Musim Semi Di Tiansheng

Musim Semi Di Tiansheng
Bab 54


__ADS_3

Tabib Wang ditempatkan di sebuah ruangan dijaga empat orang berpakaian hitam. Tampaknya para penjaga itu satu kelompok dengan para pria berpakaian hitam lainnya yang menyelamatkan Hua Chunran dan yang lainnya.


Tabib Wang di gantung terbalik di tengah ruangan. Di bawahnya ada bak kayu besar berisi air kotor. Tubuh tabib Wang basah kuyup , wajahnya yang semula berdandan bak perempuan terlihat sudah babak belur. Dia sepertinya dalam keadaan pingsan setelah mengalami penyiksaan .


Zhao Xifeng melangkah mendekat bersama Jiang Zhen dan yang lainnya. Sementara Hua Chunran dan Dan Yin hanya melihat dari dekat pintu tidak berani mendekat.


Kilat penuh amarah terpancar dari mata kelam Zhao Xifeng. Wanita jadi-jadian ini sebenarnya berani mengulurkan cakarnya kepada wanita yang dilindunginya. Dia akan membuat iblis ini menyesali diri telah terlahir ke dunia ini.


"siram dia ." perintah Zhao Xifeng kepada salah seorang pria berbaju hitam yang berdiri disampingnya.


Pria itu langsung melaksanakan perintah Zhao Xifeng dan tanpa ampun mengguyur tubuh tabib Wang dengan air garam. Tabib Wang langsung tersadar dari pingsannya dan berteriak kesakitan. Tubuhnya merasakan perih tak terkira seolah seluruh kulitnya di kuliti hidup-hidup. Dia menggelepar di tali gantungan hampir tak kuasa menahan sakit karena seluruh luka ditubuhnya tersiram air garam.


" Bagaimana rasanya? . Sangat enak bukan? Rasa seperti ini mirip dengan yang dirasakan para perempuan itu saat kamu menguliti wajah mereka." Zhao Xifeng berkata dengan dingin. Zhao Xifeng menyipitkan matanya dan tatapan kejam melintas di matanya.


" Kau ?! Bagaimana kalian bisa lolos dari gua itu?!!" Tabib Wang terbelalak tak percaya.


Tabib Wang sangat yakin semua penyusup di gua bawah tanah meski bisa membantai seluruh penjaga mata merahnya pasti tidak akan bisa lolos dari kepungan mayat hidup yang ia ciptakan.


Tabib Wang tahu betul bagaimana ganas efek racun ulat Gu yang dia berikan pada para wanita di gua bawah tanah itu untuk mengubahnya menjadi mayat hidup.


Awalnya hati tabib Wang sedikit tidak rela karena dia terpaksa menggunakan seluruh ulat Gu yang dia pelihara susah payah selama belasan tahun.


Kalau saja penjaga mata merah tidak dikalahkan oleh penyusup ini dia tidak akan memberikan racun ulat gu pada para wanita itu untuk mengubahnya menjadi mayat hidup sebelum melarikan diri keluar dari gua.

__ADS_1


Meski tabib Wang juga menulis surat pada kepala suku untuk mengirimkan penjaga bantuan dia tidak berharap banyak, dia melakukannyab hanya untuk berjaga-jaga karena dia sangat percaya diri mayat hidup itu akan memusnahkan para penyusup di gua bawah tanah .


Tapi tabib Wang tidak menyangka sekelompok orang berbaju hitam yang sangat tangguh datang lagi dan membantai seluruh pasukan bantuan yang dikirimkan kepala suku Nu.


Tidak hanya itu bagaimana bisa para bedebah ini keluar dari gua dan lolos dari kepungan mayat hidup? . Apakah mayat hidup ciptaannya sudah musnah semua? .


 Memikirkan hal ini tabib Wang merasakan keputus asaan yang sangat kuat.


" Aku terlalu meremehkanmu !! " Tabib Wang menatap Zhao Xifeng dengan penuh kebencian.


Tabib Wang menyesali diri, kalau saja sejak awal dia menghabisi para penjaga ini dengan meracuni mereka pasti hal ini tidak akan pernah terjadi. Namun menyesal sekarangpun tidak ada gunanya.


" Kamu meremehkan kami karena kamu memandang dirimu sendiri terlalu tinggi!". Suara Zhao Xifeng tenang, tapi ada rasa dingin yang menusuk tulang di dalamnya.


