Musim Semi Di Tiansheng

Musim Semi Di Tiansheng
Bab 37


__ADS_3

Malam perlahan menyelimuti bumi, malam hari ini tampak sangat gelap tanpa sedikitpun cahaya bintang . Angin dingin bertiup di kisi-kisi dinding semakin membuat orang ingin terlelap di peraduan.


Zhao Xifeng meminta semua penjaga tetap waspada malam itu, dia merasakan sesuatu yang aneh di kediaman tabib Wang. Tapi dia tidak mengetahui apa sebenarnya yang aneh.


Hua Chunran sebagai manusia biasa dari zaman modern, dia tidak terlalu mewaspadai dan tidak merasa ada yang aneh jadi dia terlelap begitu saja. Sementara Dan Yin meski merasa sedikit takut dia memaksakan matanya untuk terlelap.


Tiba-tiba telinga tajam Zhao Xifeng mendengar suara derit mencurigakan dari kamar Hua Chunran. Suara itu sangat kecil tidak bisa didengar oleh manusia biasa tapi bagi Zhao Xifeng yang berkultivasi tinggi dia bisa mendengarnya dengan jelas. Zhao Xifeng langsung bergegas melangkah menuju ke kamar Hua Chunran. Penjaga lain yang mengetahui tindakan Zhao Xifeng juga semakin meningkatkan kewaspadaannya.


" Nona apa kamu baik-baik saja." Zhao Xifeng memanggil pelan dari balik pintu. Tak ada jawaban sama sekali dari dalam.


" Nona..." panggil Zhao Xifeng lagi dan tetap tak ada jawaban . Merasa ada yang tidak beres Zhao Xifeng mendobrak pintu kamar Hua Chunran. Benar saja Hua Chunran tidak ada dikamarnya padahal pintu dalam keadaan terkunci dari dalam. Zhao Xifeng dengan panik mencari setiap sudut kamar kecil itu tapi Hua Chunran tidak ditemukan.


" Nona menghilang!! Perintahkan semua penjaga mencari ke setiap sudut kediaman ini! .Periksa Dan Yin juga ." teriak Zhao Xifeng geram pada Jiang Zhen yang mengikutinya dan berdiri di depan pintu kamar Hua Chunran . Matanya yang hitam pekat bersinar dengan cahaya dingin dan kejam penuh niat membunuh yang kuat.


" Baik .." Tak menunggu lama Jiang Zhen bergegas memerintahkan penjaga lainnya. Beberapa saat kemudian Jiang Zhen kembali melaporkan kepada Zhao Xifeng yang masih memeriksa setiap sudut kamar.


" Dan Yin juga menghilang !" ujar Jiang Zhen dengan suara berat.


" Bajingan ! Aku sudah merasa ada yang aneh dengan tabib sialan itu saat pertama kali melihat penampilannya." Zhao Xifeng mengepalkan tangannya dengan kuat. Kemarahan tak terbendung menguasai dirinya.

__ADS_1


Zhao Xifeng segera melesat keluar , dia harus mencari keberadaan tabib Wang terlebih dahulu untuk menangkapnya . Jiang Zhen dan Zong Yue segera mengikuti Zhao Xifeng dibelakangnya.


Sementara itu Hua Chunran dan Dan Yin yang terlelap sebelum kedatangan Zhao Xifeng ke kamarnya tak menyadari jika tempat tidur yang dia tiduri terbuka dan perlahan turun ke bawah . Lubang yang terbuka Karena tempat tidur turun kemudian menutup kembali seolah tidak ada yang terjadi .Karena gerakannya sangat pelan, hingga Hua Chunran tak menyadarinya .


Beberapa saat kemudian baik Hua Chunran dan Dan Yin perlahan membuka matanya. Mereka terbangun karena bau anyir yang menusuk hidung. Hua Chunran dan Dan Yin terkejut ketika mereka tersadar berada di tempat asing. Mereka secara refleks langsung bangun dan duduk sambil memandang sekelilingnya .


Sekeliling mereka hanya ada dinding bebatuan gelap dengan penerangan cahaya obor disudut ruangan. Rasa takut menyelimuti hati Hua Chunran dan Dan Yin.


