan yang lain tidak tahu apakah hari masih malam atau sudah siang.
Setelah beberapa lama semua tanaman beracun yang dipilih Zhao Xifeng akhirnya selesai di haluskan berkat kerja sama semua orang. Tanaman beracun itu antara lain daun dan biji tanaman akasia biji tanaman baringtonia, batang dan akar tanaman tephorosia atau kedelai liar , akar tanaman tuba dan akar tanaman pacing tawar.
Mereka bisa sedikit merasa lega satu langkah telah terlewati, setelah mendapatkan informasi dari wanita di dalam penjara mereka lalu bergegas mencari jalan keluar dari gua yang terhubung ke sungai.
Ternyata gua itu adalah gua yang berada di tepi tebing bebatuan dan ditepi sungai atau lebih tepatnya danau kecil karena setelah Hua Chunran perhatikan airnya tidak mengalir dan hanya memiliki luas tertentu di sekitar gua .
Meski begitu , dibutuhkan keahlian berenang yang cukup untuk menyeberangi danau ini karena cukup luas. Untung saja Hua Chunran sejak kecil tinggal di tepi sungai dan sejak kecil sering berenang di sungai bersama teman-temannya.
Mereka lalu menaburkan racun di danau itu dan dengan tenaga dalam masing-masing penjaga mendorong racun –racun itu menyebar ke tengah danau.
”Sekarang sambil menunggu ikan – ikan mati dan sungai bersih kembali dari racun ayo kita cari jalan keluar lain. Aku yakin tabib Wang pasti punya jalan keluar lain. “ ujar Hua Chunran.
Yang lain mengangguk dan bergegas kembali masuk ke dalam gua untuk mencari jalan keluar lain dan sekaligus mencari keberadaan tabib Wang .
Selain mencari jalan keluar kebutuhan mendesak lain adalah persediaan makanan. Mereka sudah sangat lelah dan menahan tubuh penuh luka . Tenaga mereka hampir terkuras habis , mereka sangat memerlukan makanan untuk memulihkan energi .
Untung saja para penjaga adalah para kultivator yang sanggup bertahan tidak makan berhari-hari, meski begitu dengan luka ditubuh mereka , tetap membutuhkan makanan.
Terlebih Hua Chunran dan Dan Yin yang manusia biasa setelah kekuatan mental mereka terkuras karena ketakutan yang teramat sangat, mereka juga merasakan tubuh mereka sangat lemah dan kekurangan tenaga.
Pandangan Hua Chunran mulai berkunang-kunang namun dia tetap memaksakan diri dan tidak mengatakan apapun karena tidak ingin membuat semua orang cemas dan merepotkan yang lain. Hanya genggaman tangan Zhao Xifeng yang tak pernah lepas membuatnya memiliki sedikit kekuatan.
__ADS_1
Zhao Xifeng perlahan menyadari tangan Hua Chunran yang gemetar dan dingin. Seolah tahu apa yang dipikirkan Hua Chunran yang tidak ingin membuat semua orang khawatir Zhao Xifeng berbisik lirih ditelinga Hua Chunran “ Bertahanlah sebentar lagi nona, kita pasti akan mendapatkan makanan."
Hua Chunran mengangguk sambil tersenyum, hatinya menghangat . Sejak awal Zhao Xifeng selalu melindunginya, perasaan di lindungi seseorang belum pernah dia rasakan di kehidupannya sebelumnya. Selama ini dia selalu hidup sendiri dan menanggung derita sendirian.
Kesepian dan menyedihkan....
Tiba-tiba saja Hua Chunran merasa sedikit bersyukur, meski melewati berbagai bahaya, dia bisa bersama orang-orang yang peduli padanya. Di dalam hatinya Hua Chunran berjanji kelak akan membalas semua kebaikan semua orang yang peduli padanya . Hua Chunran mengencangkan genggamannya pada Zhao Xifeng. Mata Zhao Xifeng bersinar saat merasakan genggaman tangan Hua Chunran semakin erat lalu membalas dengan juga menggenggam erat tangan Hua Chunran. Hanya mereka yang tahu ada debaran indah di dalam hati mereka.