"Jangan buang waktu katakan saja apa yang kamu inginkan dan lepaskan aku !!" Tabib Wang berteriak penuh kebencian.


 Tabib Wang telah berusaha untuk membunuh mereka , jika dia Zhao Xifeng tidak membalas budi itu tidak pantas.


"Bingyun kuliti wajahnya ,bukankah dia sangat suka menguliti wajah orang lain, sekarang biarkan dia merasakan sendiri bagaimana jika kulit wajahnya di kuliti!! " Perintah Zhao Xifeng pada pria berpakaian hitam didekatnya.


Tabib Wang sangat panik, dia sangat menghargai wajahnya selama ini, dia tak bisa menerima jika wajahnya rusak. Dia belum menemukan kulit wajah yang cocok untuknya , sebelum itu wajahnya tidak boleh rusak.


" Hentikan!! Aku akan memberikan apapun yang kamu mau. Kumohon lepaskan aku." Tabib Wang panik.

__ADS_1


" Apakah menurutmu , kamu masih punya kesempatan untuk membuat keselakatan denganku?" Zhao Xifeng memandang tabib Wang dengan jijik.


Segera setelah itu Zhao Xifeng memberi isyarat dengan tangannya dan Bingyun langsung menguliti wajah tabib Wang tanpa basa basi.


"aaaarrrggghhhhh!!!!" tabib Wang merasakan kesakitan tiada tara, dia ingin sekali pingsan tapi rasa sakit yang luar biasa memaksanya untuk tetap tersadar.


Sebelumnya, karena tabib Wang mereka hampir kehilangan nyawa. Pada saat itu, jika bukan karena keberuntungan mereka , mereka semua pasti sudah mati. Bagi mereka yang ingin mengambil nyawanya, Zhao Xifeng tidak akan pernah berhati lembut.


Tabib Wang kini menyesali mengapa dia menyentuh orang-orang ini. Jika tidak semuanya tidak akan hancur. Sekarang upayanya selama belasan tahun untuk mencari kulit wajah yang cocok untuknya telah sia-sia, ulat Gu yang di peliharanya selama belasan tahun juga sudah musnah semua. Gua bawah tanahnya telah hancur , semua yang dimilikinya telah hancur. Dan semua ini karena orang-orang di depannya.


Tabib Wang memandang Zhao Xifeng dan semua orang di depannya dengan penuh kebencian di sela rasa sakit tak tertahankan.


" Jangan biarkan dia mati dengan mudah. Setelah itu berikan tubuhnya pada kawanan ikan pemakan daging. Aku yakin dia masih memiliki banyak ikan pemakan daging di kediamannya." Perintah Zhao Xifeng pada para anak buahnya.


Adegan penyiksaan tabib Wang sangat mengerikan membuat Hua Chunran tak kuasa menyaksikannya jadi dia memutuskan keluar dari ruangan itu dengan diiringi Dan Yin.


Jiang Zhen dan yang lain juga hanya bisa menghirup udara dingin melihat kekejaman Zhao Xifeng dan para pria berbaju hitam itu. Untung saja mereka bukan musuh Zhao Xifeng , kalau tidak mereka tidak bisa membayangkan konsekuensinya.


Hua Chunran menghirup nafas dalam-dalam setelah berada di halaman. Setelah mengalami kejadian yang mengerikan ini jiwanya masih merasa sedikit terguncang. Dan Yin merasa cemas dengan keadaan Hua Chunran namun kondisinya pun tidak lebih baik, jadi dia tidak bisa berbuat apa-apa. Dan Yin hanya diam menemani Hua Chunran.


Tiba-tiba terdengar banyak derap langkah kaki kuda mendekat ke arah mereka.


Tampak kepala suku Nu datang memimpin pasukan .Tatapannya penuh amarah memandang ke arah Hua Chunran dan Dan Yin.

__ADS_1


Kepala suku bergegas datang setelah salah seorang anak buahnya yang terluka parah datang melaporkan bahwa bala bantuan yang di kirimnya untuk tabib Wang semua telah tewas .


Wajah kepala suku sehitam dasar kuali, menahan amarah. Dia datang dengan arogan penuh dengan niat membunuh pada Hua Chunran. Wanita yang membuat putri kebanggaannya tidak senang.


__ADS_2