Dimana ini ? Hua Chunran dan Dan Yin sama-sama bertanya dalam hati. Secara bersamaan Hua Chunran dan Dan Yin saling memandang , posisi mereka sedikit berjauhan.


" Nona kamukah itu?" teriak Dan Yin sedikit keras. Hua Chunran meletakkan telunjuknya ke depan bibirnya mengisyaratkan Dan Yin agar tidak bersuara keras. Dan Yin yang baru menyadari kecerobohannya menutup mulutnya lalu mengangguk.


Hua Chunran dan Dan Yin bangkit dari tempat tidur lalu berjalan saling mendekat.


"Aku juga tidak tahu apa yang terjadi, tadi begitu masuk kamar yang di sediakan pelayan tabib Wang, aku langsung tertidur tapi tiba-tiba aku sudah berada disini." Sahut Hua Chunran pelan.


Bau anyir semakin kuat menusuk hidung mereka.


"nona sepertinya ini bau anyir darah.." Dan Yin bergidik antara ngeri dan jijik.."

__ADS_1


Ya Tuhan, tempat apa ini ? Hua Chunran tiba-tiba merasa perutnya mual. Sekuat tenaga dia menahan agar isi perutnya tidak keluar.


" Ayo kita cari jalan keluar, tempat ini sepertinya sangat berbahaya." Hua Chunran melangkah lebih dulu untuk memeriksa ruangan ini mencari jalan keluar. Dan Yin segera mengikuti Hua Chunran sambil mengedarkan pandangan memindai seluruh ruangan mencari pintu keluar.


Kenapa rasanya mereka berada di dalam Gua? . Saat memeriksa seluruh ruangan mereka baru sadar mereka di kurung di balik terali . Ruangan di depan mereka sepertinya masih luas.


Hua Chunran dengan panik memeriksa rantai yang melilit pintu terali dan benar saja sesuai dugaannya rantai itu di kunci dengan gembok yang sangat besar. Dan Yin yang mengetahui rantai dikunci semakin menjadi panik.


" Nona apa yang harus kita lakukan?" Tanya Dan Yin dengan tatapan penuh ketakutan. Hua Chunran memandang ke sekelilingnya mencari batu atau benda keras untuk merusak gembok itu , namun tidak ada batu atau benda keras di sekitar mereka. Ada batu tapi menempel di dinding gua dengan erat.Mustahil melepaskan batu itu.


Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki bergema di ruangan itu, Sepertinya yang datang berjumlah dua orang ke arah mereka. Hua Chunran dan Dan Yin melihat ke arah sumber suara dengan hati tegang, menebak siapa orang yang mengurung mereka di tempat mengerikan ini?


Tak lama dua sosok tubuh mendekat ke arah mereka. Hua Chunran tercengang ketika mengenali salah satu dari dua orang yang datang. Bukankah itu tabib Wang? Mengapa tabib Wang mengurungnya dan Dan Yin?


" Haha kalian sudah bangun nona-nona cantik? Bagaimana tidurmu sangat lelap dan nyaman bukan? Hahaha." Tabib Wang tertawa begitu melihat Hua Chunran dan Dan Yin yang berdiri di balik terali.


Dan Yin yang baru pertama kali melihat sosok tabib Wang terkejut melihat penampilannya . Orang ini sebenarnya laki-laki atau perempuan?


" Jangan menatapku seperti itu atau aku akan mencongkel matamu ?! " Tabib Wang memelototi Dan Yin dengan dingin membuat Dan Yin bergidik ngeri. Dan Yin lalu bersembunyi di balik punggung Hua Chunran sambil mengintip ke arah orang yang datang itu.

__ADS_1


"Tabib Wang apa yang kamu lakukan pada kami ? " Hua Chunran memberanikan diri bertanya , sementara keringat dingin mulai membanjiri telapak tangannya. Dia sangat gugup dan takut. Hua Chunran teringat adegan di film modern saat psikopat menculik korbannya dan memenjarakan korbannya di ruang bawah tanah.


" Haha gadis cantik, kulitmu sangat putih dan halus bagaimana kalau kamu memberikan kulit wajahmu padaku? ." Tabib Wang menyeringai memperlihatkan senyum mengerikan.


__ADS_2