Mereka terlebih dahulu kembali ke ruang operasi untuk membersihkan badan dan luka di mata air yang berada di ruang operasi. Darah di tubuh mereka hampir mengering di badan dan menimbulkan bau tidak sedap bercampur keringat. Semua orang bergantian membersihkan diri dan berganti pakaian lalu ke ruang obat untuk membersihkan diri.
Hua Chunran dan Dan Yin membantu semua orang membersihkan luka dan memberikan obat di masing-masing luka.
Sebenarnya mereka menolak saat Hua Chunran membantu mengobati luka dan membersihkan luka semua orang, tapi Hua Chunran memaksa sehingga mereka terpaksa pasrah diobati Hua Chunran
.Hati semua orang kembali menghangat, melewati perjuangan hidup dan mati bersama telah menumbuhkan rasa kedekatan di antara semua orang.
Meski tidak separah yang lain tapi hati Hua Chunran sangat sakit melihatnya. Tak terasa airmata menggenang di pelupuk mata Hua Chunran. Air mata lalu jatuh membasahi pipi giok Hua Chunran sementara dia masih sibuk membersihkan luka dan mengobati luka Zhao Xifeng.
Melihat Hua Chunran yang sangat mengkhawatirkannya , Zhao Xifeng merasa sangat tersentuh. Dia mengulurkan tangan mengusap perlahan airmata di pipi Hua Chunran.
“maafkan hamba membuat nona khawatir dan mengalami semua ini. Jika hamba lebih waspada maka hal ini tidak akan terjadi .. “ Ujar Zhao Xifeng lirih. Hatinya juga sangat sakit melihat Hua Chunran harus mengalami kejadian mengerikan ini.
Hua Chunran menggeleng , tiba-tiba dia berdiri lalu membungkuk ke semua orang sambil berurai airmata dia meminta maaf pada semua orang “ Maafkan aku ini semua salahku…’
__ADS_1
Semua orang tertegun melihat tindakan Hua Chunran. “ Nona apa yang kamu lakukan ? “ Zhao Xifeng terkejut lalu menarik tangan Hua Chunran agar berhenti membungkuk. Tapi Hua Chunran menolak dan tetap membungkuk.
“Nona sudah tugas kami melindungimu jadi ini bukan salahmu…” Jiang Zhen juga angkat bicara.
“Ini semua salahku seharusnya aku tidak membohongi kalian dan membuat kalian semua mengalami hal mengerikan ini. “ Kata-kata Hua Chunran mengejutkan semua orang .
“ Apa maksud nona? “ tanya Dan Yin dan Xu Feng hampir bersamaan.
Hua Chunran menelan ludah kelu dan dengan susah payah dia berkata “ Aku telah membohongi ayahku, membohongi kalian semua. Aku tidak mempunyai bekas luka di tubuhku …”
Semua orang tercengang mendengar kata-kata Hua Chunran , mereka tak menyangka Hua Chunran berbohong dan membuat mereka melakukan perjalanan jauh yang penuh bahaya dan mengalami kejadian mengerikan ini. Perasaan semua orang tiba-tiba menjadi rumit.
Zhao Xifeng tak kalah terkejut , dia kemudian berdiri dan memegang bahu Hua CHunran dengan kedua tangannya.
“Nona, apakah nona sadar dengan yang nona ucapkan ? “ Tanya Zhao Xifeng dengan tatapan dalam.
Hua Chunran mengangguk sambil terisak , dia tidak berani mengangkat wajahnya .
“A.. aku melalukan ini untuk membatalkan pernikahanku dengan Wen Cheng Si .”
Semua orang makin tercengang mendengar penjelasan Hua Chunran.
Terlebih Zhao Xifeng, meski sebelumnya penjaga bayangannya telah memberitahunya hal ini tapi itu belum dikonfirmasi kebenarannya.
__ADS_1
Sekarang kebenarannya keluar dari mulut Hua Chunran langsung.
Sedikit rasa bahagia menyeruak di hati Zhao Xifeng. Hanya saja Zhao Xifeng masih tidak mengerti apa alasan Hua CHunran ingin membatalkan pernikahannya dengan Wen Cheng Si.